
Leon berada di depan ruangan Tania di rawat.
" ah, kau rupanya Leon itu ya!, saya Tony paman Tantan!" ujar paman Tantan memperkenalkan diri.
" iya Paman, apa saya bisa melihat Tantan?"
" Masuklah!"
Leon pun segera masuk, ternyata Tania memang mendapatkan perawatan yang lebih baik negara F.
Ruangan itu hanya ada Tania, dan perawat dan dokter yang standby 24 Jam dan Tentu peralatan yang lebih baik.
" Kau akan baik-baik saja, aku akan berjaga untukmu selama masa Cuti ku, aku harap kau bangun sebelum aku berangkat Bertugas!"
Leon mengecup kening Tania dan menggenggam tanganya.
" Kau bukan wanita yang lemah, aku tahu kau pasti bisa melewati semua itu!"
setelah di rasa puas melihat Tania, Leon pun segera keluar ruangan bergantian dengan Maya.
" Paman apa tidak bekerja?"
" Aku hari ini libur, hmmm dia keponakan yang paling kami sayang, kasihan sekali nasibnya!"
" Maafkan saya paman karna tidak bisa menjaga Tantan dengan baik!"
" Mana boleh ?, ini semua sudah takdir,dia anak yang malang sekali, saat dia dikirim ke luar negeri di tempat kakeknya , dia pasti akan berlibur ke rumah kami saat liburan, baru beberapa bulan dia kembali dia sudah seperti ini, ayahnya memang tidak bisa menjaganya dengan baik!"
Leon terdiam tak bisa berkata-kata.
" Dia anak seorang perwira, tapi tidak memiliki banyak teman, tidak memiliki hak memilih hal-hal yang dia inginkan, saat lulus niat kami akan menjodohkannya dengan anak sahabat kami tapi Tantan mengatakan, bahwa dia sudah memiliki orang yang luar biasa untuk menjadi suaminya, karna itu kami mengurungkan niat kami, meskipun dia tidak bisa memutuskan cita-citanya sendiri, biarkan dia memutuskan dengan siapa dia akan menikah!"
Tanpa Terasa air mata Leon mengalir sangat deras.
" Dia berjanji bukan padamu orang yang katanya sudah menyelamatkan hidupnya itu?"
" Benar paman!"
" Dia seperti ibunya, memiliki pendirian yang kuat dan sangat berani dalam mengambil resiko!"
" Mmm, sejak pertama aku bertrmu dengan Tantan, dia sangat pemberani Paman, saat di sandra dia santai saja tidak menangis sedikit pun!"
" Tentu saja, adik iparku itu sangat keras dalam mendidik putri satu-satunya, namun melarang semua keinginan Tantan yang berbau militer!"
" Paman, apa hubungan kami ini ada harapan?"
" Kau seorang panglima bukan?, aku tahu kau pasti memiliki Seribu strategi untuk menembus pertahanan Adik iparku itu, kami juga akan membantu!"
" Terimaksih paman, aku berpikir jika Tantan di bawa ke Negara F, aku akan sulit untuk menemuinya!"
" Kami yang tinggal di negara F ini, slalu berpikiran Terbuka, beda dengan Adik iparku, dan satu lagi ada bibi Tantan yang berpikiran saperti Adik iparku itu, dia kakak dari mendiang ibu Tania, dia tinggal di Jepang, aku tahu perjalanan kalian untuk bersatu itu tidak mudah tapi, Jangan pernah menyerah sebelum bertarung sampai akhir!"
" Baik, paman Leon pasti akan berjuang sampai titik penghabisan!"
Maya keluar dari ruangan, dengan wajah yang basah setelah menangis.
" Bagus, pilihan keponakanku ini memang luar biasa, setelah ini kau bisa kembali ke rumah istirahat dengan ibumu nak!"
" Paman, sudah berjaga semalaman , biarkan Leon yang berjaga di sini, paman istirahatlah!"
" Ya, tuan...biar kami yang bergantian berjaga!" Sambung Maya.
" Mana bisa kalian baru saja tiba, tenang saja tak apa!"
" Ibu, kalau begitu ibu kembalilah dulu dan beriatirahat, biar Leon yang menemani paman berjaga!"
__ADS_1
" Baik, kalau begitu Tuan, saya kembali dulu maaf sudah sangat merepotkan!"
" Mana ada merepotkan, kita akan menjadi keluarga bukan, tak perlu sungkan!" menenangkan Maya.
" Ah, jika begitu kami sangat tersanjung dan berterimakasih , saya pamit Leon jaga Tantan dengan baik!"
" Tenang ibu, pasti! "
" Baiklah ibu pegi dulu!"
Maya pun kembali ke kediaman Gress Latif untuk beristirahat.
" Paman makanlah!"
" kau sendiri apa sudah makan?"
" Belum Lapar paman!"
" Saat seperti ini kau tidak akan merasa lapar, tapi kau harus makan!"
" Ya paman, paman duluan saja!"
" Kita makan bersama, tak apa dokter di dalam keponakanku!" Ujar Tony.
" baiklah,...!" Leon mengikuti Tony menuju kantin rumah sakit.
mereka makan bersama dan mengobrol lebih akrab.
setelah selesai makan, mereka kembali ke ruangan Tania dia rawat.
" Kau tidak membawa ajudan?"
" Untuk apa Paman?"
" Aku tidak menyukai orang lain. dekat denganku paman, aku tidak memakai Ajudan, di kediamanku tak ada satu ajudan pun!"
" Wah, saat ini apa kau juga tidak suka dekat denganku? "
" tentu Tidak paman, orang lain yang tinggal di dekatku, aku tak suka di ikuti, namun berbeda jika itu Tantan! "
" Itu kau tak perlu jelaskan paman juga tahu!"
Leon hanya tersenyum.
" Semoga besok Operasinya lancar dan sukses!" ujar Leon.
" Aamiin!"
*****************
" Kakak Tua, kenapa kakak yang tinggal di sana tidak kelihatan sama sekali ?"
" Panglima, sedang menemani kekasihnya nanti akan menjalani operasi!"
" memang kekasih kakak itu sakit parah?"
" mmm, dia mati-matian menyelamatkan calon istri kakak, saat mereka berdua diculik!"
" Kakak itu punya kekasih yang hebat, Meimei ingin. bertemu dengannya nanti boleh?"
" Tentu saja boleh karna dia adalah sahabat kakak iparmu!"
" Oh ya, baiklah, jadi kapan?"
" astaga, kan kakak Tantan belum sadar, nanti baru akan operasi!"
__ADS_1
" Ohhhhh, yayayaya...hehehe semoga operasinya berjalan dengan baik!"
" Anak pintar, ayo habiskan makananmu!, kau tidak ingin kembali ke rumah ayah?"
"No...Meimei di sini saja karna banyak om-om ganteng, siapa tahu Meimei dapat pacaL...!"
" cetooook!"
suara sendok yang dipukul ke kepala
" Ouuuughhh, kakak tua sakit... itu sendok besi!"
" siapa bilang sendok plastik, kau ini masih cabe ijo kecil sudah memikirkan pacar!"
" lah kenapa, Meimei kan sudah besar!"
"Memei...!"
" iya...!"
" Kenapa kakak baru sadar kalau Memei ini sangat Centil ?"
" Mana ada, itu hanya perasaan kakak saja!"
" Selamat pagi....!" Suzy yang datang tiba - tiba.
" Kakak ipar.....!" Memei berlari memeluk Suzy kegirangan.
" Hmmm kenapa tidak bilang dulu jika ingin datang, aku bisa menjemputmu!"
" Terimaksih Jendral, aku ke sini ingin memberitahumu jika aku akan berangkat ke negara F, Suzy juga ingin menemani Tantan saat operasi!"
" Kenapa mendadak ?, Aku akan temani ke sana!"
" Lah, Apa Jendral bisa Cuti?"
" 3 hari, Aku akan mengambil Cuti di luar tanggungan Negara!"
" Apa boleh?"
" Boleh, lah...apalagi aku juga sudah membereskan beberapa kasus!"
" Baiklah, Jadi kita berangkat kapan?"
" kau tinggalah di sini aku mengurus semuanya dulu, Memei sepertinya kami tidak bisa mengajakmu ,kau tinggal bersama ayah dulu okey!"
" Baiklah, Memei mengerti! "
" Anak Pintar! "
Jendral Petter segera mengurus cutinya dengan segera,dan mengurus semua hal yang perlu dia urus untuk ke luar Negeri.
Suzy merasa sedikit canggung ditemani Jendral Petter, namun hatinya juga berbunga-bunga.
setelah selesai Jendral mengantar Memei ke tempat ayahnya dan mereka berdua segera menju bandara terbang Ke negara F.
Bersambung....
Author
Like dan komen jangan lupa ya guys...
vote, gift
hehehehehee
__ADS_1