
Keesokan harinya, mereka mengajak Tania ke tempat latihan milik Jimmie.
" wooooo..diluar seperti Rumah mewah dalamnya kenapa hutan?" Tantan sangat heran.
" Hutan kecil ini hanya untuk latihan pemula, kemudian di garda dua itu Jalan tembus, lalu kita memasuki tahap akhir itu pemukiman namun semua adalah orang kami!"
" Dasyatttt!!!, ini seperti berlatih dalam pertempuran sesungguhnya!" Tania sangat bersemangat, ya karna ini adalah impiannya, bermain dengan senjata .
" Sekarang, memilih beberapa senjata yang cocok untukmu terlebih dahulu!"Dex dan Jack mengajak ke ruang senjata.
Dex dan Jack memilihkan beberapa senjata yang menurut mereka sangat cock untuk Tantan.
" Pistol ini, ambil!"
" Belati ini juga ambil!"
" peledak ini juga!"
" hmmmm...tapi apa kau berencana membuatnya bertarung dengan jarak dekat???" ujar Jack bertanya.
" Dia mana mampu memikul senjata berat!, senjata aman seoarang wanita itu kelemahan dan strategi!"
" Ya, panglima hanya mengajarkanku banyan strategi dan latihan ketahanan fisik!"
sahut Tantan.
" Baiklah, kita langsung terjun kelapangan!"
" Apa???" Tania dan Jack terkejut.
"kenapa?, teori pasti dia sudah menguasai!, tinggal praktek!, kau jangan menganggap ini latihan namun sungguhan, aku akan memberikan contoh sekali, setelah itu kita bertarung!, aku tidak akan memberi kendor!, jangan ragu melukaiku, Karna aku juga tidak akan ragu, jika kau lengah nyawamu melayang!"
" Dex, tidak bisa seperti itu, dia pemula!, kita sama saja menindasnya!" Jack sangat khawatir.
" Ini keinginannya, aku hanya menyetujui, jika tidak sanggup mundur belum terlambat!" ujar Dex ketus
" Ya benar tan..."
" Maju!!!" jawab Tantan tanpa keraguan.
" kau lihat ini, jika musuh menangkapmu dari belakanng kau harus tenang, namun Mata tetap fokus pada pergerakan musuh, jika musuh hendak memukul bagian belakang,kau harus menyikunya dengan siku kanan tepat pada bagian ulu hati!"
" Harus dengan siku kanan?"
" Normalnya begitu karna musuh biasa menggunakan tangan Kiri untuk mempertahankan sesuatu dan melakukan banyak hal dengan tangan kanan!"
" Oh, baik!"
" Jika musuh melawan di depan Mata, blablabla....!" Dex dengan Jack mempraktikan cara menangkis,menyerang dan formasi pertahan pada Tania.
"apa sudah mengerti?" Dex bertanya pada Tantan.
" Hmm mm!" mengangguk Dengan penuh keyakinan.
" Okey, masuklah!, ingatlah untuk pandai melihat situasi!, kau tidak boleh memberi kan nyawamu dengan mudah"
"Baik!"
" Masuklah hutan kecil lebih dulu!, bila kau bisa ke Garda 2 tanpa luka , maka lolos pada tahap pemula!"
" 1 Luka , maka kamu gagal!"
" what??" Tantan terkejut
" Kenapa? tidak berani?"
__ADS_1
" Siapa takut aku masuk dulu!" Tantan berjalan lebih dulu.
" Tantan, meski hutan ini kecil,hewan buasnya juga banyak!"
" Tidak takut!" tetap berjalan memasuki hutan.
" Dex, kenapa kau memprovokasinya?"
" Siapa? aku mengatakan itu agar dia tidak terluka!"
" Aihhh, apa kau akan benar - benar keras padanya?"
" Ya, jika dia mudah terluka maka tidak layak berdampingan dengan Panglima!"
" Tapi!"
" Aku tidak akan membunuhnya tapi bukan berarti aku tidak melukainya!!!, jika dia terluka aku tidak mau menganggapnya adik lagi, hanya banyak omong kosong untuk apa?"
" Sial, iblismu sudah mulai muncul!"
"jangan cerewet, kau hanya perlu memastikan dia tidak mati, ingat kau hanya bisa menjaga dari jarak jauh!" Dex pun menyusul memasuki Hutan.
" Oh GOD, kenapa harus seperti ini!"
Jack sangat khawatir karna Dex tidak akan main - main jika sudah memegang senjata.
Tantan mulai memasuki hutan,
" Okey, aku tidak akan kalah!, aku bisa melewati hutan ini Tanpa terluka!" Tantan meyakinkan dirinya sepenuh hati.
Dia, harus kuat untuk menjadi wanita panglima, jika dia lemah, maka dia akan menjadi kelemahan Panglima, jika dia kuat dia tidak akan menjadi ancaman besar untuk Panglima.
" Tantan, kau pasti bisa!!"
Tantan mulai memasuki hutan dalam, dia slalu waspada dengan langkah kakinya.
" Sssssssssssssshhhhhhh Clap"
Tantan berhasil menghindari sebuah pisau kecil terbang.
" aaiiiiish, hampir mengenai kepalaku!" Tantan bersembunyi dibalik pohon.
"Aihhh, benar - benar mau membunuhku kah?, aissss abang sungguh tidak memberi toleransi!"
Tania mencoba menenangkan diri,
Okey, saat ini musuh berada dibelakangku kan jika melihat arah pisau itu datang, Mari tetap tenang kita coba dengan umpan.
Tania membuka tasnya perlahan, mengambil beberapa peluru, Tania melempar peluru itu ke sisi kanannya
"slaaaapppp!" lemparan pisau yang sangat kilat.
Tantan melempar ke sisi kiri...
" Slaaaaapppp!"
" lemparan pisaunya lebih lambat 7 detik dari arah kanan"
heeeeeeiiiii tunggu arah pisau itu dari , dari arah Sama,Dari arah kanan, siiiialllll...aku dari tadi sudah ketauan, okok tenang -tenang...ayo berpikirlah, lawanku bukan preman kampung dia pembunuh profesional, Jika aku mati sekarang, itu tidak epic,...
tenang...kita lihat dulu dari pisau itu tertancap, kira - kira abang seberapa dekat dariku?
dari pisau satu ke pisau lain berjarak, 7 langkah kira - kiranya, dengan kecepatan pisaunya datang sekitar 10 detik sampai 20 detik jadi???
dia tidak lebih dari 30 langkah , Ciiik...aku akan mati di sini...
__ADS_1
Tantan memejamkan matanya, pasrah...
Eh...tunggu, kelemahan dan strategi...
Tantan membuka matanya kembali,
**Rupanya, abang masih memberi sedikit celah karna dia meremehkan aku...
baik, ini jauh lebih menyenangkan dari yang ku bayangkan, bayangkan saja aku adalah pemeran utama dalam sebuah misi bertahan hidup, ...
sekarang, aku akan maju satu langkah, jika dia menyerang jarak jauh aku harus melempar peledak ini , tunggu jadi ke mana aku harus berlari, ke Sana atau kesana atau....tunggu dia sangat cepat dalam melempar senjata, jadi kecepatan berlariku mungkin kalah cepat, aiiish aku harus bagaimana**?
" Jika kau merasa sulit menentukan pilihan berlari, maka kau harus memilih arah yang sama dengan hembusan angin!"
Tania teringat, ucapan panglima...
" apa itu membantu?, bukankah itu akan mempercepat kecepatan senjatanya?, dan masalahnya dia berada di sampingku!"
"bukan begitu, aku mengerti maksud Panglima,
aku harus menunggu angin berhembus berlawanan dengan Abang,ah...apa aku akan mati?"
Tania terlihat sangat putus asa...wajahnya sangat sedih, dia mengikuti arah hembusan angin, dan berjalan maju ke arah Dex.
" Apa dia sudah menyerah?, huftt...sepertinya aku terlalu menganggapnya terlalu berlebihan selama ini!" Gumam Dex.
Di sisi Lain...
" Aihhh...Tantan menyerah di awal, ...sudahlah bagaimana pun dia hanya seorang wanita!" Jack juga sedikit kecewa.
" Boommmmmmmmmmmmmm!"
suara ledakan terdengar.
" Abang jangan meremehkan musuh!"
" Slaaapppp!"
Ujar Tania, sambil melempar belati ke arah, Dex, dan berlari sekencang - kencangnya.
Dex segera menghindar ,bibirnya tersenyum puas,...
Jack segera berlari menghampiri Dex,
" Hei...kau terluka!" ujar Jack setengah tertawa.
" Jack, sekarang aku mengerti ,ini alasan Panglima tidak melatihnya dengan sungguh - sungguh, anak ini diluar dugaan, aku terkecoh Dengan ekspresi wajahnya!"
" Sama aku juga baru saja meremehkan Tantan, mengajari strategi sudah sangat cukup untuknya!, dia genius!"
" Benar, panglima hanya mengajarinya ketahanan fisik dan strategi, karna sudah tahu anak ini luar biasa!"
" Dan sepertinya, Tantan masuk dalam rencana Panglima!"
" Dia apakah banyak melihat film action?, kau lihat gayanya membuka dan melempar granat kecil itu, lalu mengatakan, abang jangan meremehkan musuh!, dan tanpa ragu melempar belati ke arahku!, dia tidak ragu melukaiku!" ujar Dex gemas.
" Hahahahh, ya aku baru saja melihat film action secara Live!, kau tidak ada apa - apanya dengan seorang pemula!, huhhh dia memang adikku!" Jack segera menyusul ke arah Tantan berlari .
" Apa????, aku seorang pembunuh profesional, dibandingkan dengan seorang pemula????, aku tidak terima!!!" Dex pun segera menyusul mereka.
setelah berjam - jam menyusuri hutan, dengan berbagai rintangan dan halangan, tania sudah keluar dari hutan, tanpa terluka.
Aihhh...ini memasuki tahap 2 kan???
aku tidak boleh lengah, ini pasti lebih sulit, karna hutan tadi hanya permulaan...
__ADS_1
dalam hati Tantan.