DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
78 O.o...


__ADS_3

Di rumah sakit militer.


Julius slalu menemani Tania saat pengobatan,


" Hari ini sudah cukup, 2 hari lagi kita lakukan ke tahap selanjutnya!" ujar dokter dan berlalu pergi.


" Kau dengar itu? hari ini kau hebat sekali, aku percaya bahwa Taniaku akan segera pulih!"


Tania hanya tersenyum...


" Sudah, kau istirahatlah kakak akan menjagamu di sini!"


Tania mengangguk menurut...


Julius menjaganya 24jam tanpa henti, karna memang benar-benar menganggap Tania itu sangat berarti, jika saja belum ada orang lain di hatinya, Julius pasti sudah berjuang memenangkan hati Tania.


********


Di kediaman Panglima yang ditempati oleh Maya.


" Tante, kabarnya tante, mengadopsi anak?"


" Loe kamu tahu dari mana?, suamiku saja belum tahu!" ujar Maya pura-pura terkejut.


***mampus ,ternyata paman hwang belum tahu,? tente pasti mengira aku membututinya, harus cari alasan apa ini?


dalam hati Xian-xian***.


" Oh, tidak ya?, aku hanya dapat kabar dari orang terdekatku, yang baru pulang dari luar negeri ,katanya melihat tante membawa anak kecil!"


" Benarkah seperti itu?"


" Benar, tante ...kata paman , tante menemani temannya yang sakit! "


" Jika itu suamiku tahulah, hanya saja aku belum memberitahunya tentang aku yang mengadopsi anak temanku ini!, kau tahu dari mana tentang itu?"


" aku hanya menebak saja tante heheh!"


" mmm, begitu...kau apa sangat senggang?"


" lama tidak bertemu tante, jadi rindu...!"


" Aduh, tante merasa sangat tersanjung di rindukan Xian-xian! "


" Tante kan akan jadi mertua ku nanti, kita akan jadi satu keluarga, harus slalu menjalin hubungan baik kan tante?"


" ah?, yayayaya...!"


siapa yang sudi mau menjadi mertuamu, kelaut aja kamu!!!, tunggu saja pembalasan untukmu, aku harus menahannya untuk sekarang.


dalam hati Maya .


Maya sangat kesal dengan orang munfik dihadapannya itu.


" mommy, ....!"


" Iya samm?"


" mommy Sammy lapar heheh!"


" ah, baik... mommy akan masak sesuatu untuk mu!"


" tante ,boleh kah Xian-xian membantu?"


" Tidak perlu, Kau harus menjaga kemulusan jemarimu, karna itu modal untukmu mencari uang bukan?"


berlalu pergi....


" hmm, tidai begitu juga tante!"


ada apa dengan tante?, kenapa sikapnya sangat dingin?

__ADS_1


" Tante, kau siapa?" tanya Sammy.


" Hallo Sammy, panggil aku kakak ipar ya?"


" kakak ipar?"


" iya, aku adalah calon istri panglima...!"


" oh?, kenapa mommy tidak memberitahu Sammy jika kakak punya calon istri?"


" Ya kan Sammy baru datang, jadi tante belum memperkenalkanku, ayo panggil aku kakak ipar!"


" Tidak mau, aku tidak boleh percaya dengan kata-kata orang yang tidak aku kenal!"


Sialan, anak ini susah sekali di bujuk,


" Kakak, akan belikan banyak makanan es cream dan mainan jika Sammy mau memanggilku kakak ipar!" masih berusaha membujuk.


" Mommy juga bisa memberikan ku semuanya, kenapa harus dirimu?"


" ah, aku tahu itu Sammy, kan kita nanti akan menjadi saudara kau harus belajar memanggilku kakak ipar!"


" makanan sudah siap, ayo makan Sammy! " Maya datang dengan membawa satu piring nasi untuk Sammy.


" mommy, kakak ini memaksa Sammy untuk memanggilnya kakak ipar!"


" Xian-xian, jika memang Sammy tidak mau jangan dipaksa, dia masih kecil belum paham semuanya, apalagi adat di sini pula!"


" oh, maaf tante...!"


Tante sepertinya sangat tidak menyukaiku sekarang...


" Sammy, apa masakan mommy enak?"


Sammy hanya mengacungkan jempolnya.


" heheh Syukurlah, ayo dihabiskan, oh ya Xian-xian maaf tante lupa jika kau disini heheh jadi hanya memasak satu porsi, kenapa bisa lupa ya, kalau Xian-xian mau, tante masakan dulu!"


" oh lupa, mau minum apa?, ya ampun kenapa bisa begini sih!"


" ehehehe tante, tak perlu repot-repot Xian-xian mau pulang dulu, lupa ada janji lain!"


" Aihh, kenapa buru-buru sekali, ah tapi kan Xian-xian sibuk ya sudah hati-hati ya!"


" I, iiya Tente...Xian-xian pulang dulu, bye Sammy! " Xian-xian pun bergegas pergi meninggalkan kediaman Panglima dengam hati yang kesal.


" Mommy, bagaimana aktingku?" tanya Sammy


" uuuuh bagus, Sammy memang hebat, biarkan dia menerka-nerka !"


" mommy memang di mana kakak ipar Sammy?"


" Kakak iparmu di negara mu sana di rumah sakit militer di sana!, dia di sana paling aman untuk saat ini!"


" Ow....kakak iparku pasti baik kan momm?"


" Ya itu sangat baik dan hebat, tunggu dia sembuh kalian pasti akan bertemu!"


" Semoga kakak ipar lekas membaik!"


" aamiin, makasih anak baik, ayo pelan -pelan habiskan makanannya!"


Di markas militer...


" Panglima, Nona Tania berada dirumah sakit militer di negara F!". Ujar Zoo melapor.


"kenapa bisa masuk ke sana?"


" Nona, memiliki hubungan baik, dengan perwira di negara F!"


" siapa itu?"

__ADS_1


" Kurang begitu tahu pasti, namun keluarga Tania memiliki hubungan baik dengan kemiliteran di negara F"


"baiklah, dia mungkin aman di sana!, lalu bagaimana dengan ibuku??, apa juga di sana?"


" Nyonya besar kembali ke tanah air, bersama anak laki-laki yang kedengaranya sudah di adopsi oleh nyonya besar!"


" apa?, ibu mengangkat anak?, astaga...selidiki asal -usul anak itu, siapa dia?, apa pantas menjadi adikku?!"


" laksanakan panglima!"


" baik, laporan terkini untuk tempat itu!"


" belum ada gerak-gerik dari pihak yang kita intai, sepertinya memang sangat waspada Panglima! "


" Tetap sabar memantau, jangan sampai lengah!"


" Siap komandan!"


" kau bisa kembali!"


Zoo pun segera meninggalkan tempat Panglima.


Sepertinya tugas ini agak lama untuk di selesaikan, aku harus tetap fokus pada tugas ini agar segera selesai.


dalam hati Panglima .


Dikediaman Jendral


" Huhuhuhu, kakak tua katanya mau membelikan Mei-mei mainan banyak!"


" Nanti ya setelah apel siang selesai, kakak tidak bisa keluar sesuka hati setelah Cuti!"


" kakak nanti ke tempat kakak ipar juga ya!"


" Iya ,kau mandi dan segera makan sarapan yang sudah di siapkan ayah!"


" siap kakak!"


Jendral Petter pun segera menyelesaikan pekerjaannya.


pukul 14.00 wib


Jendral Petter sudah selesai dalam pekerjaannya, kini dia harus memenuhi janjinya pada Meimei pergi ke toko mainan.


" Ambil yang kau mau, ambilkan juga untuk Sammy!" Jendral Petter membebaskan Mei mei memilih sesuai dengan keinginannya.


" kakak tua,aku ambil 3 boleh?"


" Ambillah, ambilkan 3 juga untuk Sammy, tapi mainan laki-laki ya, masak iya kau ambilkan Berbie sih!"


" tahu kakak!" Meimei mengambilkan mobil-mobilan, pistol-pistolan dan bola.


" Kakak sudah! " ujar Meimei.


" wa...Meimei memang sangat cerdas!"


" Tentu saja ,jangan samakan Meimei dengan wanita lain kakak tua!" sambil bergaya Centil.


Kini Jendral Petter menyadari bahwa adiknya itu bukanlah gadis kecil yang polos dan tak berdaya,


dia tertipu dengan akting Meimei saat itu, tapi tak apa keberadaan Meimei memang tidak merepotkan untuknya, dan lebih lagi Jendral tidak khawatir jika meninggalkan dia sendiri saat jam kerjanya.


Bersambung...


Author


wah ....terlalu lama gak update ya...


hihihi maaf ya guys...


lanjut yuk

__ADS_1


__ADS_2