DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
213. Pertunjukan


__ADS_3

Akhirnya Drama pun berlanjut...


" Tom, ini adalah pilihan untukmu dan temanmu!"


" apa??"


" Jangan berlagak,jika kau tidak mau mematuhi semua ini maka keluargamu akan kami habiskan di hadapanmu!"


" Apa??, aku akan katakan pada Wapres jika kau melakukan rekayasa pada kami!"


" Hahahha justru ini adalah skenario dari Wapres jika kau mengakui bahwa kau bersekongkol dengan ajudan wapres untuk memaksanya membantu kalian dalam hal kotor ini, ...!"


" Tidak mau dia harus mati bersama kami!"


" Lihat keluargamu sudah ditangan kami!" Diputarlah cuplikan video keluarga Tom dan rekannya yang sudah berada di tangan mereka.


" Biadab kalian biadab...!"


" ahahahahaha... cepat baca ini lalu akui semua kami akan memasaknya untuk di publikasikan besok!"


" Tom kau memang sialan, kau menyeretku dalam jurang!"


" Kau sendiri yang mau!"


" Aku tidak mau aku mau hidup!" Rekan Tom tidak terima.


" Tidak mau aku tidak mau hidupku berakhir begitu saja,...!"


" Baiklah...jika begitu kau akan mati mengenaskan di sini dengan siksaan!"


akhirnya mereka mau tidak mau menandatangani syarat itu.


...----------------...


Polisi menyiarkan berita mereka sudah berhasil menangkap para Mafia yang sudah lama bersembunyi, ajudan wapres itu pun terekpos dia bersekongkol dengan Tom dan rekannya untuk memaksa para pemimpin untuk menjadi pelindung mereka karena keluarga mereka terancam akan dihabisi jika tidak memberikan perlindungan dan para polisi itu berupaya untuk menyelamatkan wapres .


sebagian rakyat golongan ibu-ibu memihak pada wapres .mereka berharap wapres segera di selamatkan oleh para keparat, eh salah aparat ya bestie.


dan sebagian dari orang - orang berpendidikan tinggi kususnya para mahasiswa merasa janggal dengan berita yang kurang masuk akal itu, namun mereka masih mengamati kasus yang terlalu rumit itu dengan tenang.


Dikediaman keluarga Ajudan.


" Putriku kau sudah pulang??"


" ibu,huhuhuhu...teman - teman sekolah ku menghinaku anak penghianat...mereka melempari ku dengan buku dan alat tulis yang mereka bawa, katanya aku tidak pantas hidup, karna ayahku seorang penjahat!"


tubuh putri ajudan Pras tubuhnya penuh luka-luka menangis di pelukan ibunya.


" Jangan menangis ayo obati luka ini dulu...!"


Istri ajudan itu mencoba menenangkan putrinya,


" Ibu, apa ayah benar-benar berbuat jahat??"


" Mana mungkin, jika dia penjahat dia tidak akan menjadi ayahmu...!"


" Huhuhu....lalu di mana ayah sekarang??, kenapa berita itu menjelek- jelekan ayah ku terus menerus...semua orang melihat kita seperti sesuatu yang menjijikan , ibu...ayah harus mengatakan pada semua orang jika dia tidak jahat!"


" Ayah sedang melindungi kita nak...!"


" Tidak karena berita ayah aku jadi terluka...!"


Tak lama datanglah gerombolan polisi, mendatangi rumah ajudan Pras, istri dan anak-anak Pras pun di bawa untuk di amankan.


" Nyonya... sementara ini anda tinggallah di sini, untuk anak-anak anda tidak perlu datang ke sekolah dulu ...!"


" Pak, suami saya tidak bersalah saya sangat yakin...!"

__ADS_1


" Nyonya, saya hanya mengikuti perintah...saya juga memiliki anak istri...salah atau tidaknya suami anda, memang beginilah adanya keadaannya kita sebenarnya, suami anda melakukan hal benar, meski di mata semua orang itu adalah salah, jika saya di posisinya mungkin akan melakukan hal sama untuk melindungi keluarga saya...beginilah jika kita hanya menjadi seorang kerucut, ada di garda terdepan untuk menjadi kambing hitam!"


" Pak, anda orang baik...bisakah membantu saya??"


" Katakan, jika itu bisa akan saya bantu...!"


Istri ajudan Pras itu membisikan sesuatu pada polisi yang bertugas menjaganya.


" Ah.... itu sangat sulit ibu...tapi saya akan coba bantu mencari tahu, ...!"


" Tolong ya Pak, ...!"


" Baik, nanti tunggu saya berganti sift saya akan mencobanya ya bu...!"


" Baik terimakasih sebelumnya!"


...----------------...


" Panglima bagaimana keadaan anda??" Tanya Zero.


" Hemmm tak apa Zero...aku sudah mendingan!"


" Syukurlah...!"


" Jimmi Ria dan keluargaku di sekap di sana tolong kau segera ke sana untuk bersiap memberi arahan pada anak buahku..."


" Kenapa mereka malah datang ke kota??"


" Dex juga di sana, kau bisa mengakses kamera tersembunyi mereka untuk melihat keadaannya di sana!"


" Baik, aku ke sana sekarang!" Ujar Jimmie segera berangkat,


" Zero...kau bisa tolong pantau para pasukan ku dan Jenderal??"


" Bisa panglima saya akan kesana!"


" Lalu bagaimana dengan kita sayang??" Tanya Tantan.


" Oh ya Jack kau segera mengambil alih keluarga Tom dan Rekannya...bawa mereka ke Markas yang sudah mereka siapkan untuk keluagku, lalu lanjut cari keluarga Wapres itu...!"


"keluarga wapres yang asli berada diluar negeri Panglima!, yang di sini hanya orang -orang suruhannya saja!"


" Aih...begitu...ya sudah keluarga Tom dan rekannya itu...saja dulu...!"


" Baik Panglima!"


" Sekalian kau lihat keadaan Jenderal dan mertuaku!"


" Baik Panglima!"


" Panglima , apa aku tidak ada tugas??"


" Ada... menemani istriku agar tidak jenuh...!"


" Ah, itu bukan tugas namanya!"


" Yesa, itu tugas... karena menjagaku itu tidak mudah loe...!"


" Benar juga, anda yang hamil saya yang merasa kualahan sepanjang hari...!"


" Suamiku kau istirahat saja aku mau membagikan kue buatanku pada para penjaga!"


" Lakukan semua sesukamu sayang!" Ujar Panglima.


Karena sudah mengawasi pergerakan keluarga Tom dan rekannya sudah jauh-jauh hari, maka tidak sulit menemukan keberadaan mereka, Jack menghabisi semua orang yang berjaga di sana tak bersisa satupun, lalu segera membawa keluarga tom ke markas yang sudaj di sabotase dengan orangnya dan di tambah beberapa hewan buas yang di bawa oleh Tantan.


Setelah itu Jack pergi ke tempat Jendral dan Ayah Tantan di tahan.

__ADS_1


ternyata dimas berada di sana...


" Dokter Dimas, kau di sini untuk???"


" Sssssstttt....aku hanya bisa memberikan obat dalam untuk mereka, aku di tolak saat datang sebagai dokter, aku menitipkan obat itu pada Sipir ...aku sedang menunggu sipir itu tapi sepertinya dia tidak berjaga!"


" Oh, baguslah...juka sudah... lalu apa yang kau lakukan??"


" Ya ingin memastikan keadaan mereka!"


" Oh...ya sudah kita bersama masuk!" Jack dan Dimas akhirnya mengunjungi bersama, Dimas memeriksa tubuh keduanya dengan sungguh - sungguh.


" Apa ada yang serius??"tanya Jack


" Tidak ada, yang serius...lukanya memang cukup parah, yang penting obat itu di minum dengan teratur maka tidak akan terjadi infeksi!"


" Bagus... Karena Panglima hanya meminta ku memastikan kalian baik-baik saja maka aku mohon pamit..!" Unar Jack.


Jack dan Dimas pun keluar,


namun ada seorang polisi yang masuk menuju sell Jenderal dan Ayah Tantan.


" Jenderal... perwira...!"


" Ada apa pak pol??, apa kau ingin menawarkan sesuatu??"


" Tidak, saya hanya harus menyampaikan pesan dari seseorang untuk keluarga Panglima!"


" Siapa??"


polisi itu membisikan pada Jendral dan ayah Tantan.


" untuk saat ini kami tidak bisa mempercayai siapapun apalagi dari kepolisian!" ujar jendral Petter.


" Ya saya tahu ini akan sulit...aku akan mengatakan pada orang itu untuk menyerah saja...!"


" Katakan padanya untuk menyerah!"


Polisi itu pun pergi dengan wajah yang menyedihkan.


" Apa ini sungguh jebakan??"


" Tidak tahu Paman...kita hanya harus berhati-hati mereka sangat licik!"


" hm...baiklah...!"


...----------------...


" Nyonya maaf saya tidak bisa meyakinkan mereka, mereka benar - benar sudah kehilangan kepercayaan terhadap kami!"


" Aku dengar Panglima di rawat di rumah sakit militer tuan apa anda bisa mencarinya??"


" Nyonya keluarga Panglima tidak akan keluar, jika keluar nyawa mereka juga akan terancam, mereka seperti anda...!"


" Tapi pak ...saya tidak mau jika suami saya menanggung apa yang tidak ia lakukan...suami saya mengatakan jika saya harus mencari keluarga Panglima jika terjadi sesuatu!"


" nyonya...maaf...saya hanya bisa membantu sampai di sini....saya juga punya keluarga yang harus saya lindungi!"


" Kalau begitu ijinkan saya keluar pak, biar saya mencari tahu sendiri keberadaan keluarga Panglima!"


" Anda sangat keras kepala nyonya, anda tidak akan menemukannya!"


" Di mana Jenderal itu di tahan??"


" Nyonya anda tidak bisa menemuinya...!"


" Tolong Pak, bantu saya sekali ini saja...bapak katanya punya anak dan istri, bagaimana jika ini terjadi pada keluarga anda?, anak anda di bully teman-temannya karna kesalahan yang dituduhkan pada anda??"

__ADS_1


" Baik - baik, besok saya pikirkan caranya sekarang anda istirahat saja nyonya!"


polisi itu pun akhirnya mengabulkan keinginan istri ajudan Pras.


__ADS_2