DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
98. Kepekaan


__ADS_3

" Pakaianmu sangat cocok untukmu!" Jendral Petter sangat tergoda dengan penampilan istrinya malam ini.


Jendral Petter tidak akan menyia-nyiakan inisiatif istrinya ini, Jendral Petter mencium bibir istrinya perlahan.


Suzy pun mulai terhanyut dalam kehangatan Suaminya yang sangat lembut padanya, mereka bercumbu mesra melepaskan hasrat yang mereka pendam selama ini.


perlahan Jendral melepaskan pakaian tipis istrinya itu dan menikmati keindahan pada sang istri tanpa terlewati satu inci pun.


"Ah..."


" Sayang serahkan semua pada suamimu ini"


perlahan dan pasti Sang Jendral mulai menghunuskan pedangnya dengan tepat.


"hmmmmmm"


( oke cukup, dari pada gak lolos review)


malam yang indah itu sudah mereka lepas penuh dengan keringat yang bercucuran, keduanya kelelahan dan tertidur pulas.


Di paviliun Panglima


" Tan, kenapa belum tidur ini sudah hampir pagi?" tanya Maya yang masih terjaga untuk Sammy


" ibu kenapa panglima belum kembali?"


" Ah, dia pasti sedang mendapat tugas dan sedang mempelajari tugas yang akan di kerjakan!" Jawab Maya Santai.


" Panglima sudah mendapat tugas lagi?" merasa tak rela.


" Sepertinya, sudah sebaiknya kau tidur dulu !"


" Tidak ibu aku akan menunggu panglima!" bersikeras.


" Baiklah, jika seperti itu, ibu akan ke kamar dulu melihat Sammy dan Mei!"


" Iya...bu...!"


hmmm, sudah harus pergi bertugas lagi kah?


dalam hati Tania merasa sedih.


ceklek...


" Panglima...!" Tania segera berlari memeluk sang pujaan hati yang sudah ditunggu.


" Sayang, kenapa belum tidur, sudah ku bilang jangan menunggu!" Panglima menghela nafas


" Aku sangat khawatir dan tidak bisa tidur!" memeluk manja.


" Aih aku sudah pulang, Ayo sekarang tidur!" membujuk.


" Panglima, Sammy sakit ...ibu dan Mei menjaganya di kamar belakang!"


" Oh apa yang terjadi?, aku akan melihatnya!" Mereka berdua berjalan menuju kamar belakang.


" Ibu apa yang terjadi?" tanya Panglima pada ibunya.


" Hmmm...Sammy sakit karna telat makan dia punya luka pada lambungnya, aduh semua salah ibu!"

__ADS_1


" Apa sudah mendapatkan penanganan?"


" Sudah ibu panggil Ria untuk memeriksa nya, syukurlah sekarang dia sudah bisa tidur,hmmm!" merasa lega.


" Ibu tidur lah...!"


" iya ibu akan tidur sebentar lagi, kalian lanjutkan. saja urusan kalian berdua!"


Panglima membawa Tania ke kamarnya,


" Panglima, apa kau mendapatkan tugas lagi?"


" Hmmm, Aku sudah sangat lama mengambil cuti, banyak beberapa hal yang tidak kondusif, dan aku sudah harus pergi bertugas menyelesaikan kekacaun yang tak kunjung selesai!"


" Berapa lama panglima akan pergi?"


" Itu juga tidak bisa kita prediksi, Tapi percayalah aku akan segera kembali, karna kita sendiri juga masih memiliki beberapa urusan yang masih belum terselesaikan!"


" Tak apa, berangkatlah panglima!" dengan berat hati.


" Tenang saja masih ada waktu 2 minggu, kita akan selesaikan kerikil kecil terlebih dahulu sebelum aku berangkat!"


" Apakah itu bisa terselesaikan?"


" Mmmm...sayang 2 minggu ini aku akan mengajarimu cara mengatur strategi menghadapi musuh, jadi meski aku tidak di samping mu aku tidak perlu khawatir!"


" Baik aku akan berusaha dengan keras!, Aku adalah wanitamu aku tidak mudah ditindas! " semangat yang Berapi-api.


Panglima mengusap kepala Tania penuh dengan kebanggan.


" Tunggu sayang, hari ini kenapa aku merasa bulu matamu sangat tebal dan panjang?, apa kau memberi pupuk pada kedua bulu matamu?" Salah fokus pada kedua bulu mata Tania.


Maya yang lewat dan mendengarkan kekonyolan putranya itu sudah mulai naik darah.


Maya sangat kesal namun ditahanya.


dan semakin menempel ke pintu kamar


" Lihat jika kau membuat Tantanku sedih aku yang akan menghajarmu ditempat!" Gumam Maya mengepalkan tangan ya.


" Apa????, apa ini sangat jelek?, aku menghabiskan waktu seharian dan melelahkan di salon langganan ibu!, aku jelek sekali kah?"


merasa tak percaya diri.


Astaga, aku membuatnya sedih...aku sungguh tidak berperasaan, untung saja ibu tidak mendengarku, jika iya, pasti aku sudah dihajar ditempat sampai habis...aku sungguh tidak mengerti soal wanita.


Dan lihatlah dia sangat polos sekali, bukanya marah malah merasa tidak percaya diri.


dalam hati Panglima merasa bersalah.


" Mana ada wanitaku jelek...!"


" Sungguh?" mulai kembali bersemangat.


" Hmmm...sungguh!!, Tapi sayang, Aku mencintaimu bukan hanya karna kecantikan semata, hatimu sangat cantik dan pemberani kau tak perlu menjadi siapapun untuk membuatku terpesona, karna kunci hati ini sudah ada di tanganmu!, jadilah versi terbaik dirimu sendiri, saat kau masih berumur 12 tahun saja kau bisa mengikatku sampai sekarang, benar-benar wanita luar biasa!"


Wajah Tania sangat memerah mendengar ucapan manis dari Panglima.


sementara diluar Maya mulai melepas kepalan tangan ya dan tersenyum.

__ADS_1


" Baiklah ternyata dia memang putraku!' Berjalan kembali ke kamar dengan bangga.


Aihhh, Rupanya ibu menguping dari luar


dalam hati Panglima


yang merasakan pergerakan kaki di luar kamar.


" Sekarang kau tidur sayang!"


" Panglima, temani aku tidur!" pinta Tania.


mulai lagi, sampai kapan aku bisa menahan diriku ,Oh Tuhan...


dalam hati Panglima menderita.


" Panglima apa kau tidak mau menemaniku tidur lagi?" memasang wajah menyedihkan.


" Aih...kenapa bicara seperti itu?"


" Aku takut kau bosan padaku!"


Panglima segera berbaring di samping Tania.


" Mmmm benar aku merasa bosan seperti ini!"


" Tidak jangan katakan aku tidak ingin mendengar hal itu!" menutup kedua telinganya.


Panglima menarik kedua tangan yang menutup telinga Tania dan menghadapkan padanya.


" Kau harus mendengarnya!"


" Tidak!"


" Aku sangat bosan seperti ini, karna aku ingin segera menikahimu kemudian kita memiliki beberapa anak yang sangat lucu-lucu, aku sungguh slalu membayangkan hal ini dalam pikiranku!" ujar Panglima


" menikah?, anak-anak?"


"Hmmmm....terkadang aku hanya ingin hidup normal seperti orang-orang pada umumnya, namun aku sudah memilih isi semua, sebagai seorang pria aku akan kehilangan sebuah harga diri jika tidak bisa mempertahankan sebuah pilihan,dan aku juga adalah pilihanku!, Ayo segera kita selesaikan semua dan kita menikah!" memeluk erat Tania


Tania mendengar detak jantung Panglima yang sangat kencang dan tak beraturan.


" Ya, ayo panglima!"


"Hmmmm, Tania aku ingin memilikimu seutuhnya!"


" Bukankah Tania milik panglima seutuhnya?"


Sungguh dia sangat polos, dan dia hanya berlagak saja selama ini untuk menjaga dirinya,sungguh dia masih tetap sama seperti saat dia berumur 12tahun.


panglima merasa sangat gemas.


Terlihat Tania sudah terlelap pulas di pelukannya.


" Kau pasti sangat lelah menungguku hari ini?"


memposisikan Tubuh tania agar lebih nyaman.


**Mulai besok kau harus belajar keras sayang, aku tahu dengan kemampuan mu, kau tidak akan jatuh 2 kali, musuhmu masih sederhana karna hanya ambisi kotor yang dia miliki, aku yakin kau bisa mengatasinya,...

__ADS_1


meskipun aku sudah memberi pasukan bayangan untukmu,tapi kita hidup tidak bisa mengandalkan orang lain...kita harus berusaha untuk bertahan dengan kekuatan kita, jangan hanya mau menunggu bantuan sedangkan musuh sudah didepan mata.


Bersambung**...


__ADS_2