
Sampailah mereka ke pelabuhan, ...
" perintahkan orang mu berpencar mencari kode kapal tadi, kita akan sabotase awak kapalnya!"
Jack pun segera memerintah orangnya untuk berpencar mencari kapal yang tersirat dalam kertas itu .
" Setelah menunggu setengah Jam, salah satu dari mereka melapor jika sudah menemukan kapalnya.
setelah melihat kapal yang sesuai dengan kode yang tersirat
" Buahahahahahahah, ahahahahhahahaha, hahahahahahaha...hahahahahah...!" Panglima tertawa sejadi - jadinya.
" Panglima anda jangan terlalu lebar tertawa luka anda akan terbuka!"
" Uhuk uhuk...hahah....lelucon apa ini, ini kapal ilegal, apa sebenarnya rencana mereka??"
" Lalu apakah ini jebakan Panglima??"
" Cepat masuk geledah semua yang ada beserta awak kapalnya!"
"Baik...!"
Setelah selesai menggeledah memang tak ditemukan apa- apa kecuali 7 orang awak kapal .
" Bawa 2 orang, yang lain ganti dengan orang mu, sisannya di amankan untuk di introgasi!"
" Baik, lalu Panglima??"
" Ikuti saja kemana mereka berlayar, tempatkan alat untuk melacaknya, jangan lakukan apapun ikuti saja, apa - apaan ini,mau membodohiku, dia harus belajar dari istriku lebih dulu!"
" Panglima, bagaimana bisa kapal ilegal bersandar di pelabuhan terang-terangan seperti ini??"
" Kau kira siapa yang bisa menempatkan hal yang ilegal menjadi legal jika bukan orang besar...!"
" Apa ini rencana untuk membersihkan tangan??"
" Ehnmm mari kita lihat, drama apa yang akan terjadi..., aku mau kembali pada istriku, aku sangat lelah!" ujar Panglima.
Jack pun segera membawa Panglima ke tempat persembunyian Tantan, yang berjarak 7 km dari markas Tom.
Beberapa Hewan buas berjaga di pintu dalam dan setiap sudut banyak penjaga terbaik ditempatkan.
" Aih, ini seperti...Dubai...!" Ujar Leon Zang.
" Jack, di mana istriku??"
" Pasti sedang main catur di ruang tengah dengan para penjaga!"
" Haha, dia sungguh wanita luar biasa, di saat keadaan tidak baik pun dia tahu cara menikmati hidupnya!"
Panglima segera menuju ke ruang tengah,
Memang tidak salah yang dikatakan Jack istrinya, sedang duduk di meja dan beberapa penjaga berada di samping kanan kirinya membawa kipas tangan, bak seorang ratu judi sambil menggigit tusuk gigi di mulutnya, sepertinya Tantan sudah menang banyak karena banyak benda - benda berharga di sampingnya.
" Sudahlah bawa aku ke kamar aku tidak akan mengganggu kesenangannya...bawa kotak obat sekalian!"
Jack mengantar panglima ke kamar dan segera mencari kotak obat
" Abang, oiii... apa sudah bertemu dengan ayahku dan suamiku??" apa mereka baik??"
" Ya, baik....oh Yesa di mana kotak obat yang kemarin ada di ruang depan??"
" Oh ada di sana tuan, kemarin ada penjaga kita yang terluka karena melatih hewan - hewan mereka!"
" oh baiklah, lanjutkan saja permainan kalian!" Jack segera menuju tempat yang ditunjuk Yesa.
" Yesa apa abang terluka, ?? Saya juga kurang tahu nyonya!"
Karena rasa penasaran, Tantan mengikuti Jack menuju kamar belakang.
__ADS_1
Saat membuka pintu Tantan senang melihat suaminya ada di sana namun juga terkejut saat suaminya merobek bajunya banyak sekali darah yang mengalir sangat deras.
" Oh tidak Suamiku, lukamu terbuka...apa kau gila, apa yang kau lakukan. sampai luka mu terbuka lagi??" mengomeel mode panik.
" Dokter dokter panggil dokter Abang...!"
" Tenanglah sayang, saat ini kita tidak bisa mempercayai siapapun keadaannya sangat berantakan...!'
" lalu bagaimana ini?, kau akan kehabisan darah!" Melihat wajah Panglima yang sudah pucat.
" Jack bisa membantu menekan pendarahannya dan aku cukup kau ajak berbincang saja agar tidak Shock , karena ini cukup sakit, tapi aku akan menahannya!"
Jack dengan segera membalut luka Panglima, dengan cekatan,
" Sayang, apa, kau sangat su ka, di sini??"
Sambil menahan rasa sakitnya.
" Ya, aku suka, setelah semuanya selesai mari kita pindah ke sini, di sini udaranya sangat segar, tidak tercampur dengan nafas orang - orang munafik di kota!"
" Haha...Ya kita akan tinggal di sini,dan nanti kau akan melahirkan di sini, menikmati hidup di sini, aku juga sangat lelah seperti ini...tapi jika aku bukan seorang prajurit apakah kita juga akan bertemu dengan cara lain, terkadang aku merasa payah karena tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan satu tangan!"
" Meski gelarmu seorang Panglima, tapi kau bukan Tuhan, jika lelah istirahatlah sejenak... setelah itu putuskan apa yang sebenarnya ingin kau lakukan dalam hidup ini!"
" Tentu saja hidup bahagia bersama dengan keluarga kita sampai akhir hayat!"
" Panglima sudah selesai, kau harus istirahat jangan bicara lagi!, tidurlah!" tegas Jack.
" Ya, cepat tidur aku akan menemanimu!" Ujar Tantan duduk di samping Panglima.
" Ehm... aku tidur sebentar ya!" Panglima pun segera memejamkan matanya dengan posisi setengah duduk.
Setelah Panglima pulas Tantan mengintrogasi Abangnya di ruang tengah, Jack menceritakan semuanya pada Tantan.
" lalu kata Panglima kita hanya menunggu dan melihat Drama apa yang akan dilakukan mereka!"
" Lalu apa sungguh keadaan ayahku sangat baik??"
" Ehmm, sebenarnya mereka mendapatkan banyak siksaan saat introgasi, tapi tenanglah aku sudah menyuruh seseorang untuk mengobati mereka!"
" Hah... mengesalkan!"
Drrrt drtttttt....
" Siapa??"
" Dex...!"
" Oh apa dia sudah bertemu dengan ibu??"
"Dex apa kau sudah menemukan keluarga Panglima??"
" Ya kami akan menuju ke tampat kalian...!"
jawab Dex.
" Oke kami menunggu...!"
" Tunggu tapi sepertinya kami sudah di intai sedari tadi Jack...!"
" Jangan kemari Dex..." Seketika panik
" Apa ada apa??" Sahut Tantan penasaran
" Dex dan keluarga Panglima sudah di intai seseorang Tantan...aku harus bangunkan Panglima...!"
" Tidak, jangan...dia baru istirahat dan di sini tidak ada dokter...!"
" Lalu harus bagaimana kita menolong mereka Tantan??"
__ADS_1
"Berikan ponselnya padaku abang...!"
Jack memberikan ponselnya pada Tantan.
" Abang Dex, apa kau membawa alat yang bisa di lacak??"
" Ada,...!"
" kalian ada berapa orang??"
"Kami ada 12 orang..."
" Abang ada kamera pengintai??"
" Ya ada banyak Versi...!"
" Jika itu banyak maka berikan pada semuanya untuk mendapatkan kamera pengintai,... barang kali itu berguna...!"
" Apa maksudmu kita harus di tangkap??"
" Ya, kata Panglima ada ikan kakap besar di belakang ini yang belum keluar...kata panglima akan ada drama menarik, mari diikuti saja...kami akan mengirim beberapa orang untuk siaga !"
" ehmm baik...kalau begitu aku harus mempersiapkan semuanya agar berjalan dengan baik!"
" Tantan apa keputusan mu itu tepat???" tanya Jack khawatir.
" Sebenarnya Tania kurang yakin namun jika Abang Dex sampai membawa mereka ke sini maka semuanya akan lebih rumit karena Panglima juga ada di sini...!"
" Baiklah, aku percaya padamu!"
" Terimakasih abang!" Kau istirahatlah menemani Panglima Tantan...
urusan ini biar Yesa yang memantaunya dan orang ku!"
" Abang mau kemana??"
" Aku ingin memastikan keadaan ayahmu dan Jendral...dan lanjut melapor pada bos Jimmie.
" Ya abang, hati - hati..
katakan pada ayahku, putri dan cucu nya baik-baik saja!"
" Okey!, Yesa kau harus standby melihat layar, jika terjadi sesuatu makan segera lapor pada nyonyamu!"
" Iya Tuan..." Jack pun pergi untuk memastikan apakah jendral dan Hatta Latif sudah mendapatkan perawatan atau belum.
...----------------...
" Paman, bibi ,Ria, kalian harus terlihat panik, namun jangan over saat mereka menyergap kita, dan kalian harus melawan namun jangan tunjukan kekuatan kalian yang sesungguhnya,terlukalah sedikit!" ujar Dex memberi arahan.
" Nak Jack, apa kita akan di bantai???" Tanya Maya yang sedikit ketakutan.
"Mungkin Bibi, tapi tidak semudah itu...tolong semua letakkan kamera tersembunyi di sisi terbaik dan aman di tubuh kalian!"
mereka segera melakukan apa yang di perintahkan Dex.
mereka baru selesai memasang alat pada tubuh mereka
" Blaammmmm ...!"
" Blaaammmmmm!"
" Blaammmmmmmmmmm"
Hantaman dari belakang depan samping, mobil yang di bawa oleh Dex di tabrak dengan segala Arah....
" Aaaahhhhhhhhghhh,...."
Maya berteriak sangat histeris.
__ADS_1