
" Panglima, kami sudah mengidentifikasi..jasad itu...dia bukan warga negara kita"
" tidak masalah hanya tikus curut saja...kalian bisa pergi"
" Panglima, apa masih ada yang ingin memberontak??, atau masih belum bersih membereskan??"
" Itu hanya tetangga sebelah, yang sudah tidak memiliki dukungan dari mana pun..."
" mereka masih bersikeras,tidak meminta bantuan dari kita...apa mereka bisa mengatasinya sendiri??'
" biarkan saja, itu bukan urusan kita..."
" baiklah kalau begitu aku pulang dulu, besok adalah pernikahan Jimmie...apa kau di undang??"
" dia mengundang istriku, di undangannya hanya ada nama istriku saja"
" hahhaaha Jimmie sangat pendendam"
" aku akan menyembunyikan mempelai wanitanya, berani-beraninya tidak mengaggapku"
" hahahahah itulah Jimmie...oke sampai jumpa besok..."
Petter pun segera kembali, Panglima pun juga kembali karena berjanji mengajak Tantan ke pemakaman Yesa.
setelah kembali, Panglima segera membawa Tantan menuju pemakaman .
" Yesa...maafkan aku baru mengunjungimu, Yesa terimakasih atas apa yang lakukan padaku selama ini, bahkan aku belum sempat membalasnya, tapi kau malah sudah pergi..."
Tantan berlinangan air mata, bagaimana pun Yesaa slalu menemaninya di berbagai keadaan.
" Kau sudah memperlakukan Yesa dengan baik, jangan menangis..."
" kenapa dia berumur pendek, bukankah dia ingin membahagiakan keponakan dan kakak iparnya??'
" pengerbonan Yesa tidak akan sia-sia, kita akan mewujudkan impian Yesa..."
" hiks hiks...Yesa kau dengar itu bukan, kami akan menyayangi dan menyuport keluargamu dengan baik, kau harus bahagia di sana, oke??"
Panglima mengusap punggung istrinya dengan perlahan .
__ADS_1
Tantan menaburkan bunga di atas makan Yesa, dia juga membawa buket bunga mawar kuning dan meletakkan di makam.
" Yesa, aku akan sering mengunjungmu, sampai jumpa..."
Tantan masih merasa belum percaya jika Yesa sudah tiada,
" Sudah, jangan bersedih, Yessa tidak akan suka melihatmu bersedih "
" Ya..."
" besok pernikahan Ria dan Jimmy, kau harus bahagia bukan??"
" Ya, aku harus bahagia... karena akhirnya adik iparku menikah dengan pria baik.."
" Siapa pria baik itu???"
" Jimmie,..."
" Dia adalah pria brengsek yang paling brengsek di dunia ini..."
" kau ini, dia temanmu kan??"
" hah, aku tidak tahu model apa pertemananmu ini.."
" Sudah ku bilang bukan teman sayang..."
" Haih... terserah, ....kita segera pulang, aku takut jika Manggala Rewel, kasihan ibu"
" putraku tidak mungkin rewel..."
" benar juga ... Panglima apa kita ini sudah bisa bernafas lega atau belum??"
" Bisa tapi tetap harus waspada..."
" Benar juga.... lalu apa Jimmie sudah menemukan calon pemimpin yang baik??"
" katanya sudah, hanya saja kita tidak semudah itu mengganti presiden, karena presiden yang ini adalah pilihan rakyat saat situasi terdesak"
" tapi aku juga ingin Ayah menikmati masa tuanya..."
__ADS_1
" nanti bisa di atur, yang terpenting biarkan Jimmie menikah dulu, jika ditunda terus dia malaj yang akan menjadi pemberontak "
" Hahahahahaha, benar juga itu ya, barang kali dia setelah menikah tercerahkan "
" benar, aku sendiri tidak pernah bisa menebak jalan pikiran Jimmie, tapi feeling ku mengatakan dia akan membalas perbuatanku suatu hari nanti..."
" Tapi kau seorang Panglima, bagaimana pun itu dia tidak bisa semena-mena denganmu..."
" Dia lebih baik dari seorang panglima jika ,dia mau sayang..."
" sepertinya dia memang luar biasa, karna Panglima yang mengatakannya, jadi aku percaya..."
" Dia dulu saat sekolah tidak pernah bisa duduk dengan baik, pasti keliling di dalam kelas, yang pinjam ini pinjam itu, malah ngobrol, tapi dia slalu dapat nilai 100 "
" woh dia memiliki kecerdasan kinestetik..."
" Ya benar...saat di sekolah, dia lebih pintar dari gurunya..."
" memang kalau sudah terlalu Genius itu sulit di atur...dia akan membuat aturan sendiri "
" Hahahahah, ya begitulah kira-kira nya...kita sampai lihat putra kita tidak menangis..."
" Benar..."
terlihat Manggala sedang duduk di kursi goyang, bersama utyy maya dan utyy chu.
Panglima dan Tantan segera membersihkan diri mereka lalu berganti pakaian ,baru mereka mendekat pada Putranya.
" Tantan, kau harus coba gaun untuk Pernikahan Ria besok..."
ujar Maya langsung menarik menantunya.
" ah, ibu... sebentar " Maya baru mau duduk sudah ditarik masuk oleh Ibu mertuanya.
Panglima hanya menggeleng kepala, tapi Panglima juga sangat senang karena ibunya sangat menyayangi istrinya,
" Bi, terimakasih sudah menjaga Manggala, biar gantian dengan saya.."
" Baik tuan..."
__ADS_1
Bibi chu memberikan Gala pada Leon, dan bibi Chu pun masuk ke dalam.