
" Anak itu tidak pernah berubah...!" Gumam Panglima.
...----------------...
Sementara Kehidupan Tantan, Suzy dan yang lainnya sangat aman.
Saat Ria bekerja Jack slalu menjaganya sampai dia selesai dan kembali.
" Jack, apa bos mu sungguh baik - baik saja?" tanya Ria khawatir.
" Ya, dia sangat baik...!"
" Aku merasa tenang jika begitu...!"
" kau harus tenang , kau harus memikirkan keselamatan mu sendiri!"
" Ya, ya...aku mengerti!"
" Baguslah...cepat ganti pakaian dan kita pulang, sabar saja ini demi kebaikan semua!'
" Aku tahu...'
Untuk menjaga keamanan keluarga, Ria harus menyamar Ria membuat penampilannya tidak dikenali kecuali saat di rumah sakit, saat pulang dia akan memakai pakaian yang tidak dikenali orang.
...----------------...
Di basecamp Zero
" Nona apa kau sudah baikan??"
" sudah tuan, terimakasih atas pertolongan anda!"
" Kebetulan saja aku lewat!"
" Tuan, anda pasti tahu kenapa keluarga saya di bantai habis!"
" Tentu saja, jika kau ingin balas dendam itu seharusnya pada kakak keduamu!"
" Kakak kedua??, kakak keduaku baru saja bekerja di kota, aku akan mencarinya untuk menanyakan hal ini!"
" Jika kau ingin menanyakan hal itu maka, aku seharusnya tidak molongmu!"
" apa????, itu artinya... kakakku sudah mati?"
" Ya,..!"
" Tidakkkk, tidakkkk aku sungguh hidup sebatang kara?"
" entah, aku malah tidak tahu kau ini berapa bersaudara!"
" Tuan... sebenarnya siapa yang membunuh kami?"
" Apa kau ingin tahu?'
" Ya, ...!"
" apa kau dengar berita- berita hangat yang memanas akhir - akhir ini?'
" Tahu,...!"
" Kakakmu terlibat dan bergabung dengan salah satu penjahat, perjanjiannya dia harus berhasil dalam tugasnya jika tidak satu keluarganya akan dibantai habis!"
mendengar cerita Zero gadis itu menggigil ketakutan.
" tidak ku lanjutkan kau ketakutan!'
" Tolong Lanjutkan!"
" Kalian ada keluarga ke 7 yang di bantai habis!'
Seluruh tubuh gadis itu gemetaran...
" Kau tidur sajalah!'
" Lanjukan tuan, saya tidak takut!"
" Seluruh tubuhmu gemetar, apa kau masih mengatakan tidak takut?"
" Aku sedang mengumpulkan seluruh kebencian ku untuk membalas dendam!" terlihat wajah gadis itu sangat muram penuh kebencian.
" Siapa namamu?"
__ADS_1
" Nisa ..!"
" Nisa, jika kau ingin balas dendam itu mudah namun belum waktunya, jika kau ingin membalasnya kau harus mengenali musuhmu terlebih dahulu!"
" Lalu bagaimana aku harus memulainya?"
" nanti jika kau sudah benar-benar pulih, kau lihat bayi itu?, dia sama denganmu, aku mau kau menjaganya sementara menyembuhkan lukamu!"
" Baik Tuan, saya berjanji akan menjaganya!"
" Anak pintar, tinggalkan dendammu untuk sementara agar pemulihan mu lebih cepat!"
" Ya Tuan, akan saya ingat!"
" Bagus....!"
" tapi tuan, apa anda tidak melanjutkan cerita anda?"
" Hmmm, Kakakmu bergabung dalam kejahatan itu, yang membunuh keluarga mu adalah kebodohan kakakmu, maka dia terbunuh beserta keluarganya dan hany tersisa dirimu!"
" Tuan, bagaimana caranya agar tidak ada keluarga ke 8 yang menjadi korban?"
" Habiskan sampai ketunasnya, jika dia bermain seperti itu maka, kita habisi dulu tunas tunas - tunasnya agar di melemah!"
" Bukankah kekuatannya adalah uang!"
" Benar, tapi bukan mereka tidak punya hati bukan?, maka kita akan mulai dari orang - orang terpentingnya!"
" Tapi tuan, mereka juga sama seperti ku tidak bersalah!"
" Orang itu sudah menghabiskan banyak nyawa orang tidak bersalah untuk mencapai tujuannya!"
" Kita juga sama, untuk mengehetikannya, keluarganya yang akan menanggungnya!"
" Tuan apakah tidak ada cara lain?"
" Ada...tapi kit hanya bisa bertindak sesuai situasi!"
" Oh ya, jika kau senggang lihatlah rekan- rekanku berlatih, barang kali kau bisa mempelajarinya!"
" Saya akan berusaha tuan!"
" Ya baik... istirahatlah aku pergi dulu!"
Zero menunggu 2 jam lebih namun pembunuh itu tidak juga muncul.
" apa kau menungguku?"
pembunuh itu menodongkan pistol pada Zero.
" Ya, ....!" Jawab Zero santai.
" Apa yang kau inginkan?"
"Dirimu!"
" Hehehe...mati saja kau!"
" oh tidak bisa!" Zero menendang pistol itu sampai terlempar jauh.
dan terjadilah pergulatan di antara mereka berdua.
Dan Zero berhasil menjatuhkan pembunuh bayaran itu.
" Bajiiiingan, kau menyetuh di bagian mana?"
Zero merasa ada yang aneh, Zero menekan lebih keras.
" Bajiiiingan mati kau!" melawan sekuat tenaga.
Zero membuka masker dan menarik penutup kepala pembunuh itu.
" Oh My God!!!, kau seorang wanita, cantik pula"
" Kau orang mesum tidak punya otak, jika aku tidak membunuhmu, maka aku akan menjadi lelucon keluarga ku Selama 7 turunan!'
" Ah, sial kenapa dia wanita?'
Zero masih menghindari serangan - serangan dari pembunuh wanita itu .
" Hey, kau bukankah identitas mu laki - laki, kau juga memiliki seorang istri dan anak?, apa kau berbeda orang?"
__ADS_1
" aku akan memberitahumu jika kau sudah mati!"
" oh jika kau bisa membunuhku dengan 3 serangan!"
" Siapa takut!"
" Jika kau kalah aku akan membunuh keluarga mu tak tersisa, bagaimana?"
Pembunuh itu menghentikan langkahnya
" Kau hanya omong kosong belaka!"
" Hemmm...aku tidak tahu kau siapa?, yang aku pembunuh itu bernama Yosi, istrinya bernama Meryy, dan anaknya Yasmin!"
Pembunuh itu terkejut,
" Kalian tinggal di pinggiran kota, dekat pabrik gula!"
" Kau sebenarnya siapa??"
" Aku sama sepertimu ,tapi aku tidak di jalan hitam, jadi ketika aku dan keluargaku terbunuh maka kami mati terhormat!"
" Ah, baiklah....aku tahu kau pasti memiliki Backingan kuat!"
" aku juga tidak terlalu berjalan di jalan hitam, aku membunuh mereka yang gagal dalam misi kejahatan!"
" Wah, alibimu hebat sekali!"
" Alibi kepalamu, aku memilih pekerjaan ini karena aku di perintah mereka membunuh orang yang gagal dalam misi!"
" Tapi keluarganya kau bantai habis!"
" Itu lebih baik bukan, dari pada dia menahan derita atas kebodohan keluarga nya sendiri!"
" sebaiknya kau keluar dari lingkaran hitam ini, bergabung denganku, maka Keluarga mu selamat!"
"Tidak bisa... aku ingin membalaskan dendam kakakku atas pemberontakan yang terjadi!"
" oh jadi kau adalah korban?"
" Aku dan kakakku adalah pembunuh bayaran, namun peranku adalah menjadi bayangan kakakku, aku akan membantu menyelesaikan misi - misi kecil...tapi ada orang yang menargetkan Kakakku, kakakku datang padaku dengan luka yang sangat parah, dan tidak bisa bertahan!"
" Oh kisah yang menyayat hati...lalu bagaimana dengan anak dan istrinya?"
" Mereka tahu, kami menguburkan kakakku di belakang rumah, aku menyamar menjadi Yosi agar mereka mengira kakakku tidak terkalahkan!"
" Tapi pekerjaanmu mengancam istri dan anak kakakmu!"
" Mereka tinggal ditempat yang aman!"
" Jika mereka aman maka aku tidak akan mengetahuinya bodoh!"
" Lalu aku harus membawanya kemana?"
" Pikirkan baik-baik...kau mau bergabung denganku atau tidak, jika tidak aku tidak bisa membantumu karena kau di pihak lawan, tapi jika kau mau bergabung, temui aku di dekat bukit sana, di bawah pohon yang daunnya paling lebat!"
" Apa kau sedang bermain teka - teki denganku?"
" Tidak, temui aku pukul 12 malam di sana,jika sudah membuat keputusan, sampai jumpa!"
Zero menghilang seperti kilat.
Jalan mana yang harus ku pilih, bisakah aku mempercayai pria cabul itu
dalam hati
" Astaga mengagetkan saja!, kenapa kembali?"
" Maaf aku menjatuhkan barangku!"
" Oh, sialan!"
" Oya, maaf jika kakakmu Yosi berarti kau adalah Yiso??'
" Yiso kepalamu, namaku Yesa!"
" Oh maaf aku kira kebalikannya, okelah aku pergi!'
Yesa menggeleng kepala..
Aku akan membicarakan hal ini dengan kakak ipar lebih dulu
__ADS_1
Yesa pun kembali ke markasnya.