
suara ketuk pintu pun terdengar...
penjaga membuka pintu, terlihat dex dan Hatta sudah sampai di kediaman Tantan.
" Dimana putri semata wayang ku??"
" Di dalam pastinya paman!"
Hatta segera masuk, melangkahkan kaki, tak peduli dengan hewan buas yang memandang ganas padanya
Hatta tidak pernah takut pada apapun,
hanya saja langkahnya terhenti saat melihat Mikel menghadangnya dengan gertakan dan mata yang tidak bersahabat, tentu saja di ingatan Mikel, Hatta adalah orang yang pernah memukul majikannya
" Oh, kenapa kau juga di sini??" Tanya Hatta pada Mikel yang masih menggertak dengan menampilkan gigi runcing-runcingnya.
Hatta masih mengingat jelas juga tangannya yang hampir patah karena gigitan mikel yang begitu dasyat.
" Mikel, jangan sakiti ayahku!" mendengar perintah majikannya, Mikel segera mundur dan berada di belakang Tantan, tapi matanya terlihay begitu mengintai Hatta.
" Ayahhhhhhhhh....." Tantan segera berlari kecil memeluk ayahnya.
" Ayah, kau baik-baik saja .. syukurlah apa ada yang terluka??"
" tidak ada putriku..." Hatta sangat bahagia melihat putrinya baik-baik saja dan lagi dengan perutnya yang sudah mulai membusung.
" Lihat Cucumu 2 bulan lagi akan lahir,...!" memajukan perutnya.
" Syukurlah kalian sehat semua....!"
" Eh, besan....baru saja kita bicara tentang besan, panjang umur sekali ya...!"
" Ya, akhirnya kau kembali Hatta...!"
" Tentu saja, Cucuku akan lahir aku akan hadir!" ujar Hatta dengan bangga.
" Ayo duduk pasti capek kau dan Dex menempuh perjalanan jauh...!"
" oh ya ngomong - ngomong soal cucu, Jendral sudah menjadi seorang ayah !" sahut Dex sambil mengambil tempat duduk.
" Wiaaaaah, benarkah, cowok atau cewek??"
" Cowok, namanya Barata Narasimha!"
" Wah namanya cukup tangguh,...!" Ujar Tantan tak percaya jika sahabatnya sudah melahirkan seorang putra .
" Itu artinya, Pria terbaik sekuat singa...!"
Jenderal membicarakan putranya terus dalam perjalanan pulang padaku Dex menjelaskan.
" Hemmm aku jadi tidak sabar melihat anakku!" Tantan mengelus perutnya.
" kami juga tidak sabar, anak-anak kalian lahir di era peejuangan ayahnya, aku harap mereka akan menjadi anak-anak yang hebat seperti kedua orang tuannya!"
" Keluarga Zang tidak pernah gagal dalam mendidik anaknya!" tegas Huan Zang bangga.
" Ah, besan... keluarga Latif juga tidak ada yang gagal loe...!"
__ADS_1
Ayah Tantan juga tidak mau kalah.
" Ah, kalian ini...jangan samakan zaman kalian dengan zaman cucu kalian di masa depan, ingat ya, kalian itu 2 pria kolot, jangan pernah mencampuri anak-anak kita dalam mendidik anak mereka!" tegas Maya
" Kita kan kakeknya harus ikut andil" Huan tidak setuju.
" Aku sih percaya pada anak dan menantuku!" Hatta Latif lebih memiliki pikiran terbuka.
" Nah itu bagus... Sayang kau memang sangat kolot, biar anak - anak kita mendidik Cucu kita sesuai jamannya, semua sangat berbeda di masa depan!"
" Yayayaya....!" Terpaksa Huan mengiyakan saja dari pada berdebat lagi.
" abang mana gambar Bara??"
tanya Tantan penasaran.
" Sebentar!" Dex merogoh ponselnya dan segera menunjukkan gambar Barata pada Tantan.
" Ommo, ini muka Jenderal semua, tidak ada Suzy nya sama sekali!"
" Mana lihat!" Maya juga penasaran lalu mendekat untuk melihat gambar pada layar ponsel Dex.
" Ya begitulah, sakit hati sekali seorang ibu melihat anak yang dibawanya sembilan bulan, saat lahir seperti bapaknya, seperti Leon dia adalah Fotocopy Ayah mertuamu!, mereka menghiburku mengatakan ini nanti wajahnya masih akan berubah-ubah jadi jangan sedih, nyatanya sampai aku mau punya cucu tidak berubah sama sekali, malah semakin jelas dia seperti doplikat Ayah mertuamu!"
" Hahahah, ya itu namanya Gen terbaik, pasti akan mendominasi!"
ujar Huan santai.
" Mendominasi, kelakuan pun sama kerasnya, satu keras kepala satu keras hati, hah....kalian selalu membuatku pusing!"
" Jika tidak seperti itu, dia bukan putraku!"
Pertengkaran memang tidak pernah bisa dihindari oleh kedua mertuanya itu.
" Ayah bagaimana rasanya terkenal??" Tanya Tantan pada ayahnya
" Terkenal??"
" Ya,ayah apa tidak tahu jika gambar ayah sedang beredar di seluruh media sosial??"
" Gambar??, media sosial??"
Hatta tidak mengerti maksud putrinya, karena penasaran Dex membuka ponselnya, Dex juga baru tahu jika Ayah Tantan menjadi tranding topik nomer satu.
" Paman coba lihat ini!" Dex memberikan ponselnya.
Betapa terkejutnya Hatta melihat berita tentang keluarganya tersebar luas di media sosial dengan kata-kata manis yang membuat Hatta geleng kepala.
" Lihat Sara juga menuai banyak pujian, banyak orang berkunjung ke makam istrimu memberi bunga...!"
ujar Maya.
Hatta, memeluk putrinya erat, sebagai pengobat rindu pada mediang istrinya.
" Ayah, ibu sudah bahagia di sana , jangan sedih ya...!"
" Ayah tidak sedih nak, memang rindu itu tidak akan pernah hilang...!"
__ADS_1
" Hemmm, Tantan juga mengerti ayah...!"
" hemm, nanti kita akan mengunjungi makam ibumu setelah anakmu lahir...!"
" ya ayah...!'
" Ya nanti kita akan mengunjunginya bersama!" sahut Maya semangat.
" ehnmm, tapi aku masih tidak habis pikir dengan menantuku, dia juga anak nakal rupanya, bagaimana bisa dia membuatku terlibat dalam rencananya??" tegas Hatta.
" Oh????" Maya dan Huan bingung karena mereka tidak mengerti tentang TNI begitu dalam, apalagi masalah strategi.
" Ayah, sungguh tidak tahu??"
" Tidak....!"
" Ah, berarti jika begitu Panglima ingin ayah membantunya dengan mengendalikan kekuasaan untuk melancarkan rencana panglima!"
" Apa maksudnya Tantan??" tanya Maya penasaran.
" Ya, Panglima tidak bisa menekan dari bawah, makannya Panglima menggunakan cara dari atas ke bawah!" sambung Dex.
" Aku tidak mengerti!" Maya yang bingung.
" Jadi Panglima membuat Ayah, dikenal lewat publik ingin mengambil hati masyarakat, dia meluncurkan rencana awal lewat wawancara yang dilakukan jenderal Petter dengan jurnalis, sehingga dengan mudah masyarakat mengenal ayah, jika ayah bisa menjadi pemimpin tentu saja ayah dengan mudah bisa membantu Panglima menjalankan rencananya menumpas dari atas sampai ke akarnya!" jelas Tantan secara gampang agar mudah di terima mertuanya.
Maya dan Huan Zang mengangguk mengerti,
Tantan, tahu maksud suaminya dengan mengirimkan Ayahnya padanya, guna untuk membujuk sang Ayah agar menyetujui rencana Panglima, karena hanya Tantan saja yang bisa membuat Ayahnya setuju.
" Tapi ayah tidak ingin menjadi pemimpin, ayah tidak mau!" tegas Hatta, Tantan sudah menebak jika ayahnya yang monoton itu akan menolaknya.
" Ah, ayah...bukankah kau ingin memberikan Cucu masa depan yang cerah??"
" Ya ,tapi tidak harus juga menjadi pemimpin, itu sangat berat putriku, ayah berniat pensiun dan akan menemani kalian di sisa-sisa hidup ayah.
" Ya, mungkin ayah bisa menjadi pemimpin sementara dengan dalih , membantu Panglima mencabut permasalahan ini sampai ke akarnya!"
Hatta terdiam untuk menimbang , dia tidak akan terburu-buru mengambil keputusan.
" biarkan ayah pertimbangkan dalam beberapa hari!" ujarnya pasrah.
" baik Ayah...!" Tantan mengangguk.
Tapi bagaimana pun caranya Tantan harus bisa mendapatkan jawaban sesuai harapannya, pokoknya Tantan tidak akan menyerah dan tinggal diam.
...----------------...
Terlihat 201 berlari dengan cukup kencang, namun kali ini Zero dan Nisa tidak mau buru-buru, karena perbuatan 201 sebelumnya membuat keduanya mengira jika 201 sedang menemukan betina Sexy lagi.
" Coba kau lihat apa yang dilakukan 201!" pinta Zero agak malas.
" Hmmm ok...!" Nisa segera memanjat pohon paling tinggi dia menggunakan teropongnya untuk melihat 201 pergi ke arah mana.
Namun sangat mengejutkan dengan apa yang di lihat Nisa, sehingga bibirnya ternganga.
author
__ADS_1
jangan pelit Like dan komennya dong ...
ketemu lagi malming ya semoga bisa crazy up