
" Ah, ibu melihat!"Tania mendorong Panglima.
" Sudah biarkan saja ayo lanjutkan!, ibu sudah pergi!"
" Aduh,malu sekali panglima...!"
" kenapa malu, ...dia pasti sekarang sedang bahagia, melihat kita berusaha memberikan cucu!"
" Pemikiran Panglima sangat Fleksibel ya??"
" Tentu saja, kalau begitu kita pindah di lantai atas!"
panglima membawa istrinya ke atas, dan begitulah kira - kira, selamat berekspektasi...
" Hoshsss. hossss... kita sudahi ya sayang?"
" Baru 7 x sayang!"
" Sudah ,sudah aku sangat haus... Panglima tolong ampuni istrimu ini ya!"
"Ah...baiklah...aku akan ambilkan minum untukmu!" Panglima segera memakai pakaiannya dan segera turun untuk mengambilkan minum untuk istrinya.
Panglima membuka pintu kulkas,
" Ah, jangan dingin...aku buatkan yang hangat saja untuknya, minuman apa ya?, yang membuatnya kembali berstamina?"
Panglima menutup kembali pintu kulkasnya.
" Waaaaaaaaaaaggghh!" Panglima terkejut saat melihat ke kanan.
" Ibu, mengagetkan saja!"
" Bagaimana bisa seorang Panglima ,mudah terkejut???"
" Ibu, kenapa kembali?"
" memangnya kapan ibu pergi?"
" Jadi ibu tidak pergi?"
" Tidak, ibu tadinya mau mengintip, tapi kau pindah di lantai atas!, ah tidak seru!"
" Ibu, bagaimana bisa ibu mau mengintip kami??"
" Ibu hanya ingin memastikan, apakah kalian melakukannya sudah benar atau belum?"
" Ibu, kau sangat mesum sekali!"
" Mana boleh kau mengatai ibumu seperti itu??"
" Ibu jangan pernah mengintip kami, hari ini ibu hampir merusak waktu baik kami!"
" Ah?, Panglima kau seharusnya menutup pintu dulu!, bukan salah ibu lah!"
" Ibu,.. seharusnya...me.."
" sayang mana aku sangat haus!!!" teriak Tania
" ah, ibu karena ibu di sini buatkan minuman hangat untuk Istriku!"
" Beres!" Tersenyum dengan damai.
" Sebentar sayang, aku buatkan minuman hangat!"
" Ohhh...ok!"
" Cepat ibu, buatkan!"
" Sabarlah!"
10 menit kemudian...
" Apa ini ibu?"
" Susu Jahe merah telur madu!"
" apa ini enak?"
" sudah berikan pada istrimu, ibu cuma memakai sedikit jahe saja, jadi tidak pedas!"
" Terimakasih ibu, ibu sekarang boleh pulang!"
" Heh dasar anak kurang ajar !, ibu masih mau di sini, kau urus istrimu, ibu akan memasak kalian dan membagikan untuk Jendral dan Suzy!"
" hmmm okelah!"
Panglima segera naik kelantai atas.
" Sayang minumlah...!"
" Lama sekali sayang??"
" Hmmm, ibu ada di bawah!"
" apa???"
__ADS_1
" Iya, ibu membuatkan minuman ini untukmu, ayo cepat di minum!"
" Apa ini?"
" Coba sedikit dulu, suka atau tidak!"
menyendokan sedikit dan menyuapkan pada Tania.
" Hmmm...enak sakali, hangat !"
" Ayo habiskan pelan-pelan, aku akan menyiapkan air hangat untuk mandi!"
" Ya!" Tania menikmati susunya dengan perlahan.
" apa kau lebih enakan setelah meminumnya?"
" Ya... tubuhku terasa hangat dan nyaman, dan bertenaga lagi!"
" Syukurlah!, aku ambil pakaian untukmu dulu di bawah!"
" Ibu sedang apa?"
" Memasak, dia ingin masak besar!"
" Oh, aku akan segera mandi dan membantu ibu di dapur!"
" Jika lelah kau sebaiknya istirahat sayang!"
" Aku tidak lelah!" Tania segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi dan berganti baju Tania segera menyusul Maya ke dapur.
" Ibu...!"
" Oh, anakku,,, istirahat saja nak!"
" tidak ibu...aku ingin membantu ibu!"
" Haduh baiklah jika begitu...!"
mereka berdua memasak bersama...
" Wah, ibu masak banyak sekali?"
"Hnmm, ibu akan panggil Jendral dan Suzy dulu, untuk bergabung!"
" Biar Tantan saja!"
" Oh, baiklah!, ibu akan menata makanannya!"
" Kalian sudah datang, ayo cepat bergabung dengan kami!" ujar Maya yang duduk bersama panglima.
" Ibu....banyak sekali masakannya?" ujar Suzy
" Oh, aduh, ibu hamil ayo - ayo cepat duduk dan makan!"
mengajak Suzy duduk.
" Eh menantuku juga ayo sayang, jendral juga!"
" ada acara apa ini bibi?" Tanya Jendral Petter.
" tidak ada Jendral, bibi hanya merasa sangat bahagia hari ini, hehehe...!"
" Wah, kalau begitu aku doakan bibi bahagia selalu .agar sering - sering masal besar!" ujar Jendral Petter bercanda.
" Ahahah, Kau ini ya...!"
" Ibu...semua sangat enak apa Suzy boleh memulainya?"
" Tentu saja boleh, ayo semua makan, menantuku kamu makan yang ini juga ya!, ini bagus untukmu!"
" Baik ibu...!, lalu bagaimana dengan Ayah dan Seon?"
" Ibu sudah memasak untuk mereka sebelum datang kemari!"
" Ibu apa tidak lelah??"
Tania merasa kasihan pada mertuanya.
" Tidaklah...ibumu ini sangat kuat, jangan khawatir kan ibu!"
" Besok, aku kirimkan orang untuk membantu pekerjaan ibu!" sahut Panglima.
" Tidak usah nak, biar begini saja!"
" Mana boleh ibu, iyakan saja kata Panglima, setidaknya itu bisa meringankan pekerjaan ibu!"
Sahut Tania.
" Baiklah, terimakasih putraku!"
Maya menerima dengan sangat senang.
" Bibi, paman sibuk apa sekarang?"
__ADS_1
" Dia sibuk mengurus proyek homestay nya...!"
" Wah,....hebat!, bolehkah aku ikut berinvestasi?"
" Hehehe, itu...bibi tidak tahu kau bisa bicarakan itu langsung pada pamanmu!"
" Okey, lah nanti aku akan berkunjung ke sana!"
" Ya, boleh sekali!"
" Ibu Panglima, ibu tidak membuka butik lagi?" tanya Suzy.
" Tidak, ibu hanya akan membuat baju untuk orang - orang tertentu saja!"
" Apa Suzy termasuk?"
" Tentu saja kau dan Tania adalah anak ibu juga, kalian bukan orang lain untukku!"
" Terima ibu, Suzy bahagia mendengarnya!"
" kalian anak - anak baik, bagaimana ibu juga tidak bahagia, ibu sangat bahagia adanya kalian!"
Mereka makan sambil mengobrol sampai selesai.
...----------------...
" Oh, mantan calon menantu!" ujar Luxian yang di kunjugi oleh Tania Dan Panglima.
" Luxian, sebaiknya kau dipersidangan jujur, tentang siapa saja yang terlibat denganmu!"
" Apa kau sedang mengajariku?"
" Tentu tidak!"
" Kalau begitu bisa pergii!!"
" Paman, dengarkan saran suamiku dari pada nanti paman menyesal!"
" Oh, ini tah wanita pilihan Panglima, wah kau memang tidak tertandingi, pantas saja putriku kalah denganmu!"
" Apa kau tidak sedih, anakmu sudah tiada karena kegagalanmu dalam mendidiknya?"
" Wooooh, kenapa anak - anak muda jaman sekarang sok pintar, berlagak mengajari orang yang bahkan hidup lebih lama dari kalian!!!"
" iya orang tua, kau ingat saja... jika kau tidak mau mengungkapkan antek - antekmu, itu sama saja , kau yang menanggung dosa mereka, seharusnya mereka di penjara bersamamu, eh malah hidup enak diluar sana!"
" Tutup mulutmu!"
" kenapa??, apa perkataanku benar?"
" Kau seorang wanita tapi bermulut tajam!"
" Mana ada mulutku tidak runcing ,kenapa paman bilang tajam?"
" anak muda tunggu saja, jika aku berhasil keluar dari sini, aku akan membalas semua penghinaan ,aku dan anakku lebih menyakitkan!"
" Aduh panglima Tantan sangat takut!" menempel pada tubuh Panglima.
" Jangan takut, mereka tidak akan bisa menyakitimu !"
" Ya, aku merasa lega..tapi sangat kasihan... anaknya di eksekusi dan istrinya hidup enak dengan pria lain, aduh... sebenarnya dia ini korban atau apa sih?" ujar Tantan memprovokasi.
" Lihat nanti jika aku bisa keluar, aku akan membantai semua keluarga kalian!"
"Hahaha, Luxian...tunggulah dipersidangan!, kau akan tahu nanti apakah ada temanmu yang akan membantu!"
" heh...anak baru kemarin sore saja belagu, lihat nanti siapa yang akan tertawa paling akhir!"
" Baiklah, kita akan lihat!"
" cuih....!" Luxian meludah dengan kesal.
" ya sudah, sampai jumpa besok di persidangan!"
Panglima dan Tania pun keluar.
" Panglima, sepertinya Luxian sangat percaya diri, jika akan ada yang membantunya!"
" memang akan ada yang membantu, tapi dilihat saja besok sayang, kita pulang dan menikmati waktu kita berdua!"
" Setiap hari juga berdua, sayang!"
" ehmmm maksud ku yang itu Lah....ehem!"
" Panglima, bisakah tidak melakukannya hari ini?"
" Kenapa?"
" Pinggang ku masih sangat sakit!"
" Oh, ya ?, jika begitu biar aku yang bekerja keras, kau cukup menikmati saja!, setuju?"
" Hemmmm" Tania menggaruk kepala, sepertinya dia tidak akan bisa menolak permintaan suaminya.
Tuhan berikan. tubuh yang Extra untuk menghadapi suamiku.
__ADS_1
dalam hati Tania.