DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
84 Salah Rumah


__ADS_3

" Ayo kalau sudah puas kita masuk!"


" Ya....!"


Leon segera membawa Tania masuk ke kamar nya,Leon meletakan Tania di tempat tidur dan menyelimutinya.


"Panglima temani Tania tidur di sini!" sambil menepuk sisi tempat tidur di sampingnya.


Tanpa bicara panglima, merebahkan tubuhnya di samping Tania.


"ayo,Sini aku peluk....ayo cepat pejamkan matamu!"


Tania segera memejamkan matanya, karna dalam dekapan sang Panglima lah Tania merasakan ketenangan yang sangat damai.


Keesokan Hari...


Ting tong Ting tong...


Ting tong Ting tong...


Ting tong Ting tong...


"Kakak Eonnnnnnnn!!!"


Ria berteriak - teriak di depan pintu karna tak ada yang segera membukakan pintu.


" Kak, Eeooooon, kak Eoooonnn , kak Eeoooooonn uhuk uhuk, Sial tenggorokanku sakit, uhuk uhuk!'


Ria berjalan mengelilingi rumah dipinggir pantai itu untuk mencari ,barang kali ada jalan masuk ke dalam.


"ah, Jendelanya pun tak di tutup,parah sekali ya mereka ini?" Ria segera memanjat meja dan masuk melewati Jendala.


Sungguh ini bukannya aku tidak beradab,tapi karna kalian tidak mendengarku...dalam hati Ria.


"Jangan bergerak!!!" menodongkan senjata api di kepala Ria.


"Apa?" Ria terdiam tak berkutik.


"Siapa kau?" terdengar suara yang sangat asing dan berat di telingannya.


" Saya, Dok..dok..ter! " Jawab Ria tergagap karna ada orang asing menodongkan senjata api ditempat sepi dan terpencil.


" Dokter?, sejak kapan dokter tidak memliki etika, jika kau tidak Jujur maka kau akan mati.


" jujur, saya Jujur ...! Ria sudah seharusnya mengikuti arus.


"1, 2, 3...!"


" aku datang dari Indonesia, untuk menjadi dokter kakak iparku, sungguh!"


" Siapa?"


" Tania!"


" apa?" menjauhkan pistolnya...


" Ya, sungguh, kakakku adalah seorang panglima!"


"Tapi kenapa kau malah masuk ke sini?, rumahnya masih di sebelah sana!"


menunjuk ke arah yang jauh...


" apa tuan Yakin ?, tuan tidak berbohong?


" untuk apa berbohong?, kenapa kau malah turun di sini?"


"mana ku tahu, supir yang menjeputku mengantarku sampai di sini, dan mengatakan ini rumahnya!"

__ADS_1


" Ya sudah ku antar kau ke sana!"


"Tunggu, bagaimana bisa aku percaya?, Tuan ini siapa?"


" aku adalah kakak Tania Julius!"


" siapa yang percaya ,bahkan aku tahu jika Tania anak tunggal!"


" ya sudah kau bisa berjalan sendiri, tapi saya ingatkan di sini tidak ada transportasi umum, jadi kau harus jalan sekitar 10km!"


" apa???, kakiku bisa patah jika jalan!, aku akan menelpone kakakku!"


masih tidak menyerah.


"Mana ada signal di sini?"


Ria melihat ke arah ponselnya pun, benar-benar tidak ada signal.


" Nona, jika memang aku orang yang tidak baik, dan ada wanita cantik menerebos kamarku, kira-kira aku apa akan diam saja?" tanya Julius.


Benar juga ternyata ya, mmmmm baiklah aku setidaknya bisa sedikit bela diri, jadi aku akan mencoba untuk hati-hati terhadap orang asing ini, harus tetap waspada jangan lengah.


" kalau begitu ,maaf harus merepotkan tuan, untuk mengantar!"


" mmmm,jika bukan untuk Tantan,mana aku peduli, karna dia adalah orang terpenting bagiku!"


berjalan keluar kamar, diikuti oleh Ria.


Julius pun mengantar Ria dengan segera ke tempat tinggal Leon dan Tania.


rupanya dua insan itu tengah menikmati udara pagi bersama di depan tempat tinggal yang mereka tinggali.


" Kakak ipar, kakak Eon...!" teriak Ria sangat gembira, meskipun umur Ria jauh lebih tua dari Tania, tapi Ria tetap menghormatinya sebagai kakak iparnya yang juga dia sayang, karna telah memenangkan hati kakak sepupunya itu.


" Ria, kau sudah tiba!" ujar Leon


" Loe sayang kak julius apa tinggal di sini?" tanya Tania terkejut.


" aku juga baru tahu, jika Ria tidak mengatakannya, aku juga tak tahu!"


***Rupanya, kakak ipar ini belum sepenuhnya percaya kepadaku.


dalam hati Leon***.


" Kak Julius tinggal di sini juga?"


" 10 km dari sini Tania, hehehe itu tempat untuk beberapa anak buahku untuk menjaga kalian di sini!"


" oh jadi tuan ini ,benar-benar kakaknya kakak ipar?"


" Iya, Ria kenalkan ini adalah kakakku, dia kakak terbaikku pokoknya!"


" Ya tadi sudah kenalan, aku pikir tadi rumah itu rumah kalian aku berkali-kali memencet bel, dan teriak-teriak tak ada yg membukakan pintu, ya sudah aku mencari alternatif lain, masuk jendela dan memasukin kamar tuan ini.." menunjuk ke arah julius.


" kau ini kenapa, asal melompat jendela rumah orang, jika itu bukan kakak ipar, kau jadi apa nanti Ria?" Leon sangat gemas dengan tindakan Ria.


" Maaf kakak, tadi tuan ini pun juga hampir menembak di kepalaku!"


" wah kak Julius kau tidak boleh seperti itu pada Ria!" ujar Tantan


" Tantan, jika rumahmu dimasuki orang asing bagaimana?"


" Iya iya, kakak ipar itu memang salahku!"


" Hmmm bagus jika kau mengerti, heemmm dokter sekarang sungguh tidak punya etika ya!"


" maafkan Ria kakak, dia pasti kebingungan!"

__ADS_1


" Ya sudah karna dia bukan orang lain untukmu aku tidak akan perpanjang lagi!"


" Terimakasih tuan, sudah sangat berbaik hati!"


"Ya, sama-sama kalian sepagi ini enak sekali sudah bersantai..."


ujar Julius sambil memperhatikana Leon yang sibuk memasak sea food.


"Ya kakak kami akan sedang membuat sarapan pagi!"


"pagi - pagi begini sudah makan makanan berat, waaaaa"


" kakak ipar, duduklah...ini hasil tangkapanku tadi pagi petang, kita sarapan bersama, ayo Ria juga sarapan!"


" aku mauuuuuuu....!" Ria sangat bersemangat karna makanan laut adalah kesukaanya.


" ayo Ria...semalam kakak juga membuat pesta BBQ!"


" kalian sepertinya sangat menikmati tinggal di tempat terpencil ini!"


" kakak, tempatnya sangat nyaman...!"


" jika Kau senang kakak juga senang Tantan, ingatlah kau harus segera membaik!'


" Tentu, Tantan akan segera membaik kakak!"


" Tenang saja kakak ipar, aku akan berusaha yang terbaik untuk kak Tantan"


" Dokter, aku mengandalkanmu,untuk kesembuhan adikku!"


" Siap Tuan,...terimakasih atas kepercayaannya!"


"baiklah sarapanya sudah matang, ayo kita makan bersama!" meletakan hasil masakanya di meja yang sudah tertata rapi dengan menu-menu lainnya.


" okelah, kalau begitu kita makan!" ujar Julius menyetujui.


mereka berempat makan bersama sambil menikmati keindahan dan keasrian tempat yang masih terjaga dengan baik itu karna tak banyak orang datang di tempat itu.


" Leon, masakanmu tidak mengecewakan!" Julius memuji Leon.


"Terimakasih kakak ipar...kalau begitu ayo dihabiskan!"


"ah, aku tidak bisa makan banyak saat pagi...sesuai kapasitas saja!" ujar Julius sambil melirik ke arah Ria yang fokus makan dengan sangat lahap, entah beberapa kali dia menambahkan nasi dan beberapa menu makanan beegantian.


" ah, Kakak ipar pasti terkejut melihat adik saya ini makan ya?, dia suka makan dari kecil kakak, tapi tidak bisa gemuk!" ujar Leon memberitahu.


" Kakak, kau tidak boleh bicara sembarangan mana ada aku makan banyak, aku makan pun sedikit, kakak bisa lihatkan?" Ria menyangkal


"hihihihi" Tantan hanya terkikik.


" Leon kau salah, sepupumu ini makanya sedikit, hanya saja sedikit-sedikit nambah, iyakan dokter?"


sambung Julius menggoda.


" hahahahahah" Leon, Tantan san Julius pun tertawa.


" Bodo...yang penting makan!" Ria tetap fokus makann dengan lahap.


Bersambung...


Author...


Guys, untuk Dia, Sang Panglima Perang


Update setiap


Rabu dan Sabtu ya...

__ADS_1


terimakasih kakak.


__ADS_2