DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
151. Tembus


__ADS_3

Panglima memeriksa langit - langit dikamar itu, setelah semua di periksa Panglima membuka kopernya dan segera berganti pakaian serba hitam.


" Sayang, kau tetaplah tidur ya! aku akan bergerak sendiri!"


" hmmmm" Jawab Tantan setengah sadar.


Panglima segera masuk ke kamar mandi, kemudian membongkar plafon yang ada di atas kamar mandi, kemudian Panglima naik ke atas, setelah itu Panglima membuka selembar kertas yang sudah, panglima membuat arah kemana panglima harus melangkah, setelah merangkak sesuai arah yang di buatnya Panglima pun berhenti, lalu mencari celah yang bisa dia buka untuk masuk.


Panglima memperhatikan, semua keadaan dari atas plafon itu.


Panglima mengambil ponselnya dan, segera menghubungi anak buahnya.


" Sepertinya ruangan itu dilengkapi dengan Keamanan 10!"


" Berarti kita tidak bisa memadamkan listrik saja!"


" Hmmm, dimana kelemahan nya?"


" Panglima , pakai sidik jari dari pemegang keamanan itu, untuk mematikan fungsinya!"


" Apa aku harus mencari satu - satu orang dari karyawan hotel ini?'


" hmmmm, coba nanti di pikirkan cara lain dulu panglima!"


" Ya sudah ,tidak terburu-buru!"


mematikan ponselnya dan segera menutup kembali plafon itu, panglima pun segera kembali ke kamarnya.


Terlihat istrinya masih tertidur pulas, Panglima segera memeluk istrinya dengan erat.


" Panglima, ada apa?"


" Hmmm, tidak apa - apa sayang, tidurlah !"


" bohong...apa yang panglima pikirkan!"


" Hmmm, aku tidak bisa berbohong padamu ya?"


" Tidaklah, kau ini bagaimana bisa tega membohongi istrimu sendiri!"


" hmmm, tidak aku hanya tidak ingin kau khawatir saja!"


" Ini aku malah menjadi khawatir!"


" Jangan khawatir, selama istriku ada di samping ku maka semua akan baik - baik saja bukan?"


" Iya, aku harap aku tidak menjadi beban untuk Panglima!" Tania membalas pelukan Panglima


" Hmmm, rasanya tempat yang aman di dunia ini hanya di pelukan mu dan ibuku!, hmmmmm, rasanya aku ingin memakanmu sekarang juga!"


" Panglima, apa sudah tidak tahan??"


" Iya aku slalu kau buat bergairah , bagaimana pun aku ini pria normal sayang!"


" Ya sudah , lakukan apa pun yang panglima mau!"


" Sungguh?, tidak ah...jangan memaksakan diri jika kau belum siap!"


" aku siap!"


" hmmm, tidak kau pasti terpaksa, aku tidak mau menjadi satu orang yang menikmati saja, aku juga ingin kau menikmati nya juga, apa kau tidak menginginkan ku sayang?"


" Sangat ingin !"

__ADS_1


Tania mengubah posisinya menjadi setengah duduk, dan mendekatkan wajahnya Pada Panglima.


" Ada laki - laki setampan ini dihadapanku bagaimana aku tidak menginginkannya!"


mereka saling menatap satu sama lain, dengan penuh gairah menggelora, Tania memejamkan kedua matanya dan mengecup bibir Panglima, Tania yang memulainya, untuk meyakinkan bahwa dia benar-benar sepenuh hati menyiapkan dirinya untuk Panglima.


Panglima membalas ciuman itu lebih bergairah, aliran darah keduanya sangat deras, degup debaran terdengar jelas dan berdetak tak beraturan apalagi panglima sudah memendam terlalu lama gairahnya itu,


Tangan panglima mulai melepas satu persatu pakaian istrinya, bibirnya mulai menjelajahi tubuh istrinya,


" Ehmmm" ******* Tania membuat Panglima semakin membara yang membuat panglima semakin bernafsu sampailah pada titik yang paling penting dalam hal itu, Panglima membelai rambut istrinya yang sudah berantakan kemana - mana, membuat sang istri untuk tetap rileks.


" Sayang aku sangat mencintaimu" ujar Panglima.


" Ehmmm aku juuu..aaggggggggggh"


Dan Jebolah, tembok berlin...


selanjutnya skip aja ya guys...banyak anak di bawah umur hehehe...


3 jam kemudian,


" Cukup,cukup,... panglima aku aku sudah tidak kuat!" kedua kaki Tania terlihat gemetaran.


" Ah, maaf maaf ...aku terlalu bersemangat!"


" Panglima, biarkan aku tidur dulu ya, besok kita ngobrolnya!" Tania yang sudah kehabisan tenaganya.


Astaga ini sangat sakit, ini lebih melelahkan dari berlari 200x , bagaimana bisa Panglima masih terlihat sangat segar, malah terlihat lebih segar dari sebelumnya.


dalam hati Tania


Karena sudah tidak kuat dan sangat kelelahan, Tania pun tertidur, Panglima segera menyelimuti istrinya itu, dan panglima segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Suasana hati Panglima menjadi sangat baik, seakan hidupnya tercerahkan.


(Yaiyalah abis di Service juga)


Setelah selesai mandi, dan berganti pakaian Panglima segera kembali ke ranjang memandangi istrinya yang Kelelahan, setelah menjalankan kewajibannya.


" Bagaimana bisa dia sangat cantik sih??"


Panglima memeluk istrinya dengan erat dan ikut memejamkan mata.


...----------------...


Di Kediaman Panglima.


" Ibu ada apa?"


" Kakakmu, dan istrinya kemana sih?, ibu setiap ke sana tidak ada orang!"


" Mereka honeymoon lah sayang, jika mereka tetap di Paviliun pasti sangat terganggu dengan dirimu!"


" bicara apa kau ini?, mana ada mengganggu, aku juga tahulah batasannya!"


" Hmmm, biarkan saja mereka berduaan, mereka pasti bisa menjaga diri mereka sendiri!"


" Ya, kau tahu...musuh Panglima ada di mana - mana sayang, dan saat ini masih belum terlalu kondusif juga kan keadaannya!"


" Mereka bukan anak - anak kemarin sore, jadi berhentilah khawatir!"


" Ya bu, kakak ipar juga bukan wanita yang lemah !" sahut Seon.

__ADS_1


" Hmmm, baiklah ,baiklah ibu akan tenang!"


" Sayang apa kau tidak ingin membuka butik lagi??"


" Tidak, aku akan membuat baju jika ada yang memesan saja, dan tidak semua orang bisa memakai desaignku!"


" Kenapa seperti itu?"


" Aku hanya akan membuat baju untuk menantuku dan keluarga ku saja!"


" Haaa...apa pun itu asal kau bahagia!"


" Ya, dari dulu aku slalu melakukan apa yang aku mau!, lalu bagaimana denganmu??"


" aku ingin mencoba hal baru,...!"


" Tanah yang kita beli saja terlalu pelosok, apa kau ingin menjualnya lagi?, putra mu juga tahu tempat itu tidak cocok untuk usaha, kenapa kau berbohong padanya?"


" Tapi, di sanakan akan di buka beberapa tempat wisata, tidak ada salahnya kita membuka homestay di sana!"


" Eh, itu kan masih lama?"


" Membangun juga butuh waktu sayang, tidak Langsung jadi, bukankah baik membuka tempat penginapan yang pertama di sana?"


" Ya tidak buruk juga, lalu uangnya dari mana??, uang kita tidak begitu banyak loe?"


" Pinjam nama Leon lah pengajuan ke bank, kan ada sertifikat tanah!"


" Kau bilang tidak mau merepotkan anakmu, itu juga merepotkan anakmu kali!"


" Ya kan hanya pinjam nama saja, lagian dia pasti sangat senang jika orang angkuh seperti ku ini meminta bantuannya!"


" Sadar diri sekarang kau orang tua!"


" memang kau tidak tua??"


" Tidak aku masih sangat mudah, jauh lah darimu paman!"


" Ayah ,ibu...kalian kenapa suka sekali berdebat??"


" Siapa suruh ayahmu menyebalkan!!"


" Mana ada,ibu mu itu terlalu bawel!"


" Oh, astaga ... aku akan ke tempat Ayah Anton saja!" menutup telinga dan berlalu pergi.


" Eh, eh Seon, kemana nak?"


" Ke tempat ayah Anton bu!"


" hemmmm....Seon saja tidak tahan mendengar ocehanmu!"


" Itu kan gara - gara kamu!"


" Ah sudah aku mau membaca buku saja!"


" Ih, dasar..."


Baru juga 4 hari tidak bertemu menantuku, aku sangat rindu padanya,...hiks hiks hiks...


Tantanku cepat kembali sayang...


dalam hati Maya.

__ADS_1


__ADS_2