
" Hahahaa itu benar....suzy juga selalu mengirimkan banyak foto bara apa kau mau lihat..."
" Lihat setampan apa anak Jenderal' Petter ini..."
Panglima melihat satu persatu gambar digalery ,
" oh apa Nisa juga sama, hahahahah Grey mengikuti gaya Zero,... anak-anak sangat lucu, aku tidak sabar melihat mereka tumbuh dewasa...!"
" mereka harus menjadi saudara " ujar Tantan.
" Tentu saja saudara tanpa ikatan darah itu justru lebih kuat..."
" Ah...nasib kita ya anak tunggal..."
"makanya kita buatkan Gala adik... yang cantik..."
" Kau sudah mengatakan itu berkali-kali...kau saja yang hamil dan melahirkan!"
" mana bisa, keluar dari mana jika aku yang hamil??"
" makanya kau berbicara soal membuat anak sangat mudah..."
" okok No debat...anak dari Ria juga adik Gala tenang sayang..." dari pada Panglima di kepret lagi oleh istrinya.
" kau sudah pandai belajar dari kesalahan Suamiku...."
" Hahahha iya pasti..."
mau tidak belajar bagaimana benar atau pun salah suami akan slalu salah di mata istri, jurus terbaik adalah tidak mendebat istri agar selamat dunia akhirat.
dalam hati Panglima.
tok tok tok...
" Alaaaa...Alaaaaa"
__ADS_1
" hahah itu suara Bara Gala ...saudaramu datang..." ujar Tantan segera lari ke pintu.
" Ayo masuk Bara...Suzy kau datang dengan siapa??"
" Jendral...tapi dia sedang menemui seseorang!"
" oh..."
" Hallo Panglima..."
" Ya..."
" Panglima, kau jaga anak-anak ya aku mau berbincang dengan Suzy di halaman belakang..."
" Baiklah, Sini bara bermain dengan uncle dan Gala" meraih Bara dan mendudukkan di samping Gala.
" Maaf merepotkan Panglima!"
" Santai saja..."
" Panglima, apa kau menjadi baby sitter??"
petter melepaskan mantelnya karena saat sampai di kediaman Panglima langsung turun hujan
" oh, tentu aku menjadi baby sitter dua jagoan ini... untung kau sudah sampai baru hujan..."
" Hahah, ya benar, ah begini juga tidak masalah... pokoknya jangan sampai masalah...iya kan Panglima??" duduk di samping putranya.
" Ya, aku tidak ingin memiliki musuh orang dalam....hahahaha"
" kita harus belajar dari kesalahan dan kebenaran bukan, meskipun kita benar tetap harus belajar..."
" rupanya hari - harimu tidak jauh beda dariku Jendral...."
" apa kau lupa, istrimu dan isteriku adalah sahabat...mereka bisa bersahabat karena satu frekuensi!"
__ADS_1
" hahahah benar...."
kedua bapak itu juga berbincang dengan sangat asyik dan penuh canda tawa, sampai mereka lupa dengan tugas mereka menjaga kedua jagoannya.
" hahahha iya benar..."
" hahhahaha...yayaya" keduanya tertawa begitu hebat karena cerita masalalu mereka yang konyol.
mendengar tawa lepas para suaminya Tantan dan Suzy pun jadi penasaran.
" apa yang mereka tertawakan??"
ujar Tantan.
" Aku juga mana tahu, kita lihat yuk, mungkin mereka sangat gemas dengan tingkah laku anak - anak kita..."
keduanya pun kemabli ke ruang tengah.
" Kalian kenapa??" ujar Tantan .
" ah ya kami bercerita tentang masa bodoh kita sayang!" ujar Panglima.
" aku kira anak- anak, loeh anak - anak kemana???"
Tantan dan Suzy terkejut melihat anak-anak mereka tidak ada di dekat suaminya.
" anak - anak ada in..loe??, kemana?" Petter juga terkejut kedua jagoannya hilang mereka berempat mencari kesemua ruangan sampai lantai atas tapi tidak menemukan anak-anak.
" apa ada??"
" Tidak..."
" di dapur tidak ada.."
" di lantai dua juga tidak ada..."
__ADS_1
mereka empat sangat panik , sampai tidak bisa berpikir.