DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
65. Rela tidak rela


__ADS_3

" Paman? "


" oh yayaya, siap Tuan muda Jendral! "


tersadar dari lamunan.


Jendral Petter pun kembali ke distrik militer.


******************


2 minggu kemudian,


Suzy sudah mulai membaik dan boleh, pulang , dan untuk urusan yang di limpahkan Panglima pada Jendral pun sudah teratasi dengan baik, Budiana mendapat keringanan hukaman penjara kurang lebih 3tahun , dan untuk orang-orang asing sudah di kembalikan ke negara asalnya dengan selamat.


untuk Panglima pun juga sudah mulai membaik, meskipun Tania masih belum sadarkan diripagi ibu, bagaiamana keadaan Tantan?"


" Masih sama!"


" Apa Leon sudah boleh melihatnya setiap hari?"


" Leon, Sepertinya ayah Tantan akan membawanya berobat ke luar negeri!"


" apa?"


"mmm, ibu berpikir itu juga yang terbaik!, mungkin di sana Tantan bisa segera mendapatkan penanganan yang terbaik!"


" apa Donie tidak menanganinya dengan baik?"


" Dia tidak berani untuk mengambil tindakan operasi!"


" Memangnya di sini tidak ada Dokter selain Donie apa?"


Leon sangat kesal.


" Bibi dan pamannya sudah datang, 3 hari lagi Tantan akan di bawa ke luar negeri!"


" Ibu, aku sudah menurut padamu untuk fokus istirahat agar bisa menjaga Tantan segera, sekarang Leon sudah membaik, dan Tantan akan pergi, ibu Leon tidak ingin jauh dari Tantan!"


" Ibu sangat mengerti, namun mengertilah Leon, Kita bukan siapa-siapa kita tidak bisa ikut campur untuk mengambil keputusan!"


" Leon sudah lama menunggunya, dan pada akhirnya kami bertemu, hanya beberapa saat kita bertemu lalu kita harus berpisah lagi!, bagaimana bisa , ini tidak adil untukku!" ujung Mata Leon sudah berair.


" Ini semua untuk kebaikkan Tania, Kau bisa menjenguknya sesekali Leon!"


" bu, sesekali, itu berarti tidak sering, Leon tidak bisa selalu ada di sampingnya!"


" Percayalah pada Takdir ,jika memang kalian berjodoh maka akan bersama lagi!"


" Bu, Leon sungguh merasa di permainkan takdir, Leon akan ke rumah sakit sekarang! "


" Ayahnya ada di sana!"


" Tak masalah, ...!" Bergegas pergi tanpa berpikir panjang.


" Haduh Leon kau sangat keras kepala!" mengikuti dengan segera.


********


Di rumah sakit,


" selamat pagi Tuan dan Bibi! "


" Pagi Panglima...! "


" Oh, Panglima,kabarnya anda terluka" ujar Hatta Latif.


" Benar, itu hanya luka kecil saja!"


" Ahahah, kau memang seorang Panglima perang!"


" saya sangat tersanjung tuan Perwira!"

__ADS_1


" oh, ya apa anda ingin kontrol sepagi ini ke rumah sakit, oh nyonya juga ada disini?"


melihat ke belakang punggung Panglima tampak maya yang berdiri dengan senyum sedikit terpaksa.


" oh ya tuan, ini ibu saya, dan saya ke sini untuk melihat putri anda?"


" apa?" Hatta Latif pun terkejut.


" Hehe, iya Tuan ini Putra saya!" sahut Maya.


" wahahahahaha, anda memiliki putra yang luar biasa, oh apa hubungan putra anda dengan putri saya?"


" mereka berteman!" Sahut Maya segera.


" Oh, tak di sangka putriku memiliki teman yang hebat!"


" sepertinya tuan Perwira lupa dengan saya, tapi tak apa, karna itu sudah lama, apa saya boleh masuk untuk melihat Tania?"


" ah?, lupa?, oh boleh silahkan!"


Leon pun segera masuk,dan menghampiri kekasihnya yang terbaring itu.


" Sayang, maaf aku baru bisa menjengukmu lagi, aku sudah membaik, aku pikir aku bisa menjagamu setiap hari sampai kau bangun, tapi 3 hari lagi kau akan pergi, aku harus menahanmu atau mengijinkanmu?, kau memiliki kekasih yang payah, sampai-sampai aku tak bisa kau andalkan, jika aku menahanmu aku sangat egois, maka aku terpaksa mengijinkanmu untuk pergi, tapi ingatlah kau hanya Pergi untuk kembali, ingat itu kau harus kembali padaku setelah kau bangun!!"


menggenggam tangan Tania dengan erat sambil menciumnya.


" Maaf, itu semua karna aku, tapi jangan takut, aku akan membereskan orang-orang jahat yang sudah membuatmu seperti ini, dia akan sama sepertimu saat ini, dan mungkin lebih menderita" Hati Panglima sudah di penuhi dendam yang mendarah daging.


Leon tak bisa menahan air matanya lagi...


" Aku sangat mencintaimu!" berbisik ditelingan Tantan perlahan dan mencium kening Tania.


antara ikhlas dan tidak memang kesehatan Tania lah yang lebih utama saat ini, di sana pasti juga lebih aman untuk Tania, sementara Leon akan membalaskan dendamnya.


" Kau harus segera sadar, urusan di sini aku yang urus, saat kau kembali kau hanya tinggal melakukan apa yang kau mau!"


Leon segera keluar dari ruang ICU.


" ah, kalau begitu saya pamit !" Sambung Maya.


"Iya terimaksih, hati-hati!"


" Tuan, apa sungguh akan membawa nona pergi?"


" Ya, bibi dan pamanya sangat menyukai Tantan, mereka akan merawat Tantan dengan baik di sana, Dan Bibi tolong bantu untuk menjaganya di sana, di sini bahkan aku tak bisa menjaga dan mengawasinya, aku takut kejadian seperti ini terulang lagi!"


" Baik Tuan!"


Nonaku...maafkan bibi tidak bisa berbuat apa-apa untuk nona saat ini, yang terpenting adalah nona sadar lebih dulu, dan membaik.


dalam hati Bibi Chu merasa bersalah.


-----------------------------------------------------------------


" Ayah, aku ingin bertemu kakak Tua!"


" apa?, kakakmu sedang sibuk mengurus urusannya!, kau bermain saja dengan paman robin!"


" mmm, aku bosan Ayah!"


" Nanti aku akan membawamu ke sana!"


" Ya oke!"


" astaga, kau ini orang seperti dia apanya yang membuatmu ingin bertemu wajahnya saja datar seperti jalan tol, tidak ada senyum membosankan begitu kau ingin bertemu!"


" Ya, aku ingin bertemu ayah!"


" Baiklah, ayah selesaikan ini lalu ayah antar ke sana!"


Anton segera menyelesaikan pekerjaannya dan segera mengantar Meimei ke Distrik Militer.

__ADS_1


" Oke, ini paviliun kakakmu, dan di samping ujung sana milik Panglima, kau jangan membuat keributan di sini oke!"


" Iya ayah, Meimei anak yang baik!"


" Baguslah, ayo kau bisa masuk ke dalam dan menunggu kakakmu selesai melatih, sebentar lagi pasti selesai, ini makanan dan camilan ayah bawakan, ayah harus kembali dulu!"


" Okey, terimkasih ayah!"


" Oke ingat jangan kemana-mana!"


" baik ayah!"


Anton pun segera pergi meninggalakan Meimei di kediaman Jendral Petter.


" Wah di sini lebih luas dari toko ayah, dan suasananya lebih nyaman!" duduk santai di sofa sambil menyalakan Tv kesayanganya.


Meimei sangat menikmati status barunya menjadi adik seorang Jendral Petter, bagaikan mendapat durian runtuh, untung tidak mengenai kepala.


Meimei sudah mulai bosan, dia membuka pintu untuk melihat apakah kakak tuanya sudah terlihat belum ,ternyata belum tampak siapa-siapa, namun Meimei melihat seseorang berbadan tegap berjalan menuju ujung paviliun.


" mungkin itu kakak!" Meimei segera menuju ke arah orang yang di lihatnya


" kakak- kakak Tuan aku sudah lama menunggumu!" teriak Meimei


" Siapa yang kau panggil kakak Tua?" Menoleh kebelakang.


" wahhhhh, tampan sekali, tapi kau bukan kakak tuaku!"


" Memang bukan, siapa yang kau sebut kakak tua?"


" itu kakakku tinggal di depan sana!" menunjuk arah paviliun Jendral.


sejak kapan Jendral punya adik perempuan, masih kecil pula...tapi kenapa anak ini tidak asing untukku?


dalam hati Leon heran.


" Aih, anak kecil tidak boleh berbohong, kau sudah berani berbohong, ayo katakan kenapa kau bisa sampai di sini?"


" sungguh aku tidak bohong!" dengan sungguh-sungguh.


terlihat beberapa mobil datang....


" Wanita ini menjijikan sekali, kenapa dia datang ke sini?" Guman Leon yang terlihat sangat kesal.


Meimei melihat ke arah mobil itu, dan terlihat wanita dengan dandanan terlalu ramai turun dan berjalan mendekat.


" Kakak, siapa wanita ini?, sepertinya dia bukan orang baik!"


ujar Meimei


" Ah, mata anak-anak memang jujur, dia sudah membuat calon istriku terbaring di rumah sakit, tapi aku tidak memiliki bukti untuk memasukannya ke penjara!"


" apa tante girang ini menyukai mu kakak?"


" bisa jadi, seperti itu....!"


" baiklah, Meimei akan membantu kakak, tapi nanti bantu aku cari kakak tuaku ya!"


" Deal sepakat!" Leon menyetujui tawaran Meimei.


Dari mana Jendral Petter mendapatkan adik seperti ini, sepertinya anak ini cukup Cerdik, dia juga cukup pemberani.


dalam hati Leon.


Bersambung....


Author


wah, apa yang akan di lakukan Meimei untuk mengusir wanita iblis itu?


like dan komen jangan lupa.

__ADS_1


__ADS_2