
" Mereka menemukan 3 pulau yang terdeteksi radar!'
" Ha??, secepat itu??, aku kira butuh beberapa hari untuk menemukannya!"
" Kata Bos Jim, Zero memiliki 5 kapal selam!"
" Lah kenapa waktu di sini dia tidak bilang??, membuatku pusing saja!"
"itulah dia terlalu memakai perasaan, dia hanya akan menunggu komando dari rencanamu!"
" Maksud Abang dia tidak enak memberikan suara di depanku?"
" Yuhu...!"
" Hemmm ....tapi yang di perbatasan itu pasti radar milik para militer!"
" Hemmm...bisa jadi juga, lalu rencanamu apa??"
" Bisakah kita menghancurkan radar itu?"
" bisa tapi pulau itu juga akan hancur, mudah untukku menghancurkan sesuatu, tapi di sana pasti ada bukti yang dapat membalikan keadaan kita!"
" Ehmmm, kalau begitu kita hanya bisa diam - diam memasuki pulau itu.
" Ehmmm...apa kau memiliki rencana?"
" Belum...aku ingin makan dulu abang...lapar...!"
" Ya sudah, makan aku akan minta seseorang mengantarkan makanan banyak padamu!"
" Baiklah, setelah makan nanti kita pikirkan lagi ya!"
" Kita masih punya waktu 14 hari lagi...semoga segera menemukan semua akar yang di maksud oleh Panglima itu!"
" Iya nanti kita pikirkan setelah anakku kenyang!"
Tak lama makanan pun datang, Tantan segera melahap makanan yang ada dihadapannya.
" Pelan-pelan tidak ada yang mau merebutnya darimu!" ujar Dex tersenyum.
" Sungguh aku mudah lapar, karena banyak berpikir, dan makanan di sini super enak dan segar!"
Yesa yang berada di ujung, geleng-geleng melihat Tantan makan dengan lahap.
" Hanya dia ,yang bisa menikmati makan, minum , istirahat dengan nyenyak saat suaminya diambang Kematian!" Gumam Yesa ,mau heran tapi itu Nyonyanya.
" Yesa, sini ayo makan!" ajak Tantan.
" saya melihat nyonya makan sudah kenyang!"
" Eh tidak boleh seperti itu, cepat minta orang untuk mengantarkan makanan padamu!"
" Heheh nanti saja nyonya!"
" Kau harus makan dan minum dengan teratur apalagi istirahat itu harus...jangan meremehkan hal seperti ini, karena inilah sumber kekuatan kita yang sebenarnya, badan sehat maka otak juga berisi...camkan itu!"
" akan saya ingat Nyonyaku!"
" Makan ,makan saja Tantan, aku takut kau tersedak, setelah makan lanjutkan ceramahmu !"
" Ih abang.... menyebalkan!"
setelah selesai makan, Tantan segera mencuci tangan lalu kembali duduk didekat Dex, Yesa pun mendekat, karena penasaran dengan apa yang akan direncanakan nyonyanya.
" Ah...lega banget...baik kita lanjutkan rencana, jadi mereka menemukan 3 pulau beradar ya??, ehmmm di perbatasan itu sudah pasti milik militer lalu yang 2 itu jaraknya cukup jauh juga...tapi pertanyaannya, kenapa di pulau dekat perbatasan ini jika yang menghuni sungguh para militer penjaga perbatasan, kenapa mereka tidak menemukan radar 2 pulau ini???, itu hal mudah untuk mereka bukan tugas mereka adalah mengamankan perairan kita dari jarahan negara lain ,tapi ada 2 pulau beradar dan tidak terdeteksi apa kalian bisa memberikanku jawaban??"
" Mungkin saja, mereka yang berada di perbatasan ini sudah masuk golongan penghianat!"
" Jadi semua militer ini penghianat?"
" Prajurit hanya menjalankan sesuai perintah atasan, bisa jadi komandan mereka masuk daftar orang - orang Tom Dkk!, mereka bawahan hanya seperti robot mematuhi perintah atasan!" ujar Dex.
__ADS_1
" Ehmmm... begitu masuk akal...!"ujar Yesa
" Tidak heranlah aku, dia mereka saja sudah membantai banyak petinggi yang gagal saat diberi misi, dan yang menolak bekerja sama dengannya, jadi sudah jelas ini adalah kawasan mereka dengan perlindungan dibawah prajurit angkatan laut!"
" Lalu mau bagaimana??"
" Ehmmm...Coba kirim 3 orang masing-masing memasuki pulau itu...!"
" Satu pulau satu??"
" Ehmmm... bukankah itu lebih aman...!"
" Baiklah, aku akan kirim pesan pada Bos Jim!"
" hemmm...aku sangat jenuh bisakah aku jalan-jalan abang??"
" Minta Yesa menemanimu!"
" Ayo Yesa kita jalan-jalan!"
Yesa menemani Tantan berjalan-jalan disekitaran tempat itu.
" Yesa...apa yang kau pikirkan?"
" Ehmmm... Nyonya kau sangat santai, padahal waktunya sudah sangat dekat!"
" Hehehe, lalu kenapa??, jika bisa dipercepat atau di perlambat, maka aku lebih memilih dipercepat, jadi tahu hasil akhirnya!, tapi sayangnya kita masih harus menunggu...!"
" Jika itu aku, aku tak akan bisa makan, minum, istirahat dan jalan-jalan seperti ini nyonya!"
" sama....!"
" Lah, tapi Nyonya ??"
" Aku bisa seperti ini karena anak ini Yesa, sebenarnya aku juga ingin seharian memikirkan semua agar semua cepat selesai, bila perlu aku yang berangkat ke pulau itu sendiri, tapi...anak ini, anak inilah alasanku untuk menahan diri...aku harus membuat suasana hatiku tenang, dan tidak mempengaruhi pertumbuhannya, Karena memang Panglima yang mengajariku untuk tidak gegabah dalam mengambil sebuah keputusan yang terburu-buru, semuanya harus dilakukan dengan tenang dan dalam suasana yang cukup baik...Berdoa juga harus karena doa adalah senjata tempur kita yang sesungguhnya!"
" Tetap saja hanya anda saja yang bisa seperti ini!, wanita lain mungkin sudah menangis histeris meratapi nasib, dan tidak bisa berbuat apa-apa selain meminta belas kasih!"
" Yaaaaa...setiap orang memiliki mental masing-masing dalam mengahadapi permasalahan... sebenarnya aku juga khawatir Yesa, namun jika khawatir itu bisa membebaskan suamiku, maka aku akan khawatir saja sudah cukup, sayangnya dengan khawatir saja tidak cukup membebaskan suamiku, jadi ya...menenangkan diri agar bisa berpikir lebih jernih itu yang bisa ku lakukan untuk membantunya!"
" Tidak ada kemungkinan terburuk, semua adalah yang terbaik yang sudah kita upayakan!" Ujar Tantan tersenyum.
Sungguh jika di lihat, seakan nyonyaku tidak peduli dengan keselamatan suaminya, tapi aku juga tidak bisa menebak apa yang akan dilakukannya nanti.
dalam hati Yesa.
" Yesa, diam jangan bergerak!" teriak Tantan
Yesan mematuhi perintah Tantan dia hanya diam dan tidak bergerak sedikit pun.
"Sreeeeret....ceeepppp"
Tantan melempar belati yang selalu dibawanya ke arah Yesa belati itu secepat kilat melesat ke sisi kiri Yesa sehingga mengores pipi Yesa.
" Woh.....nyonya apa anda membenci saya?, apa ini sebuah peringatan untuk saya?, saya sangat setia pada anda!" Yesa sangat terkejut
" Kau sudah boleh bergerak Yesa, ini tekan lukamu...!" Mengambil sapu tangan dan memberikan pada Yesa.
" Nyonya anda belum menjawab pertanyaan saya!" tegas Yesa kebingungan salahnya di mana kenapa nyonya begitu padanya.
" Lihatlah ke belakang Yesa!, kau akan tahu jawabannya!"
ujar Tantan melanjutkan jalan - jalannya.
Yesa segera menoleh ke belakang, betapa terkejutnya dia melihat seekor ular yang sudah tertancap oleh belati nyonyanya.
" Ular Viper bersisik gergaji???" Yesa sangat terkejut.
" Jadi aku hampir saja mati, dan nyonya menyelamatkanku, dan aku malah berpikir sebaliknya!" Yesa segera berlari menyusul Tantan yang berjalan cukup Jauh.
" nyonya....nyonya...maafkan saya nyonya....!" teriak Yesa sambil berlari mengejar Tantan, Tantan Hanya tersenyum tipis melihat ke arah Yesa yang mulai mendekat.
__ADS_1
" Nyonya... terimakasih!"
" Tidak perlu...!"
" Yesa kau harus memperbaiki indra sensitif mu dalam gerakan musuh meskipun itu hanya seekor semut!"
" Semut????"
" Tentu saja, jangan sampai kau menginjak semut jika tidak mau di Gigit!"
" heheh nona semut itu kan sangat kecil!"
" Itu hanya bahasa kiasan saja, kau harus memperhatikan hal sekecil apapun agar tetap baik-baik saja!"
" Ah, baik Nyonya terima kasih karena sudah mengingatkan!"
" Hmm...,ayo kita kembali....!"
" Ya nyonya...!"
Yesa dan Tantan pun segera kembali ke tempat Informasi.
Ternyata Doney sudah ada di sana...
" Kak Doney, kau baik-baik saja??" Tantan mempercepat jalannya
" baik, aku justru sangat khawatir padamu, apa ada yang terluka??"
" Tidak ada, heheheh...!"
" Kau masih bisa meringis begini??, syukurlah kau tidak gegabah Tantan, aku takut kau terburu-buru dan terluka!"
" Tenang lah kakak...aku tidak terluka!"
" Doney, kau ini di sini untuk memeriksa adikku, jangan malah reoni, mentang - mentang panglima tidak di sini!" tegas Dex.
" sebelum kau kenal Tantan, aku sudah kenal dulu, kau tidak perlu mengajariku, menyebalkan!!!" Doney sangat kesal.
" Heheheh...kalian masih sempat berdebat ya!"
" Tuan dokter tolong periksa nyonyaku sekarang!" Yesa mencoba menghentikan perdebatan mereka.
" Oh, ini siapa??,sini tantan berikan tanganmu!"
" Saya yang menjaga nyonya Tantan tuan dokter!" Sahut Yesa.
" Ehmmm, okey terimakasih atas penjagaanmu untuknya, Tantan semua normal tapi sepertinya aku harus mengambil darahmu untuk cek HB!"
" hei... apa itu?? kau ini kenapa mengambil darah ibu hamil!!" Dex yang tak mengerti soal ibu hamil.
" ya memang harus diambil!"
" Jangan macam-macam, kau tidak boleh melukainya!"
" Siapa yang melukainya??"
Tantan dan Yesa pun menggeleng kepala mereka .
" Tantan sini di belakang abang...!"
" tidak tantan sini aku harus memeriksa mu lebih lanjut!"
mereka menarik - narik tangan Tantan.
" Aghhhh ...sakit ...!"
Doney dan Dex segera melepaskan tangan Tantan.
" Kalian ini gila,nyonya...ayo masuk kamar dulu!" Yesa mengajak Tantan masuk ke dalam kamar.
" Aku tidak tahu jika mereka tidak akur, tahu begitu minta dokter lain saja, Membuatku pusing!"
__ADS_1
" Nyonya istirahatlah, Yesa akan bantu menengahi mereka dulu!"
Yesa pun segera keluar kamar dan menghampiri kedua pria yang masih berdebat sampai dorong-dorongan.