
****Aku penasaran apa respon dia setelah bertemu dengan istriku****
dalam hati Leon Zang.
Dalam perjalanan ke tempat tinggal Ria.
" Apa ini lelucon?, bagaimana bisa aku hanya menjadi penjaga?"
" Sebaiknya kau menutup mulutmu...Nyonyaku bukan seorang wanita yang bisa kau remehkan!"
" O...o...kau sangat setia sekali, aku terpaksa harus diam!"
" Itu lebih baik!"
setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang sampailah mereka di kediaman Ria pukul 02.00 pagi.
Yesa melihat banyaknya penjaga bayangan yang tersembunyi.
" Apa mereka ini pro dengan kita?" Tanya Yesa
" Mereka anak buahku, tidak perlu jasamu untuk menjaga nyonyaku!"
" Lalu apa yang harus aku lakukan?"
ting Tong...
" Itu terserah nyonyaku!"
" ah, menyebalkan sekali, sepertinya aku mengambil keputusan yang salah!"
Klekkkk...
terbukalah pintu rumah...
" Zero??"
ujar Jack terkejut.
" hmm, Jack panglima meminta orang ini berada di naungan nyonya!"
Jack melihat dari atas ke bawah.
" Zero, dia laki-laki...Apa kau tidak salah mendengar perintah??"
" kau juga laki - laki!"
" Tapi aku dan Dex kan di bawah naungan Bos Jimmie!"
" Ya,...mau bagaimana lagi Panglima yang memintanya!"
" Apa tidak salah???"
" Apanya yang salah??, kau dan dex juga bisa berada di sisi Nyonyaku!"
" Eh dia adik kami, tentu bisa!"
" Tapi tetap saja kalian orang lain !"
"pfffffffffffffttttt...!" Yesa menahan tawanya
" Apa yang kau tawakan??' ujar Jack kesal
" Apa?, sebenarnya aku di terima tidak?, jika tidak aku pergi!" Ujar Yesa Santai.
" Apa woiii ribut - ribut!" Tantan terbangun karena mendengar keributan di depan pintu.
" Itukah istri panglima?" tanya Yesa.
" Benar!"
" Nyonya....!" Sapa Zero sangat senang melihat Tantan, karna ini kali pertamanya dia melihat Tantan langsung dari jarak dekat.
" Kenapa ada tamu jam segini?"
__ADS_1
" Tantan, mereka adalah anak buah Panglima, ini Zero dan satu ini aku juga baru lihat!"
" Masuklah kalian, jangan di depan pintu, bicarakan di dalam!"
" Apa saya membangunkan nyonya?"
tanya Zero.
" Ya, tak apa... karna pasti ada hal penting, masuk dan duduk aku ingin berbincang denganmu!"
mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu.
" Katakan apa maksud datang di tempat ku jam segini, dan menggangu tidurku?"
" sebelumnya maafkan saya sudah mengganggu, ini karena perintah Panglima untuk mengirim orang ini untuk anda, dia dibawah kendali anda!"
" Apa alasannya aku harus menerimanya?" ujar Tantan.
Buset....suami istri kenapa kompak sekali?
dalam hati Yesa.
" Dia lebih baik di pihak kita nyonya!"
" Keahliannya??"
"Saya pembunuh bayaran!!" tegas Yessa bermaksud menakut - nakuti Tantan.
Heheh ayolah kau pasti akan menangiskan mendengar aku seorang pembunuh.
dalam hati Yesa.
" Pembunuh??"
" Ya, apa nyonya takut berdampingan dengan seorang pembunuh?" ujar Yesa angkuh.
" Hahahahahahahahah,hahahahahhahah!" Tantan tertawa sangat kencang.
Eh kenapa malah tertawa, apa dia ketakutan sampai Gila?
dalam hati Yesa.
" Ya nyonya....?"
" Karena ini pemberian Panglima, biasanya aku hanya punya 2 pilihan !"
" Ya benar Nyonya, semua terserah padamu!"
" Bagus, bagus sekali...kalian pegangilah orang ini!"
Jack dan Zero sudah tahu maksud Tantan, keduanya memegang erat Yesa dengan sekuat tenaga.
" Terimakasih untuk panglima karna sudah memberiku mainan seperti ini!" Tantan mengambil pistol di bawah Sofa, lalu mengisi pistol itu dengan peluru.
" Hei, apa yang di lakukan istri panglima?" ujar Yesa yang tidak mengerti.
" Ya, kan Panglima hanya memberi 2 pilihan, diterima hidup tidak di terima mati!" Jawab Zero santai.
" Sial, Hei kalian ini beraninya keroyokan, kalian lebih kejam dari orang- orang yang meminta ku membunuh orang, kalian lebih tidak masuk akal hanya tidak suka kalian membunuh!"
" Aku tidak bilang tidak suka!, hanya saja aku terlalu menyukai keberanianmu, Membuatku menjadi ingin bermain-main denganmu di kala bosan!"
Tantan menodongkan pistolnya ke arah kepala Yesa.
" Kau tidak takut membunuh orang apa kau takut di bunuh?" tanya Tantan.
" Tidak!" jawab tegas Yesa.
" Jawaban yang sangat memuaskan!, Zero apa dia punya keluarga??"
" Apa yang kau inginkan?, jangan sentuh keluarga ku!" teriak Yesa Sambil meronta.
" Kenapa kau marah bukankah kau suka membunuh satu keluarga tanpa rasa takut dan menyesal?" Ujar Zero.
__ADS_1
" wah... permainan semakin seru.... setelah bermain denganmu aku bisa bermain dengan keluarga mu!" Tantan mengambil kain di meja, kemudian melipatnya menjadi 3 kali setelah itu di ikatlah menutup kedua matanya dengan kain itu.
" Baiklah, aku terbiasa membunuh Lalat yang mengganggu tanpa melihat, mari kita coba dengan anjing liar seperti mu!"
" Aku bukan anjing,...lepaskan aku ...ayo satu lawan satu!"
" Tapi aku malas...jadi jika kau keras kepala maka harus ku hancurkan kepalamu,dan keluarga mu!"
Sial, sepertinya aku memilih orang yang salah, maafkan aku kakak...aku malah melibatkanmu, baiklah ini mungkin lebih baik, kita akan berkumpul bersama kakak dalam hati Yesa sudah sangat pasrah.
Doooooorrrrrrrrrr....
" Ya Tuhan suara apa itu?" Maya dan yang lainya terbangun karena terkejut mendengar suara tembakan dan ingin keluar.
" Bibi jangan, kita jangan keluar karna tidak tahu situasinya!" Ria menghalangi pintu.
" Iya ibu, kita tidak boleh menyusahkan mereka!'
" Tapi Tantan pasti di sana!"
" percayalah pada menantumu dia tidak lemah!" Ria mengunci pintunya dari dalam.
kembali ke ruang Tamu.
Tantan tersenyum dan berkata
" Lepaskan!"
Zero dan Jack melepaskan Yesa, Yesa pun terjatuh seperti orang pingsan
" Wah keren sekali teppppppat...apa??" Jack terkejut karena melihat rambut Yesa terurai panjang setelah wig yang di gunakannya terlepas karna tembakkan Tantan.
" Kakak maafkan, aku....eh kok tidak sakit??" Yesa memegang kepalanya dan membuka mata.
terlihat Tantan duduk santai di sofa sambil membuka penutup kepalanya.
" Hemmm...Zero... kemampuannya tidak begitu hebat, tapi keberaniannya sangat aku akui dia benar-benar berani mati!" ujar Tantan
" Tantan, apa kau sudah tahu sejak awal jika dia itu wanita?" tanya Jack masih syok.
" Tentu saja tahu, ...!"
" apa??" Jack terkejut.
" Nyonya, apa anda mau menerimanya?"
" Ya, aku terima, jika dia punya keluarga yang harus dia lindungi, tolong kau bantu amankan!"
Yesa baru tersadar,
Apa dia tidak membunuhku?, hanya menguji mentalku?, tapi tembakkannya sangat keren, tanpa melihat dia bisa menembak lepas wigku tanpa melukai kepalaku sedikit pun, aku tidak salah memilih pondasi.
" Nyonya maafkan sifatku yang sangat angkuh padamu, Yesa akan setia di bawah kendali anda, terimakasih karena mau menerima wanita bodoh seperti aku ini, Yesa berjanji akan menjadi perisai anda, Hidup dan mati Yesa ada ditangan anda!"
" Hem...jadi namamu Yesa... berdiri lah, maaf sudah mengagetkanmu" ujar Tantan lembut.
" Iya benar nyonya, tidak itu sudah pantas karena saya meremehkan anda dari awal!" Yesa menyadari kesalahannya.
Dia cantik sekali, saat bertutur lembut, membuat hatiku tenang dan sangat senang.
dalam hati Yesa.
Zero pun sangat terkesan pada nyonyanya itu,
Nyonya dalam hitungan detik bisa merobohkan keangkuhan Yesa hebat sekali.
***Author
aduh besti aku di serbu sama readers karena upnya kelamaan,
biar semangat yuk like yang banyak kasih semangat buat aku gitu, barangkali bermurah hati kasih gift buat saya...
Kan jadwalnya seminggu 2x bestieeeeee..
__ADS_1
Author direal juga sangat sibuk tapi masih di sempatkan untuk up loe...
maksih ya atas kesabaran kalian***...