DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
103. Restu perwira


__ADS_3

" Ayah , mohon restui kami!" ujar Tania.


" Ayah merestui...ayah merestui...!" Sambil meneteskan air mata.


" Ayah... terimakasih!"


" Tidak perlu, ayah lah yang selama ini sangat kolot dan bodoh, tapi harus kau tahu itu semua Cinta ayah untuk putrinya, Bisakah kau memaafkan kebodohan ayahmu ini?"


" Hiks hiks... Iya ayah... Tania juga minta maaf karna slalu membangkang!"


" Iya putriku, Ayah hanya akan slalu mendoakan kebahagiaan mu !"


" Ayah... anak menantu memberi salam, dan terimakasih sudah merestui hubungan kami!"


" Hahahahah... aku terima salam mu nak...aku harap kau tidak akan mengecewakan putriku!"


" Saya berjanji akan membahagiakan putri anda Ayah mertua!"


" Bagus... ayo duduklah nak..., kita harus mengobrol banyak hari ini!"


" Oh iya Ayah, saya membawa oleh-oleh kecil untuk anda ...!"


" Kenapa repot sekali, terimakasih anak menantu, ...!"


" Tidak ayah mertua, Bawa masuk!!" perintah Panglima pada ajudannya.


" Astaga...apa kalian baru panen buah manggis?" Ayah tantan sangat terkejut.


" Ahahah tidak ayah, tadi Tantan mengatakan pada Panglima, jika ayah sangat suka buah manggis, siapa mengira panglima langsung membeli semuanya untuk ayah!"


" Bukan apa-apa sayang...maaf jika ini berlebihan ayah mertua!" panglima baru merasa dirinya konyol


"Hahahahah, Tidak apa-apa...oleh-oleh panglima ini saya suka, terimakasih anak menantu!, Bibi Chu siapkan makan siang yang banyak dan enak hari ini!" perintah Ayah Tantan.


" Baik Tuan!" Bibi Chu segera mengusap air matanya dan segera bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan siang.


sementara ketiga orang di ruang tamu itu mengobrolkan banyak hal...Panglima mencoba untuk menjadi lebih akrab lagi dengan mertuanya,


Ayah dan putrinya yang memiliki ke salah pahaman yang panjang pun kini, sedang membangun keharmonisan dan melepas rindu


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Ria tersenyum memandangi layar Ponselnya,


" Ria, Bibi melihat sedari tadi kau sangat bahagia melihat layar ponselmu!" ujar Maya


" Hehehe Bibi maaf, aku jadi lupa jika sedang membantu bibi merawat Saamy!" tersipu malu.


" Iya tak apa, melihat kau seperti ini Bibi ikut bahagia, lalu siapa kah orang yang mampu menakhlukan hati keponakan cantikku ini?" Maya penasaran.


"Hehehe, Bibi aku akan melihat Sammy dulu!" mengalihkan topik dengan cepat.

__ADS_1


" Aisss. Sammy masih tidur biarkan saja, sekarang bibi sangat penasaran denganmu, apa kau mau melihat bibi mu ini mati penasaran?"


" Ah bibi jangan bicara seperti itu, Baik lah Ria akan ceritakan!"


" Hmmm baiklah, jadi siapa dia cepat katakan,lalu kenal dimana?"


" Mmmm... dia bukan orang kita, dia tinggal di negara F, dia juga mengabdi pada negaranya, Ria juga tidak tahu bagaimana kami bisa sejauh ini, semua mengalir begitu saja bibi, dia akan datang melamar Ria minggu depan!" dengan penuh semangat.


" Apa???, kau juga akan segera menikah?, aduh...ponakan kecilku kau sudah menjadi besar rupanya...aduh jika kau menikah dengannya ,kau pasti ikut dengannya, aduh bibi pasti sangat kesepian!"


" Bibi, kan masih ada kakak ipar, bibi saja lebih menyayangi kakak ipar dari pada kak eon...!"


" Aihhh... ya karna kakak iparmu itu sangat menggemaskan, dia juga sangat lugu dan baik hati meski kadang-kadang bodoh... aduh aku sangat rindu padanya, tapi lihat putraku malah mengusir kami dari paviliunya !"


" Hahahahahah....kakak eon juga sudah menemukan wanita yang tepat ya Bibi, dari kecil dia sudah berhati dingin, tak disangka dia bisa menjadi matahari di depan kakak ipar, pesona kakak ipar sungguh luar biasa!"


" iya anak tidak tahu diri itu dari kecil juga tidak banyak bicara, sangat menyebalkan sekali, membuat bibi mu ini hampir mati muda karna dia tidak seperti anak-anak pada umum nya...itu ayah dan anak sama saja!" merasa kesal.


" Hahahahahah...iya ya...Ria ingat bibi mendandani kakak Eon seperti wanita dan kakak pun juga hanya pasrah saja!"


" Hahahhahaha kau , tidak tahu...tunggu aku akan memperlihatkan sesuatu padamu!"


Maya mengambil ponselnya dan melihatkan gambar panglima yang sudah bertransformasi menjadi cantik.


" Lihat ini!"


" Ini siapa bibi?"


" Pasti Bibi!"


" Mana ada, semenjak dia menjadi panglima berapa kali nyawa bibi diancam nya!"


" Ah?, coba lihat, buahahahahhahahahahah,ini benar-benar wanita dia sangat cantik buahahahah!" Ria tertawa sangat puas.


" Ini siapa lagi yang bisa membuatnya menurut seperti ini juga buka. kakak iparmu, huahahaha hahahahh" merasa puas.


"Astaga.... hahahahahahahaha!"


" itu kenapa bibi lebih menyayangi kakak iparmu, dia memang wanita yang menarik!"


" Hmmmm mata panglima sangat jeli ya bibi!"


" Ini memang takdirnya sayang...aduh... aku sudah tidak sabar untuk menimang cucu, aku mau cucu perempuan yang lucu seperti tania!"


berharap


" Bibi, tapi paman Huan kan sama keras nya dengan panglima!"


" Memang halangannya ada pada pamanmu itu!"


" Hmmm kita percayakan pada 2 orang itu saja bibi, mereka pasti dapat meluluhkan hati paman huan!"

__ADS_1


" Iya bibi juga mengharapkan hal sama Ria,...!"


" Bibi... kenapa bibi tidak memperbaiki hubungan bibi dengan paman lebih dulu?"


" Kita sudah berbeda pendapat itu membuatnya juga kesal pada bibi....!"


" Dulu saat bibi sependapat dengan paman,paman sangat memanjakan bibi!"


" Itu karna wanita sialan itu menghasut pamanmu kan?"


" Bibi Xian-Xian itu hanya orang lain, bibi coba saja perbaiki hubungan dengan paman Huan, mungkin itu akan membuat mudah hubungan antara kakak dan kakak ipar!"


" Hmmmm...sebenernya juga boleh tapi bibi yang memilih untuk pergi dari rumah itu ,jika bibi kembali dia pasti menertawakan bibi!"


" Bibi...jika paman tidak mengusir bibi,itu bukan masalah untuk bibi kembali!"


" Lalu apa alasan bibi kembali?"


" Bibi kembali kenapa harus menggunakan alasan?, gaya bibi kan super cuek dan tidak mau tahu....ya sudah seperti itu saja!"


" Ah... benar juga Ria, aku akan kembali ke kediaman Zang nanti setelah Sammy sembuh!"


" Semangat bibi...lagian bibi dan paman itu suami istri tidak baik hidup terpisah bukan?, Seberapa keras perbedaan diantara kalian,bibi harus tetap menjadi nyonya Zang !"


" Aduh benar juga ,Ria kau sungguh membuka mata bibi... aduh keponakanku!"


" Sama-sama bibi, dan paman juga bukan orang jahat, meski keras hatinya, tapi dia tidak pernah menyakiti siapa pun bukan?"


" Benar-benar kau benar... dia hanya karna perjanjian perjodohan bodoh itu menjadi seperti ini, dia juga tidak akan menyakiti Tantan kan, selama ini yang jahat itu kan wanita yang di eluh eluhkan itu...jika suatu saat dia menyadari keburukan Xian-Xian pasti dia tidak akan peduli untuk melanggar perjanjian perjodohan itu!"


" Benar bibi, Bibi adalah istri paman, Bibi harus seperti kakak ipar ,bisa mengendalikan Paman jangan mau kalah dengan rubah buruk rupa itu, uh.. kesal sekali aku!"


" Hmmmmm... oke lah lihat saja, Hujan Zang... jika kau lebih memilih rubah berbulu ayam itu aku pasti akan menghajarmu sampai mati!!!"


" Bibi jangan seperti itu juga bibi...!"


" Ah... iya iya aku akan memberikan. pelajaran berharga pada rubah bulu hidung itu, enak saja dia menghasut suami orang, anak kemarin sore sudah jahat begini !!!"


Haduh... kakak ipar dan bibi ini sama persis...


hanya saja bibi lebih kejam...


tapi bibi ini kenapa baru menyadari hal ini...


memang mertua menantu ini sangat berjodoh.


kakak Eon Ria hanya bisa membatu sampai di sini...


semoga kalian juga mendapatkan apa yang kalian perjuangkan selama ini,


dalam hati Ria.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2