
" Sungguh, menyebalkan sekali, huuuuuf, menjones sungguh sangat menyebalkan!"
Sambil menendang kerikil kerikil kecil yang ada.
" Heiii siapa yang melempar batu?"
" astaga , maaf maaf kakak senior, Aku tidak sengaja!"
" memang kau sedang apa, melempar batu tidak sengaja?"
" aku, aku tidak sedang apa - apa kakak, aku tidak sengaja!"
" tidak sedang apa-apa tapi batu itu mengenaiku!"
" iya aku minta maaf, sungguh minta maaf!"
hmmmm, Cantik juga adik junior ini...
" kalau begitu Suzy, kembali kakak!" mencoba melarikan diri.
" tunggu, aku belum memaafkanmu!"
" ah?, lalu bagaimana agar kakak memaafkanku, lagian itu bukan batu besar hanya kerikil kecil. apa itu melukai kakak?"
Senior itu berjalan menghampiri Suzy...
" sungguh kau tidak bisa menghargai kepala orang, apa kau ini sedang melawan seniormu?"
" mana mungkin kakak, aku sudah minta maaf!"
" kau belum tulus meminta maaf!"
berjalan menyudutkan Suzy sampai terpentok di sudut tembok.
astaga, bagaimana ini sepertinya aku menyinggung orang yang salah, tapi aku tidak sengaja, ini juga tempat sepi apa yang akan dilakukannya.
Suzy, sudah gemetaran karna tidak ada seoarang pun disekitarnya.
" Apa kau takut?"
" maa, maaf kakak. aku tidak akan mengulangi lagi!"
" aku tanya apa kau takut?"
" iya aku takut, tolong maafkan aku, aku akan melakukan apa saja yang penting kaka jangan mendekat!"
" baiklah, apa kau punya pacar?"
" tidak, eh punya!"
" heiiii, yang benar saja punya atau tidak?"
" tidak punya, eh punya punya!"
astaga aku harus menjawab apa biar selamat
suzy bingung sendiri.
" Kau mempermainkan aku ya!"
Suzy semakin gemetaran takut jika seniornya berbuat macam-macam padanya.
"huhuhu, maaf!" Suzy menangis karna takut.
" tuooooooakkkk"
" Auuuh, siapa yang melempar batu padaku lagi?"
"Aku, kenapa?, mau aku meminta maaf?"
" Dokter Donie?"
" Bukan aku, tapi belakangku!" ujar Donie menunjuk belakangnya.
" Jen ,jen, jendral" terkejut
" kau mengganggu adik juniormu di siang bolong begini, apa kau tidak ada kerjaan?"
ujar jendral petter.
" maaf jendral, saya siap terima hukuman!"
__ADS_1
berlutut dengan sigap.
" Donie ,bawa suzy pergi, aku mau mengurus anak ini !"
Donie segera membawa Suzy pergi dari tempat itu.
" apa dia melukaimu?" tanya Donie lembut.
" ti, tidak dokter!" Jawab Suzy masih gemetaran.
" kita ke paviliun jendral dulu yuk!"
Donie membawa Suzy ke paviliun jendral petter.
" kau ini sudah berapa kali mengganggu adik Juniormu?, apa hukuman tidak menjeramu?, kau ini kakak seniornya!
" maaf Jendral karna dia sangat imut, aku hanya ingin mengerjainya sedikit, aku kira dia akan melawan, ternyata dia sangat ketakutan!, aku hanya ingin melihat seberapa tangguh dia, ternyata dia sangat penakut!"
" astaga, kau ini kurang kerjaan sekali, karna kau sangat kurang kerjaan, cuci semua pakaian rekan satu kompimu!"
" apa mencuci pakaian mereka?"
" sekalian pakaianku!, ingat yang bersih!"
" Jendral, lebih baik aku lari atau push up saja!"
" oh baik, cuci pakaian kami selama sebulan!"
" apa?, baik aku akan mencuci tapi cukup sekali saja jendral, jangan satu bulan!"
" 2bulan!"
" baik-baik 2bulan ,laksanakan sekarang!" segera pergi dengan memikul hukuman nya.
" Heran sekali, kalian ini tentara kenapa jail sekali!" Gumam Jendral petter menggeleng kepala.
Jendral petter pun kembali ke paviliun nya.
" minumlah, kau ini di sini kan dilatih fisik dan mental, kenapa begitu saja sudah ketakutan?"
" Iya suzy sangat takut, kakak itu berbuat macam-macam. jika melawan pun pasti juga tidak akan menang!"
" setidaknya gunakan akalmu, mereka adalah abdi negara ,tidak akan melakukan hal yang sembarangan apa lagi di distrik militer ini!" sahut Jendral petter kesal.
" Benarkah mereka tidak akan macam-macam? "
" Kau meragukan perkataanku kah?"
" Mana berarti, Suzy percaya dan tidak akan takut lagi!"
" hmmm, bagaimana kau bisa ada di halaman belakang sana?"
tanya Jendral petter heran.
" mmmm, aku hanya merasa kesal saja pada panglima dan Tantan, mereka bermesraan sepanjang hari!"
" wah Jadi Tania sudah tahu jika Panglima yang dia cari?"
" Ya, jadi dokter Donie dan Jendral juga sudah tahu yang sebenarnya?"
" Mmmm, tahu!" jawab Donie.
" Wah kalian jahat sekali, tidak memberi tahu Tania!"
" aku sudah memberikan, petunjuk saat itu, aku bukanya tidak memberi tahu, aku tidak mau ikut campur!, entah dengan Jendral"
" Ya Jendral kau tahu kenapa diam saja?"
" Siapa yang berani mrngacaukan rencana panglima!" jawab Jendral petter singkat.
" hahah, lalu kau mau kemana?, sudah pasti 2 insan itu akan bermesraan setiap ada waktu senggang!" ujar Donie.
" Aku juga akan mencari pasangan di sini!"
" hahahahah, Kau bisa mengajak Jendral berkencan Suzy!"
" kalau Dokter Donie bagaimana?"
" hahahaha, aku sudah ada orang yang ku suka Suzy!"
sepertinya benar kata panglima dan Tantan, tapi aku tidak akan menyerah
__ADS_1
" apa orang itu tahu jika dokter menyukainya?"
" Tidak, dia tidak tahu, hehehe"
asyik masih ada kesempatan untukku....
" Siapa yang mau dengan gadis lemah seperti mu?, itu akan membuat beban!" sahut Jendral petter ketus.
" Jendral sangat kuat, dia pasti bisa melindungimu Suzy! " ujar Donie menggoda.
" Siapa yang mau dengannya!!!" Jendral petter dan Suzy serempak.
" Wawwww, luar biasa kalian memang sangat serasi!"
" hentikan omong kosongmu, cepat selesaikan tugasmu dan Suzy kau kembalilah!"
" Jendral, izinkan aku tinggal di sini mulai sekarang aku akan membantumu mencuci piring merapikan rumah!"
" hei apa yang kau katakan?, bukankah kalian akan segera pergi dari sini?"
" kata Tantan dia akan tinggal satu bulam lagi, jadi suzy juga akan tinggal, tapi rasanya tidak nyaman ada diantara panglima dan Tantan! "
" ahahahahha, boleh, cepat kemasi barangmu dan pindah ke sini, Jendral tidak akan menolak!" Donie mengiyakan permintaan Suzy
Suzy segera pergi keluar secepat kilat untuk mengambil barangnya.
" Donie, kau sungguh berani!" Jendral petter sangat kesal.
" Dia tidak buruk Jendral ,dia sangat lugu, wanita seperti itu amat sangat di sayangkan jika jatuh pada laki-laki yang tidak tepat!"
" Sial, kau membawaku dalam masalah!, dia sepertinya tertarik denganmu Donie!"
" aku masih dengan hati yang sama Jendral, dia baik dan lugu namun bukan tipeku!"
" sebaiknya kau tidak membuat kesalahan , panglima tidak pernah pandang bulu !"
" aku mengerti batasanku Jendral, aku akan tetap di posisi ku!, sebaiknya Jendral mulai memperlakukan Suzy dengan baik!"
" kenapa kau seperti ayahku?"
" heheh, Jendral jangan keras hati , takutnya Jendral tidak menyadari perasaan sendiri dan menyesali semua tanpa arti nanti!"
" jangan menceramahiku, kau saja tidak bisa mengurus hatimu sendiri! "
" Baiklah, aku tidak bicara lagi, aku akan melakukan tugasku dan pergi!"
setelah Donie selesai melakukan tugasnya Donie lun segera pergi.
Sialan si Donie ini, menggiring gadis nakal ini ke paviliun ku ...
dalam hati Jendral petter kesal.
" Jendral, bisa tunjukan kamarku dimana?" tanya Suzy yang tiba-tiba muncul dengan beberapa kopernya.
" astaga, dia benar-benar pindah kemari!" Jendral petter menepuk Jidatnya.
"sana!" menunjuk kamar bawah
" Terimaksih Jendral, aku masuk dulu, menata barang-barangku, jika perlu sesuatu panggil saja aku!"
" Hmmm!"
Sial kenapa dia malah seperti tuan rumahnya,
gadis ini sangat menyebalkan,
" ingat jangan pernah naik ke lantai atas!" Jendral petter memperingati Suzy
" kenapa Jendral? "
" jika mau tetap tinggal patuhi aturan saja!"
" Baik, Suzy akan patuh!"
"hmmmm" Jendral petter segera naik ke lantai 2.
Oke Petter hanya satu bulan itu tidak lama, sabar kau harus sabar...
mencoba menenangkan diri sendiri
Bersambung...
__ADS_1
Author
like dan komen jangan lupa...