
" Panglima kau masih dapat makan!" ujar seorang sipir membawa makanan untuk Panglima.
" Zero, apa urusan sudah selesai?"
" Oh panglima kenapa kau bisa tahu ini aku tanpa melihat?" ujar Zero.
" Siapa yang tidak kenal suaramu?"
"heheheh,Orang yang membuat senjata Biologis sudah ditangan kami Panglima!"
" Lalu pasukanku? dan Jendral?"
" Aman, mereka mau bekerja sama dengan baik, dan Doney juga membantu kita dengan hasil yang sudah di rekayasa!"
" Apakah istriku sudah bisa menebak maksudku?"
" Ya, sesuai rencana, istri Panglima sangat sigap dengan itu!"
" setelah semua menyebar, orang - orang yang terlibat akan,mencoba memindahkan uang mereka, saat itulah...minta Dex untuk beraksi!"
" Lalu bukti aslinya?"
" Ada di ayah mertuaku, setelah Dex melakukan aksinya, baru di publikasikan beserta bukti asli itu...jangan ke tangan polisi, langsung saja di sebar luaskan, kau buatlah rekaman pada pembuat senjata Biologis itu untuk mengakui dan memberitahu orang yang mengutusnya!"
" Lalu??"
" Istriku akan menangani sisanya!"
" Baik panglima!"
" Makanannya tidak buruk, kau bisa memberitahu Jendral ini cukup bisa di makan!"
Zero segera mencari ruangan Jenderal Petter,
" Saatnya makan Jendral,semua baik - baik saja anda hanya perlu memakan umpannya!"
ujar Zero meletakan makanan dan pergi.
Setelah beberapa saat Zero pergi, datanglah seorang petugas, kemudian dia membawa Jendral ke tempat introgasi tertutup.
" Apa kabar anda baik Jenderal??"
" Jika matamu sangat baik pasti melihatku juga baik!"
" Hahahaha, orang yang sudah akan kehilangan jabatannya kenapa masih sangat belagu!'
" Oh ya??, sepertinya memang sudah masanya aku untuk istirahat!"
" Hahahah, Jendral...aku bisa membantumu untuk tetap mempertahankan posisimu sekarang, apa kau sangat tidak ingin mencobanya?"
" Oh , bagaimana itu?"
" Banyak sekali orang ingin menjatuhkan Panglima, dan jika hanya di copot saja dari jabatan itu terlalu ringan, kami bisa membantumu terlepas dari hukuman, ayo kerja sama agar panglima dieksekusi!"
Orang - orang busuk ini sungguh tidak tahu sedang berurusan dengan siapa?.
ingin rasanya aku meludahi mereka.
" Kalian para penghianat bagaimana bisa aku percaya dengan mudah, bisa saja setelah Panglima dieksekusi, selanjutnya bisa daja diriku!'
__ADS_1
" Jenderal, istrimu sedang mengandung bukan?"
" Kenapa kalian hanya bisa melibatkan wanita lemah untuk mengancamku?"
" Bagaimana lagi??, kami tidak bisa berurusan dengan istri Panglima langsung!"
" Apa kau yakin istriku juga mudah kau ganggu?'
" Hahahahahah, tentu saja kami tahu mereka di mana sekarang, mereka berkumpul menjadi satu kan di suatu kediaman?"
" Cukup beritahu apa yang harus aku lakukan untukmu!"
" Kita buat tuduhan yang sangat kejam untuk Panglima, dan kau hanya perlu menjadi saksinya atas kekejaman panglima!"
" apa rencanamu?"
" Ya,kau hanya perlu mengatakan ini semua adalah rencana Panglima untuk memusnahkan pasukannya, makannya dia tidak ada ditempat saat kejadian, dan anak buahnya yang selamat yang meminta bantuan untuk mengirimkan pasukan namun sebenarnya panglima juga ingin memusnahkan semua pasukan terkuat di negara kita, dalang pemberontak adalah Panglima sendiri yang selama ini sudah banyak mencari kambing hitam untuk menyelamatkan diri dari tuduhan!'
" Oh kalian sangat kejam!" ujar Jenderal tak habis pikir.
" Bagaimana, aku akan membantu meringankan hukuman dan kau akan tetap dengan gelar Jenderal Pettermu!"
" Boleh, tapi tunjukan aku siapa orang yang berada tepat di belakangmu!"
" Itu tidak bisa jendral, jangan menganggap kami bodoh!"
" Kalau begitu kita tidak ada kesepakatan, hahahah, jika kami mati kau juga!"
" Tutup mulutmu, siapa bilang begitu!"
" Hahahahah, kau kira mereka akan menyisakan orang- orang seperti kalian, kalian akan menjadi bom waktu untuk mereka, setelah panglima di eksekusi, aku juga akan di eksekusi, dan setelah itu dengan mudahnya mereka akan membunuh sampah - sampah, seperti kalian, yang tersisa ya hanya orang - orang bengis dan kejam itu mereka akan berkuasa, dan saat itu keluarga mu juga akan habis menderita!"
mendengar perkataan dari Jendral Petter, orang itu terkejut.
" Diam, diamlah jangan banyak bicara!"
" Negara' kita akan hancur, lalu apakah kau selama ini mati- matian masuk dalam militer hanya untuk menghianati tempat kelahiranmu, tempat bermainmu, dan tempat bernaungnya anak cucumu kelak, bagaimana bisa kau menjual tanah kita hanya dengan uang yang sedikit dan bau itu??"
" Apa kau bercanda?"
" tidak, katakan padaku, siapa orang di belakangmu, aku akan melakukan semua yang kau minta!"
" apa?"
" Kau baru naik jabatan bukan?, kau hanya dari prajurit kecil yang di tunjuk dan mendapatkan fasilitas terbaik!"
" Bagaimana kau tahu?"
" Ingatlah itu akan di minta kembali, kau hanya di pinjami saja!"
" aku...aku...tidak bisa mengatakan padamu, mereka juga membawa keluarga ku dan menghidupi keluarga ku dengan baik!"
" Mereka sedang mengambil langkah baik, untuk mengancammu saat kau tidak melakukan tugasmu dengan baik!"
" Maksudmu, keluarga ku dibawah kendali mereka?"
" Hahahha, bukankah begitu...?, aku yakin kau tidak tahu persis istriku di mana buka ?"
" Siapa bilang...!"
__ADS_1
" Di mana?"
" Itu itu pasti di paviliun Panglima!'
" Hahahahah, hei kau anak kemarin sore, kau sudah masuk dalam lubang buaya, kau tidak akan bisa selamat, dan juga keluarga mu!"
" Bukankah yang akan kehilangan segalanya adalah kau dan Panglima, kami masih ada rencana lain,jadi Jendral tunggu saja!"
" Baik - baik, nikmati lah hidupmu yang sangat nyaman itu brother!"
" Kau, itu seharusnya yang aku katakan padamu!"
" Oh, ya...mari kita lihat siapa yang akan tertawa sampai akhir!"
" Baiklah...lihat saja nanti!"
pergi dengan sangat kesal, dan was - was.
Oh ya bukankah Panglima memintaku memakan umpannya, aduh sialan aku terbawa emosi, aih...aku harus melaporkan pada Panglima.
Jenderal Petter pun di kembalikan ke ruangannya.
" Kau, bisa kau ambil wadah makan ini!" pinta Jendral pada petugas bagian jaga.
" Bisakah, kau ke tempat Panglima?"
" Untuk apa Jendral?"
" Katakan pada Panglima makanannya basi aku tidak selera memakanya!" ujar Jenderal Petter.
" Apa hanya itu??"
" Ya tentu saja, jika aku bebas aku akan memberi kabar baik padamu karena mau menyampaikan hal ini pada Panglima!"
" Jendral, aku berada di pihakmu, jadi jika ada yang perlu anda sampaikan saya akan merahasiakan nya!"
" Oh ya, hanya itu saja...kau tidak perlu terlibat! , terimakasih "
Petugas itu pun segera menuju tempat panglima dan menyampaikan apa yang di minta oleh Jenderal Petter.
Namun Panglima hanya tersenyum,
" Panglima apa ada yang ingin kau sampaikan kembali pada Jendral?"
" Oh katakan saja terimakasih!"
" Hanya itu?"
" Ya...!" petugas itu pun segera kembali kepada jendral dan menyampaikan sesuai pesan Panglima.
" Jenderal, kenapa kalian itu malah membahas makanan?, bukankah nyawa kalian terancam?"
" Hehehe... kembali lah pada tempatmu supaya kau selamat!"
" oh ya siapa namamu?"
" Bimo...!"
" Oke... kembalilah!"
__ADS_1
petugas itu kembali dengan penuh tanda tanya.
bersambung....