
Paviliun Panglima...
" Masih satu hari... kau mau kemana sayang?"
" Sayang kau mengatakannya seakan kau tidak akan kembali!" Tantan merasa sedih.
"Aku akan kembali, aku akan berusaha kembali dengan hidup-hidup!"
" Kau harus berjanji!"
" Iya aku berjanji!"
" Aku hanya ingin menghabiskan. waktuku sepanjang hari memelukmu!"
" Di izinkan!!"
"Apa yang harus ku lakukan tanpamu?"
" Apa saja boleh, asal jangan bermain-main dengan laki-laki lain!"
" Aku sudah sangat terbiasa seperti ini, bolehkah aku ikut denganmu?"
" TIDAK!!!, Jangan kau ulangi kesalahanmu di masalalu!"
" Tapi, bukankah karna aku kalian bisa menangkap pemberontak itu?"
" bisa dikatakan begitu, tapi itu sangat berbahaya!"
" Bukankah kau tahu ,kesalahanmu itu membuat publik membicarakan kelalaian ayahmu!"
" Mmmmm...aku juga baru bisa mengerti bahwa ayahku selama ini menderita karna takut kehilangan ku!"
" Aku juga merasakan apa yang dirasakan ayah mertua!"
" Baiklah aku tidak ikut!"
" Bagus...tunggu aku kembali lalu kita selesaikan masalah kita dan menikah!"
" Iya aku menunggumu...!"
mereka menghabiskan waktu yang tersisa berpelukan seharian...
...-----------------------------...
Panglima melihat Tania masih tidur dalam dekapananya.
" Aihhh... rasanya aku tidak rela meninggalkanmu, tapi waktunya aku berangkat sayang!"
perlahan panglima melepas pelukan Tania akan tidak terbangun.
kemudian panglima segera bersiap-siap untuk keberangkatan ya,
setelah selesai bersiap Panglima pun segera pergi meninggalkan Paviliunnya untuk bergabung dengan pasukannya.
selang beberapa setelah Panglima berangkat ,Tania pun terbangun karna merasa ada sesuatu yang kurang...
dirinya segera membuka mata,
" Panglima... panglima sudah berangkat?, bagaimana bisa dia tidak membiarkanku mengantar keberangkatan nya!" Tania segera bangkit dan berlari keluar tanpa alas kaki, tania berlari sekencang-kencangnya dengan pakaian tidur, rambut berantakan dan bertelanjang kaki.
Itu Truk pengangkut pasukannya masih ada, mungkin panglima belum berangkat.
Namun mobil Dinas Panglima sudah terlihat memimpin menuju gerbang keluar .
Tania semakin kencang berlari sambil berteriak memanggil Panglima.
" Panglima... pangling...!" Namun mobilnya tidak berhenti dan sudah berbelok keluar
Tania terjatuh karna tak bisa mengatur laju kecepatan larinya dan membuat nya tidak seimbang dan terjatuh.
" Ah...Panglima bagaimana bisa kau pergi tanpa berpamitan, hiks hiks hiks...sakit sekali...hiks hiks hiks!" Tania merintih kesakitan karna terjatuh dan hatinya juga sakit karna tidak bisa mengantar keberangkatan Panglima.
__ADS_1
" Kenapa kau sangat Ceroboh??!!!"
" Hiks hiks, ini karna Panglima tidak membiarkan ku mengantar keberangkatan nya!"
" Siapa bilang?"
Tania mengangkat kepalanya,dia baru sadar jika suara itu sangat tidak asing.
" Panglima...hiks hiks hiks....sakiiiiiitttt....!" dengan wajah sedihnya.
" Bagaimana bisa kau sangat ceroboh, kau terluka karna tidak hati-hati, keluar dengan baju tipis ini dan tanpa alas kaki,apa kau berniat menggoda pria lain, saat aku tidak di sini?" Panglima menggendong Tania dan membawanya kembali.
" Mana ada, kenapa panglima tidak membangunkan ku?, aku buru-buru mengejarmu, dan bukankah mobilmu sudah pergi kenapa panglima masih di sini?"
" Dasar anak nakal, kau terjatuh aku kembali sebentar untuk memastikan bahwa kelinci nakal ku ini baik-baik atau tidak!"
" Panglima Tantan...!" Sapa Suzy yang sedang diluar paviliun.
" Loe...Tantan kenapa?"
tanya Suzy terkejut melihat lutut sahabatnya itu berdarah.
" Di melompat terlalu tinggi dan terjatuh!"
" Panglima bawa ke dalam, aku akan obati Tania, bukankah Panglima harus segera berangkat?"
" Ya, baiklah aku lebih tenang jika kau mengurus kelinci nakalku ini!" Panglima membawa Tania masuk ke paviliun Jendral
Panglima medudukan Tania di sofa,
Suzy beerlari ke kamar nya dan mengambil kotak p3k.
" Sayang siapa yang terluka?" Tanya Jendral Petter.
" Tantan!" Suzy bergegas turun dengan buru-buru, Jendral Petter pun mengikuti langkah istrinya.
" Panglima biar aku obati, panglima tenang saja aku akan merawatnya, panglima bisa berangkat!" ujar Suzy.
" Tak apa, aku saja yang mengobatinya!"
" Ada apa panglima ?" tanya Jendral Petter.
" Aih... biasa Jendral, oh ya mungkin aku akan merepotkan. kalian pengantin baru untuk menjaga kelinci nakal ini!"
sambil membersihkan luka Tantan perlahan.
" aku bukan kelinci!!, aaah sakit!"
" Lalu apa kalau buka. kelinci?, kucing?"
" Bukan...ahhh pelan pelan!" merintih kesakitan.
" Panglima, sepertinya kau terlalu keras, biar aku saja!" ujar Suzy khawatir.
" Biar saja ini hukuman untuk anak yang ceroboh!"
" Sudah sayang, biarkan panglima saja, dia tidak akan melukai wanitanya sendiri!"
" Oh...!" namun Suzy masih khawatir.
beberapa menit kemudian panglima selesai mebersihka. luka. dan membalutnya.
" Kau dengarkan aku baik-baik, Aku tidak mengijinkan kamu terluka lagi setelah ini!!, Mengerti ini adalah perintah!! Jika sampai aku tahu kau terluka maka aku akan mengingkari janjiku!"
" Apa????, Ya ya ya baik aku tidak akan terluka, kau harus tetap berjanji untuk segera pulang dengan selamat!"
" Baik!!!, Aku berangkat!!"
Panglima meletakan kotak obat dan segera berdiri.
" Tolong jaga dia!" Ujar Panglima.
__ADS_1
Suzy dan Jendral petter mengangguk.
" Panglima...!" Panggi Tantan.
" Ya?"
Tania berdiri dengan menahan sakitnya berjalan mendekati Panglima.
" Berhenti!!!"
Tania pun dengan sigap berhenti, panglima segera menghampiri Tania yang berdiri tegak seperti patung.
Tanpa melihat situasi Panglima mencium bibir Tania dan memeluknya sangat erat, didepan sepasang pengantin baru itu.
**Astaga Panglima ini sungguh blak-blakan...
dalam hati Suzy
Aissh, sebenarnya yang pengantin baru itu siapa?
dalam hati Jendral Petter**.
" Apa yang kalian lihat?,apa kalian tidak pernah melakukannya?" ujar Panglima ketus.
" Ah kami tidak melihat apa-apa ...!" Jawab Suzy merenges.
" Aih... jika begitu aku titip istriku, aku berangkat dulu, sayang aku berangkat, ingatlah untuk tidak terluka!" Panglima segera pergi meninggalkan Paviliun Jendral.
" Astaga, dia kehilangan sisi kejamnya di hadapan Tania!" ujar Suzy.
" Aih... itu sama seperti pria di samping mu juga seperti itu!" ujar Tantan membalas.
" Aduh... Tania bagaimana bisa kau terjatuh, Ayo cepat duduk!" Segera memapah Tania untuk duduk.
" Aihhh. Tania, eh nyonya Panglima... kenapa kau ceroboh sampai terluka!, lihatlah Panglima sudah mengaret karna dirimu! " Jendral Letter menggeleng kepala.
" Iya ... aku tidak berpikir panjang karna terkejut saat bangun Panglima sudah pergi!"
" Lain kali , berpikirlah sedikit...jangan sampai orang lain tahu jika dirimu adalah kelemahannya!"
" Bukankah semua tahu, Jika aku wanitanya?"
" Iya... Tahu...jangan biarkan orang yang tidak suka membuat masalah di saat Panglima pergi...jangan slalu berpikir polos, karna di dunia ini banyak hal mengejutkan, dan hati manusia yang iri itu sangat mengerikan !!"
" apa aku sudah berbuat salah kali ini?"
" Aku hanya mengingatkan, jangan seperti itu lagi, kau tidak boleh terlihat konyol seperti ini lagi, dan juga untuk istriku, kalian berdua harus bisa menutupi ketidak relaan kalian saat kami bertugas!"
" Aku mengerti Jendral!" Jawab Suzy.
" Baiklah aku tidak akan ceroboh lagi!" ujar Tania
" Hmmm...bagus, kalian mengobrolah, aku akan memasak sarapan untuk kita, Tania pasti juga belum sarapan kan?"
" Iya belum...!"
" Mmmm okey,kalian nikmati saja mengobrol nya aku akan ke dapur!"
" Suamiku aku sudah memasak kok, tinggal aku sajikan!"
" Oh,benarkah hebat sekali istriku, kalau begitu biar aku yang menyajikan .
" Aku saja!"
" Sudah jangan membantah!"
Jendral Petter segera menyajikan makanan yang sudah di masak istrinya itu.
dia pasti pagi buta sudah menyiapkan semua ini...
dia memang istri yang baik.
__ADS_1
dalam hati jendral petter merasa bahagia.
Bersambung...