
Di wilayah Utara.
Jendral Petter sedang serius memahami situasi kekacauan yang semakin merajalela,
untuk membuat strategi penanganan untuk menekan kekacauan yang ada.
" Ploooookkkkkkk!"
" Auhhhhhh...sialan!" Jendral Petter melihat sekelilingnya
" Siapa yang berani melemparku dengan batu ini?, akan ku patahakan tulangmu sampai remuk!"
" Jendral, ada apa?"
Petter melihat anak buahnya yang bertanya,
Mana mungkin, mereka berani bercanda denganku seperti ini?
dalam hati sang Jendral.
" ada yang melemparku dengan batu!, dan kalian tidak tahu?, apa kalian berjaga dengan benar?"
" Oh?, kami sudah sangat ketat menjaga tempat ini Jendral, tempat ini sangat aman, untuk markas kita!"
" Benar juga, coba...kau jaga di sini!"
menunjuk arah di mana batu itu berasal.
" Kita biasanya pergerakan sedikit saja pasti tahu, bagaimana bisa ada yang melempar batu kita tidak tahu?"
" Apa jangan - jangan hantu?'
" Sssst...pelankan suaramu, nanti Jendral dengar!"
" Oh...akan Ku pelankan!, apa mungkin monyet?"
" Mana mungkin,...kita fokus berjaga Saja!!"
"mm mm...baik!"
Jendral Petter masih fokus menyusun rencananya.
namun sang Jendral sangat terkejut dengan Sosok Hitam yang berdiri di depannya .
Jendral, segera menodongkan senjatanya, Tanpa dan mengambil jarak kilat.
" Siapa kau??!" semua anak buah Jendral segera mengepung, sosok hitam itu.
" Aihhh...Jendral letakan pistolmu!"
Sambil membuka masker hitam yang dipakainya.
" Jimmie!?, kalian bisa turunkan senjata dan kembali pada formasi kalian!" Pinta Jendral pada prajuritnya.
Seketika prajurit itu kembali ke posisi semula.
Jendral Petter, dengan kilat mengambil batu dan melempar tepat di kepala Jimmie.
" Plokkk!!"
"ah sial...!" Jimmie memegangi kepalanya kesakitan.
" Bercandamu masih tidak jelas!" ujar Petter ketus.
" Aduh Jendral, ku dengar kau sudah menikah?, wanita seperti apa yang merelakan hidupnya bersama pria kaku sepertimu?"
" Jika kau lebih baik dariku pasti kau sudah menikah, tapi kenyataannya???"
" Brengsek!!, perkataanmu slalu tidak enak didengar!, kau dan Leon benar - benar memiliki wanita aku masih tak percaya!"
" Bodo amat, kau bisa kembali ke sini pasti panglima meminta bantuanmu!"
" Wduh, kalian memiliki feeling yang kuat, ya benar di sini aku akan membantumu!"
__ADS_1
" Jangan memeras panglima, jika kau melakukannya, lihat saja nanti!"
" Jendral, jika aku tidak boleh meminta bayaran panglima, lalu aku harus meminta siapa?"
" Minta padaku, aku akan membayarnya!, berapa?'
" Boleh, boleh, tapi bayaranku sangat mahal!"
" Ya berapa, mahal itu pasti ada nominalnya kan?"
" Baik karna mengingat pertemanan kita aku akan memberi diskon 70%, jadi Jendral bisa membayarku 500juta saja!"
" Luar biasa, sekalian kau hargai nyawamu, akan ku bayar sekarang juga!, sialan diskon 70% dari mana?"
" Eiiiiitssss...kau tahu aku kebetulan mendapat tugas membunuh orang dengan bayaran 2,4 M!, dia membayar uang muka 800juta cash padaku, dan itu tugas sangat mudah!, ini tugas berat, aku hanya meminta bayaran kecil padamu!'
" Ya, kurasa dia orang bodoh membayar sebanyak itu!"
" Jendral kau tahu siapa yang akan ku bunuh?"
" Siapa?, memang aku peduli?"
" Sungguh, dia wanitanya panglima!"
" Brooook!!!"
Jendral memukul wajah Jimmie yang masih terluka.
" Kau brengsek!!!"
" Heiiii tunggu, tenanglah...aku tidak membunuhnya!, kau kira aku gila??"
" Siapa yang tahu, kau sangat mata Duitan!"
" Heeeeee....Tapi aku juga tidak akan mencelakai temanku sendiri!, ya, aku juga terkejut anak pejabat tinggi itu berniat membunuh orang !"
"baguslah, jika kau berpikir begitu, Tania bukan hanya wanitanya panglima, dia sudah seperti adikku sendiri, dan dia adalah sahabat istriku!"
" Wowwwwww...memang wanita itu luar biasa !, lalu bagaimana dengan kesepakatan kita?"
" Aduh, baik aku juga akan mencatatnya di ponselku, untuk mengingatkanku, bahwa kau berhutang 500juta padaku!"
" Haduh tanganku gatal Ingin memukul orang lagi!"
" Santai santai...tenangkan dirimu Jendral!'
" Baiklah, langsung bantu aku untuk mencari titik titik kelemahan musuh!, aku sudah membayarmu mahal, aku akan bersantai di sini menunggu info lengkap untuk membuat strategi, setelah itu kau bisa melaporkan pada panglima!"
" Sial, seharusnya aku memerasmu lebih banyak dari ini!"
" Sudah, kau harus cepat bergerak!, aku ingin segera menyelesaikannya dan segera I ng in pulang!"
" SIAL, tidak usah berlagak pamer...mentang -mentang sudah menikah!"
" Ku harap kau juga segera menikah!'
" Aku masih belum bisa move on dari Ria!'
" Kenapa hidupmu slalu mencari masalah, kau kan pasti sudah tahu jika dia akan menikah!"
" Tahu, memangnya hanya panglima saja yang bisa menunggu?, aku juga bisa menunggu!"
" Jimmie, jangan menyia-nyiakan hidupmu!, kau juga tidak jelek, dan juga tidak miskin!, tidak akan ada wanita yang akan menolakmu!"
" Ria menolakku berkali-kali!"
" Ya, itu dia berarti gadis yang pintar!"
" Brengsek, ...menyebalkan sekali mulutmu!!"
" Sudahlah, lupakan Ria biarkan dia bahagia dengan laki-laki pilihannya!"
" Kenapa harus orang luar?, memangnya orang lokal tidak berkualitas apa?"
__ADS_1
" Ciiiikkkk, kau bodoh sangat keterlaluan ya?, memangnya kalau sudah jodoh siapa yang bisa menghalangi?"
" Nah itu aku suka, kau harus mengingat kata-kata ini, jika sudah jodoh siapa yang bisa menghalangi?"
" Apa Maksudmu?"
" Tak apa!, hanya saja aku tidak akan melupakan nya!"
" Keras kepalamu, lebih besar dari panglima!, tapi juga terserahmu!, kau yang menjalaninya!'
" hmm, benar kau harus berkata seperti itu!_ kalau begitu aku akan pergi sekarang juga!"
" Ya, aku menunggu hasil pekerjaanmu dengan buru-buru ya!'
" Tenanglah, 3hari lagi aku kembali!"
"Oke!"
Jimmie pun pergi dengan kilat, Jimmie memang termasuk orang genius, dia sangat unggul dalam beberapa hal.
Anak itu, jika masih bertahan dalam kemiliteran, bisa menggeser posisi Panglima dalam hitungan hari.
dalam hati Jendral petter.
Jendral Petter sangat terbantu dengan adanya Jimmie,...
sudah pasti semua akan cepat terselesaikan,
karna Jimmie bisa menjadi siapa pun dan berada di mana pun,sesuai kemauan dirinya.
" Panglima, mencari orang yang tepat, sebenarnya juga bisa meminta bantuan inteligen, namun itu pasti dalam pengawasan juga!, Karna ini pasti juga melibatkan mereka!, astaga memalukam sekali jika bagian dari kami ikut terseret dalam kasus ini!, uang itu sangat menakutkan!"
Jendral bergumam kecil...
(dan ngomong - ngomong masalah uang yang menakutkan, memang benar uang sangat menakutkan sampai Sang Jendral pun tertipu Oleh temannya sendiri, padahal Jimmie sudah memeras habis uang Panglima dan dia masij mendapat uang tambahan dari sang Jendral.)
...----------------...
Apa?, pembunuh itu malah mati?"
" Benar Nona, 3 orang itu tertangkap oleh ayah Nona Tania!"
" Oh Sial, aku kehilangan 800juta begitu saja!"
" Tapi, nona...bukankah jika mereka mati,berarti anda selamat!"
" Benar juga, 800juta bukan masalah dibandingkan aku harus ikut terseret!"
" Ya nona!"
" Baiklah, apakah kalian sudah memastikan jika mereka benar-benar mati atau kabur?"
" Kami sudah memastikannya nona!"
" Baik, aku percaya pada kalian!, sementara biarkan dia menikmati sisa hidupnya dulu!"
" Ya benar, karna dengan kejadian ini, target pasti akan sangat waspada!"
" Oke, kau sungguh mengerti membaca situasi!, aku akan mengandalkanmu mulai sekarang!"
" suatu kehormatan bagi saya Nona!"
" Selanjutnya kau bisa memberi tahu idemu untuk melenyapkan wanita ****** itu!"
" Saya akan pikirkan cara yang terbaik Nona!"
" ingatlah, untuk memikirkan cara yang paling kejam!"
"Baik!"
**Bagaimana ada monster secantik ini..
dalam hati anak buah Xian-xian.
__ADS_1
Bersambung**...