DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
86 Dekat


__ADS_3

Setiap hari Tantan menjalani pengobatanya dengan semangat yang membara,bagaimana pun dia harus segera bisa berjalan.


Sudah hampir satu setengah bulan,


"Baguslah, kau sudah bisa berdiri!, ayo sayang sebentar lagi kau pasti bisa berjalan!"


" Kakak pasti bisa berjalan!"


ujar Ria menyemangati.


" Terimakasih untuk kalian berdua, karna sudah slalu menyemangati Tantan!"


" kita adalah keluarga kakak ipar, kakak tanteku sangat merindukanmu !"


" ibu barus semalam menelphone!" sambung Leon


" Oh ya?, kenapa Tantan tak tahu?"


" kau sudah tidur sayang, ibu sangat rindu padamu,dan sangat khawatir!"


" katakan pada ibu, aku baik-baik saja dan akan segera kembali!"


" mmmm, sudah ku katakan seperti itu, kau sangat tahu ibu seperti apa?"


" mmmm, Ibu ya seperti itu heheheh!"


" hahahah, apa sayangku ingin jalan-jalan keluar?"


" Iya mau...oh lalu di mana Ria?"


" Ria, perlu membeli sesuatu, jadi aku meminta kakak ipar mengantarnya!"


" Ahahaha panglima masih berusaha menjodohkan mereka!"


" Tidak sayang, tidak salah...heheh aku lihat kakak ipar tipe setia!"


" Sangat setia, jangan di ragukan lagi...!"


Di tempat Lain.


" tuan maaf merepotkan tuan hari ini!"


ujar Ria pada Julius.


" Tak apa, dirimu sudah berperan penting dalam kemajuan Tania, ini hanya hal kecil tidak perlu sungkan, jika nona butuh bantuankun telphone saja"


" masalahnya Ria tidak memiliki nomer tuan!"


" kalau begitu catat saja!"


menyodorkan ponselnya, Ria segera menyimpan nomer Julius.


" Baiklah ke depannya Ria pasti merepotkan Tuan Julius, tapi tuan kan sibuk pastinya, aku rasa Ria bisa sendiri hanya perlu menghafal tempat yang pokok ini!"


" tenang saja aku bisa diandalkan!"


" Kalau begitu Ria tidak akan sungkan lagi pada Tuan!"


" Oh ya, panggil saja Julius, rasanya seperti kaku kau memanggil Tuan!"


" Aku panggil abang saja ya?"


" abang?, Ya atau kakak saja!"


" ya sudah abang saja...kedengarnya bagus!" julius tersenyum


" oke aku panggil babang deh biar lebih dekat!"


ternyata si babang ini lumayan asyik juga, aku kira dia sangat mebosankan.


dalam hati Ria.


" lalu babang, panggil nona siapa?"


" panggil Dedek saja, okey...!"


" de,...dek...dedek, hahahahah okey Dedek ya!"

__ADS_1


" Iya babang...!"


" sekarang dedek mau di antar ke mana?"


" Babang dedek butuh membeli perlengkapan mandi sudah habis, dan beberapa parfum dedek mau beli di sini!"


" Ya sudah aku antar ke supermarket setelah itu ke toko parfume!"


" Let's go...!"


mereka seharian keliling membeli keperluan yang diperlukan oleh Ria.


" Kami kembali..." Ujar Ria yang datang bersama Julius dengan membawa banyak barang belanjaan.


" astaga Ria, kau ini membeli keperluanmu atau mau berdagang!"


" Sekalian kakak sekalian Ria di sini membeli apa yang harus dibeli dan juga beberapa oleh-oleh untuk di bawa pulang!"


" Astaga ya sudahlah yang penting kau sudah pulang, dengan selamat, kakak ipar maaf membuatmu repot!" leon tak enak hati.


" santailah, Ria bukan orang lain juga...!"


" Babang terimakasih ya untuk hari ini...!"


" Iya Dedek, kabari saja jika butuh bantuan babang!"


" Oke, beres babang!"


Tania dan Leon saling memandang,...mendengar panggilan kedua orang di depannya.


" Ya sudah ,kalau begitu aku pamit dulu panglima, Tantan, bye Dedek!" sambil melambaikan tangan.


" hati-hati di jalan ya abang!"


membalas lambaian tangan Julius.


sekarang pandangan Tania dan Leon menuju ke arah Ria, yang seakan sedang membutuhkan penjelasan.


" Oh, kenapa kalian melihatku seperti itu?, apa ada yang salah denganku?"


" Ria, kau memanggil kakak ipar tadi siapa?" Leon bertanya untuk meyakinkan diri bahwa dia tidak salah dengar.


" apa?" Tania dan Leon serempak terkejut.


" mmm, kalian kenapa?, apa itu salah?"


" Oh tentu tidak, sekarang masuk dan istirahatlah!" perintah Leon


" Ya kakak, kakak ipar Ria istirahat dulu kalau begitu!"


segera menuju kamarnya


"mmmmm, ..." Leon memandang ke arah Tania


" Heheh rencanamu sukses sayang, mereka sudah lebih dekat!"


" Tak ku sangka secepat itu mereka dekat, dan panggilan mereka benar-benar luar biasa!"


" hihihi...mereka lucu sekali, dan untuk pertama kalinya Tania melihat kakak Julius dekat dengan wanita selain Tantan!"


" itu perkembangan yang baik sayang, siapa tahu mereka beneran Jodoh!"


" iya aamiin...!


" Ya sudah kau juga harus segera istirahat pula!"


'mmm,...!"Tania menurut.


Leon segera membawa Tania ke kamarnya untuk istirahat.


Ditempat Lain.


" Jendral, kapan kita ke tempat Tania aku sangat rindu!" ujar suzy.


"mmmm, sayang kita hanya bisa menunggu Tania pulang kemari, karna kita tidak boleh memberikan celah pada musuh, sementara jadilah orang yang tidak setia kawan dulu, demi kebaikan sahabatmu!"


" tapi bagaimana jika....!"

__ADS_1


"ssssssssssssst, pasti bisa...!"


" Ya...."


" Kau harus yakin jika Tania pasti bisa sembuh total!"


" ya aku yakin, aku yakin Jendral!"


" bagus....!"


" Tapi aku sangat rindu...!"


" Ya sudah peluk saja aku kalau rindu padanya , anggap saja aku dia!"


" mana bisa, issss... Jendral mau mencari keuntungan kah?"


" Tentu saja, mencari untung dari calon istriku sendiri memangnya tidak boleh?"


" Hilih maunya...!"


" Sayang, hari ini aku belum dapat tampolan mesra darimu!" Jendral petter merayu Suzy


" Menjijikan sekali, kakak tua ini...!" Sambung mei mei yang memang slalu ada di amtara mereka.


" Pffffffffffttttrrrr......" Suzy menahan tawanya.


" aih, kakak lupa tidak mengungsikanmu ke rumah tante Maya...!" Ujar Jendral petter yang merasa terganggu dengan keberadaan satpam kecilnya.


" Kakak tua jahat sekali, memangnya aku korban kebanjiran diungsikan!" protes keras.


" Hahahahahahahhah" Suzy dan petter tertawa lepas melihat wajah kesal Meimei.


" Bukankah kau suka bermain dengan Sammy?"


" Ya itu sangat benar sekali!"


" Ya sudah kakak antar sekarang ke sana!"


" Ya akunmau tidur di sana juga!"


" Bagus 2 minggu ya!"


" Kakak mau membuangku?"


" Mana ada membuangmu, kau ini bicara apa?"


" itu lama sekali 2 minggu menyebalkan sekali, bilang saja kakak ingin membuangku!"


" Haduh mana ada seperti itu hanya saja itu waktu-waktu asyik untuk kalian berkumpul bermain bersama!"


" tidak mau dua minggu sehari saja!"


" Ya sudah terserah kau saja!"


Jendral petter mengiyakanya karna Jendral Petter sangat tahu sifat Meimei itu, jika betah pasti juga bisa tinggal lebih dari 2 minggu.


" Ya sudah ayo berangkat!" Jendral Petter pun membawa Meimei ke kediaman Panglima yang ditinggali oleh Maya dan Sammy.


setelah Jendral Petter menitipkan Meimei.pada Maya, Jendral dan Suzy pun segera melanjutkan kencan mereka yang tertunda.


" Kita pulang lanjut, atau mau keliling sayank?" tanya Petter.


" Ikut aja sama sayangnya!"


"Ya sudah kita beli sayuran dan masak sesuatu di rumah, kita nonton film okey!"


" Ya okey, sayang...!"


mereka membeli semua bahan yang di perlukan sekalian untuk stock.


bersambung..m


author


haduh, udah ngantuk aing...


sampai di sini dulunya kakak nanti kita sambung lagi oke...

__ADS_1


terimaksih...


.


__ADS_2