DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
140. Pilihan


__ADS_3

" Aku, aku akan slalu bersamamu sayang!!"


ujar Tantan penuh harap.


" Tentu, saja kau harus slalu disampingku!"


" Yea...aku sudah menyiapkan senjata, ....!" Tania sangat kegirangan.


" Bold!, kau komando semua pasukan dibawah kendalimu ke arah barat!"


" Baik panglima!"


" Jangan beritahu mereka jika sudah ketahuan, lakukan rencana secara natural!, bagaimana pun caramu!"


" Panglima, dia sudah berkhianat!" tegas Dex Keberatan.


" Cukup, aku memberikan dia pilihan sendiri!, jadi itu terserah padamu kau mau tetap berkhianat atau kembali padaku!"


" Tapi panglima!"


Tania segera menghampiri Bold,


" Jika aku jadi kau, aku lebih baik mati terhormat, dari pada mati menjadi penghianat!, bagaimana nasib keluargaku nanti jika aku mati menjadi penghianat, huhuhu sungguh pasti orang - orang akan membuat hidup keluargaku menderita hihihiks!" Ujar Tantan berakting.


" Tantan hal seperti itu tidak mempan!"


ujar Dex.


" Sudah Bold kau boleh pergi dan bawa pasukanmu, semua nasib anak buahmu ada ditanganmu, kecuali 2 orang itu!" menunjuk 2 orang yang di diikat di belakang Panglima.


" Panglima, jika kau melepaskan dia, dia akan memberi informasi pada lawan tentang rencana kita!" Jack khawatir .


" Hei abang - abang bagaimana bisa kau meremehkan seorang Panglima, dia pasti memiliki 1000 cara untuk hal semacam ini!"


Jack dan Dex langsung diam...


" Sudah kau boleh pergi, pergilah!"


Bold pun segera pergi


" Panglima lalu bagaimana dengan mereka?"


" Ikat dengan Rantai dan keluarkan Micel!"


" Micel???" Tania terkejut.


" Ouggggh ouuugggh ouuugggg " Micel berlari menubruk Tantan hingga terjatuh.


" oh Tantan!" Teriak Jack dan Dex khawatir


" Micel, aku sangat rindu padamu!, kau juga disini?, Panglima mengurungmu??"


"ouuughh oggghhh!"


" Kau juga merindukanku?'


" Oggh oghhhh!"


" Oh sayang, aku sangat senang bertemu denganmu lagi!"


" ogh ogggg!'


" Panglima kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal jika micel di sini?'


" oh dia senjata rahasiaku!"


" Oh ya lalu tugas Micel kali ini apa?"


" mencabik - cabik bangsa tidak berguna!!" jawab Panglima.


" Oh wooooo....ingat Micel, habiskan mereka sampai tak tersisa!"

__ADS_1


" Anjing militer pun takhluk padanya!" Bisik Jack pada Dex.


" Hmmm...!" Dex mengiyakan.


" Kalian berdua siapa yang akan ke tempat Jendral?" Tanya Panglima.


" Biar saya!" Jawab Dex menyanggupi.


" Kau tidak banyak waktu, cepatlah berangkat!!"


" siap!!" Dex pun bergegas berangkat karna ke tempat Jendral membutuhkan waktu 12 jam, itu berarti dia harus segera menyelesaikan misinya kirang dari 1 hari.


" He mm, Siksa 2 orang itu sampai tak berdaya!, penghianat tetap penghianat, bagaimana bisa mereka lebih percaya dengan orang Lain??, kalian pasukanku, bahkan memilih jalan sendiri!, penghinaan besar bagiku!!" Naluri kejam Panglima mulai keluar.


Tangan kanan yang slalu bersama Panglima pun, segera memenuhi perintah Panglima.


" Jack tolong, awasi Bold jika dia sudah menggiring semua anak buahnya, segera kumpulkan sisanya, jika jumlahnya sesuai maka bagi mereka menjadi 3 bagian dan tempatkan mereka seperti rencanaku!"


" Jika anak buah Bold di giring , lalu siapa yang akan menyebar rumor itu?"


" Tentu saja aku sendiri!"


" Sendiri?, aku akan ikut!, aku yang akan bercerita tentang kekejaman panglima!, itu adalah keahlianku!" Tania sangat percaya diri.


" Ya kau boleh ikut!"


" Lalu siapa yang menjaga mereka?"tanya Jack


" Aku masih memiliki pasukan bayangan!"


" Baik, aku akan mengawasi Bold sekarang!"


Jack pun segera pergi.


" Panglima, bagaimana jika Bold berhianat?"


" Dia sudah berhianat, aku melepas mereka hanya untuk umpan, jika mereka memilih kita, aku bisa menjamin mereka selamat, namun aku tidak melepaskan mereka dari hukuman!"


" Mereka melakukan ini juga terpaksa!"


Tania menunduk, dan memainkam kedua jari telunjuknya.


" Kau kenapa ??"


" Maaf kan Tania juga , karna Sudah Mengkhawatirkan mu, Tapi Tania Tidak pernah memandang rendah panglima!"


" Hahahahahahah, hmmm iyaya kau juga tidak akan lepas dari hukuman !, nanti aku pikirkan setelah semuanya berakhir!"


"ahhhh sayang, jangan sekejam itu aku sangat takut kau dalam bahaya!"


" Bahaya itu sebagian dari hidupku, kau harus membiasakan dirimu!"


" Baik, baik, Panglima aku sangat lelah aku ingin tidur!"


" Istirahatlah di dalam tenda ku, mereka akan menjagamu aku Dan Micel harus menyelesaikan sesuatu!"


" Oke...aku ingin tidur dengan baik !" Tania segera masuk ke dalam tenda Panglima, dan benar saja rupanya banyak sekali penjaga bayangan Panglima, terlihat banyak mata yang mengawasi gerak gerik Tania.


Tania segera merebahkan tubuhnya di matlas dan tanpa ragu memejamkan matanya untuk melepas lelahnya, karna dia sudah kehabisan tenaga.


sementara Panglima pergi untuk mengintai lawan di belakang bukit bersama Micel, karna micel yang akan menjadi petunjuk jalan bagi Panglima.


setelah 2 jam berjalan, sampailah Panglima di bukit tersebut,


Panglima segera menyusup masuk ke dalam,


sementara Micel menunggu dibalik bukit.


Panglima pun sukses dalam penyamaranya, dan berhasil membaur dipihak lawan.


setelah mendapat informasi yang diinginkan Panglima segera kembali me markas.

__ADS_1


" Di mana dia?"


" Nona tertidur pulas dalam tenda Panglima!"


" Tetap siaga menjaga!"


" Siap!!!" pasukan bayangan itu pun pergi dengan sangat kilat.


" Panglima, jumlah pasukan sesuai!" Lapor Jack.


"apa sudah kau kumpulkan?"


" Sudah!!!"


" Hmm...kita hanya perlu menunggu kabar dari Dex!"


" Ya!"


" Kau bisa beristirahat!"


" Baik Panglima!"


...----------------...


Setelah mempuh perjalanan 12 jam, sampailah Dex Dimarkas Jendral Petter.


Dex, menyelinap ke tenda Jendral Petter,


" Kenapa, kau datang ke sini??"


Jendral Petter mengetahui kedatangan Dex.


" Lapor Jendral!"


" Ya??"


Dex pun memeberitahu pada Jendral Petter tentang semuanya,


" Hmm...semuanya sesuai dugaan Jimmie, tapi dia belum kembali, jadi aku tidak bisa menyisir pasukanku!"


" Tapi waktu kita tidak banyak Jendral!"


" Lalu apa kau memiliki cara??"


" Ya, ini juga ide dari Nona Tantan!"


" Hahaha, lakukan semaumu!!" ujar Jendral mempercayai .


Dex menggunakan plankat yang diberikan Tania padanya untuk mencari informasi dan memilah pasukan Jendral Petter.


Dex menggunakan cara yang sama dengan Tania, untuk memilah dan mendapatkan informasi akurat dalam waktu 10 jam.


" Jendral, aku sudah menyaring pasukanmu!" ujar Dex melapor kembali.


" oh, 700 pasukan Kau bisa Melakukannya dengan sangat cepat??, apa kau yakin, semua sudah tersaring tanpa terkecuali?"


" Sudah!!, sekarang apa yang akan anda lakukan pada pasukan anda yang berkhianat Jendral?"


" Ada berapa banyak?"


" tidak banyak Jendral, hanya ada 12 orang!"


" Ya sudah, lenyapkan saja, dia akan dianggap gugur dalam medan pertempuran, aku malu jika semua orang tahu Pasukanku berkhianat!"


" dilenyapkan?"


" Ya!, coba kau berikan semua data mereka!"


" Baik!, tapi Jendral bisa saja mereka melakukan semua ini karna terpaksa"


" Tidak ada alasan apapun penghianat tetaplah penghianat!"

__ADS_1


Panglima Dan Jendral sama kejamnya...


dalam hati Dex.


__ADS_2