DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
253 Teror


__ADS_3

" Berhenti melakukan hal bodoh Yesa, kau sudah menginjak harga dirimu sendiri!"


" Tuan Dokter...aku pikir Zero menikah dengan Nisa karena dia merasa bersalah, aku pikir aku masih memiliki tempat di hati Zero!"


" Jika kau masuk ke dalam pasukan garis depan dengan tujuan menyimpang, Kau akan di tembak mati di tempat oleh Panglima Yesa!"


" Tapi tuan....!"


" Berhentilah dengan anganmu itu, kau membuat Zero berpandangan buruk terhadapmu!"


" Kenapa??"


" kenapa?? apanya yang kenapa??"


" Kenapa bukan aku saja yang saat itu satu team dengan Zero!"


" Kau butuh ke psikiater, kau jatuh terlalu banyak untuk otakmu!"


Doney sangat kesal dengan Yesa yang kehilangan akal sehatnya demi cinta, Doney pun segera meninggalkan Yesa.


...----------------...


Dibasecamp Zero.


pasukan cadangan pun muncul membawa simbol panglima, Tantan menekan tombol otomatis yang dibawanya.


" nyonya , bagaimana jika itu musuh yang menyamar?'


" Dia hebat sekali jika bisa memiliki Simbol Panglima...!"


Tantan pun turun ke bawah diikuti oleh Nisa.


" Oh, nyonya pelan saja ...!"


" Iya iya...!"


" Tapi anda hampir jatuh lagi...!"


" Hehehhe....!" Tantan segera menghampiri pasukan Panglima yang masuk lewat gerbang selatan itu.


" Nyonya!" semua memberi hormat pada Tantan


" Ya, ....!" Membalas hormat sekilas.


" Nyonya, pasukan Jenderal terkena jebakan anda, kami pasukan cadangan yang di kirim ke sini...oleh panglima!'


" Og GoD??????"


" Ya, Panglima lupa jika anda tidak mengenali pasukan Jenderal...tolong buka pintu utama, team medis akan menanganinya, ...!"


" Astaga, maafkan aku ...!"


Tantan segera membuka Gerbang utama dengan remote yang di pegangnya.


" Langsung bawa ke rumah sakit di dalam, aku benar -benar minta maaf...!"


" oh ya Nyonya... serahkan sisanya pada kami anda bisa bergabung dengan yang lain!"


" Tidak aku akan memantau bersama kalian, aku tidak mau bergabung dengan yang lain!"


" Tapi nyonya...!"


" Apa panglima memerintahkan kau untuk mengatakan hal itu padaku???!"


" Maafkan saya, karena lancang....saya khawatir dengan keselamatan anda!"


" Tak masalah...tapi kalian tak boleh bergerak tanpa ijinku!"


" Apa??"


" Iya...biarkan aku memimpin kalian, bukankah kalian ingin menghabisi orang-orang yang menghancurkan Bascamp tak tersisa?"


" Benar!"


" Sudah, kalau begitu dengarkan panduanku!"

__ADS_1


" Tapi...!'


" Nyonya sudah membuat jebakan cukup banyak di luar dan di dalam, jika kau tidak menurut kau akan celaka sendiri dengan rekanmu!" sahut Nisa menjelaskan.


" Baiklah kami menerima perintah anda!"


Memang jebakan yang dibuat Tantan sangat menakjubkan, sekelas pasukan Jenderal saja terjebak.


" Bagus, perkiraan musuh akan tiba besok pagi petang, jika langsung bergerak, tapi jika mereka memakai waktu istirahat akan tiba sekitar jam 11 atau 12!"


Bagaimana istri Panglima ini bisa seyakin itu??


Letnan itu sedikit meragukan karena dia tidak pernah berurusan dengan istri Panglima, yang ia dengar istri panglima tangguh, dan pernah turun di medan perang.


" Kau membawa berapa personil??"


" Ada 5 regu...!"


" Regu pertama kau biarkan dia berada di bagian utama, regu kedua dan ke tiga di luar basecamp, ke empat bersamaku kelima biarkan mereka bersembunyi menjadi penembak jitu tersembunyi!"


Luar biasa bagaimana bisa nyonya menempatkan mereka sesuai dengan keahliannya, sepertinya memang benar jika istri Panglima tidak bisa di remehkan.


" Baik...!" Letnan itu mengerahkan semua pasukannya sesuai dengan perintah Tantan.


" Baiklah...Nisa kita sedikit bisa bersantai...!"


" Iya Nyonya anda harus beristirahat!"


" aku akan tidur Sebentar Nis... laporkan padaku jika terjadi sesuatu!"


" Siap nyonya!"


...----------------...


Panglima sedang sibuk memantau situasi lewat alat pendeteksi


Doney datang seperti orang kebingungan


dia mondar-mandir dihadapan Panglima dan membuat Panglima risih.


" Don, kau mau ku jadikan samsak??"


" Oh kau mencari pekerjaan baiklah, don....kebetulan aku akan menyerang negara tetangga lewat perairan, jadi kau bisa ikut kapal perang itu menuju perbatasan!'


" Apa??, kenapa kau memulai perang secara terang-terangan??"


" Jangan banyak tanya,bersiap sanah!"


" Siapa yang memimpin??"


" Zero...!"


" Apa Yesa ikut??"


" Jelas , dia di team Zero bagaimana mungkin dia tidak ikut?"


" Sebaiknya tidak usah Panglima, pindahkan saja Yesa di team lain!"


" Ada apa denganmu???, kau cemburu jika Yesa dengan Zero??"


" Mana mungkin, hanya saja....!"


Doney ragu menjelaskan hal itu pada Leon.


" Kau beritahu aku atau aku mencari tahu sendiri??"


" Itu, sebenarnya Yesa sedang mengejar Zero, selama ini dia pikir Zero menyukainya karena baik padanya!'


" Oh...Zero memang sangat baik, itu memang menjadi mala petaka untuknya!"


" Ya, Yesa mengira jika Zero menikahi Nisa karena, terpaksa atas perintahmu, karena kegagalan Zero !"


" Ah, sumbunya terlalu pendek dia...kenapa di saat seperti ada masalah seperti ini??, tapi itu tidak masalah, karena itu masalah pribadi aku tidak bisa ikut campur, aku yakin mereka bisa untuk profesional!"


" Ehmmm begitu...kau tidak akan menembak mati Yesa kan??"

__ADS_1


" Apa??, itu konflik rumah tangga kenapa kau berpikir aku membunuh orang dengan masalah sembarangan Don!!"


" Ah....tapi dia kan memiliki niat bercabang Panglima!"


" Zero itu tidak mudah digoyahkan, dan Yesa untuk pertama kalinya mendapatkan perhatian pria, wajar belum bisa menerima hal itu, asal dia tidak menghianatiku kenapa aku harus membunuhnya??!"


" Ya ....!"


" Apa kau cemburu Don???"


" Dengan siapa??"


" Yesa, kau menyukai Yesa kan??"


" Siapa bilang, aku masih menyukai istrimu Panglima!"


" Hei, kau....!"


" Tapi aku kan tidak menghianatimu panglima, apa kau mau menembakku??!"


" Lupakan istriku!"


" Tidak bisa karena aku slalu bisa melihatnya!"


" Kalau begitu kau tidak usah repot mengurus urusan Yesa, urusanmu sendiri kau tidak bisa mengurus!"


" Hah, siapa suruh Tantan begitu sempurna!"


" karna kau tidak bisa melupakan karena kau slalu bisa melihatnya bagaimana jika aku membantumu??"


" Apa?, tidak usah...!"


" Jika kau buta pasti kau bisa melupakannya!"


" Hei sembarangan, jika aku buta, pasukanmu tidak akan ada yang mengobati!"


" Heh... cepat sana pergi bersiap, panggil Zero menghadapku!"


Doney pun segera memanggil Zero,kemudian dia bersiap bersama regu medisnya untuk ikut ke dalam medan perang.


Zero pun menghadap Panglima.


" Apa mereka sudah cukup latihannya Zero??"


" Lumayan, tapi belum bisa untuk di kirim ke medan perang Panglima!"


" tidak, aku tidak akan mengirim mereka ke medan perang, mereka hanya siaga di barisan belakang!"


" Baik Panglima!"


" Kita akan mulai memberikan teror kecil pada Negera tetangga, bawa pasukanmu, kita akan meneror lewat perairan!"


" Baik!"


" Apa Yesa mengganggumu??"


" Apa??" Zero tidak mengerti maksud Panglima.


" Bukankah dia mengejarmu?, jika kau merasa terganggu aku akan memindahkan regu!"


" Sebaiknya pindahkan Yesa di regu lain Panglima!"


" Oke ...aku mengerti!"


" Bukan karena terganggu, hanya saja aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama!"


" oke ... Kau bisa mempersiapkan pasukanmu untuk meneror perbatasan musuh!, ingat tujuanku hanya meneror, tidak menyerang!"


" menerima perintah!"


" Laksanakan!!"


" Baik, laksanakan!"


Zero tahu apa tugas dan maksud Panglima, Zero segera mengumpulkan pasukannya untuk membuat strategi.

__ADS_1


sementara Yesa di pindahkan regu secara sepihak oleh Panglima dia tidak akan ikut ke medan bersama Zero .


likenya kakak terimakasih...


__ADS_2