
" Jendral Petter...kenapa bisa sangat lembut dan menurut begitu?, kau apakan dia?" Tania sangat terkejut dengan perubahan Jendral Petter.
" Kau akan ku beritahu nanti jika sudah menikah , heheheh!" jawab Suzy terkikik.
" Apa?... menyebalkan sekali... apa tidak bisa memberitahu sekarang?"
" Belum, nanti jika tidak tepat pada waktunya repot dong!, biarkan semua indah pada waktunya!"
" Aihhh, baiklah...sepertinya menikah itu mengasyikan kau tampak lebih segar dan menawan setelah menikah, sepertinya Jendral sangat mengistimewakanmu!"
" sungguh aku sangat menyesal!" ujar Suzy tiba-tiba
" Menyesal? apa Jendral menyiksa mu?"
"Aku menyesal karna baru menikah seharusnya , dulu aku cepat-cepat menikah hihihi"
"Ihhhh dasar kau ini mengagetkan saja, baiklah setelah panglima kembali aku akan menyuruhnya segera menikahku!"
" Harus... nanti kau akan tahu rasanya menjadi seorang istri yang bisa mengendalikan pria kaku - kaku ini!"
Hehehehehe...ini semua berkat ibu Panglima , jika tidak ada dorongan dari ibu panglima, mana mungkin aku bisa segera melihat sisi suamiku yang sangat lembut dan menggemaskan saat dia manja padaku...
dalam hati Suzy.
" Aiiiiyooo... kalian kenapa ?, membicarakan siapa?,wah istriku hari ini sepertinya tahu akan kedatangan tamu, jadi memasak banyak makanan!" Jendral menata makanan di meja
" aku hanya ingin makan banyak hari ini, aku juga tidak tahu jika akan seperti ini, jadi kebetulan sekali, ayo Tan tan kita sarapan yuk!"
"Wahhhh... Suzy kau sudah sangat pandai menangani dapur!, ini terlihat lezat!"
" Jangan di lihat ayo makan!"
" Baiklah aku tidak akan sungkan!"
" Ya, makan yang banyak, aku dengar dari Mei sammy masih belum pulih ya?, dan kau sendirian ya karna ibu Panglima dipulangkan panglima ke kediaman panglima di utara!"
" Iya... panglima ini sungguh tidak pandang bulu, ibunya juga dipulangkan begitu saja!"
" Hihihihi... itu sungguh membuatku tak habis pikir! Suzy terkikik.
" Iya aku juga seperti itu!"
" Ya sudah karna kau sendiri ,tinggallah bersama kami di sini!" Sambung Jendral Petter.
" Iyaa kau tinggal di sini saja bagaimana ?"
" Hehehe kalian kan pengantin baru, jadi aku tidak akan mengganggu kalian!"
" Ih Tantan jangan bicara seperti itu, suamiku tidak keberatan kok!"
" Iya, karna tinggal di sini bukankah lebih aman dari pada diluaran sana!"
" Heheh terimakasih, tapi aku ingin pulang ke rumah Ayahku, aku akan tinggal di sana sampai Panglima kembali,...!"
" Apa kau sudah baikan dengan paman Latif?"
" Sudah, ayah merestui hubunganku dengan panglima, dan ayah berubah menjadi ayah yang hangat, benar-benar membuatku slalu ingin pulang!"
__ADS_1
" Syukurlah, akhirnya hari ini tiba ,aku slalu berharap kau dengan paman Latif bisa berbaikan , Tania aku senang mendengarnya!"
" Iya terimakasih Suzy...benar seperti yang kau bilang ayahku tidak bermaksud buruk, karna dia sangat menyayangiku dan takut kehilangan ku!"
" Iya semua sudah berlalu, sekarang hadapi masa yang akan datang...!"
" Iya aku juga merasa senang Tantan, oh ya jika kau ingin pulang kami akan mengantarmu!" Sambung Jendral Petter.
" itu akan merepotkan Jendral...!"
" Apa yang merepotkan , kita adalah keluarga bukan sekarang, kau adalah teman terbaik istriku, jadi kau juga sama pentingnya untukku, jangan merasa seperti orang lain?"
" Ya Tantan, kami juga ingin mengunjungi ayahmu!"
" Baiklah...jika niat kalian seperti itu aku tidak akan menolak!"
" Bagus... kita selesai makan langsung cus ke kediaman perwira!"
...-------------------...
satu minggu kemudian...
Sammy sudah benar - benar membaik , kini saatnya Maya menjalankan misinya...
" Anton, kali ini aku yang merepotkanmu menjaga Sammy untuk sementara, aku belum bisa membawanya menghadapi pria keras kepala itu!"
"Tak apa, kau sudah menjaga putriku, sekarang biar aku menjaga putramu ini!"
" Sammy maafkan ibu ya, nanti saat ibu sudah memegang kendali lagi untuk rumah itu, ibu akan membawamu pulang bertemu dengan ayahmu!"
"Baik ibu...Sammy akan menunggu di sini, lagian di sini juga Sammy tidak sendiri!"
" Tenanglah bibi, Sammy aman di sini!"
" Ya bibi percaya itu...kalau begitu aku bisa pulang ke rumah dengan tenang!"
Maya pun bergegas menuju kediaman Zang...
Di kediaman Zang...
" Nyonya kembali?" sapa kepala pelayan Zang pada Maya.
" Apa aku tidak boleh pulang?"
" Bukan begitu nyonya, rumah ini terasa mati tanpa kehadiran nyonya, kami sangat senang jika nyonya akhirnya pulang!"
" Aku kira sudah ada nyonya baru di sini!" ujar Maya sinis.
" Nyonya, Tuan adalah orang yang setia, meski pun sangat keras kepala dia tetap mencintai nyonya seorang, bagaimana bisa nyonya bicara seperti itu?"
" Ya siapa tahu, karna semenjak aku pergi dia juga tidak pernah mencari ku!"
" oh kau masih ingat jalan pulang???" terdengar suara ketus yang tidak asing.
hiiiiii...Pria ini sungguh dingin sekali, bagaimana bisa aku dulu mau menikahinya, huhhh jika bukan demi kebahagian putraku, aku tidak ingin berbaikan denganya.
Maya menggerutu dalam hati.
__ADS_1
" Apa aku tidak di sambut,baiklah aku akan kembali ke kediaman putraku!"
" Nyonya, tuan tidak bermaksud seperti itu, nyonya batu tiba, pasti lelah, aku akan membersihkan kamar untuk nyonya beristirahat!"
segera melakukannya denga cepat.
" Kau ini sudah tidak muda lagi, kenapa harus keras kepala!" Ujar Huan Zang.
sebenarnya dia sangat senang dengan kehadiran istrinya yang sudah satu tahun meninggalkan kediaman Zang, namun gengsi nya terlalu tinggi untuk mengalah.
" Siapa yang keras kepala?"
" Hmmm... sudahlah kau istirahat saja di kamar pasti lelah!" Hujan Zang segera masuk ke ruang bacanya.
" Sikapnya masih saja keras...huuuuh... ya sudahlah aku yang harus melunak demi putraku!"
Maya segera masuk ke dalam kamarnya untuk memikirkan rencana yang akan ia ambil untuk menghadapi suaminya.
" Ah...kamarku... aku sangat merindukan kamar ini!" Maya menjatuhkan tubuhnya keranjang.
Aku harus melunak, agar dia juga jinak...
aku harus menurunkan. gengsiku...
aku harus berdandan cantik, untuk menggoda suami ku dulu...pokok nya fokus dulu untuk memperbaiki hubungan kita...
setelah membaik baru kita membahas tentang anak kita ...
Maya memanggil 3 orang kepercayaannya kembali ke kediaman Zang, dia hanya cocok dengan kerjaan 3 anak buahnya itu.
" Nyonya, aku tahu nyonya akan Kembali kemari lagi ,kami sudah menyiapkan yang terbaik untuk nyonya!"
" Baiklah, buatlah aku seperti 10 tahun yang lalu...hemmm!"
" tenang saja nyonya percaya ka pada kami ok?"
" Oke..."
ketiga orang itu mengambil pekerjaannya masing - masing, yang satu mengurus rambut Maya, yang satu mndadani dan yang satu lagi yang menyiapkan pakaian untuk maya, ketika nya bekerja dengan sangat baik dan tidak pernah mengecewakan maya sedikit pun.
6 jam kemudian...
" Nyonya lihatlah... nyonya seperti masih umur 25 tahunan hehehhe!"
" iya lah... itu kan nyonya kita!"
" Heheheh kalian memang luar biasa!" Kaya sangat puas dengan pekerjaan anak buahnya itu.
" Heheheh... nyonya Tuan besar kan sedang santai... nyonya ini adalah Teh terbaik di kota barat, bawakan ini pada tuan!" Salah satu anak buahnya memberikan segelas teh pada Maya.
" Aduh kau sangat mengerti niatku !"
" Heheheh, semoga sukses nyonya!"
" Iya aku akan berusaha!"
Maya pun bergegas membawa teh itu keruangan suaminya.
__ADS_1
Tok tok tok....
Bersambung.