DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
107. Menggenggam Hati Sang Rubah


__ADS_3

" Apa katamu???, jadi kau yang memberiku obat perangsang???" Huan Zang terkejut dengan pengakuan anak buah istrinya itu.


" Tuan mohon hukum saya, ini karna kelancangan saya, Tuan bunuh saja saya, jangan sampai Tuan membenci nyonya , ini semua juga demi kalian berdua untuk kembali!, hiks hiks hiks..." Bobby yang lemah gemulai itu terisak-isak tubuhnya gemetaran.


Ya, memang aura Huan Zang ini sangat menakutkan, Aura nya sama dengan Panglima, dingin dan mencekam, namun siapa yang mengira lubuk hati orang-orang yang dingin itu terdapat hati yang hangat dan sangat setia, yang bisa melihat dan merasakannya pun hanya orang - orang tertentu.


" Kembalilah!!" ujar Huan singkat, si rubah tua ini memang tidak banyak bicara.


" Tu tu tuan, tidak marah?"


" Tidak!"


" Su susu...sungguh?" mencoba meyakinkan.


" Apa kau tidak dengar aku menyuruhmu kembali????!!" dengan nada menekan.


" A a a a te te te ri ri ri ma kasih tutuan!" Terbatas -bata dan segera menghilang dalam sekejap.


"Pufffffffffuufufufufufufufufufufu.....buahahahahahahahahahahajah hahahah hahahahaha!"


Huan Zang tertawa lepas dan puas.


hohohoho, anak buahnya sangat bisa di andalkan Hohohoho, seberapa keras kau ini membuat onar aku tidak pernah bisa menghukumu, aku sungguh terlalu menyayangimu, dan memanjakan mu, sampai kau ingin pergi meninggalkanku saja aku tidak bisa menahanmu, meskipun terasa nyeri di hati, cara protesmu padaku saat itu membuatku di lema, aku belum bisa memenuhi keinginanmu itu, karna semua butuh alasan yang tepat istriku...


aku kenapa sangat penasaran dengan gadis itu, aku sangat penasaran apa yang membuat istri dan anakku sangat menyukainya...


aku akan menemuinya nanti.


dalam Hati Huan Zang.


Di kamar Maya...


" Apa tubuhmu masih sakit sayang?"


Maya hanya diam tidak menjawab.


" Tinggalkan kami berdua!" pinta Huan Zang pada anak buah Maya.


mereka pun segera meninggalkan ruangan itu.


" Kenapa kau diam saja?, bukankah kita akan memperbaiki hubungan kita?"


Namun maya masih membisu, dirinya sangat malu jika suaminya mengira itu adalah perbuatannya, dan jika dia mengatakan itu ulah anak buahnya ,pasti suaminya tidak akan melepaskan anak buahnya.


" Aku tahu itu perbuatan anak buahmu, mana mungkin istriku melakukan. hal seperti itu!"


Huan Zang sangat memahami istrinya.


" Kau sudah tahu???"


" Bobby datang sendiri padaku, dan meminta maaf akan kesalahannya!"


" Maafkan dia tolong maafkan dia!" memegangi tangan Huan Zang.


" Hmmm, meskipun itu sangat licik ,tapi aku tidak merasa di rugikan!" tersenyum puas.


" Dasar kau ini rubah tua, sialan!!, aku yang sangat rugiiiiiiii!"


" Kalau begitu hukum sendiri anak buahmu!"


" Apa???, ya aku akan menghukumnya ,aku akan memukul kepalanya memakai kayu besar!" dengan suara yang keras.


Bobyy yang berada di luar gemetaran...


" Kau harus menanggung perbuatanmu Bobby, nyonya slalu menepati ucapan ya!" Ujar Rici


Tubuh bobby mulai lemas ,karna perkataan rekannya itu sangat benar adanya, Maya slalu melakukan semua sesuai yang keluar dari mulutnya, jadi kita bisa mengerti hal hawa dingin itu dituruni lewat sang ayah dan kekejamanya turun dari sang ibu.


" Kau minta maaflah dengan tulus pada nyonya, siapa tahu nyonya tidak akan memukul mu terlalu keras!" sambung Nesa

__ADS_1


" bababaiklah!"


kembali ke perbincangan suami dan istri yang baru rujuk itu.


" Dia melakukannya dengan baik, hohohohoho!"


tak bisa menahan diri untuk menertawakan istrinya yang terhunus pedangnya sendiri.


" Kau menyebalkan!!!" memukul lengan Huan Zang


Huan Zang memeluk istrinya dengan erat dan membuat sang istri yang meronta itu pun menjadi tenang.


" Kita sudah bukan anak muda lagi, jangan pergi lagi, apa kau sungguh tidak tahu hatiku sangat sakit kau pergi dengan wajah angkuhmu itu dan aku tidak bisa berbuat apa-apa!" Huan Yang mengutarakan isi hatinya.


" Apa sungguh ucapanmu bisa di percaya Huan???"


" Kapan suamimu ini membual, tolong jangan membuat onar lagi!"


" Ya aku janji akan patuh,tapi tolong jangan membenci anak itu!" pinta Maya


" Aku belum bertemu dengan anak itu, bagaimana aku bisa membencinya?"


" Kalau begitu kau harus menemuinya!"


" Sayang, aku dan Luo Xian adalah teman sejak kecil, kami tumbuh bersama, seperti Leon dan Petter...Aku sudah berjanji padanya menyetujui perjodohan ini untuk menjaga kekeluargaan kita di masa depan!"


"Suamiku...kita hanya memiliki satu putra, kenapa kita terlalu keras untuk kebahagiaan nya, aku tahu kau berpikir Xian-Xian adalah yang paling baik untuk panglima, kau juga harus tahu isi hati putramu itu, bukankah dulu orang tuamu tidak menyetujui kau dengan ku?"


Huan Zang terdiam...


" tapi Kau mati-matian memperjuangkanku!"


" Haiiiiiiihhhh... baiklah aku akan memberikan mereka kesempatan untuk berjuang, jika mereka gagal untuk itu maka kembali saja pada perjanjian awal!" Huan Zang yang sekeras batu dan sedingin es itu akhirnya sedikit terkikis dan mencair.


" Sungguh?"


" Uwaaaaaa aku mencintaimu suamiku, terimakasih!" Maya memeluk suaminya dengan manja.


" Dasar ibu kucing yang nakal!!!, apa tubuhmu masih sakit??, maafkan aku ,itu diluar kendaliku!" Huan Zang merasa bersalah.


Yoyoyoy aku memanglah hebat,lihatlah pria kaku ini sudah aku tundukan hohoho


Maya kau memang luar biasa keekekkeke


dalam hati Maya berbangga diri.


" Huhuhu kau sangat kasar semalam, huhuhu tubuhku sudah tidak muda lagi, bagaimana bisa kau begitu liarnya!" Drama terbaik dimulai.


" Maaf lain kali aku akan lembut!"


Lain kali???, jangan Harap!!!


kau sudah tua kenapa masih mesum...


dalam hati Maya


" Huhu aku masih trauma sayang!"denga wajah yang tak berdaya.


" Baiklah aku tidak akan melakukannya sampai traumanya hilang!"


" Suamiku yang terbaik, bodohnya aku yang meninggalkanmu begitu lama ,maaf!"mulai manja.


" Tak apa, sekarang kau sudah kembali, oh ya aku dengar kau mengadopsi seorang anak, mana dia?., kenapa kau tidak membawanya pulang?"


" Apa boleh?"


" Boleh, bukan kah kau sudah memasukannya ke kartu keluarga?, tanpa sepengetahuan ku?"


" Heheheh maaf maaf...!"

__ADS_1


" Tak apa, karna kita hanya memiliki satu putra dan dia sudah terbang tinggi dengan kesibukan ya, kau pasti kesepian kau bisa membawanya pulang ke sini!"


" Tapi kau pasti membuatnya ketakutan dengan ekspresi dinginmu ini, anak itu mengalami begitu banyak hal besar, dia menjadi sangat penakut, dan cengeng meskipun dia adalah laki-laki!"


"aku tidak akan menakutinya,aku akan tersenyum di depannya, seperti ini?" Huan menunjukan senyum kakunya


" Ahahahhah kau memang tidak pantas tersenyum itu terlihat menjijikan suamiku, dia pasti lebih ketakukan jika melihat wajahmu saat ini!"


" Hohoho, ya aku akan berusaha membuatnya tidak takut!"


" Terimakasih suamiku, terimakasih!"


Meskipun terlihat sangat kejam namun hati suamiku yang sebenarnya sangatlah lembut,namun kelembutan itu tertutupi oleh aura dinginnya...


hehehehehe Xian-Xian kau hanya orang luar maaf jika suamiku nanti tidak bisa membantumu lagi, bagaimanapun dia adalah suamiku, Ayah dari putraku, bagaimana bisa dia lebih memilih mu ...


nantikan saja karma mu hehehehe


Maya sangat puas...


" Sama-sama... istirahat lah dulu sayang... aku ada janji hari ini, jika ingin sesuatu telphone saja ya!"


" Mmm , kalau begitu belikan aku martabak mini sepulangnya ya?"


" Okey sayang, aku pergi dulu!"


" Cuuup" Huan mencium kening istrinya dan pergi.


" Huaaaaaaaah akhirnya aku bisa menjinakkan kembali rubah tua itu, aku tidak sabar melihat ekspresi Xian-Xian nanti heheheh!"


oh sepertinya aku melupakan sesuatu , apa ya????....


Aahhhh...


" Bobbyyyyyyy, nesa ,rici!" panggil Maya.


mereka bertiga pun bergegas masuk.


Bobby langsung berlutut dihadapan Maya.


" Oh kau mau menerima hukuman mu kan baik akan ku kabulkan, ambilkan kayu!"


tak lama kemudian ...


" Ini nyonya!" Rici menyerahkanya


" Bobby siap-siap ya, saaaaatu duuuuuua, tiiiii


.....!"


Klonteng ....


" Plak!!!!"


" Aiiiiiiiiiih...!" Bobby terkejut


" Nyonya....!"


" Aku tidak akan memukul mu dengan tongkat, terimakasih Bobby...!" ujar Maya tersenyum


" nyonya anda sangat baik huhuhuhuhuhu" terharu.


" Baiklah, aku tugaskan kau, eh kalian bertiga menjemput Sammy dan Meimei , ingat dandani mereka dengan baik!"


" Baik nyonya !!" serempak


mereka bertiga pun segera melaksanakan perintah Maya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2