DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
257. Gugur satu


__ADS_3

Zero segera menyebarkan bubuk kimia itu secara merata terhadap musuh.


selang beberapa menit para pasukan kocar - kacir menghambur melompat ke dalam lautan.


" itu rasanya seperti terbakar hebat!" gumam Doney memperhatikan para musuh yang tumbang seperti cacing ke panasan.


" jalur kembali juga di kepung Zero, Zero sialan itu mereka muncul dari dalam air!"


Zero sangat terkejut, ternyata mereka juga memiliki pasukan amfibi.


" Sialan kita masuk jebakan!"


kapal Zero di naiki oleh 10 pasukan amfibi musuh.


terpaksa harus bertarung hidup dan mati di atas kapal.


" Aku tidak akan mati, aku harus kembali, Nisa menungguku dan Grey!"


" Zero apa kita akan mati???" ujar Doney.


" Fokus Don...!"


di kapal itu hanya ada Zero, Dony dan 5 orang Zero.


" Kalian lindungi dokter!" tegas Zero memberi perintah.


Mereka pun bertarung dengan tangan kosong,


rupanya kekuatan musuh sangat kuat


kini hanya tersisa Zero, dan Doney, Zero segera menghadang untuk melindungi Doney.


musuh itu mulai menyerang, sekuat tenaga Zero melawan,


" Tidak aku tidak boleh mati...!" Zero menekan tombol di cincinya untuk meminta bantuan.


" Don, bala bantuan mungkin akan lambat , sebaiknya kau segera kabur berenang sekarang!"


" Tidak kita berangkat bersama,kita pulang bersama!"


" Aku tidak bisa melindungimu ...!"


" Doooor.... Dooooooeeeer...dorrr!"


semua terkejut dengan suara tembakan itu.


" Yesa???" Zero sangat terkejut.


" cepat habisi mereka, jangan bengong!!!!"


Yesa melemparkan pistol kepada Doney dan Zero.


mereka segera menghabisi musuh menggunakan Senjata api.


" Huftttt..." Doney terduduk lemas karena dia selamat .


" Yesa ini berbahaya, kau menyusup!"


Yesa mengabaikan Zero, dia segera mendekati rekannya yang sekarat.


" don...mereka masih hidup!"


" Dony Tolong selamatkan mereka!"


" tapi lukamu, kau juga harus di obati...!"


" Nanti saja...!"


Zero masuk ke dalam dan menahkodai kapal itu mundur .


" Untung sebagian pasukannya tidak terdeteksi musuh, Zero pun meminta mereka untuk mundur.


namun belum keluar perbatasan Kapal Zero di serang lagi.


" Sial, kita sudah tidak bisa melawan, bala bantuan juga masih belum tiba!"


Karna Zero tidak banyak membawa pasukan elite, karena dia hanya di tugaskan untuk meneror bukan menyerang.


ternyata musuh memanggil bala bantuan cukup banyak.


kapal Zero terkepung, mereka pun di tangkap para musuh dan di bawa.


" tamat sudah...!" gumam Zero.

__ADS_1


Namun saat akan menepi, kapal musuh di serang oleh kapal asing.


" apa lagi ini??"


tembakan beruntun tanpa henti menghabisi semua awak musuh, Zero dan yang lainnya segera melepaskan diri dan berusaha mengambil kesempatan untuk kabur.


" Zero, cepat naik!!"


" Yulius???"


" cepat, cepat!!!!"


Zero Doney dan yang lainnya segera naik ke kapal Yulius.


" Tunggu, Yesa....!"


Ternyata Yesa masih tertinggal di belakang


" Yesa cepat melompat!!!" teriak Zero mengadahkan tangannya untuk menangkap Yesa.


Yesa dengan senang hati segera melompat tanpa melihat situasi.


" Doooortrrrr!"


" Tidakkkkkkkkkk!!" Zero dan Doney serempak berteriak .


Dooorrr dooooooeeeer....


Zero segera melompat menangkap Yesa.


" Oh tidak Yesa bertahanlah...bertahan ku mohon.... Doney cepat cepat!"


Doney gemetaran melihat Yesa sudah berlumuran darah sangat banyak.


" Ta tapi aku tidak membawa apapun!"


" Cepat hentikan pendarahannya dulu!"


teriak Zero sangat panik.


Doney segera menangani Yesa,


" Yesa bertahanlah bertahanlah!" air mata Doney menetes begitu deras.


" Yus...apa kau tak ada alat medis??"


" Tolong bolehkah itu kami pakai"


" Ya...!"


Yulius segera mengambil kotak obat dan memberikannya pada Doney.


" Yesa tolong bertahan!"


" Bisakah kita segera menepi Yus dan mendapatkan rumah sakit???"


" Negara kita sedang tidak baik, aku ke sini karena menangkap signal bantuan, sebenarnya aku tidak bisa ikut campur, aku mengambil resiko karena kau adalah orang Panglima!,aku hanya bisa mengantar kau ke perbatasan saja!"


" kalau begitu terimakasih!"


" Yesa...kau harus tetap sadar, ....jangan tidur...!" ujar Doney.


Zero masih memegangi tangan Yesa yang kini tidur dipangkuan Zero.


" Kenapa kau harus kerasa kepala??" gumam Zero.


Yesa hanya tersenyum.


" Zero, itu kapal bantuan yang kau panggil bukan???" tanya Yulius.


" Benar, Yus tolong bisakah lebih cepat??"


Yulius meminta nahkodanya untuk mempercepat,


setelah kapal mereka merapat, Yesa segera di angkat berpindah di kapal bantuan, di sana ada alat medis .


Doney segera menangani Yesa saat itu juga, dan rekan yang lain pun juga segera mendapatkan pertolongan,


" Yus, terimakasih!"


" Siap!"


dan mereka Kembali ke Markas.

__ADS_1


Zero sudah di buat frustasi dengan kacaunya para anak buahnya, dan di tambah oleh Yesa yang menyusup diam. - diam ke kapal.


" Don, setelah ini aku serahkan Yesa padamu, aku harus menghadap Panglima!"


" Ya!"


setelah sampai ke markas Yesa dan rekan lainnya yang terluka segera di pindahkan ke rumah sakit terdekat dan mendapatkan perawatan lanjut.


Zero pun segera menghadap Panglima.


" Panglima saya gagal membawa kembali rekan saya dengan selamat!"


Leon terdiam,


" Dan Yesa terluka tembakan cukup parah!"


" Yesa???"


" Ya, Yessa diam-diam menyusup tanpa kami ketahui!"


" Astaga...dia membuat masalah besar!"


" Apakah tidak ada korban jiwa??, tidak Panglima, aku memerintah anak buahku saat darurat dan di serang musuh tidak sepadan, sebaiknya mereka pura-pura gugur!"


" Bagus jika tidak ada korban jiwa!"


"Saya gagal lagi Panglima!'


" Obati lukamu dulu.... selanjutnya biar aku dan Jenderal yang menangani!"


" Baik!, tapi apakah orang anda sudah menyelesaikan tugasnya?"


" Sudah, ...!"


" Panglima, anda harus tahu kami selamat karena bantuan dari Yulius...!"


" Apa???"


" benar, dia mengantar kami sampai ke perbatasan!"


" baiklah...kau cepat obati lukamu Zero jangan sampai infeksi ...!"


" Baik!"


Zero segera menuju rumah sakit dan mendapatkan perawatan, dan dia segera mencari Doney dan juga Yesa.


ternyata mereka masih di dalam ruang operasi.


Zero sungguh menyayangkan dengan apa yang menimpanya dan pasukannya.


"Yesa, jangan membuatku mengulangi kesalahan yang sama, bagaimana bisa kau ini, jika ingin memberiku pelajaran jangan seperti ini!" Gumam Zero berdoa tak henti henti.


setelah menunggu cukup lama, akhir Doney pun keluar dari ruang operasi.


" Don... bagaimana??"


Doney menggeleng kepalanya,


" Apa?? bicaralah...!"


" Yesa, tidak selamat, dia gadis yang bodoh!!" ujar Doney kesal.


" apa jangan bercanda!"


" Pasien meninggal pukul 20.10.17 Tuan"


Zero segera masuk ke ruang operasi, kain yang menutupi wajah Yesa dibuka oleh Zero dengan kasar.


" Yesa, bangunnnn... Yesa bangunnn.. Yes tidak lucu, tidak lucu...jangan membuatku seperti ini, Yesa!!" Zero menampar pipi Yesa agar bangun.


" Hentikan Zero, dia sudah cukup menderita biarkan dia pergi dengan tenang!!!" tegas Doney.


" tidak tidak, tidak boleh begini Don, bagaimana aku mengatakan pada kakak ipar dan keponakannya, aku berjanji menjaganya!"


" sudahlah ini sudah takdir, kau tidak bisa mengubahnya, menjauhlah, biarkan cepat di urus jenazahnya dan di makamkan dengan penghormatan!"


" tidak dia belum mati don!"


Doney langsung menarik Zero dan memukul wajah Zero dengan keras agar Zero sadar.


" Kau berhentilah melakukan hal bodoh, dia sangat mencintaimu ... dia pergi dengan rasa sakitnya !"


" Kenapa begini???"

__ADS_1


Zero tak kuasa menahan air matanya...


Doney segera membawa jenazah Yesa untuk di mandikan dan akan segera di makamkan malam itu juga.


__ADS_2