
" Sudah kita periksa lagi bersama!"
mereka menunda makan malam mereka dan segera pergi ke paviliun Jenderal Petter untuk memeriksa.
Tantan membuka pintu yang tidak terkunci, saat akan melangkah masuk Jack mendahului Tantan,...
" Di mana kamar Suzy?" Tanya Jack
" Di atas bang!"
" Dex, jaga mereka di bawah!"
"okey!"
Jack pun segera mengecek ruangan di atas.
" astaga, ...!" Jack terkejut.
ternyata Suzy di sekap , dan beberapa pengawal yang menjaganya yang terluka parah.
" Nyonya Jendral siapa yang melakukannya?"
" Dia salah satu penjagaku, namun sudah melarikan diri saat mendengar suaramu datang!"
Astaga, ini berbahaya untuk Tantan juga,
orang - orang terdekat memang sangat mencurigakan.
" Anda harus di bawa ke rumah sakit karena terluka!, maaf tidak sopan!" Jack segera menggendong Suzy turun.
" Oh, astaga darah?"
" Cepat, bibi ambilkan mobil, Jack di atas masih ada pengawal jendral yang terluka cepat urus mereka, dan selidiki apa yang terjadi!"
" Okey!" Jack segera naik ke atas.
" Tantan, jangan jauh dariku!"
Tantan pun memegangi lengan Jack.
" ini Suzy bagaimana bisa terjadi??, itu pasti sakit kan?"
" Tidak Tantan, tenanglah!" berusaha menutupi rasa sakitnya agar sahabatnya tidak merasa khawatir.
Suzy, pun di bawa ke rumah sakit militer... karena itu yang terdekat.
dan lagi di sana juga ada Jimmie, Jack bisa meminta arahan pada bosnya itu.
Suzy di bawa ke igd, Tantan slalu berada di dekat Jack, begitu juga Maya.
" Abang, bagaimana bisa mereka memasuki paviliun Jenderal?" tanya Tantan bingung.
" Karena yang melakukan, orang Jendral sendiri!"
" Apa??"
" hemm, Dex baru menyelidikinya!"
" astaga, kasihan sekali Suzy, dia pasti sangat ketakutan!" Maya sangat sedih melihatnya.
" Ibu, setelah Suzy membaik, biarkan dia tinggal bersama kita ya!" pinta Tantan.
" Tentu saja, dia harus aman!"
" Bibi, sebaiknya orang - orang Panglima juga di singkirkan!, aku khawatir hal ini juga terjadi pada Tantan!"
" Benar, kau bisa mengirim pesan pada Panglima untuk menarik orang - orangnya dari Paviliun kita!"
" Tidak, abang ... tidak ..!" Tania tidak setuju.
" Ini hanya, jebakan! anak buah Panglima tidak akan berkhianat, yang ditempatkan di sisi kita!"
" Maksudnya?"
" Ini hanya rencana mereka...ketika mereka tahu jika anak buah Jendral berkhianat, mereka tahu kita akan curiga pada anak buah Panglima, dan menyingkirkan penjagaan di paviliun Panglima, dengan begitu, tingkat keamanan di paviliun kita akan rendah, dengan begitu mereka bisa masuk ke tempat kita!"
" Oh, benar aku tidak terfikirkan itu!"
" Jika begitu, kita berpura-pura meminta, panglima menarik orangnya, kita kurangi penjagaan diluar, menjadi 4 orang saja, tapi menambah penjagaan di setiap sudut ruangan, jendela, pintu, semua akses yang bisa dimasuki kita jaga seketat mungkin!"
" abang, itu apa tidak terlalu penuh rumah kita?"
" Mereka kan penjaga bayangan, mereka bisa berjaga tanpa terlihat oleh mata kita!"
__ADS_1
" Mereka hantu apa ya?, kita kasat mata!"
" Ya semi Jin lah !"
Dokter pun selesai menangani Suzy.
" Dokter bagaimana keadaannya?"
" Syukurlah baik, bayinya juga tidak ada masalah, namun pasien mengalami syok yang cukup berat, harus banyak istirahat dan slalu ditemani!"
"Oh terimakasih dokter apa kami bisa melihatnya?"
" Bisa silahkan, dia juga boleh pulang nanti setelah infusnya habis!"
" Ah syukurlah!"
" Bibi Tantan, aku pergi menemui bos sebentar ya!"
" Baik, Abang!"
" Jangan keluar sendirian!, tetaplah disini sampai aku kembali!"
" Iya iya!"
Jack pun pergi keruangan Jimmie.
" Bos...!"
" Hey, kenapa kau di sini?"
" Itu, istri Jenderal Petter di sekap oleh anak buahnya sendiri!"
" Apa??, jangan tinggalkan Tantan!"
" Dia ada di sini!"
" ah, syukurlah, aku akan mengirim orang - orangku untuk berjaga ,jangan meminta bantuan Panglima itu akan membuatnya tidak fokus karena Tantan sedang mengandung!"
" Lalu bagaimana?"
" Kita kan juga ada pasukan bayangan, jadi tidak perlu meminta bantuan Panglima!"
"Baik!"
" Kenapa?"
" Tidak perlu, aku yang akan menangani masalah ini!"
" Tapi, kan anda sedang ...!"
" Nyawa mereka lebih penting...!"
" Baiklah, Bos saya harus segera kembali!"
" Hmm, besok aku akan keluar dari rumah sakit!"
" Ya!" Jack pun segera kembali ke tempat Suzy di rawat.
ternyata Dex sudah berada di sana.
" Dex bagaimana??"
" Ya, mereka sudah mendapat perawatan dan sudah sadar!"
" Apa yang mereka katakan?"
" Orang itu beru bergabung, 3 bulan terakhir, dan orang itu memanfaatkan waktu istirahat, dan menyerang tiba-tiba!"
" sesuai dugaan Tantan!"
" Oh kenapa?, ini hanya memancing kita untuk masuk ke dalam perangkap!"
" Lalu??"
" Bos yang akan mengurusnya!"
" apa aku harus memberitahu Jendral dan Panglima?"
" Tidak, bos sudah bilang akan mengurusnya!"
" ah, baik, lalu bagaimana dengan mereka?" yang di maksud Dex adalah penjaga Jenderal Petter.
" beri perawatan yang baik, setelah itu biarkan mereka berjaga di paviliun Jenderal Petter!"
__ADS_1
" Baik,!"
" Yang terpenting kita fokus menjaga keluarga Panglima dan istri Jenderal!, sambil menunggu perintah Bos selanjutnya!"
" Hmmm...!"
Setelah infus Suzy habis, dan di periksa lagi Suzy pun dibawa pulang ke paviliun Panglima.
namun, ternyata Jimmie sudah berada di sana.
" Lah, bos katanya besok??"
" Tidak bisa, aku sudah mengirimkan penjaga untuk ayah Jendral, sekarang kita harus pindah tempat untuk sementara!"
" Bagaimana jika di kediaman Tantan!"
" Ya sudah di sana juga tidak apa - apa!"
" Jimmie, kenapa harus pindah - pindah?"
Tanya Maya.
" biarkan paman tetap di sini dan Seon, mereka kan bukan target utama !"
" Bibi jadi sangat khawatir!"
" Paman dan Seon akan baik - baik saja!, di sini banyak anak-anak baru, dan kita juga tidak hafal orang - orang panglima!"
" Di tempat Tantan kan tidak begitu luas bangunannya, lebih efisien aja dalam penjagaan!"
" Kalau begitu kapan kita pindah?"
" Hari ini juga!, aku yang akan membawa kalian ke sana, jack tetap di sini!, dex ikutlah dengan kami!"
" Baik bos!" Mereka menuruti perintah Jimmie.
Jimmie membawa Maya, Suzy dan juga Tantan ke kediaman perwira.
" Jimmie, apa di sini kita aman?"
" Aman bibi, jangan keluar rumah selama seminggu ini ...kami akan mengetatkan keamanan di dalam bibi!"
" Ya sudah ayo kita masuk!" ajak Tantan.
Tantan membuka pintu.
ternyata Ayahnya berada di rumah.
" Loeh, besan Tantan, Suzy kok tidak memberikan kabar dulu jika ke sini?"
" ayahz kita masuk dulu ya?"
" masuk - masuk, ... eh Ini kan nak Jimmie apa sudah baikan nak?"
" Sudah om?, ini kita sedang dalam masalah !"
" oh ya?, mari duduk dulu, bibi tolong bawakan minum untuk tamu kita!"
" Baik tuan!"
Bibi Chu segera ke dapur.
Jimmie menjelaskan semua yang sudan terjadi kepada ayah Tantan dengan sedetail-detailnya.
" mereka masih berani mencari masalah dengan kita?"
" Iyaz bagaimana pun yang terlibat adalah paus - paus besar mereka tidak akan membiarkan diri mereka tertangkap!"
" Ya, musuh kita sangat kuat...hari ini mereka gagal maka besok mereka akan mencobanya lagi sampai berhasil, hukum di negara ini sebenarnya sudah cukup baik, hanya saja penegaknya yang masih belum baik!"
" Iya paman saya setuju dengan pendapat anda!"
" jika begitu apa rencana nak Jimmie?"
" Sementara kita hanya bisa bersembunyi dan mengamati rencana yang akan di ambil musuh terlebih dahulu!"
" Ah, benar kita jangan salah langkah!"
" Ya Paman pelan - pelan!"
" Tantan bawa Suzy dan mertuamu beristirahat dulu pasti lelah perjalanan jauh!"
" Iya Ayah, !"
__ADS_1
Tantan pun membawa ibu mertua dan sahabatnya beristirahat ke dalam kamarnya.