DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
22 HUKUMAN


__ADS_3

Terlihat mikel sudah menggedor-gedor jendela kaca dari dalam


"Mikel, kau senang aku kembali ya!"ujar Tania membuka pintu.


"ooooug oooug"


"lihat persediaan makanmu terjamin di sini!, tenang saja!, aku tidak akan membiarkanmu kelaparan Mikel!, dimana Suzy?"tanya Tania celingukam.


Terlihat Suzy sudah mimpi indah.


"dasar kebo, molor aja muluk!" Gumam Tania.


"Mikel, kau tahu?, ternyata yang dikatakan panglima itu benar!, di sini banyak sekali yang namanya Leon!, tadi kakak penjaga tadi Leon Wang,tapi aku sangat merasa asing dengannya, mungkin bukan dia!, aku akan mencoba menemui satu persatu nama Leon di sini!" Ujar Tania duduk di lantai di samping Mikel.


Saat ini , panglima sedang apa?, dan dimana?, apa dia sudah makan?


Dalam hati Tania brrtanya-tanya.


"apa?, aku memikirkannya?, Tania-Tania kau jangan bodoh!, kau harus fokus pada si penyelamatmu saja!" Tania menepuk-nepuk wajahnya dengan ke dua tanganya.


"tapi dia sangat baik padaku!, aku juga tidak bisa tidak peduli padanya!"


Tania pusing memikirkan perasaannya yang sedang dilema.


"Sudahlah, aku tidur saja!, besok sudah mulai ikut latihan!" Tania segera berjalan ke kamar yang akan dia tinggali selama 3 bulan ke depan dengan Suzy.


"Kamar seorang panglima memang berbeda ya?, aku kira aku harus tidur di ranjang susun dengan yang lain, sebenarnya panglima ini orang seperti apa?" Gumam Tania yang sangat tidak mengerti tentang pribadi Leon yang sebenarnya.


Ke esokan harinya.


"ah, setengah 5!" Tania lompat dari kasur dan berlari ke kamar mandi, untuk segera mandi karna jam 5 harus sudah bergabung dengan yang lain.


sudah terdengar suara sirene yang mengisyaratkan bagi semua prajurit untuk segera menunaikan baktinya.


"Astaga, Suzy dia kira ini rumahnya?, masih tidak bangun!" Tania berlari mendekat ke Suzy untuk membangunkan,


"Suzy!, ayo kita akan di hukum jika terlambat!" ujar Tania sambil memakai sepatu.


"Tidak apa-apa!, biasanya dosen datang satu jam lebih terlambat!" jawab Suzy ngelantur.


"astaga, apa dia mau di disiplinkan Jendral petter?" Gumam Tania segera memperhatikan atribut yang di kenakannya.


"Huh, sudah lengkap!" Tania kembali membangunkan Suzy.


"Suzy, Jendral Petter di sini!"Ujar Tania berbohong.


"Apa?, jendral Petter?"


"Siap komandan, saya baru akan mandi!" Suzy langsung berdiri tegak dengan hormat.


Saat membuka matanya lebar, Suzy tak melihat Jendral Petter dihadapannya,


Suzy celingukan, Tania sudah menahan tawa.


"Mana Jendral ?" Tanya Suzy masih mencari.


"ahahhahahahhaha,ahhahahaha cepatlah mandi!"ujar Tania menyuruh.


"apa? Kau membohongiku?, males mau tidur lagi!"Suzy menjatuhkan tubuhnya ke ranjang,


Tok tok tok


"5 menit lagi kumpul!"teriak seseorang dari luar.


Suzy yang baru akan memejamkan mata terkejut, mendengar suara yang tak asing di telinga,


"apa?, itu Jendral Petter!"Suzy segera terbangun dan berlari ke kamar mandi.


"tidak usah mandi!, Cuci muka Saja!"ujar Suzy segera memakai seragam militernya, dan memakai sepatu dan atribut lengkap.


"huuuuuuuuuh" Suzy merasa lega karna tepat waktu..


Tania dan Suzy pun segera keluar.

__ADS_1


"Hormat Jendral, selamat pagi!" ujar Tania dan Suzy memberi hormat..


"hmmmm, ayo ikut!" ajak Jendral Petter pada keduanya.


"Jendral, bukankah kau mengirim anak buahmu?" tanya Tania heran kenapa Jendral Petter malah menghampiri mereka sendiri.


"Panglima Zang membutuhkan pasukan tambahan!, hari ini aku yang bertanggung jawab melatih selama satu bulan ke depan!"


Mati, mamah!, Suzy ingin pulang!, bagaimana bisa ada hal seperti ini?


Ini pasti akan menjadi kesialan selama sebulan.


Dalam hati Suzy.


"apa panglima, sedang kesulitan?"tanya Tania.


"Tidak ada sesuatu yang sulit untuknya!" Jawab Jendral Petter.


"Lalu pasukan tambahan itu untuk apa?"


"hanya untuk mengecoh saja!" jawab Jendral Petter.


"apa jendral yakin, jika panglima akan baik-baik saja?"


"Yakin!, dia panglima perang ! Sudah menjadi keahliannya!"


"oh berarti dia akan baik-baik saja?"


"Tidak selalu begitu!, dia terkadang pulang dengan luka parah juga pernah!"


"apa ada yang bisa melukainya?" tanya Tania seakan tak percaya.


"tak ada!, tapi dia slalu mengutamakan keselamatan anak buahnya!, tak jarang dia terluka untuk pasukannya!"


"Dia benar-benar pria sejati!" ujar Tania terkagum dengan cerita Jendral petter tentang panglima yang dia kenal mesum.


"Apa kau tak mengenalnya?" Jendral Petter bertanya.


"oh, tentu, dia panglima perang!" Jawab Tania yang tak mengerti maksud Petter.


Dalam hati Jendral Petter menertawakan.


"Kalian segera masuk barisan!, dan mengikuti latihan dengan benar!"perintah Jendral Petter.


Tania dan Suzy segera masuk ke dalam barisan.


Semua orang memperhatikanya, entah apa yang dipikirkan mereka tentang Tania dan Suzy.


Jendral Petter menjelaskan tahapan pendidikan militer


"Tahap pertama ini disebut Kawah Candradimuka, artinya, tahap penggodokan untuk masa peralihan dari sikap seorang sipil diubah menjadi sejatinya seorang militer. Pendidikan Militer digolongkan menjadi 2 yaitu:


Pendidikan Dasar Militer (Kawah Candradimuka)


Pendidikan Dasar Golongan.


Pendidikan di militer adalah penggemblengan fisik yang terukur, bertahap, dan berlanjut, jelasnya lagi. Tujuan dari penggemblengan fisik dalam pendidikan militer, lanjutnya, bertujuan untuk menciptakan sikap mental seorang prajurit yang tanggap, tanggon, dan trengginas. Tanggap berarti harus mampu tampil dan mahir pada tugasnya yang diimbangi dengan kemampuan dan intelegensi yang memadai. Tanggon berarti bermental dan bermoral tinggi serta ditugaskan di berbagai medan baik di laut maupun di pendirat. Sedangkan trengginas, berarti memiliki jasmani dan rohani yang prima sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan tangkas."


Astaga, membosankan sekali, Jendral Petter ini, berbicara apa aku sungguh tidak mengerti


Dalam hati, Suzy yang merasa sangat boring.


"Tania!" panggil Suzy lirih, Tania menoleh ke arah Suzy.


"mmmm"


"aku masih mengantuk, apakah kita bangun pagi hanya untuk mendengarkan ceramah pagi yang aku tidak mengerti?"tanya Suzy dengan nada pelan.


"sssssssttttt, sebaiknya kita tidak berulah dulu!, jangan menimbulkan masalah!" ujar Tania.


"mataku sudah tak kuat lagi!"


"Tahanlah!".

__ADS_1


"kita colut saja bagaimana?, Jendral tidak akan tahu jika kita colut, di sini ada ratusan orang kita cari lengahnya saja!" Suzy membisikan, bisikan Setan.


"Aku tidak bisa, kau harus terbiasa seperti ini!"


"Aku tidak bisa!"


"kalian!, di barisan ke 3 dari belakang , nomer 14 dan 15 dari Sisi kiri, keluar barisan!" teriak Jendral Petter


Semua orang memandang ke arah Tania dan Suzy


"Suzy, kau membuat masalah lagi!"Gumam Tania kesal


"oh, maaf-maaf!" Suzy menggaruk kepala dan menarik Tania keluar barisan.


Sial, panglima benar, sebaiknya aku tidak membawanya, tapi sudah terlanjur


Dalam hati Tania menyesal.


" push up 200x dan berguling-guling 100x di sana!!" Jendral Petter menunjuk sepanjang tempat yang berpasir untuk menghukum mereka berdua.


"mereka ini sepertinya biang keributan,baru hari pertama sudah dihukum!"


Gumam seseorang.


"Jendral Suzy minta maaf!, tidak akan mengulangi lagi!"ujar Suzy membungkuk meminta maaf,


" ini buka di sekolah, hanya dengan minta maaf maka kau bebas dari hukuman!"


"bisakah memberi kami maaf sekali saja?"


"300x push up dan 200 berguling! Jika masih bicara aku bisa membulatkannya!"


Astaga, Suzy, kau benar-benar berbakat!, dalam membuat orang sial.


Dalam hati Tania kesal,


"Tania maaf, membuatmu ikut dihukum!, aku sudah memohon malah jadi begini!"


"sudah Suzy, sebaikanya kita kerjakan hukuman kita!"


"itu pasti sakit, nanti tangan dan tubuhku pasti akan luka-luka!"


"mau bagaimana lagi?, ini sudah resiko!, mengikuti pendidikam militer!"


Tania segera melakukan push up, dia sudah pernah ikut pendidikan militer diluar negeri, jadi merasa hal biasa untuknya.


"1, 2,3, 4 ,5,6,7,......" Tania push up sambil berhitung,


"kenapa kau diam saja!, kau akan dihukum lebih berat!, jika tidak kau kerjakan sekarang!" ujar Tania,


"ah baik-baik!, tapi aku tidak bisa push up!"


"ikuti saja aku!"


Suzy segera mengikuti gerakan Tania, namun dia sangat kesulitan mengangkat badannya.


"aouuuchm aku tidak bisa!, igghhh uuuugghn, aaag!,,Tania ini aku sudah lelah!"


"jangan banyak bicara lakukan saja!"


2 jam kemudian,


"300, aku selesai push up!"teriak Tania girang.


"Tantan, aku sudah tidak kuat lagi, tanganku rasanya sudah mau copot,huhuhu!" Suzy merengek.


"semangat, aku berguling dulu, nanti aku akan membantumu menghitung!".


Tania berguling-guling sebanyak 200x dengan sigap, ini hal kecil untuknya, karna Tania sudah dilatih secara khusus oleh Julio, saat diluar negeri.


Author


Like dan komen jangan lupa

__ADS_1


😇😇😇😇


__ADS_2