
" Nona, pasti sudah dibuatnya sangat menderita!" Ziie menebak dengan tepat.
"Paman,dia pernah membuatku cacat, dan juga membuat sahabatku hampir dinodai!"
"Orang yang mampu berbuat sejauh itu, pasti bukan dari keluarga biasa Nona!"
" Ya paman, dia anak seorang pejabat, nenek Sihir itu juga memiliki image cukup baik di mata publik!"
" Bolehkah saya menebaknya?"
" oh paman bisa menebaknya?"
" Namanya juga sudah tidak begitu baik Sekarang, dia adalah Nona Xian kan?, bukan hal sulit, untuk menebaknya!"
" Ya, dia wanita jahat!"
" Apa yang ingin anda lakukan nona, saya akan membantu!"
" Tidak paman terimakasih, paman sudah menyelamatkanku hari ini!"
" Bukan apa-apa Nona, orang baik pasti akan mendapat banyak pertolongan dari Tuhan!, Eh, ini kan tokoknya?" Zii memastikan.
" Iya Paman Ziie,kalau begitu Tantan turun, terimakasih paman!"
" Baik, aku akan menunggu nona di luar!"
" Oh paman menungguku?, mungkin aku agak lama paman!"
" saya sudah sangat terbiasa dengan pekerjaan saya nona, tolong nikmati waktu anda!"
" Baik Paman, aku masuk dulu!" Tantan pun masuk ke toko Anton.
" Ayah anton...ayah anton!"
" Eh nona, panglima datang...saya akan panggil kan tuan, nona silahkan duduk!"
" Baik paman!"
Tak lama Anton pun keluar....
" Aduh, anaku...sudah lama anakku yang satu ini tidak menengok ayahnya di sini!"
sangat senang.
" Maaf Ayah Anton, dan Tania juga tidak membawa sesuatu untuk ayah!"
" Aduuuuhhhh....kau datang saja ayah sudah sangat senang!"
" Oh benarkah?, eh di mana Memei ayah?"
" Semenjak Sammy dibawa ke kediaman Huan, dia juga ikut nyaman di sana....katanya Huan juga sangat memanjakan Memei!"
" tapi ayah, paman Huan kan ke luar negeri?,wah ayah pasti sangat kesepian!"
" ya itu juga katanya buat teman Sammy dan maya dulu,
ya...Lumayan, biasanya setiap pagi ada yang mengeluh lapar!"
" Oh ya, ada angin apa membawamu kemari?"
" Aku sangat bosan, aku ingat paman jadi aku ke sini , hmmm di jalan aku diikuti orang paman!"
" Eh, lalu?"
" Untung paman Huan menyuruh paman Zii menjagaku diam-diam, aku ditolong paman Zii!"
" Oh jadi benar pria brengsek itu sudah, menerimamu?"
" Siapa yang Ayah maksud?"
" Huan lah, siapa lagi?, rupanya kau sudah memenangkan hati nya, sampai tangan kanannya pun diperintahkan untuk melindungimu, Yah meski begitu panglima juga pasti menjagamu juga dengan orangnya!"
" Ya, Ayah...aku sangat senang karna paman Huan menerimaku!"
" Dia hanya kaku saja, dia bukan orang jahat, dia terkenal sebagai pebisnis yang jujur!'
__ADS_1
" Dia dan panglima sangat mirip!"
" Benar,dia dan panglima memang sama!"
Tania dan Anton bercerita banyak hal.
...----------------...
" Tuan besar ,mereka sudah ditangkap!"
membawa orang-orang suruhan Xian
"Oh, kalian ini seorang pembunuh bayaran Kenapa mudah sekali ditangkap!, katakan siapa yang menutus kalian!"
para pembunuh bayaran itu membungkam tak mau mengatakan semua.
" bawa ke ruang bawah tanah!, siksa mereka sampai mengaku!, jangan lupa record!"
" Siap laksanakan!"
segera melaksanakan apa yang diperintahkan Hatta.
" Eh,tunggu, kita tunggu anakku saja!, aku akan menghubunginya!"
Hatta latif pun segera mengabari putrinya.
mendengar penjahat itu ditangkap, Tania pun segera menemui ayahnya dan kemudian di antar oleh Zii ke tempat ayahnya.
" Ayah mana mereka?"
" Ada diruang bawah tanah!"
" Oh ayah aku akan ke sana!"
" Buru-buru sekali?, oh jadi tuan ini yang sudah menolongmu?"
memperhatikan pria yang berada di belakang Tania.
" Saya, Zie bawahan Tuan Huan Zang tuan!" Zie memperkenalkan diri dengan tenang.
" Terimakasih untuk bantuan anda tuan!"
" Baiklah, ayo kita ke ruang bawah tanah!" ajak Hatta Latif.
mereka pun menuju ruang bawah tanah.
" Ayah, kenapa di sini bau anyir?"
" Heheheh...ini ruang hukuman!"
"oh bau sekali!"
" Nona, pakai ini untuk menutup hidung anda!" Zie memberikan sapu tanganya.
" Paman terimakasih!" mengambil dan segera menutupkan pada hidungnya.
" Mereka, adalah orang-orang yang mengikutimu!" Hatta menunjuk 3 orang yang telah mengikuti Tantan.
" Ayah, apa mereka di siksa?"
" Ya, aku tidak tahan melihat muka orang-orang ini!"
" Baik, sekarang biar giliranku!" Tania mendekati 3 orang yang sudah babak belur itu.
" Cuiiih, apa?, kau beruntung karna ayahmu adalah perwira. jika bukan kau sudah mati hari ini!" ujar salah seorang penjahat itu.
" Iya, anggap saja kau yang tidak beruntung karna memilih tugas ini, dan mendapat tuan yang buruk!"
" Persetan!!!, kau bunuh aku pun juga tidak akan memberitahumu siapa yang membayarku!"
" A haha hahaha hah, a hahahaha hah a hahaha!" Tania tertawa sangat puas.
Cuihhh...wanita ini memang memiliki mental baja
dalam hati penjahat itu.
__ADS_1
" Hahahahahhahah, apa aku bertanya?, lucu sekali, tapi kau harus tahu, tanpa kau memberitahuku, aku sangat tahu siapa orangnya!"
" Apa???" penjahat dan anak buahnya terkejut.
"Wo kaget ya?, Aduh nona Xian ini kenapa mencari orang seperti dirimu ini untuk membunuhku?, aku sudah sangat malu karna telah memandang tinggi dirinya!"
" Kau tahu?"
" Ya!!!, kenapa???, kenapa ada pembunuh bayaran sebodoh dirimu ini? menggelikan!!"
" Lalu memangnya kenapa jika kau tahu?, kau tidak memiliki bukti!"
" Astaga?....malulah jika kau menyebut dirimu sebagai pembunuh bayaran!, kami bisa membuat bukti sendiri jika kami mau" ujar Hatta Latif kesal.
" Katakan siapa namamu???"
" Aku hanya akan mati, kenapa aku harus memberitahu siapa namaku!" tersenyum puas.
" Ayolah, kita bisa bernegosiasi, jadi berapa yang kau dapatkan jika membunuhku?"
Menarik...heheheheh
penjahat itu terseyum lagi.
" 800juta untuk uang mukanya, jika tugasku selesai dia akan membayar sisanya 2x lipat dari uang muka!"
" Apa?? 800 juta?, paman 800 juta x 3 berapa?" Tanya Tania pada Zie
" Kira - Kira 2,4 M Nona!" Jawab zie kilas
" Ayah?, nyawa anakmu hanya 2,5 M tidak genap!"
" penghinaan!!!, bagaimana bisa nyawa anakku semurah itu!!!" Huan Zang sangat marah.
" Tapi ayah, apa kau punya uang segitu???"
" Tentu saja tidak punya!!! "
" Pufffftttttt hahahahahahahahhahaha " Penjahat itu tak kuasa menahan tawanya.
" Ayah, kau ini!!!"
" Oh, uang tabungan ayah hanya ada 1M, tapi jika menjual beberapa aset ayah, ada mungkin!, apa kau ingin membayar nya untuk membalas dendam?"
" Ayah, aduh itu terlalu mahal nyawanya,dia' mati terlalu cepat aku juga tidak rela, Jika hanya membunuh itu kan ayah juga bisa, kenapa harus membayar mahal pembunuh bodoh ini!"
" tapi ayah adalah anggota!, ayah akan dicopot secara tidak terhormat dan dihukum berat jika membunuh orang awam!"
" Ya aku juga tidak meminta ayah membunuh!'
Zieee yang mendengar perbincangan ayah dan anak menahan tawanya.
" Maaf, memotong pembicaan tuan dan Nona, bolehkah saya mendekat para mereka?" ujar Zie meminta izin.
" boleh paman apa yang ingin paman lakukan?"
Zie pun mendekati para penjahat itu, memerikasa semua dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" Ada apa paman?"
"mm mm.... nona aku meragukan mereka ini untuk membunuh nona!"
" Apa yang anda katakan Tuan Zie?" Hatta Latif bingung dengan pendapat Zie.
" Tidak tidak menyiapkan rencana matang, tidak ada senjata apa pun dan dia malah memakai baju bagus dan nyentrik! ,lihat mereka bertiga!"
" Tuan, membunuh juga tidak harus dengan senjata!"
" Ya benar tuan, bisa juga dengan membuatnya seperti kecelakaan atau bunuh diri juga bisa!, jika dia benar- benar ingin membunuh nona, hari ini adalah hari yang tepat!, karna sangat banyak kesempatan hari ini, karna nona banyak melewati tempat sepi hari ini!"
" Benar juga, ya...!" Ujar tantan mengangguk.
"Tapi sepertinya aku pernah melihatmu!" Zieee mencoba mengingatnya .
" Itu aku ingat kau adalah Jimmie!!!, teman Panglima dan Jendral!!"
__ADS_1
" Apa??????" Hatta Latif dan Tantan terkejut.
Bersambung...