DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
90 Kejutan


__ADS_3

" Tidak , tidak aku tidak tahu apa-apa, jangan menuduhku sembarangan Panglima, kau tidak memiliki bukti!" Xian-xian ketakutan


" Tenang saja kau masih punya waktu banyak untuk kau nikmati, jadi nikmatilah dulu selagi bisa!"


" apa maksud Panglima?"


" Tunggu saja, Okey maaf Jendral Petter dan nyonya Jendral sudah membuat kerusuhan di hari pernikahan kalian, ini juga adalah moment penting untukku juga lah melamar Wanitaku!" meminta maaf dengan tulus.


" Tak apa Panglima, kami sangat mendukung!" Jendral Petter tidak merasa keberatan


" Ya Jendral, Tania ayo jawab...kami juga ingin mendengar jawabanmu!" sambung Suzzy.


" Ya sayang, ayo...cepat beri jawaban pada putraku" Maya ikut memberi dukungan.


" Panglima, Ya aku mau, aku mau menikah denganmu!"


" Yeaaaaa....diterima!" Semua bersorak bergembira...


" tidak dia cacat, dia tidak pantas untuk panglima!" Xian-xian masih bersikeras menentang.


" Tantan, kami turut bahagia , Panglima kau sungguh sangat mengejutkan!" Ujar Suzzy yang sangat terkejut.


" Aku masih punya kejutan untukmu Suzzy, kau pasti sangat terkejut!"


ujar Panglima percaya diri...


" oh ya apa itu?" Suzzy sangat penasaran.


" Sayang, ayo berikan kejutan mu pada sahabatmu ini!"


" Ya ...!" Tania tersenyum


" Apa perlu ibu bantu Tania?, apa yang perlu di ambil?" Maya menawarkan bantuanya.


" Tidak ibu terimakasih!" Tania berusaha keras beranjak dari kursi rodanya dan berjalan perlahan ke arah Suzzy sahabatnya.


semua mata terbelalak melihat Tania bisa berjalan meski masih sangat perlahan,


sialan bagaimana bisa wanita ini sembuh, dan bisa berjalan lagi, mana mungkin dalam hati Xian-xian tidak terima.


"Lihat, dia tidak cacat dia bisa berjalan!"


" Ya, dia terlihat sempurna saat berdiri di samping Panglima"


" Entahlah itu apa yang terjadi dengan kerumitan kisah panglima, jika itu benar wanita ini bukan penggoda, justru nona Xian-xianlah yang berusaha keras untuk menjadi pendamping Panglima!"


semua orang mulai berargument,


" Tania, hiks hiks hiks ..." Suzy berlari memeluk sahabatnya yang sudah bisa berjalan itu.


" Suzy, aku berusaha keras untuk bisa berjalan, hanya untuk bisa menghadiri hari pernikahanmu dengan Jendral Petter, aku sangat bahagia akhirnya kalian menikah!"


" Terima kasih, terimakasih Tania kau memberikan hadiah yang sangat besar dihari pernikahan kami!"


Suzy merasa sangat lega melihat Tania bisa berjalan lagi.


"Tantanku, ibu benar-benar ikut terkejut, akhirnya kau bisa berdiri dan berjalan lagi, syukurlah, Tuhan mrmang maha baik dan bijak!"


menghampiri Tania dan memeluknya


Syukurlah, dia bisa berjalan lagi, maaf Tania ,aku tak bisa membantumu banyak saat kau terbaring tak berdaya saat itu, aku menjadi merasa sangat Tenang sekarang.


dalam.hati Dony Ye


" Leon bagaimana bisa kau juga merahasiakan hal ini dari ibu ?" Maya tidak terima jika terlambat mengetahuinya

__ADS_1


" Maaf ibu, tidak ada yang tahu itu kecuali Ria, ini semua adalah hadiah untuk kalian yang sangat menyayangi Tantanku!"


" Ya tak apa, ibu akan bertoleransi sedikit hari ini!"


" Panglima, Ayahmu pasti tidak akan tinggal diam jika kau mrmperlakukan ku seperti ini!"


" Seret dia keluar !! ,Tamu tak diundang tak seharusnya ada di sini!" Perintah Jendral Petter pada Anak buahnya.


Xian-xian untuk pertama kalinya mendapat perlakuan yang sangat buruk .


" Panglima, Jendral ,kalian memperlakukan aku seperti ini, apa kalian tidak takut?"


"nona, anda sungguh tidak waras, mengancam Panglima dan Jendral seperti itu, jika setelah ini anda masih bisa berkeliaran bebas , itu suatu keajaiban untukmu!" ujar Anak buah Jendral Petter .


" Apa?, aku tidak takut, kau tahu ayahku siapa?"


"Siapa pun ayah nona , tidak akan mempengaruhi seorang Jendral dan Panglima Perang!"


" Apa? , Ayahku adalah pejabat penting di kota H, kalian tunggu saja nanti"


" Aih nona memang Cantik , biar saya ajari , anda harus tahu, wanita yang tidak bisa berdiri tegak di kakinya sendiri tidak pantas menjadi istri seorang Abdi negara!"


" Diam kau hanya seorang bawahan!"


" sebaiknya Anda, ingat itu orang yang hanya mengandalkan orang lain, tidak akan mampu berdiri stabil!" mendorong Xian-xian hingga Jatuh.


" Nonaaaaaa, apa nona tidak apa-apa, maaf nona saya tidak bisa berbuat apa-apa!"asisten pribadi Xian-xian


" Lihat Saja, Petter, Leon Zang...aku tidak akan melupakan penghinaan ini!"


" Nona, sebaiknya kita pulang!"


memapah Xian-xian untuk berdiri dan segera membawa Xian-xian pulang.


Nona Xian-xian kau ini mencari masalah dengan orang yang salah


******


" Jadi putriku sudah kembali ke tanah air?, dan dia sudah bisa berdiri?"


"Ya Tuan besar Hatta!"


" Bagus, keluarga panglima pasti melindunginya!"


"Tuan apa anda tidak ingin menemui Nona?"


"Sebaiknya dia tidak memiliki ayah sepertiku! ,aku tidak akan mengusik kebahagiaan yang putriku pilih!, Tapi tetap atur orang untuk menjaganya secara diam-diam!"


" Baik Tuan!"


" Hmmmm... pasti orang yang sudah mencelakai putriku, dia akan mulai bertindak lagi!, jangan sampai putriku terluka!"


" Siap Laksanakan Tuan, Jika tidak ada yang lain saya undur diri!"


" Ya pergilah!"


Maafkan Ayah Tania, Ayah akan menebus kesalahan ayah selama ini, ayah hanya ingin melihatmu bahagia.


dalam Hati Hatta Latif.


*****


" Kami langsung pulang Jendral ,kami tidak akan mengganggu malam pertama kalian!" Ujar Panglima meledek.


"Ya Ayah, akan bawa meimei pulang kalian habiskan waktu kalian!" ujar Ayah Jendral Petter .

__ADS_1


" Kalau begitu mama papa juga pulang ingin segera istirahat, sangat capek hehehehe.." sambung mama Suzzy


" Jadi tak ada yang menginap di rumah kami?" tanya Jendral petter bingung.


aduh sungguh anakku ini bodoh sekali, ...


kenapa dia malah bertanya seperti itu..dalam hati Anton gemas.


" Besan mari pulang bersama,kita satu arahkan?"


" Iya tapi kami membawa mobil!"


" Ah iya lupa kalau begitu kalian harus cepat pulang dan istirahat, hati-hati di jalan!"


" Oh iya iya besab Juga!" mereka pun secepat kliat pergi meninggalkan paviliun Jendral Petter.


kini tinggal, Tania dan Panglima yang masih berdiri dihadapan sepasang pengantin ini.


" Ah, sayang kita juga perlu istirahat ayo pulang!"


" Ah, Tania tapi aku masih ingin mengobrol denganmu!"


" Lain kali saja ya, aku juga ingin mengobrol dengan Tunangankulah, " Panglima segera menggendong Tania dan membawa ke paviliun.


" eh.....pergi begitu saja!" Suzzy merasa sangat gugup karna kini hanya tinggal dirinya dan pria yang sudah sah memilikinya.


" Ehemmn...istriku, apa kita akan berdiri terus sampai pagi di sini?"


" Oh aku masuk!" Suzzy mendahului masuk dengan terburu-buru.


"Hahah..." Jendral Petter tertawa kecil melihat istrinya yang salah tingkah dan mengikuti masuk ke dalam.


tok tok tok


" Sayang apa aku tidak boleh masuk?" Jendral Petter mengetuk pintu kamar


" Masuk saja!" teriak Suzzy dari dalam


" Apa aku harus mendobraknya untuk masuk?:


ah, aku lupa aku menguncinya, astaga aku ,aku bingung harus bagaimana nanti.


Dalam hati Suzy kebingungan.


Suzy segera membuka pintu untuk Jendral


" Maaf Jendral, Suzy lupa...!" ujarnya menunduk


" Tak apa sayang, kenapa kau malah jadi malu-malu kucing begini?"


" Ya...aku bingung harus bagaimana melayani suamiku...!"


" Jika belum siap aku bisa bersabar sayang...!"


" Jendral, apa kau mau berganti baju?" tanya suzy


" Ya, apa istriku, ingin membantuku berganti pakaian?"


" Ogh..., mmm tapiiiii..." Semakin keringat dingin.


"Hahahahahhaa, Tolong bantu siapkan baju untuku ,aku mandi dulu"


Jendral Petter, segera masuk ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi ,Jendral tertawa terpingkal mengingat ekspresi wanita yang biasanya ceroboh dan banyak membuat ulah, itu sekarang terlihat sangat lucu saat salah tingkah.

__ADS_1


Bersambung dulu ya...


Like dan komen jangan lupa.


__ADS_2