DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
117. Nama Baru


__ADS_3

" Sekarang namamu adalah Seon Zang!"


"So'on?" ujar Mei yang salah dengar.


" Heeeeh bukan ....Seon, sayang...!"


"Oooooh, maaf bibi...aku salah dengar!, tapi itu terdengar seperti nama perempuan!"


" Aaaahhhhh....benar, apa ya?"


" Tak apa ibu, nama itu aku terima!" ujar Sammy yang sangat menghargai nama pemberian Maya.


" Sungguh???" Maya tak percaya.


" apa kau ingin menjadi bahan tertawaan, orang memakai nama perempuan?" Memei berusaha merubah pikiran Sammy.


" Siapa yang berani menertawakan adik Panglima???"


" Aihhhh...Hebat!!!, sekarang namamu Seon! , kau adalah Seon dari keluarga Zang kami, tidak Ada yang sembarangan berani menertawakanmu !!!"


" Bibi apa itu tidak apa - apa? "


" Ya, Lihatlah!, nama itu membuatnya menjadi berbeda!"


" Baiklah!"


" Seon,...sekarang temui ayahmu!, beritahu nama barumu padanya!, ingatlah untuk tidak takut pada ayahmu!"


" Baik, ibu...dimana aku harus menemui ayah?"


" ibu akan mengantarmu!, ayo ikut ibu!, Memei tunggulah di sini dan nikmati makananmu!"


" Baik bibi,dengan senang hati!"


Maya pun segera membawa Seon, ke ruang baca untuk menemui Huan, Maya mengetuk pintu.


tok tok tok...


" Ya?"


" Sayang , Putramu ingin menemuimu!"


"Masuk!!"


" ayo naak, masuklah!" membukakan pintu.


Sebenarnya Seon sangat takut, namun dia percaya perkataan ibunya, bahwa ayah angkatnya itu adalah orang yang sangat baik.


"oke, kalian mengobrol saja ya!, aku menemani meimei dulu!"


Maya menutup pintu dan pergi.


" Oke nak, apa kau sudah mendapatkan nama barumu?"


" Sudah ayah!"


" Siapa namamu sekarang?"


" Seon Zang!"


"ah????, apa kau menyukai namamu?"


" Saya sangat suka ayah!, karna ibu Maya yang memberikannya!"


" Baik, aku akan mengurusnya!, sekarang kau adalah bagian dari keluarga Zang, kau bisa memakai semua fasilitas di sini,kau akan diantar jemput oleh supir saat berangkat dan pulang sekolah!"


" Terimakasih ayah, atas kemurahan hati ayah!"


" Tidak perlu!, katakan pada ayah, apa cita-citamu?"


" Seon mendengar banyak cerita tentang ayah dan kakak panglima!"


" Oh, benarkah?, lalu kau ingin menjadi seperti siapa?"


" Seon, sangat menganggumi keberanian kakak panglima!"


" apa kau ingin mengikuti jejaknya?"


" Tidak Ayah!"


" Kenapa tidak?,bukankah kau mengangguminya?"


" Tentu,namun Seon lebih suka melihat dunia luar, Seon ingin seperti ayah, bekerja sambil berkeliling dunia!"


" Haha hahaha hah, bagus, bagus, ayah sangat puas dengan jawabanmu!"


" Benarkah ayah?"


" Tentu, sekarang kau hanya perlu belajar dengan baik, dan berperilaku rendah hati selalu, dan kau harus berteman dengan orang yang baik, jauhi anak-anak orang kaya yang nakal-nakal itu!"


" Mengerti ayah!"


" Dan aku akan memberikan uang saku untukmu setiap hari!, gunakan sebaik mungkin, dan jika bisa sisakan untuk ditabung!"


" Seon, akan membantu membersihkan rumah untuk pengganti uang sakunya ayah!"


" Kau sekarang adalah tuan muda kedua Zang, ingatlah identitasmu kau bukan Sammy lagi!"


"Baik ayah aku akan selalu mengingatnya!"


" Bagus, apa kau suka dengan kamarmu?"


" Seon sangat menyukainya!"


"baiklah, jika bigitu kau bisa kembali!"


" Terimakasih ayah, Seon permisi!"

__ADS_1


Seon pun segera keluar dari ruang baca Huan.


...----------------...


Kediaman perwira.


" Tantan, hari ini kenapa hanya dirumah saja?"


" Iya ayah bingung mau kemana!"


" Tidak Ada masalahkan?"


" Tidak Ada ayah!, paman Huan sedang keluar negeri!, ibu panglima sedang sibuk dengan anak angkatnya!"


" Kemana, Suzy?"


" Dia pulang ke rumah orangtuanya!"


" Ya sudah dirumah saja!"


" Apa ayah libur?"


" Maaf nak, ayah juga harus turun tangan, dalam kekacauan yang semakin melebar dikota barat!"


" Huaaaaa...membosankan sekali!, apa negeri kita sedang tidak aman?"


" Mungkin saja begitu!, sebaiknya kau tidak keluyuran dulu!"


" Ya ayah!" mengangguk menuruti.


" Bagus!, ayah harus bersiap-siap untuk berangkat!"


" Hati-hati ayah!, semoga cepat selesai!"


" Hmm, ya nak!, ayah harap begitu!"


Setelah ayahnya berangkat, Tania semakin jenuh.


" Bibi, aku keluar mencari udara segar dulu ya bibi!"


" Kemana nona?, tuan besar berpesan untuk tidak pergi jauh dulu!"


" Hanya sekitaran sini saja bibi, apa bibi mau ikut?"


" Aduh ,bibi sedikit lelah Nona!"


" Ya sudah bibi istirahat saja!"


" Baik Nona, dan sebaiknya nona tidak terlalu lama berada diluar!"


" Ya bibi tenang saja ya...!"


Kalau cuma di sekitaran sini juga sangat membosankan, aku harus kemana?


oh aku akan ke toko paman Anton saja.


" Nona, sudah kembali?"


" Bibi, aku ingin pergi ke tempat paman anton!"


" wah,itu lumayan jauh kan Nona!"


"Iya, bibi...tapi aku mau pakai mobil ayah saja!"


" Aduh...nona...sebaiknya jangan !"


" Bibi tenanglah, aku bisa menjaga diriku sendiri!"


" Ah, baiklah nona!,kalau begitu hati-hati ya?"


" Beres!!" Tania segera menuju garasi , masuk ke dalam Mobil dan segera melajukan mobilnya.


vrooooooooooommmmmmmmm...


" Target, sudah keluar!"


ternyata di tempat lain sudah ada yang mengawasi dan mengikuti mobil Tania dari belakang.


" Tuan, nona keluar memakai mobil anda!" Bibi Chu melaporkannya pada ayah Tania.


" Haduh, anak itu benar-benar!, dia mau kemana?"


" Kata Nona, nona ingin pergi ketempat ayah Jendral Petter!"


" Baik, Bibi terimakasih sudah memberi tahu !"


" Baik Tuan!"


Panggilan pun berakhir...


Setelah lama menempuh perjalanan, dan mulai berjalan di jalan yang mulai sepi, Tania mulai menyadari jika dirinya telah diikuti.


" Mobil, ini kebetulan Satu arah atau memang mengikutiku?"


Tania memelankan laju mobilnya.


Jika kebetulan satu Arah, maka dia akan mendahului, jika dia mengikuti maka dia juga akan mengurangi kecepatanya.


dalam hati Tania.


mobil dibelakangnya mengurangi kecepatannya.


" Oh, rupanya Xian itu sudah tidak sabar memulai pertempuran kedua!"


Oke, Tantan jangan panik!, tetap tenang, agar bisa berpikir jernih...pertama aku harus mencari tempat yang ramai terlebih dahulu, jika jalan ke depan maka semakin sepi, aku harus ke arah mana?


tenang, tenang tenang...

__ADS_1


Tantan mencoba untuk menenagkan diri dan berpikir.


" Oh, belok kiri...sepertinya 200meter Ada pom bensin!" Tantan segera berbelok ke arah kiri setelah menempuh jarak 200 meter sampailah Tantan dan segera masuk ke pom bensin untuk menganntri, dan melihat ke jalan apakah mobilnya masih mengikuti atau tidak.


" mobilnya kenapa belum kelihatan?"


"Tinnn tiiiinnn" terdengar bunyi klakson mobil


karna sudah giliran tantan untuk mengisi Bensin.


" Astaga,iya iya!"Tantan segera maju ke depan sambil tetap menatap ke arah jalan, setelah mengisi bensin tantan pun kembali melaju ke jalan.


"Anjir,...nungguin dong!,Eh tunggu..mobilnya kok nggak asing ya????" Tantan memperhatikan dengan jelas mobil yang berjarak 70 meter dari mobilnya.


" Lah,bukankah itu mobil paman Huan?" Tantan melajukan mobilnya mendekati Mobil yang mirip dengan mobil ayah panglima itu.


"Tantan, berhenti disebrang dan segera turun,lalu berjalan mendekati mobil tersebut.


Tok Tok tok...


Tania mengetuk kaca mobil , tak lama kaca mobil terbuka.


" Paman Ziieee?"


" Hehehehe...!" Pa man Zie hanya merenges.


" Paman bukankah ikut Paman Huan keluar negeri?"


" hmm mm, tidak Nona...saya ditugaskan untuk menjaga nona!"


" Paman, kau hampir membuatku jantungan!"


"Nona, memang ada mobil lain yang mengikutimu!"


" Mobil yang mana itu paman?"


" ada jauh dibelakang, dia tidak mengikuti seperti saya, sepertinya mereka memasang GPS di mobil Nona, karna mereka mengikuti dengan jarak yang cukup aman!, Nona masuk lah ke mobil saya, tinggalkan mobil nona di sini saja !"


" Baik paman !" Tantan segera masuk ke dalam mobil Zie.


" Pakai sabuk pengamannya nona, di manakah tujuan nona hari ini?"


" ke toko kue ayah Jendral paman!"


" Baik!" Zie segera melajukan mobilnya berbalik arah.


" Nona bisa lihatlah ke sisi kanan jalan, mobil putih itu yang mengikuti anda!"


" Oh, dia tahu aku sedang berhenti maka dia juga berhenti?"


Tania mengamati dengan baik ke arah yang dimaksud Zie.


" Puffffffttt, hahahahahhahah" Tania tertawa lepas.


" Nona apa yang kau tertawakan?"


Zie sangat bingung dengan Tania ,bukanya takut kenapa malah tertawa.


" Hahahahaha, paman biarkan mereka menunggu sampai subuh hohoho!"


Astaga, anak ini ...


zie sangat heran.


drrrrrr drrrrrrrt drrrrt drrrrrt


" Ya, ayah...!"


" Apa kau baik-baik saja?"


" Ya , sangat baik!"


" Anak buahku menemukan mobilmu, namun kau tidak ada!"


" Ya, ayah aku meninggalkan mobilnya di sana karna ada yang mengikutiku, itu nomor platnya tadi berapa ya?, AD 33975 Z !"


" Oke, sisanya biar ayah yang urus, bersenang - senanglah anakku!"


" Oke Ayah!, terimakasih, eh bukannya ayah repot?"


" Tenang saja nak!, ini masalah kecil!"


" Eh ayah bisakah, menangkap mereka hidup - hidup?"


" Oh, Tentu saja jika dalang dibelakang ini belum tertangkap, ayah hanya akan menyiksanya!"


" Ayah hebat, tolong hubungi aku ayah jika mereka sudah tertangkap!"


" Yups!"


" Oke ayah selamat bekerja!"


" Oke...!"


panggilan pun berakhir.


" Yeah...apakah nenek sihir itu tidak bisa membayar orang yang lebih hebat?"


"Nona sudah tahu dalangnya kah?"


" Tahu dong...., tapi aku tidak memiliki bukti, dan aku tidak butuh bukti sebenarnya!"


" Lalu?"


" Balas dendam!!!!"


Ziee sangat terkejut dengan perkataan Tantan,dan lagi gadis itu membuat ekspresi yang sangat menakutkan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2