DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
29 Rumit


__ADS_3

" Mikel adalah senjata terdepan untuk panglima!"


" wah, panglima sangat mengistimewakanmu Tantan!" ujar Suzy


" istimewa kepalamu!, hentikan pikiran bodohmu ity Suzy! "


" hahah, aku tidak bisa membiarkan anjing protek itu masuk, aku tidak akan tenang memeriksa kalian, ayo siapa dulu yang ku periksa!"


" Suzy dulu dok!"Tania menyodorkan kawannya.


mereka diperiksa secara bergilir...


" okey kalian dalam keadaan fisik yang baik!" ujar Donie.


" Dokter kulit ku ini sekarang sangat usang, apa ada cream untuk mencegah dari keburikan?" ujar Suzy tak berdaya.


" astaga, jika kau mengkhawatirkan kulitmu, kau seharusnya tidak masuk ke sini!"


" Dokter abaikan saja dia, dia memang agak tidak waras!"


" haha, kalian sungguh suatu cobaan untuk Jendral Petter! , jadi bagaimana Tania apa kau sudah menemukan orangnya?"


" Belum dok, disini nama yang kucari ada 15 orang dan aku baru menemui salah satu nya! "


" lalu?"


" sepertinya bukan dia, karna orang yang aku cari sekarang menginjak 27tahun!"


" apa kau perlu bantuan?"


" Mmm, nanti pasti aku akan membutuhkan dokter!"


" ah, baiklah ! hubungi saja saat kau memerlukan bantuanku!"


" Terimakasih dokter, dokter orang yang sangat baik!"


" jangan sungkan lagi, tapi jika aku boleh memberi saran kau bisa memulai pencarianmu dengan orang-orang terdekatmu, siapa tahu yang kau cari itu adalah orang terdekatmu!"


" apa?"


"mmmm, kau bisa memikirkannya pelan - pelan, Tania, oh ya ayahmu mana mungkin membiarkanmu ada di sini, bagaimana bisa ayahmu membiarkanmu di sini?"


" tentu saja ayahku tidak tahu dok!"


" kau dalam masalah jika ayahmu sampai tahu!"


" Semoga ayah tidak mengetahuinya!"


" aihhh, kau memang anak nakal, kalau begitu kau bisa kembali dan jangan lupa membawa Mikel pergi, aku tidak mau keluar jika anjing panglima masih di depan!" tegas Donie.


" oh baik dokter, Terimakasih karna sudah merepotkan, kami kembali dulu!"


" oke! "


Tania dan Suzy pun segera pergi meninggalkan kediaman Jendral Petter.


" kau sangat menyayanginya dokter!" ujar Jendral Petter yang muncul setelah kepergian 2 trouble maker.


" Jendral juga suka menguping?"


" tentu saja itu juga sebagian dari strategi berperang!"


" haha, Jendral kau sudah hampir menginjak umur 30tahun, apakah hatimu itu baja?, kenapa aku tidak pernah mendengar kisah cintamu!"


"Entahlah, jatuh cintah itu hanya membuat kita lemah!"


" kau terlalu tua bangka untuk dikatakan jomblo, dan sangat tidak cocok dikatakan bujangan!"


" Sepertinya kau tidak ingin keluar hidup-hidup dari sini!"


" eiiiit, aku hanya mengatakan yang sebenarnya, bagaimana dengan teman Tania?, dia sangat menggemaskan?, dia mengeluh bahwa kau mempersulitnya, apa itu taktik seorang Jendral untuk mendapatkan hati wanita?"


" Dasar, kau minta di hajar sampai tidak bisa bangun!"

__ADS_1


" hahaha, aku ingat masih ada janji, jangan lupa minum vitaminnya! aku pergi dulu!" Donie segera berlari menyelamatkan dirinya .


" Semakin lama semakin menyebalkam kau ini!" ujar Jendral Petter kesal.


Di paviliun Panglima


" apa yang kau lamunkan?" tanya Suzy


" mmmm, perkataan dokter Donie masih terngiang dikepalaku!"


"kan benar kataku Panglima sangat mengistimewakanmu!, apa kau tahu siapa nama panglima?"


" tidak!"


" apah? bagaimana bisa kau tidak tahu nama orang yang membantumu?"


" siapa yang membantu siapa?, kita hanya saling membantu satu sama lain!"


" baiklah, aku diam!" Suzy lebih baik diam karna memang tidak mengerti urusan sahabatnya dengan panglima.


Tania masih berupaya mencari seseorang yang dicarinya, namun sudah 3minggu lebih dia tidak menemukan Leon yang dicarinya, dan parahnya Leon terakhir di temuinya berumur sama dengan ayahnya.


" buahahahahahah, buahahahahah" Suzy tertawa terpingkal


" apa yang kau tertawakan?"


" hahahah jadi itu Leon yang ke 7 bahahahaha itu seumuran dengan paman! ahahahahh"


" diamlah, menyebalkan sekali! "


" masih ada 8 Leon lagi , aku masih ada harapan!"


" Hmmm sudahlah, aku mau tidur!, segeralah menemukan pangeranmu itu lalu kita bisa pulang!"


ujar Suzy melemparkan tubuhnya ke tempat tidur.


Tok tok tok...


" siapa lagi?, hari ini kan tidak ada apel?" ujar Suzy merasa terganggu.


" menantukuuuuuuuuuuuuuu!"


"astaha ibu,..." Tania terkejut melihat kedatangan ibu Panglima.


" Menantu? " Suzy segera bangkit dari tempat tidur, ingin tahu siapa yang dipanggil menantu.


" ibu sangat rindu padamu," Maya memeluk Tania sangat erat.


" apa yang terjadi?,apa ini ibu Panglima? " Suzy masih tidak mengerti.


" ibu duduk dulu, dan perkenalkan ini Suzy sahabat Tania!"


" haloo, salam kenal aku adalah mertua Tantan, kau juga sangat cantik Suzy !"


" ah, iya tante salam kenal juga, tante mertua Tantan? "


" iya aku ibu dari Panglima!"


Astaga, ini ibu panglima?, kenapa berbeda sekali dengan karakter panglima?


tunggu kemarin dokter perempuan itu memanggil kakak ipar, sekarang ibu panglima memannggil


***menantu? sebenarnya apa yang terjadi ?


Suzy baru menyadari kerumitan sahabatnya***


" hey Tantanku sayang, lihat ibu membawa banyak baju untukmu!"


Maya mengeluarkan semua barang bawa'annya


" ibu ini terlalu banyak, dan lagi mana bisa di pakai saat ini?"


" ini cuma sedikit, nanti jika anakku pulang aku akan membuat kan lebih banyak lagi baju untukmu! "

__ADS_1


" ibu, Terimakasih untuk semua bajunya, aku rasa ini sudah sangat lebih dari cukup!"


" tentu saja tidak, ini belum apa-apa ,aku ingin menantuku mendapatkan yang terbaik! "


Ya Tuhan , ibu Panglima sangat baik, tapi aku tidak bisa terus membohonginya seperti ini, apa aku harus mengatakan yang sebenarnya pada ibu Panglima.


dalam hati Tania merasa bersalah.


" kenapa melamun?"


" Ibu, bolehkah aku jujur pada ibu?"


" apa itu katakan saja, apa yang mebuatmu tidak nyaman dari ibu?, ibu akan mencoba memperbaikinya, atau anakku itu yang tidak baik denganmu?"


" tidak, ibu sangat baik, dan panglima pun juga baik!"


" lalu apa yang kau rasa tidak nyaman sayang?"


" Sebenarnya, ...." Tania masih ragu-ragu untuk mengetakannya.


" Sebenarnya apa?"


" Sebenarnya aku ,dan panglima,... "


" Ya, kau dan anakku, kenapa?"


" Aku dan panglima hanya..."


cungkling cungkling cungkling....


" astaga, siapa lagi yang menelpon, tunggu sebentar Tania, ibu angkat telphone lebih dulu!"


" ah, baik bu..."


Maya keluar untuk mengangkat panggilan dari ponselnya.


" Tan, sebenarnya kau dan panglima itu bagaimana?"


" sssttt, nanti aku beritahu semuanya!"


" aduh Tantanku sayang ibu harus segera kembali, ada masalah di butik ibu, kau jaga diri baik-baik jangan sampai sakit, ibu pergi dulu Tania, Suzy sampai jumpa lagi!"


Maya pun pergi dengan terburu-buru...


" apa yang ingin kau beritahu?"


" jadi begini, ayah dari panglima menjodohkannya dengan anak temannya dan panglima tidak mau, dan aku untuk sementara berpura-pura menjadi pacarnya, dengan syarat aku diijinkan mengikuti latihan militer di sini untuk mencari seseorang! "


" kau dalam masalah besar Tania! "


" maka dari itu aku ingin mengatakan yang sebenarnya tadi!"


" Ibu panglima sangat menyukaimu, bagaimana bisa kau mematahkan hatinya?"


" hmmmm aku juga merasa bersalah, ini semua gara-gara panglima membuatku terjebak!"


" katakanlah yang sebenarnya jika memang kau tidak ada hubungan apapun dengan panglima!"


" ini hampir satu bulan ,aku harus segera menemukan orangku, dan berbicara baik-baik dengan panglima untuk masalah ibunya!"


" Semoga ada jalan terbaik untukmu Tantan!"


" Aamiin Terimakasih Suzy! "


" mmmm, sama-sama...!"


***hmmmmm, kenapa menjadi rumit begini?


Tania merasa terjebak dalam kerumitan.


Bersambung


Author

__ADS_1


like dan komen jangan lupa***...


__ADS_2