DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
33. Sisi Lain Jendral


__ADS_3

Tania pun terbawa suasana , bagaimana pun Leon adalah orang yang di carinya dan akan dinikahinya.


Leon memegang tengkuk Tania Lembut, dan mendorong ke arahnya...


" Anakkuuu,ooohhhhhh" Tiba-tiba Maya datang dan masuk.


Tania segera mendorong Leon menjauh...


" apa ibu masuk di saat yang tidak tepat?" ujar Maya tanpa Dosa.


" ah, ibu tentu saja tidak, ibu pasti datang untuk panglima bukan?, Tania baru saja selesai membalut panglima!"


" oh apa kau terluka?, bagaimana apa kali ini sangat parah?"


Maya meneliti tubuh putranya.


" ibu ini hanya luka kecil, hentikan! " pinta Leon kesal.


" astaga kau galak sekali?, apa kau marah pada ibu karna mengganggu kalian berciuman?, nanti kau bisa melanjutkaanya lagi!" ujar Maya santai.


astaga ibu Panglima sungguh orang yang terbuka sekali.


dalam hati Tania


wajah Tania memerah karna malu.


" Menantuku, apa kau juga marah pada ibu?"


" Tentu tidak ibu, ibu hanya salah paham saja!"


" aduh, menantuku kau memang yang terbaik, kau harus sabar menghadapi putraku yang tidak berguna ini, dia sangat dingin dan tidak berperasaan, aku malah kasihan padamu jika kau benar-benar menjadi istri nya, tapi aku juga sangat menyukai mu, jadi tolong bersabarlah untuk putraku!"


Maya berbicara panjang Lebar tentang,putranya pada Tania,


paviliun Jendral Petter


" Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Jendral Petter pada Suzy yang sedang jongkok di depan gerbangnya


" Jendral aku minta maaf untuk yang tadi, yang menyebabkan Jendral dipukul oleh panglima! "


" Lupakan saja, kembalilah!"


sambil berjalan masuk.


" Terimakasih Jendral, tapi ijinkan Suzy menumpang di sini dulu, karna situasinya tidak baik jika Suzy kembali ke paviliun Panglima! "


apa dia juga melihat hal yang sama tadi ?


dalam hati Jendral


" Masuk, jangan di depan pintu!"


Suzy segera mengekor masuk ke dalam ...


" Jendral, apa pukulan Panglima sakit?"


tanya Suzy merasa bersalah.


" menurut mu?"


Suzy menatap wajah Jendral Petter ,terlihat pelipisnya berdarah.


" Panglima memukulmu terlalu keras, itu pasti sakit?"


" mmm, karna aku menyakiti wanitanya, itu memang pantas untuk ku di pukul!"


" tapi ini juga kesalahan Suzy karna terlalu panik!"


" kau selalu membuat kesalahan yang mengerikan, oh ya, kan temanmu sudah menemukan orangnya, itu berarti kalian sudah bisa pulang! "


" ah benar sekali, yea akhirnya aku bisa kembali, tapi aku akan ikut Tania, jika dia masih ingin di sini aku juga ikut!"


" sebaiknya kau pulang saja!"


Jendral Petter mengambil kotak p3k dan duduk untuk membersihkan lukanya.


Suzy merebut kotak p3k itu


"Biar Suzy yang lakukan,...!"


Jendral Petter diam saja , Suzy membantu Jendral Petter membersihkan luka di pelipisnya.


Apa dia tidak merasa perih?, kenapa wajahnya datar saja, seharusnya ini membuatnya merintih karna pasti terasa perih terkena Alcohol.

__ADS_1


dalam hati Suzy heran.


" Jendral kau tidak merasa perih?"


" Tidak terasa apapun!" jawab Jendral Petter datar.


" Wahh Jendral kau pria yang tangguh, jika itu aku pasti sudah menangis!"


" kau kira aku lemah seperti mu?"


" tentu tidak heheheh, sudah lukanya Sudah aku bersihkan!"


" Terimakasih! "


" tidak perlu sungkan Jendral! "


krucukkk krucukkkk


oh tidak, perutku memalukan sekali...


dalam hati Suzy malu.


Jendral Petter tersenyum, melihat ekspresi Suzy


" heheh, maaf Jendral !"


" kau belum makan?"


Suzy menunduk sambil menggeleng...


" tunggulah!" Jendral Petter masuk ke dapurnya.


Tak lama Jendral Petter pun keluar, membawakan beberapa kue keluar.


" aku tidak menyimpan makanan ringan tapi, ini adalah kue-kue buatan Ayahku!" meletakan di meja.


Suzy segera mengambil dan memakan kue yang di berikan Jendral Petter.


" Astaga ini enak sekali!" Suzy menghabiskannya dalam sekejab.


" pelan- pelan saja!, aku tidak akan merabutnya!"


" mmm, Ya habis Jendral kuenya sangat enak sekali, ayahmu hebat Jendral! "


" Ayahku membuka toko kue di seberang distrik militer ini!" ujar Jendral Petter memberitahu.


" waaa Jendral kau sedang mempromosikan toko ayahmu. nanti aku akan mampir saat pulang dari sini, andai saja saat ini juga aku bisa keluar aku akan kesana sekarang, aku masih lapar!"


" apa, kau masih lapar?"


" mmmmmm, aku belum makan siang tadi! "


" itu sisa kue terakhir, aku jarang menyimpan persediaan makanan!"


" Tidak apa-apa Jendral, aku bisa menahanya!"


Jendral Petter melihat ke arah jam tanganya.


Jendral Petter segera berdiri mengambil kunci mobil, dan mengambil jaketnya.


" pakai ini, dan ikut aku!" Jendral Petter melempar jaket ke Suzy.


tanpa ragu suzy memakai jaket yang super besar itu ditubuhnya, dan mengekor Jendral Petter yang masuk ke dalam mobil.


" apa Jendral mau mengantarku pulang sekarang?" tanya Suzy ragu.


" cepat masuk!"


mau tidak mau Suzy segera masuk ke dalam mobil.


" tutup kaca jendela nya!" pinta Jendral Petter yang segera melajukan mobilnya entah kemana itu, Suzy sedikit takut, pikirannya mulai kemana-mana.


" Jendral kita mau kemana?, maafkan Suzy karna sudah menghabiskan sisa kue terakhir mu!"


" apa yang kau pikirkan?, diam saja!"


Jendral Petter menghentikan mobilnya tepat di depan toko ayahnya.


" Turun!!"


Jendral mengajakku ke toko ayahnya?


dalam hati Suzy.

__ADS_1


" Selamat sore nona, apa anda ingin memesan kue?" pelayan yang ramah menyapa suzy di depan pintu.


" Berikan dia kue-kue yang paling enak!" sahut Jendral Petter.


" Ya Tuhan, Jendral Petter?, membawa wanita!"


pelayan itu segera berlari masuk dengan buru-buru.


"Tuuuan ,Tuuuaaaan, tuaaaaaannnnnn!" teriak pelayan itu heboh.


" Hei, apa yang kau lakukan, kau akan mengaggetkan pelanggan!"


" Tuuuaaaan, tuuuannn Jendral Petter datang!"


" astaga, biasanya dia juga datang kau tak seheboh ini?"


" Jendral membawa seorang wanita!"


" Apaaaaaaaa?, Apa dia benar anakku?" Ayah Jendral Petter segera berlari keluar terburu-buru.


" Anakku, kau datang!" menyambut dengan sangat baik dan elegan.


" apa kau ayahku?" tanya Jendral Petter merasa tidak biasa.


" Dasar Cacingan kecil, eh siapa ini apa kau kekasih putraku?" Ayah Jendral langsung merubah ekspresinya dengan lembut.


" sudah ayah, jangan banyak bertanya, dia sangat menyukai kuemu, berikan yang paling enak untuknya!"


" Diam kau, jangan memerintah ayahmu,aduh calon menantuku, ayo masuk dulu, kita tinggalkan cacingan kecil ini di luar!"


membawa masuk suzy yang terlihat bingung dan serba salah.


" Duduk anak manis, siapa namamu?"


" Suzy paman!"


" kenapa memanggilku paman?, namaku Anton panggil saja ayah Anton!"


" oh baik, paman, eh ayah Anton! "


". kau memang anak baik, beruntung sekali cacingan itu bisa mendapatkanmu!"


" ah, bukan begitu paman eh Ayah Anton! "


" Pasti kau terkejut ya, tenang saja , aku ini tidak seperti putraku, yang kaku seperti tiang listrik itu, apa sudah lama mengenal putraku?"


" Baru satu bulan Ayah!" jawab Suzy agak takut.


Akhirnya sekian lama purnama, putraku mendapatkan pencerahan mengenal seorang wanita, aku harus membuat mereka segera menikah.


" lalu kapan kalian akan menikah?" tanya Anton tiba-tiba.


" Apaaa?????"


Suzy terkejut


" Ayah apa yang kau lakukan, dia bukan kekasihku!, jangan menanyakan pertanyaan aneh lagi kepadanya!, aku mengajak nya ke sini untuk makan!"


Jendral Petter mengomel.


" Kau lihat, anak durhaka ini, dia pasti sudah menyukitkanmu, baiklah Suzy apa kau mau kue buatan ayah?"


" Mau ayah, mau ayah, Kue ayah sangat enak Suzy sangat suka!" dengan ekspresi imut.


" aduh, manisnya, kenapa dulu aku tidak memiliki anak perempuan saja, pasti sangat menggemaskan seperti mu, tidak seperti tiang listrik ini dari kecil sangat kaku dan tidak menyenangkan!" sambil mencubit gemas pipi Suzy.


Jendral, Ayahmu sangat baik, kenapa kau sangat kaku? dalam hati Suzy sedikit menertawakan.


" Robin, berikan Suzy kue terbaik kita!" perintah Anton pada pelayannya.


Tak lama Robin membawakan banyak kue untuk suzy.


" Nona, ini kue paling laris di toko kami, silahkan mencoba!" ujar Robin yang ikut girang melihat tuan mudanya alias Jendral Petter membawa wanita untuk pertama kalinya.


Suzy mengira ayah, Jendral sama kerasnya dengan Jendral, tapi justru kebalikannya,


sudahlah, yang penting aku bisa makan kue enak hari ini


dalam hati Suzy bodo amat .


Bersambung...


Author

__ADS_1


Like dan komen jangan lupa


__ADS_2