
Saat ini Jenderal dan Ayah Tantan di tempatkan di tempat yang tersembunyi, mereka di nyatakan bebas dan tidak bersalah, sementara Panglima masih dalam proses pemulihan.
" Bi, ini sudah sangat keterlaluan...aku sudah tidak tahan...!"
" Kau tahu putrimu di tangan Tuan Lux's...aku tidak ada cara lain!"
"Bagaimana bisa kau melibatkan putriku untuk mengancamku??"
" Ha?, ingatlah kau bisa mencapai titik ini karena bantuanku, tanpa bantuanku , kau bukan apa-apa!"
" Aku juga sampai di titik ini karena kau mengancamku, tapi kau semakin serakah, kau menumbalkan banyak orang tidak bersalah!"
"Menumbalkan?, Tom dan rekannya itu... jika dia tidak bodoh...Tuan Lux's tidak akan membuang mereka dan. beralih pada kita!"
" Tuan Lux's juga akan melakukan hal yang sama jika kesalahan terjadi, bagaimana dengan keluarga mu??"
" Keluarga ku sudah di luar negeri orang -orang panglima tidak akan bisa menemukannya!"
" Meskipun Panglima menemukannya, aku yakin dia tidak akan melukai keluarga yang tidak tahu menahu!"
"hahahha apa kau yakin itu??"
" Ya...jika itu Tuan Lux's mungkin iya!"
" Josh!!!!...kau diamlah...tetaplah diam jangan sampai kau melakukan hal bodoh, jika tuan Lux's tahu putri dan istrimu akan dijadikan budak Sexnya apa kau mau??"
" Itu semua karena kau!!!"
" Ini namanya bertahan hidup di era serba sulit, ...kau tidak bisa mundur sekarang!"
Josh terdiam dalam penyesalan besarnya , kesalahan pada dirinya itu adalah terlalu lemah dan tidak bisa bilang tidak pada teman baiknya yang kini sudah menjadi sangat serakah.
Semenjak dia menerima Tom dan rekannya, hatinya semaki kejam,...
dalam hati Josh.
" Aku akan mengirim uang untukmu Josh dan kau bersenang-senanglah!"
" Tolong simpan uang itu aku mohon bawa putri dan istriku kembali Bi...!"
Aku tidak ikut terlibat, namun aku mengetahui semuanya, dan Josh membungkam mulutku dengan kelemahanku, bagaimana aku bisa menghentikannya, aku juga tidak bisa mengorbankan anak istriku.
" jika kita bisa menyingkirkan keluarga Panglima dengan segera maka anak dan istrimu akan kembali dengan selamat!"
Josh menggeleng kepala, tidak percaya.
" Bi, dimana mereka di sembunyikan??"
" Ada, kau tenang saja...!"
" Di mana itu katakan padaku!"
" aku tidak tahu tepatnya, yang jelas mereka di bawa ke dekat lereng gunung!, aku tidak tahu itu di mana!"
" Kau bilang dia menjaganya kenapa kau tidak tahu di mananya?"
" Sudahlah...kau pulang saja sana!, berisik sekali!"
" Jika terjadi sesuatu pada keluagaku, aku akan membunuhmu Bi...!"
" Oh aku takut sekali... Bawa bapak kalian pulang!"
" Bi...kau pasti akan sengsara!"
" Oh...kau mengutukku sekarang??"
" Kau akan mendapatkan balasannya!"
" Cepat, bawa bapak kalian pulang!"
dengan papampres yang sudah di atur oleh Bi untuk menjaga Josh, sehingga Josh tidak bisa berbuat semaunya.
Bi mengedipkan pada salah satu Papampres yang mengawal temannya itu.
ternyata Jack dan Panglima sudah standby di luar, dia sudah beberapa hari memantau pergerakan pemimpinnya, karena Panglima tidak bisa menembus masuk ke dalam rumah dinas mereka.
__ADS_1
"apa yang kita dapatkan memantau dari luar panglima??"
" Sabar saja...!"
" Papampres itu pasti juga tahu semuanya , siapa ketua pasukan papampres itu Panglima??"
" Marsekal TNI AU, Namanya adalah Patra Anggara, hemmm dia barus saja naik jabatan dengan kilat, lalu di tunjuk untuk menjadi ketua Papampres!"
" Kita sudah lama mengikuti mereka tapi tidak ada petunjuk!"
" Jack ini bukan jalan ke rumah Pak Josh!"
" Ya benar... Panglima, apa kita tetap mengikuti??"
" Harus...!"
Jack dan Panglima pun cukup lama mengikuti rombongan mobil Josh.
" Itu kenapa mobil di belakang berbelok, dan mobil pak Josh mengambil jalan lain...??"
" ikuti mobil pak Josh...!"
Mobil yang di kendarai Josh itu melaju semakin kencang menuju jalur jembatan layang.
" Apa?, sopir dan penjaganya melompat keluar!" teriak Jack terkejut.
Blaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr
mobil yang ditumpangi oleh Josh menabrak pagar jebatan dan mobil itu masuk ke dalam air.
" Berhenti!" teriak Panglima.
Jack segera menginjak ram sekuat tenaga sehingga membuat tubuh mereka ter dorong maju.
" Oghhhh ocghhhh...."
" Panglima, apa lukamu terbuka??"
Jack segera memeriksa keadaan Panglima benar saja lukanya kembali terbuka.
Dengan secepat kilat Jack berputar arah dan segera melaju pergi.
" Ogh...hubungi... Zero untuk menelusuri aliran sungai ini cepat, jika mobil itu tidak meledak Pak Josh kemungkinan masih hidup!"
" Baik...!" Jack pun segera menghubungi Zero karena anak buah Zero yang lebih handal masalah perairan.
" Jack ambil sisi kiri cari jalan yang tidak terpasang Cctv!"
" Baik!, bertahan sebentar Panglima!" Jack mulai panik.
" Kau jangan panik,...!"
" Kalau memang tidak bisa lepas dari Cctv kau buang atau bakar mobil ini, ssat di jembatan,mobil kita sudah terekam Cctv!"
Jack segera menghubungi Doney dan orangnya untuk menjemput mereka di suatu tempat.
" Panglima apa kau sungguh tidak apa-apa?"
"Hmmmm!" Panglima menahannya sekuat tenaga, dinginnya malam hari membuatnya tubuh Panglima dingin,Jack mencoba menghentikan pendarahan Panglima dan melepas baju Jack untuk menghangatkan tubuh Panglima yang sangat dingin.
" Ah harus berapa lama lagi!" Jack hanya memakai celananya semua baju sudah di tanggalkan untuk menghangatkan Panglima.
setelah menunggu begitu lama, akhirnya terdengar suara mobil datang namun Jack tetap waspada, Jack mengamati dengan jelas mobil yang datang.
" Panglima mereka datang!" ujar Jack sangat senang.
" Doney, sini cepat!!!" panggil Jack keluar dari mobil
" hei kenapa kau telanjang??"
" Cerewet cepat bawa panglima pergi aku akan mengurus sisanya!"
" Aku harus kembali ke rumah sakit atau di mana Jack?"
" Bawa pada istrinya!, belum ada yang tahu kan jika Panglima sudah sadar??"
__ADS_1
Doney dengan segera membawa panglima yang setengah sadar itu ke tempat persembunyian Tantan, sementara Jack mengurus sisanya.
Doney melemparkan Jampernya ke arah Jack sebelum pergi.
" Pakailah jika tidak mau di anggap orang gila saat pulang nanti!"
" Terimakasih!"
Doney segera melaju dengan cepat pergi meninggalkan Jack.
" Oh panglima kenapa kau sangat tidak hati-hati?, apa kau itu memiliki nyawa sembilan sehingga slalu membahayakan tubuhmu??, bukankah kau tidak ingin Tantan menjadi Janda muda?, itu sangat menyenangkan jika kau mati...!"
" Doney percayalah aku bisa membunuhmu!"
" Heheh panglima kau ini jika urusan Tantan kau bisa menahan kesadaranmu, istrimu adalah sumber kekuatan yang hebat, panglima jangan sampai tertidur... jika kau tertidur, aku akan menjadi ayah tiri anakmu!"
" Doney apa kau ingin mati di sini??"
" Oke tenang - tenang, sebentar lagi kita sampai, ...!"
Dan akhirnya mereka sampai di tempat persembunyian Tantan.
Doney segera membawa Panglima masuk, namun saat dipintu di halangi oleh penjaga.
" matamu apa tidak mengenali panglima??"
" Oh maaf!"
Penjaga itu segera membantu membuka pintu,
" Oh nyonya itu panglima...!"
" Kakak ada apa dengan suamiku??" Tania sangat terkejut.
" Aku akan mengurusnya dulu, nanti aku jelaskan!"
" Ayo bawa ke kamar!"
" Tolong Yesa ambilkan kotak perlengkapanku di mobil,,, semuanya bawa kemari!"
" Yayayaya!"
Segera melaksanakan.
Satu jam kemudian...
" hufffff....!" Doney berkeringat sekujur tubuhnya.
" Ha???... untung penjaga di sini ada yang memiliki golongan darah yang sama...!" Tantan merasa lega karena suaminya hampir mati kehabisan darah.
" Tantan istirahatlah...kau pasti sangat lelah karena tegang...!"
" Kapan Panglima akan sadar?, dia tidak koma lagi kan??"
" Hehe...dia lelah menahan sakitnya, aku menjahit lukanya tanpa bius...!"
" Dia pasti kesakitan...!"
" Ya istirahatlah di samping Panglima!, oh ya Jack mengatakan, untuk melihat perkembangan berita yang ada!"
" Aku mengerti kak, ...!"
" Oke...aku akan kembali ke rumah sakit, Aku akan meminta dokter Dimas standby di sini!"
" Oh??"
" Ya dia bisa sekalian mengawasi kandunganmu, lagian dia tidak bisa di andalkan di rumah sakit , takutnya semua akan berantakan karenanya!"
" Baik kak, terimakasih!"
" Yoi...tolong jangan biarkan lukanya terbuka lagi, itu akan sulit di tangani...dia tidak bisa turun langsung menangani semua ini, kalian berdua sangat keras kepala, jika Jack tidak bisa memberikan pertolongan pertama, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Panglima, kau dapat merubah pikirannya, ku harap dia akan mendengarkan mu untuk lebih menjaga diri...!"
" Baik kak Terimakasih!"
Doney pun segera kembali ke rumah sakit,
__ADS_1