DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
114. Ayah Dan Anak


__ADS_3

"Panglima, kekacauan sudah meluas sampai ke bagian utara!, Tapi Jendral Petter sudah turun ke Sana!"


" Wah, musuh kita ini luar biasa!"


" Lalu apakah kita masih tetap mengamati ?"


" Biarkan aku yang terjun langsung,kalian tetaplah dengan Formasi B!"


" Tapi panglima, bagaiamana bisa?, beri kami perintah saja!"


" Ini sudah tugasku, aku harus melihat secara langsung dan memahami medannya,baru bisa membuat strategi yang tepat!"


" Tapi,bagaimana bisa?, Kami harus melindungi Panglima!"


" Salah!!!, aku yang harus melindungi pasukanku!, malam ini aku akan memulai dari Zona C, perintahkan pasukan bayangan, untuk mengikutiku dengan jarak aman!"


" Siap Laksanakan!!"


" Yah...tunggu kabar dan perintah dariku !!"


" Baik panglima, maaf panglima...kami tidak cukup hebat!"


" Apa yang kau bicarakan?, kalian adalah pasukan terhebatku, memang target kita lebih special kali ini!"


" Panglima, kita pasti bisa menyelesaikan tugas INI!"


" Yakin bisa!"


"Tapi panglima, kenapa tidak meminta saya ikut?"


" Tidak, aku serahkan keamanan pasukanku padamu, kau yang cukup bisa Ku andalkan jika sesuatu kemungkinan terjadi padaku, kau harus menarik mundur mereka"


" Siapa yang bisa menyentuh panglima kami?,


kami akan menunggu perintah panglima selanjutnya!"


"Hahahaha...baiklah tolong persiapkan semua untukku!, apakah Ada kabar lain?"


"Belum panglima!"


" Ya sudah...kau bisa pergi!"


Aku ingin segera menyelesaikan sampai ke akarnya lalu kembali, bermanja dipelukan gadisku yang sangat menggemaskan...


Dalam Hati Leon Zang yang merindu pada kekasih hatinya.


Namun Leon Zang sangat mengerti tugas ini tidak akan selesai dengan mudah dan cepat begitu saja, karna kekacauan ini melibatkan beberapa orang dalam yang berkuasa, dan mereka pasti juga sudah menyuap beberapa orang penegak hukum, masalah ini harus dipecahkan dengan penyelidikan mendetail.


Aku yakin, Petter pasti juga memiliki satu pemikiran denganku saat menerima tugas dia pasti sudah menyelidiki semuanya sebelum berangkat ke medan kekacauan, ini cukup menarik...


dalam hati Leon Zang.


Malam itu juga Leon bergerak, dirinya menyamar dan masuk ke Zona C yang dalam penyelidikan kota ini sangat terpencil namun memiliki pola berdagang yang cukup maju, sebenarnya jika Leon mau juga boss meminta bagian BIN (Badan Intelegen Negara) untuk turun tangan dalam mencari informasi, namun ini berbeda jika Leon turun tangan sendiri, dia akan memahami keseluruhan dan yang membuatnya tertarik adalah mengetahui langsung orang -orang yang terkait dalam kasus pemberontakan, kekacauan dan terror - teror bom dalam kota - kota.


" Yo, ini tugas yang sedikit serakah dan melewati jalur, namun aku sangat penasaran dengan orang-orang dibelakang ini...!" Gumam Leon yang mulai menginjakan kakinya di Zona C.


" Haaaa...dan menjadi orang lain itu sangat menyenangkan!" Leon merasakan kebabasan yang sudah lama tidak ia rasakan.


" Huuufffftt, terakhir kali bernafas seperti ini sebelum memasuki pendidikan militer...andaikan ada teleportasi, aku ingin membawa Tantanku ke sini sebentar menikmati indahnya dunia!, eh tunggu aku bisa menghubunginya Sekarang!, okey ...cari tempat istirahat dulu!"

__ADS_1


(Dia adalah Panglima yang suka merepotkan diri, jika sudah tertarik pada sesuatu.)


Setelah mencari tempat yang tepat, Panglima pun segera menghubungi wanitanya itu.


"Apa yang dia lakukan disiang ini?" bergumam sambil menunggu panggilan Videonya di angkat.


" Lama sekali, dia sedang apa?, ah aku sangat haus!" Leon bergegas mengambil botol minuman membuka dan meminumnya.


"Panglima...apa kau sudah selesai bertugas?"


" Brrrrrrrrrrrr" Panglima sangat terkejut sampai menghamburkan minumannya melihat sesorang yang berada disamping Tantan.


panglima mematikan penggilanya...


" Tunggu?, aku apa tidak salah lihat?,coba aku menghubunginya sekali lagi!"


menyambungkan kembali panggilanya.


" Hey, Ada apa?, apa di sana susah signal?"


ujar Tantan


Oh dia sendirian, sepertinya aku berhalusinasi tadi...


merasa lega.


" Kenapa kau ini?, kau pasti sangat terkejut kan aku bersama Ayahmu?"


" Tidak biasa saja, aiiih aku sangat rindu padamu?, eh tunggu kau tadi mengatakan sedang bersama siapa???" mencoba meyakinkan lagi bahwa telinganya mungkin salah dengar.


" Lihat!!!" Tania menunjukan seseorang yang duduk didekatnya yang sedang menikmati makanan


" Kau ini, sudah kubilang aku tidak ingin berbicara pada anak durhaka ini!" ujar Huan Zang yang berpura-pura tidak peduli.


" Sayang apakah pria Tua itu menculikmu?, dan memberikanmu uang untuk meninggalkanku?"


" Bruuuukkkk" Huan Zang meletakan alat makanya dengan kesal.


" Apa yang kau bicarakan,lihatlah wajah anak ini apakah sedang tertekan atau sedih?" menunjuk wajah Tantan yang tersenyum lebar.


" Tantan, katakan padaku jika pria tua itu mempersulitmu , Jangan pura-pura tersenyum, percaya padaku aku akan memperjuangkanmu!"


" Anak Bodoh!!!, apa ayahmu serendah itu menggunakan trik ala-ala sinetron untuk menyingkirkan gadis nakal ini?" Huan Zang mencubit gemas pipi Tantan.


" Jangan sentuh wanitaku!!!" Leon sangat kesal.


" Kenapa jika aku menyentuhnya?, Lihat dia saja tidak keberatan!" mencubit kedua pipi Tania dengan sengaja untuk memprovokasi putranya.


" Ayah, singkirkan tanganmu!!!"


" Akhirnya kau memanggilku ayah ya, heiii apa yang kau lakukan ditempat senyaman itu?, apa kau lari dari tugasmu???"


" Apa ?, aku sedang bertugas, apa Kau peduli dengan tugasku?"


" Lancang!!!, aku ini ayahmu bisakah lebih menghormatiku?"


" Tidak!"


Haduh Ayah dan anak ini sangat keras semua...

__ADS_1


dalam hati Tantan yang menyimak.


" Apa kau akan mati jika menghormatiku?"


" Sayang hormatlah pada ayahmu dia memperlakukanku dengan baik!" menyela pembicaraan


" Hormat grak!!" Panglima mengankat tanganya hormat.


" Kau ini brengsek!, kau menganggapku tiang Bendera??"


" aku sudah menghormatimu!, masih tidak terima?"


Menjadi ibu panglima pasti sangat sulit , aku sekarang mengerti beratnya hidup ibu berada diantara kedua pria keras kepala dan hati ini mereka tidak terlihat Ada celah perdamaian.


Tania mengelus dadanya.


" Baji....n ...anak tidak tahu diri!" Huan Zang mengomel tidak karuan.


Astaga paman mengerikan sekali, ternyata Ada ayahku yang ke dua didunia ini, untung ayahku sudah berubah, okeh...ini adalah peranku sebagai peri perdamaian untuk mereka berdua.


Tania menarik nafas panjang dan menghebuskanya perlahan.


" Aduhhhh...apa kalian tidak menganggapku?, aku sangat sedih!" menunjukan ekspresi menyedihkan.


" Sayang maafkan aku...aku menghubungimu karna rindu siapa tahu kau sedang bersama pria tua itu!"


" Panglima, lihatlah dia ini ayahmu!, kau memang harus menghormatinya, Ayahmu memperlakukanku dengan sangat baik,aku sedang mengantar makan siang untuknya!"


" APA??? Kau mengantar makan siang untuknya?"


" Ya, kenapa? lihat dia memasakan semua makanan kesukaanku Dan ini sangat enak, Kau tidak seberuntung aku!" memamerkan semua makanan bawaan Tantan dengan bangga.


Ternyata paman juga memiliki sisi kekanakan seperti ini..


Tania terkikik dalam hati.


" Sayang, bukankah Kau berjanji hanya akan memasak makanan untukku?"


" Tapi diakan ayahmu,...!"


" Kau dengar itu?, Tantan Kau harus mengajari dia cara menghormati orang Tua!"


" Baik paman!" Tania mengiyakan permintaan huan Zang.


" Anak pintar!, kau berbicanglah dengannya, aku akan menghaniskan makananku Dan lanjut bekerja!"


" Baik Paman!"


" Sayang kau jangan takut Dengannya!"


" Aku tidak takut, aku menghormati ayahmu karna dia juga menjaga dan menghormatiku dengan baik, ayahmu bukan orang yang jahat!"


" Kau jangan terlalu polos dalam berpikir dia sangat dekat dengan wanita itu!"


" Aku tahu Kau sangat mengkhawatirkan ku, tenanglah aku bukan Tantan yang dulu, jadi kau harus fokus pada tugasmu segera selesaikan Dan Segara kembali padaku!"


**Wah wah gadis ini memerintah seorang panglima Tanpa ragu-ragu! hebat,sangat hebat !


dalam Hati Huan Zang yang sangat terkesan Dengan seorang Tatan itu.

__ADS_1


Besambung**...


__ADS_2