
" Panglima...tolong jangan banyak bergerak!"
Jack mengingatkan Panglima
" Mana dokter spesialis kandungannya???"
" Sedang dalam perjalanan Panglima tolong tenanglah!"
" Dia masih belum bangun??, apa yang diberikan pada Doney??"
" Saya juga tidak mengerti Panglima!"
Tok tok...
" Tuan Dokternya sudah datang!"
" Suruh masuk!"
Dokter itu pun di dorong masuk oleh orang Jack.
" tuan, anda sudah 2x ini membawa saya dengan paksa... saat banyak pasien!" ujar Dokter itu protes.
" Apa kau dokter spesialis kandungan??"tanya Panglima.
" Ya, kalian jangan mentang-mentang punya uang banyak lalu seenaknya memaksa orang, aku adalah dokter, bagaimana bisa kalian memperlakukan dokter seperti tahanan perang!"
" Diam dan cepat periksa adikku dengan baik!" mengancam dengan pistol.
dengan gemetaran dokter itu mendekati Tania.
" jack simpan senjatamu...!" pinta Panglima.
" Benar simpanlah senjatamu, memang benar negeri ini sudah tidak baik-baik saja, jika semua orang seperti kalian, hancur sudah negara ini!" ujar dokter itu mengutarakan isi hatinya sambil memeriksa Tania.
" Dia tidak apa-apa... sebentar lagi juga bangun!" ujar dokter itu memberitahu keadaan Tania.
"Apa kau sungguh yakin??"
" Tentu saja, keadaanya sudah lebih baik dari saat pertama aku memeriksanya!"
" Baik terimakasih!"
"Apakah aku boleh kembali??"
" Tidak kau tetap di sini... menjaga istriku!" tegas Panglima.
" Tapi di klinik masih banyak pasien saya tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja!"
" kau punya asisten dokter pasti kan, dia bisa menangani saat kau tidak ada bukan??"
" orang seperti kalian ini sungguh menyebalkan,wajar saja nergara kita ini kisruh, orang nya seperti kalian ini...kau seharusnya tahu negara kita ini sedang tidak baik-baik. saja... bagaimana pemerintah hanya tutup mata dengan kasus yang dilimpahkan pada Panglima, Jenderal dan keluarga nya kami warga biasa ini juga tahu bagaimana Panglima itu melindungi negara kita, kalian itu pasti salah satu dari orang -orang yang bekerja sama menjatuhkan keluarga Panglima, sudah aku mau pulang !, rumah sakit militer ini punya banyak dokter terbaik, aku masih sangat jauh dari kata baik!"
" Apa kau tahu Panglima itu yang mana??"
" Ya tahu...dia sedang sekarat karna 3 peluru menembus Dadanya, lihatlah jika dia bangun orang-orang seperti kalian ini akan di musnahkan!"
" Pufffffffffffffftttttttttt...!" Panglima dan Jack menahan tawa.
" Apa, kau tidak percaya memang saat ini dia dititik terendah bukan berati dia tidak bisa membalikan keadaan, dia sudah hampir dieksekusi lalu datang beberapa orang yang mengaku korban yang diselamatkan oleh orang panglima...lihat saja keadilan akan terbuka!" ujar dokter itu dengan penuh percaya diri.
" Tadi kau sangat gemetar saat melihat pistol, sekarang kau membicarakan panglima penuh dengan kebanggaan dan di mana larinya rasa takutmu tadi??"
" Ah, aku ingat aku tidak boleh takut...!"
" Apa yang di berikan panglima padamu sehingga kau sangat yakin bahwa dia buka. penghianat!"
__ADS_1
" Saat aku kecil aku di culik dan di sandera oleh para pemberontak, aku ingat dia dengan berani meringkus para pemberontak dan kami terselamatkan dan aku bisa melanjutkan hidupku dan menggapai cita-cita ku menjadi seorang dokter berkatnya!"
" Wah kisah yang menyentuh, apa kau tidak ingat dengan rupanya??"
" Aku samar - samar ingat, sudah berapa tahun?? sekarang aku lupa, tapi aku ingan namanya adalah Leon Zang dan itu di menjadi Panglima termuda di negara kita!"
" Hahahahahah hahahahahah!" Panglima tertawa dengan lepas
ternyata ada seseorang yang sama dengan istrinya, mengingatnya tapi tidak mengingat rupanya.
" Apa itu lucu??"
" Ternyata kita berjodoh !"
" Apa aku masih normal aku sudah memiliki calon istri...!"
" Hahahaha jika kau benar orang yang tersandra saat itu apa kau mengingat anak seorang Perwira??"
"Tentu saja, Anak itu di pisahkan dari kami, dia memakai baju Army dan ikat kepala,dia seumuran ku, dia selamat juga!"
" Apa kau tahu di mana wanita itu sekarang??'
" Aku tidak tahu...!"
" Dia yang terbaring di sana!"
" Apa???, kenapa kau bisa tahu?? apa kau juga korban yang di Sandra??"
" Dia adalah penyelamatmu yang kau agungkan di dalam hatimu Dokter!!!" tegas Jack memberitahu
" Apa???" terkejut
" Dia menjadi istri seorang Panglima sekarang, Jadi Dokter bisakah kau menjaga istriku saat ini? aku butuh bantuanmu!"
Dokter itu melihat dada panglima Yang terluka terlihat bekas luka pistol.
" Bangunlah, sekarang apa kau bisa memenuhi permintaanku??"
" Bisa bisa...saya akan telpon rekan saya untuk menggantikan saya sementara!"
" Maaf sudah merepotkan mu...!"
" Tidak, tidak saya akan menjaga istri anda dengan baik Panglima, dan Panglima terimakasih!"
" Untuk apa??"
" anda sudah menyelamatkan keluarga saya!"
" Semua itu karena Tuhan yang sudah berkehendak, ayolah berdiri !,kau seorang dokter di mana wibawa mu? aku tidak bisa membungkuk membantumu berdiri dokter!"
" Ahz jangan - jangan luka anda akan terbuka lagi...!" Dokter itu segera berdiri.
" Apa anda ingin istri anda segera bangun??"
" Ya, ...!"
" Baik....!" Dokter itu segera melepas jarum infus pada Tantan.
"Karena nyonya panglima sudah stabil, cairan itu tidak perlu lagi ...saya akan melepasnya, dan mungkin 30 menit nyonya akan terbangun!"
melepaskan Infus.
" Dokter siapa nama anda?"
" Saya Dimas...!"
__ADS_1
" Oh Dokter Dimas bagaimana keadaan anak saya??"
" Aman Panglima...!"
" Baiklah aku merasa tenang sekarang, Jack bisakah kau memberiku pakaian ganti yang longgar??"
" Saya akan carikan Panglima!" Jack pun segera pergi .
" Panglima, bagaimana anda mengatasi hal seperti ini ??"
" Menurutmu aku harus bagaimana dokter??" duduk di ranjangnya kembali.
" Anda harus bisa membalikan keadaan Panglima, terlalu banyak tikus berdasi mereka sangat rakus, sampai tidak bisa memikirkan akibat di masa depan!"
" Dokter sangat tahu dengan situasi yang terjadi...ya??"
" Saya mengikuti perkembangan kasus anda Panglima, saat anda akan dieksekusi kami sekeluarga berdoa pagi dan malam agar anda selamat!"
" Doa kalian sudah terkabul, terimakasih sudah mendokan kami!"
" Panglima, jika kebenaran terungkap kami akan mengajak para pelajar mahasiswa untuk menurunkan pemimpin yang sekarang!"
" Rupanya masyarakat sudah sangat pintar...!"
" Ya kami hanya tidak tahu harus berbuat apa, karena ketika kami bersuara kami akan di tangkap, dan dihabisi...!"
" Kalian hanya harus duduk dan melihat saja sudah cukup, lihatlah bagaimana Orang -orang serakah itu lenyap dengan keserakahannya sendiri!"
" Baik Panglima!"
" Panglima saatnya makan!" Doney datang dengan membawa makanan sehat untuk Panglima.
" Doney, apa yang kau lakukan??" Panglima sangat terkejut melihat Doney dengan baju tebal dan tak lupa memakai rompi anti peluru, semua sikunya dan lutut memakai safety sepatu tentara dan pelindung kepala.
" Panglima, saya mohon ampun atas kelancanganya saya, saya siap mendapatkan hukuman, tapi sebelum itu anda makanlah lebih dulu!"
" Pfffffffffffttttttttt..." Dimas menahan tawanya.
" Doney, tadinya aku tidak akan menghukummu, tapi karna kau berpikir aku akan menghukumu, maka aku akan mengabulkannya!"
" Tidak tidak Panglima saya hanya bercanda di pagi hari, jadi saya akan melepasnya dan jangan di buat serius Panglima, anda tidak boleh terluka lagi karena hal terpenting adalah musuh sudah diujung tanduk!"
melepaskan pelindung kepalanya ternyata Doney masih memakai masker tengkorak menutup wajahnya
" Haaaaa kalian berisikk....!" Ujar Tantan terbangun melihat Doney dengan pakaian tak wajar Tantan segera mengambil monitor di sampingnya dan melemparkannya pada Doney.
" Penyusup ...kau !"
Nasi sudah menjadi bubur...
Nasib Doney sungguh ajurrr...
" Sayang, dia Doney...!"
" Panglima, panglima...kau sudah sadar???" Tantan segera memeriksa tubuh suaminya dengan sangat gembira.
" Dokter Dimas bantu Doney dan obati kepalanya...!"
pinta Panglima.
Dimas segera membantu Doney yang terluka dibagian kepalanya .
" Dokter Doney kau sangat beruntung karena tidak begitu dalam!" Ujar Dokter Dimas pada Doney.
" Berisik bawa aku pergi dari sini!, bantu aku ke igd!" Ujar Doney menahan sakitnya.
__ADS_1
Dimas segera menekan luka Dony dengan bajunya lalu memapah Doney menuju ruang IGD.