DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
228. Tubuh Istimewa


__ADS_3

" Panglima...!"


" Dex, kau sudah membaik...?"


" Tentu saja, aku sudah siap dengan tugasmu Panglima!"


" Kau yakin??"


" Ehmmz ini hanya luka kecil...!"


" Baiklah, kau ikut aku dan Jenderal untuk melanjutkan misi selanjutnya, sementara Ayah mertuaku dan Jack aku minta pada mu Ria jaga mereka!"


"siap menerima tugas!" jawab Ria Sigap.


" Ehmmz kami pergi Ria...!"


" Hati-hati!"


Dex , Petter dan juga Panglima pun segera ke bascamp utama, mereka bertukar pendapat untuk melanjutkan serangan lanjutan.


" Jenderal kau melamun, apa kau ingin menemui istrimu lebih dulu??"


" Tidak, ini sudah resikonya, tanggung jawab ku adalah kedamaian negara!"


" Kalau begitu Fokuslah!"


" Ya, Maaf Panglima....!"


" Jenderal, Panglima, sepertinya tidak ada kandidat yang baik untuk menempati kursi panas itu!, tidak ada yang memenuhi syarat!" Ujar Dex.


"Ehmmm...begitu rupanya... sepertinya Bi akan menempati posisi itu dengan paksa!"


" Ah, Bi sangat mengerikan dia bertanggung jawab penuh dalam kasus ini, meskipun itu awalnya adalah tom dan rekannya!" ujar Petter.


" Apa yang kau lihat di sana Petter??"


" Leon, aku sempat melihat beberapa orang asing datang pada Bi, dia membahas keluarganya yang berada di luar negeri di bawah perlindungan orang asing itu, sementara Keluarga Josh..."


Petter tak melanjutkan pembicaraannya.


" Kenapa??"


" Ehmm, Josh di bunuh oleh mereka apa kau tau itu Leon??"


" Aku tahu, aku ada di sana saat kejadian itu!"


" Sungguh??"


" ehmmm...!"


" karena Josh sudah mati, nasib keluarganya pasti akan sama!"


" Tidak Josh berada di tanganku, aku meminta Zero segera mencari Josh detik itu juga!"


" Luar biasa, jadi semua adalah rencanamu membuatnya mati??"


" Aku membuat pihak lawan bahagia terlebih dahulu Petter!"


" Hahah,...lalu apa tugasku Panglima??"


" Kemarin aku berbincang dengan istriku sebelum berangkat menjemputmu!"


" ya???"


" Kata istriku, sudah saatnya Petter keluar bersama pasukannya....agar orang kembali melihat Sesosok Jendral itu muncul dan membuat masyarakat menaruh perhatian padamu!"


" Ah, aku tidak butuh di perhatikan...!"


" hahahaha...bukan itu maksudku Petter, kau harus berada jelas di mata semua orang, musuh harus merasa ketar-ketir dengan posisimu...!"

__ADS_1


" oh baiklah, aku tidak akan bersembunyi lagi...!"


" Hemmm bagus...tapi bantu aku menaikan posisi ayah mertuaku...!"


" Apa lagi??, paman kan sudah mau pensiun Leon, dia sudah menantikan itu sepanjang dia di penjara, jika dia masih diberi umur dia akan menghabiskan waktunya untuk anak dan cucunya!"


" Hah, itu bagus dia harus segera pensiun dini, setelah itu kita buat dia untuk menjadi pemimpin!"


" Dia tidak akan mau,...!"


" Tidak ini untuk sementara agar kita bisa mengendalikan negara ini dengan baik, kita harus membersihkan semua dari ranting sampai ke akar,di posisi atas semua akan terlihat dengan jelas!"


" Bicarakan itu pada Paman,kau adalah menantunya!"


" Biarkan putrinya yang berbicara hihihi...!"


" Aku sudah keluar, lalu kapan kau muncul, kau terus bersembunyi Panglima??"


" Tentu saja aku akan keluar kita akan mengadakan jumpa pers dan menegaskan posisi kita kembali...!"


" Kenapa tidak membongkar semua langsung pada publik??"


". Tidak, itu tidak seru Petter...ajak Bi, bukankah dia juga korban?"


" Ya, benar...korban untuk mengorbankan orang lain!"


" Ya biarkan dia ikut bergabung dengan kita, jika keluarga Josh sudah kita temukan dan kita tahu seberapa kuat di belakang Lux's...kita akan mengambil tindakan!!"


" Oh ya Lux's itu nama orang yang bersama Bi!"


" Ya, Josh juga mengatakan Lux's hanya cabang kecil...!"


" Baiklah aku akan menjalankan semua sesuai rencanamu saja...tapi bagaimana jika Bi menolak?"


" Dia sudah bersandiwara agar terlihat berada di pihak kita, kenapa tidak kita wujudkan keinginannya!"


" Hmmmm...benar juga selama dia mengurungku dia juga tidak pernah berbicara hal buruk pada kami , dia sangat hati-hati!"


" Pada Josh...??"


" Ya benar, ...kita akan pura - pura percaya saja untuk membuatnya tenang...!"


" Hais ...baiklah....oke!"


" Ya, kau bisa melihat istrimu dulu sambil menunggu ayah mertua ku membaik, pelan - pelan saja Petter, karena semua tidak bisa kita tangani dengan satu tindakkan, pertama aku harus membuat kasus ajudan itu sedikit panjang agar dia bisa diselamatkan, dan kedua aku harus mencapai kesepakatan dengan tom dan rekannya, karena keluarganya sudah berada di tangan kita...!"


" Seharusnya dia sudah di adili bukan??"


" ehmm aku sengaja menahannya, agar aku bisa mengambil kesempatan, karena dia yang tahu banyak tentang Lux's...!'


" Bagus, itu cukup menarik Panglima...!"


"Tapi memang harus pelan-pelan karena ini bukan seperti pencuri ayam yang ditangkap dan di vonis dan mendekam di penjara!"


" Benar, Jika ayah Tantan bisa menempati kursi itu ,kita bisa bermain dengan undang-undang merubah beberapa aturan tertulis menegaskan aturan agar tidak ada yang berani menyalah gunakan wewenangnya!"


" Baik Petter, Dex akan menemanimu menemui istrimu, 3 hari berangkat tinggal setelah itu kau bisa kembali!"


" Baik!"


" Dex kau temani Jendral jaga dia dengan baik...!"


" Aku yang harus menjaganya Panglima!" ujar Petter bercanda, melihat Dex yang masih dalam pemulihan.


" Ayolah Jenderal,kau paling tahu ini bukanlah luka serius!"


" Oh baik-baik... kita berangkat Dex...!"


" Ehmm ...!"

__ADS_1


" Hati-hati, sampaikan pada yang di sana. semua di sini baik dan aman!"


" Beres!" Dex dan Petter pun segera pergi, sementara Panglima berada di Bascamp Zero menemani Ayah mertuanya dan Jack.


" Ayah, Jack apa kalian sudah lebih baik??"


" Jack yang lebih banyak mendapat tembakkan, tapi dia anak muda jadi hal itu seperti hanya luka goresan saja!"


" Benar Panglima, ini tidak parah aku akan menerima tugas sekarang!"


" Tidak, aku tidak akan memberi tugas sebelum benar - benar membaik...!"


" Panglima, kenapa seperti itu??"


" Kalian hampir kehilangan nyawa kalian, aku akan melindungi kalian semua, ...!"


" Kami akan slalu setia di bawah naunganmu Panglima, tapi kami akan bersama melindungimu yang telah menaungi kami!"


" Hemmm itu terdengar adil,. ayah cepat sembuh lalu kita berkumpul lagi bersama Tantan...!"


" Ya anakku, terimakasih karena selalu melindungi putriku!"


" Dia adalah istriku, ...sudah kewajibanku ayah!"


" ehmmm... semuanya tidak akan berakhir dengan mudah Panglima, tapi aku yakin kita akan memenangkannya!"


" Ya ayah... biarkan lawan sedikit bernafas dulu...!"


" Ya anakku...!"


" Ayah, Jack istirahatlah...aku ingin menemui Jimmie...!"


" Ya...!"


Panglima pun bergegas ke tempat Jimmie di rawat.


Panglima slalu berjalan tanpa suara, danbuka pintu dengan hati - hati, betapa terkejutnya Panglima melihat pemandangan yang intens,


Ria dan Jimmie sedang berciuman begitu mesra, sampai tidak menyadari ada sepasang mata yang melihat keduanya sedang memadu Cinta yang dalam.


" Ehemmmm..."


mata Jimmie terbelalak melihat ke arah pintu yang tepat berada di depannya.


Ria pun terkejut dan segera melompat turun dari pangkuan Jimmie.


Wajah adik sepupunya itu memerah, terlihat jelas Ria sangat malu.


" Panglima, tidakkah kau bisa mengetuk pintu sebelum masuk??" tegas Jimmie kesal merasa bahwa Panglima datang di saat yang tidak tepat.


" Aku melupakan sesuatu!" Ria sangking malunya dia memelih kabur melompat jendala, karena Panglima masih berdiri tegak di ambang pintu.


" Jimmie sepertinya kau sudah membaik, apa sudah bisa mengeban misi lagi??"


" Ah, bukankah Panglima meminta ku beristirahat, bagaimana bisa kau ini sangat plin-plan!"


" Ya ku pikir kau membutuhkan istirahat cukup, ternyata kau memang manusia super, setelah operasi ke dua kau masih memiliki gairah besar!"


" Ayolah Panglima jangan mencampuri urusan pribadiku!"


Panglima pun segera duduk di samping Jimmie dan menyandarkan punggungnya di badan sofa, mata mereka saling bertatapan tajam, ya dua pria itu memang memiliki wajah dingin dan datar, mereka berdua sangat sulit tersenyum pada semua orang.


" nanti malam aku akan menemui Ajudan itu...!" Ujar Jimmie.


" Ehmmm" Panglima mengangguk menyetujui, Panglima tahu Jimmie tidak membutuhkan waktu lama untuk kesembuhannya, karena fisik Jimmie memang istimewa dari pada orang lain.


Bersambung dulu...


gpp kan...

__ADS_1


jangan lupa likenya ya guys itu sangat berarti bagi author


ramein komen dan klw punya poin melimpah bisa kasih gift bunga.


__ADS_2