
Yulius melihat ada mobil ketering yang baru datang.
Yulius segera menghadang lalu menarik sopor itu keluar , Yulius segera melaju mengejar mobil tadi yang kemungkinan sudah sangat jauh.
Yulius segera menelpon istrinya,
" Dedek, cepat cari panglima dan beritahu jika Tantan di culik aku sedang mengejarnya!"
" Apa?????" Ria sangat terkejut sampai hampir jatuh.
" Kakak makan dulu saja!, mungkin karna lapar!"Ujar perias Yang menangani Ria.
namun ria segera berlari keluar mencari panglima,
orang - orang kebingungan melihat Ria yang berlarian dengan panik, sendiri memasuki aula.
" Ada apa?"
" Kenapa pengantin wanitanya berlari sendiri?"
" Panglima, ... panglima!"
" Ria apa yang terjadi?"
". Istrimu diculik, Suamiku sedang mengejarnya!"
" Apa??"
semua terkejut dan suasana menjadi sangat tegang, mendengar istri Panglima bisa - bisanya di culik, apalagi keluarga Panglima dan orang - orang terdekat Panglima dan Tantan.
" AB 7856 K , itu yang dikatakan suamiku!" Ujar Ria memberitahu.
" Panglima, ayo!" Jendral segera menarik Panglima pergi menyusul.
Semua tamu heboh,...
" Ah, menantuku bagaimana bisa diculik?, bagaimana ini?" Maya sudah kebingungan.
" Ibu Panglima, tenang kita harus yakin semua baik - baik saja!" Suzy berusaha menenangkan.
" Ya benar kita harus tenang!" Huan Zang juga mencoba menenangkan istrinya.
" Bagaimana bisa kita kecolongan, ini bukan pernikahan biasa, sistem keamanannya bagaimana bisa ??" maya sangat kesal.
Ria segera melepas semua manik - manik di tubuhnya, dia segera kembali ke ruang rias dan segera berganti pakaian.
" Nyonya, mau kemana?"
" Aku tidak bisa diam saja di sini, suamiku juga dalam bahaya!"
" itu akan lebih berbahaya jika nyonya ikut!"
" Tidak aku harus memastikan keadaan suamiku!"
Ria mengambil kunci mobil dan pergi menyusul keluar.
"Eh itu Ria mau kamana?" keluarga kedua mempelai pun semakin panik.
Dan acara itu pun di bubarkan.
" Bos, kami mendapatkan istri Panglima!"
" kerja bagus, bawa ke apartemen di Utara!, dan siap - siap mengirim pesan pada panglima!"
" Baik bos!"
Panggilan pun berakhir.
" Bagaimana?"
" Kita ke apartemen utara milik bos Devance!, dan segera mengirim pesan pada Panglima untuk bernegosiasi!"
" Baik!"
mereka pun melaju ke apartemen utara.
__ADS_1
Sialan rupanya pemilik hotel Devania sudah menargetkan kami dalam hati Tantan, untunglah aku menyadari dari awal, menahan nafas dan pura - pura pingsan.
dalam hati Tantan.
Tania yang pura - pura pingsan yang berada di bangku belakang itu pun mulai berpikir.
Aku harus bagaimana ini, semoga ada yang menemukan handphone ku karena aku sengaja menjatuhkannya, haduh bagaimana jika orang lain mengambilnya? aduh aku sangat bodoh, oh tunggu jam tangan pemberian abang Dex, tunggu tapi tanganku di ikat, tenang kita ikuti alurnya saja dulu.
Setelah menempuh perjalanan 2 jam kurang berhentilah mobil itu di daerah yang sangat sunyi, dan hanya ada satu bangunan yang tidak besar, dan mereka pun segera memindahkan Tania ke dalam apartemen.
" Bos, ini istri Panglima!"
" aku tidak menyangka bahwa istri panglima ini sangat lemah!" Ujar anak buah Devance.
" Iya, ya?, dia tidak sadar - sadar padahal efek obatnya paling lama 1 jam!"
" Buka lakbannya!"
kreeeeekkkkk
lakban pun terbuka.
Tania menahan perih dari lakban yang dilepas sangat kasar.
" Kau tidak usah berpura - pura pingsan!" ujar Devance.
Tania pun membuka matanya
" Wahhhhh kau sangat cantik nyonya Panglima, pantas saja ku dengar dia sangat memanjakanmu!"
" cuiiih!" Tania meludahi muka Devance yang sangat dekat pada wajahnya.
" Plaaaaakkkkkkkkkkkkk!!" Devance menampar keras wajah Tania.
" Hahahah, aku suka anak liar....kau ternyata anak liar yang di jinakan panglima!, hahahah selera Panglima benar - benar menarik!"
Tania sangat santai dengan pandangan tajamnya, yang tidak terlihat takut sama sekali.
" Aku jadi ingin bermain denganmu, tadi niatnya hanya ingin bernegosiasi dengan Panglima, namun siapa sangka, kau begitu sangat menyenangkan, hehehehe...aku yakin Panglima pasti tidak pernah bermain lembut denganmu kan?"
" Kau sangat tidak sopan, bagaimana bisa istri Panglima sangat kasar?"
ujar anak buah Devance heran.
" Bos dia tidak terlihat takut sama sekali dengan kita!"
" Kalian ini bagaimana, jika dia merengek di sini, berarti kalian salah menculik, dia tidak akan menjadi istri Panglima jika lemah!"
Sebenarnya aku bisa membuka tali ini, tapi di sekitar sini tidak ada celah untuk lari, dan juga tidak ada apa pun untuk melindungi diri dalam hati tania yang tetap tenang dan berpikir, Bang dex kenapa kau membuat finger dengan jempol kaki ini akan sulit bagiku dalam hati Tantan.
" Lalu bagaimana Bos?"
" Aduh, sepertinya Panglima juga tidak bisa di ajak negosiasi, jadi bagaimana ya apa kita main - main saja lalu bunuh dia dan pergi!, jadi lakukan dengan cepat!" Ujar Devance.
Tania tetap tenang tidak menunjukkan ekspresi takut sedikitpun.
Bagaimana bisa dia setenang ini, saat di culik?, nyawa dia di ujung tanduk kenapa masih sangat santai? dalam Hati Devance.
...----------------...
" Kau coba hubungi Jimmie, karena plat nomernya tidak bisa dilacak!" Ujar Panglima santai.
" Panglima kau sangat santai?, apa kau sangat yakin istrimu baik - baik saja?"
" Bukankah kau melihat dengan kedua mata kepalamu sendiri, jika istriku membunuh musuh tanpa berkedip sedetik pun?, hanya orang - orang idiot Rich saja, apa kau pikir istri ku akan kalah?"
" Ah, aku hampir lupa!, pantas saja kau tidak terlihat panik!"
" cepat hubungi, suruh melacak keberadaan Tania!"
" Yayayya!"
Jendral Petter segera menghubungi Dex.
Sementara Yulius, meminta anak buahnya, mengecek, semua Cctv yang ada di jalan dan kemana arah mereka pergi.
__ADS_1
Ria yang di temani anak buah Panglima, melaju dengan melacak ponsel Yulius.
( ini kok malah lacak - lacak an sih???)
Panglima dan Jendral menunggu kabar, mereka menepi di pinggir jalan.
drrrt drrrrttt...
" Ayah mertua, ah...mertuamu pasti baru mendengar kabarnya!"
" iya Ayah!"
" Nak, bagaimana kabar putriku?"
" Ya ayah, kami sedang melacak keberadaan putri ayah!"
" Baiklah, dari nada suaramu kau terlihat sangat tenang,...itu berarti putriku baik - baik saja!"
" Ya ayah, ayah fokus saja pada tugas ayah, aku menjamin keselamatan putri anda!"
" Okey, nak...jika begitu ayah lanjut!"
" Baik ayah, selamat menjalankan tugas ayah!"
" Siap Panglima!"
panggilan pun berakhir,...
" Duh sebegitu percayanya tuah Hatta padamu!"
" Pandangan Ayah mertua ku mana mungkin salah!"
" Aihh, anda mereka semua tahu, bahwa istri panglima ikut turut ke medan perang, sudah pasti beda lagi alur ceritanya!"
" heheh, itu rahasia,kita....untuk mereka bisa dibungkam dengan gertakan!"
" Hahaha, iya ya... panglima memang hebat!"
" Aku yakin, istriku pasti sadar kok di culik!"
" Jadi memang dia sengaja membahayakan dirinya?"
" Ah, dari pertama kali bertemu juga begitu!"
" Bisakah kau khawatir sebagai seorang suami?, bukan Panglima?"
" Jika itu Suzy, aku akan panik heheheh!"
" Kau masih bisa meledek, di saat begini!"
Drrrrr Drrrrrrt...
" Ya dex , bagaimana?"
" kenapa Tania di lacak?, apa membuat masalah?"
" Tania di culik Dex!"
" Apa?, kenapa baru memberitahu ku, tahu begitu tadi aku tidak makan dulu!"
" oh jadi lama itu karna kau tinggal makan dulu, bagus dex, kau abang yang baik memang!"
" Wah, Dex kau sunggu luar biasa!" ujar Panglima menyidir.
" Tania Ada, di bagian utara, di sana terdapat satu bangunan saja , aku yakin di sana!"
" Oke!"
panggilan pun berakhir...
Panglima segera melaju, ...menuju arah utara.
**Astaga, bagaimana ceritanya Tania bisa di culik di acara pernikahan Sepupu panglima, wah aku harus memberitahu Bos.
dalam hati Dex**.
__ADS_1