
Setelah diceramahi panjang lebar oleh wanitanya tentang menghormati orangtua, Dan cukup merasa terobati rindu hatinya.
panggilan mereka pun berakhir.
Saatnya kembali pada tugas awalnya...
ting tong...
" O.o....apakah itu dia?"
Leon Zang segera membuka pintunya.
" wooooooooooo brother...!"
Seorang pria kekar langsung merangkul Panglima.
" Jimmie...Kau tidak berubah ya?"
" Ya...aku menyukai diriku seperti ini, sekarang Kau menjadi seorang panglima ya!! Hebat"
" Ah, ini hanya sebuah keberuntungan, ayo masuklah dulu!"
Jimmie adalah teman seperjuangan saat Leon Zang belum menjadi seperti sekarang.
" Petter menjadi Jendral, Kau panglima, Dan aku yang tidak menjadi apa-apa!"
" Hehehehe...prajurit hanya mengikuti komando dari komandannya, jika diperintahkan untuk menembak kepala sendiri ya tembak!"
" Yoooo...benar, jadi apa panglima butuh bantuanku?"
" Tentu saja, aku tidak mengerti tentang dunia diluar medan pertempuran, Dan Kau setelah mengundurkan diri dari kemiliteran, aku yakin Kau sudah menguasai tentang masyarakat awam!"
" Aduh panglimaku sampai turun ke tugas terendah seperti ini...kenapa repot-repot sekali?, anak buahmu untuk apa?"
" Ya, ini sedikit menarik sekali...aku sangat tertarik memulainya dari paling bawah!"
" Haaaa...suka repot sendiri Kau ini, ya jadi apa yang bisa Ku bantu untukmu?"
" Cari tahu orang-orang yang telibat dengan teror bom di perkotaan sedetailnya!"
" Itu masalah kecil, kenapa harus melibatkan aku?, apa kau tidak punya pasukan yang bisa menangani ini?, dan seharusnya kau bekerja Sama dengan kepolisian saja, aku tidak menerima tugas murahan ini!"
" Sial, masalahnya orang-orang ini sangat terorganisir, dia bisa mengenali orang-orangku sebagai anggota!"
" ah...ini poin utamanya bukan pemberontakan !"
" Ini adalah strategi perang dari dalam,sebelum mendaratkan serangan dari luar, Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan, ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar, ini sudah mulai memanas!"
" Aduh aku sangat asyik tinggal dan mendapat misi rahasia diluar negeri, aku tidak tahu jika negeri kita dalam bahaya!"
" Jika kita melibatkan kepolisian, ini akan tersorot oleh para wartawan, kita tidak bisa membuat masyarakat panik, biarkan mereka menjalani kehidupan seperti biasa, ini juga membantu kita agar lawan merasa belum Ada kesempatan menyerang dengan skala besar!"
" aduh aku sangat terharu dengan welas asih panglima, sebagai rakyat biasa aku akan selalu memujamu, seharusnya Kau menjadi presiden, rakyat pasti akan hidup sejahtera dan makmur!"
" Bacot!!, aku sedang serius!" Leon Zang sangat kesal.
" Siap Panglima!"
" kita harus menangkap kepala ikan hiu dulu sebelum ikan paus!"
" Hiu ini memang mengerikan, apa perlu kita behel dulu giginya?, agar tidak bisa makan Dan mati karna kelaparan?"
" Gergaji saja sampai habis agar tidak tajam dan berbahaya!"
" Okey...aku terima tugasnya, mau versi utuh atau termutilasi?"
" Versi utuh...biar aku yang memutilasi!"
" Okey...!!, tapi bayaranku tidak murah, aku akan menuntaskan tugasnya dan tuntaskan pembayaran di awal!"
" Brengsek!!, apa kau takut aku tidak membayarmu?"
" Ya, mengingat dulu, kau belum mengembalikan hutangmu padaku!"
" Sialan hutang itu juga kau yang memaksaku menggunakannya!"
" Ya hutang tetaplah hutang!"
__ADS_1
" Brengsek...kirim nomer rekeningmu, aku juga akan melunasi hutang seratus ribu itu juga sekarang!"
"Oh tidak bisa hanya uang pokok, itu Ada bunganya, jadi satu tahun bunganya 5juta kalikan 7tahun !"
" Percaya tidak setelah ini aku akan membunuhmu!!!"
" Wesssssssehhhh...panglima kau sangat kaya Sekarang, itu bukan apa-apa untukmu!"
" Siapa bilang aku kaya?, seharusnya kau tahu pendapatanku perbulan!!!"
" Aku hanya rakyat jelata mana tahu, siapa tahu panglima banyak mendapat uang tunjangan diluar gaji negara!"
" Brengsek!!!, aku bersih dari sogokan!" emosi meluap -luap.
" Puffffffffffffftttttt...okelah segera selesaikan transaksi!, aku sudah mengirimkan norek ku!"
" Ya...!"
Transaksi pun selesai...
" Woo oo...saldoku bertambah lagi!!"
Jimmie sangat kegirangan.
karna penasaran Panglima merebut ponsel Jimmie
"Heiii itu melanggar hukum kau melihat data pribadi orang lain!"
" Brengsek!, Bahkan kau lebih kaya dari orang terkaya di negeri ini!"
" ah ketahuan, ya bagaimana lagi sebenarnya uang itu tidak begitu penting, siapa suruh kemampuanku ini sangat baik, orang slalu puas dengan pekerjaanku!"
" Apa kita ini adalah teman?"
" Hey...dalam urusan bisnis aku tidak melibatkan kata teman, jadi tenanglah bung...oh ya?. aku ingin tahu kabar adik sepupumu itu?"
" Dia sudah mau menikah, kau jangan banyak berharap lagi!"
" Oh aku terlambat ya?, dia sangat manis tapi galak sekali!"
" Ya, baru saja bertunangan dengan Perwira negara F!"
" Mulut mu...!"
" Ya semoga bahagia slalu, kau ini sama galaknya dengan sepupumu, dulu aku sudah menembaknya 7 kali dan slalu ditolak!'
" Kau tidak pantas untuknya!"
" Aku cukup pantas, jika nanti dia tidak bahagia aku akan membahagiakannya!"
" Aku heran orang yang banyak mulut seperti dirimu, kenapa berumur panjang?"
" Hahahahah, aku juga tidak tahu!, kau juga sudah bertunangan kan?"
" Sudah...aku bertunangan dengan gadis kecil yang aku selamatkan dulu!"
" Serius?, kau bertemu lagi dengannya?"
" Ya...berarti bukan dengan anak pejabat Lu xian kan?"
" Bukan, aku tidak menyukainya, dia sudah menyakiti wanitaku sangat parah...!"
" Wau itu seperti pertikaian didunia Harem!"
" Aku ingin mencari bukti semua kejahatanya!"
" kau bisa membayarku untuk ini, aku juga bisa membalaskan dendammu 10x lipat untuknya!"
" Bisakah itu aku hutang dulu Tanpa bunga?"
" Sialan, ini akan memecahkan rekor , seorang panglima perang berhutang pada rakyat jelata"
" aku ingin merobek mulutmu!"
" Jangan, aku hanya bercanda...aku akan menyelesaikan tugasku !"
" Sebelum itu bantu aku memahami daerah ini!"
__ADS_1
" Ya tenanglah!"
woo oo aku penasaran dengan tunangan panglima....dalam hati Jimmie
...----------------...
Kediaman Zang
"Ayo masuklah!"
" Hiss's. ayo Sammy masuk!" Memei menarik Sammy masuk ke dalam kediaman Zang.
" Iya...kalian duduklah, aku akan memanggil suamiku!"
" Sayang, sayang keluarlah aku sudah membawanya pulang!"
" Ya...!" Huan zang pun keluar.
" Ayo kau harus tersenyum cepat!" Maya menarik paksa pipi suaminya untuk tersenyum.
" Ya, bagus!,pertahankan!!"
" Ayo sammy dan Memei perkenalkan diri kalian!"
" Paman selamat malam...aku Meimei putri angkat Ayah Anton!"
" Ya ...!"menjawab dengan datar.
" Hei...kenapa kaku sekali kau akan menakuti mereka!"
" Lalu aku harus bagaimana?"
" Katakan hai anak-anak manis senang bertemu kalian!"
" aku tidak bisa seprti itu!"
" Heeeeiii Sammy kau harus memperkenalkan dirimu dihadapan ayah angkatmu!" ujar meimei
" Ya, ya...Paman aku Sammy anak anak angkat ibu Maya!"
" Heiiii kau harus memanggilnya ayah...kenapa ikut-ikut aku memanggil paman!"
" Ah apa itu boleh?"
" Hahahahahahahwhahwh, Ya kau harus memanggilku ayah, sekarang kau adalah anakku kau harus mengikuti aturan keluargaku!"
"Iya ayah,terimakasih!"
" Okey...tugasmu saat ini adalah belajar yang giat, jangan mengecewakanku, minta ibumu memberi nama baru dengan marga keluarga ini!"
" Ya, ayah...sekali lagi terimakasih!"
" Sama-sama kalian bisa berkeliling kediaman ini bersama istriku, aku harus lanjut bekerja lagi, dan jika kau sudah mendapat identitas baru, datang keruanganku!"
" Baik ayah!" Sammy sangat bahagia, karna dia memiliki keluarga yang utuh sekarang ,air matanya tak bisa dibendungnya.
" Huaaaaaaaaa...huks huks huks huhuhuhu!" Tangisanya pecah dan membuat semuanya terkejut.
" Heiii...kenapa kau malah menangis?, aku tidak memarahimu!" Huan Zang bingung, dia sudah menghilangkan taringnya APA salahnya.
" Iya Sammy, suamiku kan tidak memarahimu!"
" Ibu ayah, Sammy menangis bahagia huks huks huks Sammy tidak sendiri lagi huks huks huks!"
" Astaga anak ini, iya kau harus bahagia, kami adalah keluargamu, kau tidak usah takut lagi, kau harus menjadi pemberani mulai sekarang!"
Maya menenangkan Sammy.
" Ya, kau laki-laki kenapa lebih mudah menangis dari pada aku?' sahut Meimei
" Hemmm...kau adalah putraku mulai sekarang harus belajar mengganti air mata dengan senyuman!" Ujar Huan Zang sambil berlalu kembali keruanganya.
Astaga, aku hampir ikut menangis...
rupanya hatiku sudah mulai mudah tersentuh...
Huan Zang menyeka setitik air diujung matanya.
__ADS_1
Besambung....