
Akhirnya pertemuan itu berakhir, sudah diputuskan jika Jimmie akan naik ke kursi pemimpin dengan mantan Letjend Prass.
Panglima pun pergi ke Bascamp untuk memberitahu pada Zero perihal itu.
" Panglima...."
" Zero, Nisa...oh Grey sudah besar..." Panglima menggendong Grey yang sudah berumur 2 tahun itu.
" Grey, kau harus main ke kota kau harus bertemu bermain dengan saudaramu Gala dan dan Bara..."
" Panglima, apa ada yang ingin anda bicarakan dengan saya??"
" oh ya....di mana Pras??"
" Paman Prass ada biar saya panggilkan..." Nisa segera memanggil Pras untuk menghadap Panglima.
" Hormat pada Panglima!"
" Ayolah, jangan terlalu formal...."
" Baik, Panglima sebenarnya anda ada perlu apa memanggil saya datang ke mari??"
tanya Prass penasaran
" Baik, Grey dengan ibumu dulu nak..
paman akan berbicara dengan ayah dan paman prass mu!"
Nisa langsung membawa Grey untuk bermain di kamarnya.
" Jadi Jimmie akan menjadi pemimpin???"
" Ya, dia meminta kau untuk menjadi wakilnya tapi aku tidak bisa..."
__ADS_1
" aku juga tidak mau Panglima..."
" Nah, aku sangat ingat kesetiaan dan kecerdasan Prass...aku menyarankan Prass untuk menjadi wakil Jimmie!"
" Maaf Panglima saya tidak pantas!"
" apa kau meremehkan pendapatku???"
" tidak saya tidak berani panglima..."
" kalau begitu, kau tidak ada pilihan lain selain setuju..."
" Baik Panglima!" terpaksa Pras mengikuti kemauan panglima.
" Prass, Jimmie ini mencoba untuk membalasku, kau akan setia pada siapa aku tidak akan memaksa..."
" Saya mengerti, saya akan melaporkan apapun yang saya tahu pada Panglima tentang rencana Tuan Jimmy!"
". Panglima, anda dan Jimmy tidak ada habisnya saling membalas..." Zero benar -benar capek sebenarnya melihat kedua sahabatnya itu saling membalas, memang mereka tidak akan menyakiti satu sama lain tapi orang yang melihat mereka selalu berantem itu yang sangat capek.
" Dia memang genius, tapi kadang-kadang emosinya menutupi kegeniusannya!"
" hah...aku tidak ikut campur panglima..."
Zero sudah lelah melihat perseteruan Panglima dengan Jimmy.
" Tapi bagaimana dengan Rakyat, apa akan setuju??"
" Itu adalah tugas kalian!"
" pfffffffffffttttttttt..." Zero tak tahan untuk menahan tawa.
" apa yang kau tertawakan Zero??"
__ADS_1
" sepertinya Jimmie sudah mempersulit dirinya sendiri...paman Pras anda harus kuat mental, Rakyat sudah sangat pintar..."
" Ya Prass...kuatkan mentalmu!"
" Baik Panglima..."
" Kalau begitu Zero , Prass aku akan segera kembali, Prasss Minggu depan kau harus sudah berada di kota!"
" siap Panglima!"
" Ehmmm aku pergi..." Panglima pun segera meninggalkan Basecamp.
----------------
" Apa??, kau mau menjadi presiden??" terkejut dengan keputusan suaminya
" Maafkan aku Ria, tidak membicarakan ini denganmu lebih dulu..."
" bagaimana bisa??"
" ayolah aku tidak menemukan kandidat terbaik, kau akan menjadi ibu negara, aku bisa membawamu keliling dunia bersamaku..."
" Tidak begitu juga konsepnya Suamiku!" Ria menepuk jidatnya.
" Aku tidak suka menjadi sorotan!"
" ayolah, ayolah...semua demi perdamaian negara kita!"
" Hah, kau pikir aku tidak tahu niatmu, kau ingin membalas kakak ku bukan??, meskipun aku istrimu aku tetap ada di prahu kak Leon...!"
" Sayang kau terlalu berpikir banyak!, aku tidak berniat seperti itu!"
" Suamiku, aku tahu kau dan kakaku sejak di bangku smp, kalian sahabat tapi tidak akur, aku sampai heran!"
__ADS_1
" inikan baru pertemanan yang seru, jika hanya baik-baik saja itu kurang greget!"
" sudahlah, kalian sudah tua tetap tidak berubah!"