DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
271. Terselesaikan


__ADS_3

Setelah memastikan ada beberapa orang yang bersembunyi, Tantan segera mendatangi ruangan itu satu-satu.


satu jam kemudian Tantan menyeret keluar 7 mayat itu ke halaman depan.


Suzy dan Maya terkejut, melihat aksi Tantan yang tidak ketakutan sama sekali dengan mayat-mayat berlumuran darah itu.


" Anak - anak tutup mata kalian..." ujar Maya, Seon segera menutup matanya sedangkan Mei justru menikmati dengan kekagumannya.


Tantan menyiram tubuh mereka dengan bahan bakar dan membakarnya


"Apa Tantan ini bertukar jiwa dengan panglima??, kenapa menantuku seperti ini..."


Tantan segera membuka mobilz dan membawa keluarganya masuk ke dalam.


" Tantan itu semua siapa??"tanya Suzy


" Mereka adalah orang dari Lux's..."


" Bagaimana kau tahu??"


" Ada tanda, bulan sabit di tangan mereka..."


" apakah sudah aman??" tanya Maya.


" sudah ibu, pakai satu kamar dulu aku akan membersihkan darah ini...Mikel jaga mereka untukku!"


" Ooogggg" Micel pun menurut berjaga di pintu kamar.


" Hah aku ke sini menghindari bau darah, ini di sini juga sama saja, lihat bagaimana aku menghajar ayah Manggala.." Tantan segera menyelesaikan semuanya.


setelah itu menyusul keluarganya di kamar utama, karena di sana paling luas dengan 2 ranjang king Size.


" Mikel jaga di luar kami mau istirahat.."


" Tantan apa sudah aman??, jika sudah ibu akan memasak!"


" sudah bu, biar Mikel menjagamu di dapur..."


" Baik..."


Maya pun segera ke dapur melihat ada bahan apa yang masih layak untuk di masaknnya, karena rumah itu sudah sangat lama di tinggalkan, sambil memilah bahan yang sudah lewat tanggal di temani dengan mikel yang setia.


----------------


Jimmie mulai menelusuri orang - orangnya, rupanya memang masih ada beberapa orang yang berhubungan dengan Lux's, tidak ambil pusing Jimmie langsung membunuh orang-orang itu tanpa menyisakan sedikit pun, dia lebih baik salah membunuh dari pada melewatkan orang yang salah.


setelah menyelesaikan misinya, jimie kembali ke rumah Dinas...


" Jimmie apa sudah selesai??"

__ADS_1


" Sudah, paman..."


" " Bagus.."


" Paman, apa kau tidak tidur semalaman.."


" Tidak, aku khawatir dengan anak dan cucuku..."


" Tidak apa-apa Dex dan Jack bersamanya..."


" Hemmm baiklah, kau mau kemana lagi Jimmie...?"


" Aku mau menemui Panglima..."


" Oh baiklah!"


Hatta pun mulai menenangkan pikirannya.


Jimmie mengambil ranselnya dan segera menuju Bascamp Zero.


Namun sebelum itu Jimmie menemui kekasih hatinya lebih dulu, setelah itu baru ke tempat Zero.


Basecamp Zero.


" Panglima..."


" Oh Jimmie..."


" Ya aku sedang memantau semuanya, sekaligus, apa ini yang kau katakan menikmati hidup..."


" Sialan, aku sudah selesai dengan tugasku...aku membersihkan semua tak tersisa!"


" baiklah bagus ,kau bisa istirahat Jimmie..."


" Sungguh??"


" Ya, semua akan segera selesai..."


" Bagus, itu artinya aku akan segera menikah..."


" Ya, ...tunggu kabar baik dari Zero dulu ya .."


" hah.... apalagi??"


" tunggu juga kabar dari Jenderal Petter..."


" Panglima, selama kita pergi kita melupakan Distrik dan kediamanmu, apa kau kira keluarga mu aman??"


" Istriku bisa mengatasinya, aku sangat percaya padanya..."

__ADS_1


" Panglima, bagaimana bisa kau menyerahkan semua pada istrimu??"


" Kau itu tidak boleh menyepelekan istri Panglima, dia tidak kalah darimu Jimmie..."


" Aku tahu itu, tapi dia baru sembuh sudah kau suruh bertempur, Panglima aku sungguh tidak mengerti jalan pikiranmu..."


" Ya, tapi jika itu bukan istriku, itu akan lain ceritanya, istriku tidak bisa ditipu dengan cara apapun..."


" Aku yakin, Tantan akan membuat perhitungan denganmu..."


" Heheh itu tidak akan terjadi, dia sangat mencintai ku..."


" Sudahlah, aku akan kembali ke kota, dan mengurus semua pernikahanku, aku tidak mau menunda pernikahanku, lagi...entah ada badai, tsunami, perang dunia ke 3, aku akan tetap menikah !!"


" Oke... hati-hati!"


Ujar Leon seakan tak perduli .


Jimmie pun segera kembali ke kota, dia merasa kesal dengan panglima yang sudah membuatnya menunda pernikahannya, dan sekarang tugas selesai terimakasih pun tak dia dapat dari Leon itu.


tapi mau bagaimana lagi, meski Jimmie cukup hebat, tapi tetap saja dia tidak akan melawan Panglima sahabatnya sendiri, jika mau juga Jimmie bisa menghajar Leon sampai menjadi mendoan, tapi mengingat persahabatan mereka , Jimmie tidak memasukannya ke dalam hati.


Petter dan Zero pun menyelesaikan tugas mereka dan kembali melaporkan pada Panglima .


"Jenderal kau bisa kembali tapi anak dan istrimu jika aku tidak salah tebak, mungki di kediaman utara milik ku!"


" baik, terimakasih Panglima, saya langsung pamit!" Petter pun segera kembali ke kota.


" Oh ya, lalu bagaimana denganmu Zero..."


" Selesai Panglima saya membawa Lux's dan anak buahnya hidup-hidup..."


" apa yang akan kau lakukan padanya Zero..."


" aku akan menyerahkannya pada istriku, untuk menerima balasannya..."


"Baiklah, selesaikan malam ini, Besok pagi kau dan juga anak istrimu harus sudah berada di kota..."


" Mengerti Panglima..."


" ehmm,ingat jangan menyisakan satu pun dari mereka, habisi saja semua tak tersisa...!"


" Siap Panglima..."


" Aku juga harus kembali ke kota sekarang..."


" Kami akan menyusul dan tiba di sana tepat waktu Panglima..."


" Ya..."

__ADS_1


Panglima pun segera kembali ke kota, dia tahu istrinya akan membuat perhitungan dengan kali ini, jadi Panglima menyiapkan diri untuk menerima konsekuensinya.


__ADS_2