DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
134. Hukuman


__ADS_3

" aku yakin Luxian tidak bisa ikut campur urusan Xian Xian...jadi????"


Panglima melotot pada Dex dan Jack.


" kerja bagus untuk kalian!" ujar Panglima tersenyum


Mereka bertiga senyum - senyum mendengar pujian dari Panglima.


apalagi Tantan, yang terlihat sangat berbunga - bunga bertemu dengan sang pujaan hati.


" Tapi kalian, tetap akan mendapat hukuman!!!"


" Eh???" Dex, Jack dan Tantan saling memandang kebingungan.


" salah kami apa?"


tanya Dex.


" Mau tahu????"


" Ya panglima!"


" Push up 500 x dulu!"


" Kalau begitu tidak jadi !" sahut Jack.


" Kalau begitu sit up 1000X!"


" Kami ingin tahu...!" Dex segera push up dan diikuti Oleh Jack.


" Kau...kemari ikut aku!" Menarik kerah baju Tantan keluar...


" Apa yang akan dilakukan panglima, pada Tantan?" tanya Jack khawatir.


" Tidak usah mengkhawatirkan dia, sebaiknya kita mengkhawatirkan diri sendiri, kita masih beruntung tidak di patahkan kaki kita!"


" Ha???" Jack bingung.


" Sudah fokus berhitung, Tantan akan baik - baik saja!"


" 10, 11,12,13!" Dex dan Jack masih fokus menjalankan hukumananya.


Tantan meronta - ronta ingin melepaskan diri,


Sialan, apa yang akan dilakukan panglima padaku?, apa dia mengiraku penghianat?


dalam hati Tantan kebingungan.


" Masuk!!!!" Panglima mendorong Tantan masuk ke dalam kamarnya.


Dag dig dug dag dig dug...


Apa panglima juga menyukai laki - laki?


oh tidak, apa yang Ku pikirkan?,


Panglima menarik masker yang di pakai Tantan, dan segera menarik tubuh Tantan dan mencium bibir Tantan dengan paksa.


Mata Tantan terbelalak, dan sangat terkejut dengan perbuatan Panglima.


Panglima melepas ciumannya


" Apa yang kau lakukan disini??"


" Aaaaa, aaaaa...."


"Cuuuuuup" Panglima mencium bibir Tantan kembali


" Ughhh uggghhh..." Tantan meronta melepaskan diri.


Panglima langsung menjewer telinga Tantan, gemas lalu menarik tusukan dan melepas topi beserta Wig yang dipakai Tania.


" Ooooo...oo oh...oh, tidak!" Tantan panik dan kebingungan.


" Kau bisa jelaskan Sekarang!" tegas panglima


" E..anu,anuuuu,anuuu...!" Tania segera berlutut


" Panglima Tantan salah, maafkan Tantan, maafkan Tantan !"


Panglima hanya tersenyum kecut,...


" Panglima Tania tahu salah, Tania harus dihukum, oke 500 push up / 1000 Sit up!"


Panglima menarik Tantan untuk berdiri.

__ADS_1


" Kau tahu salah?, kau mau dihukum?"


" Ya mau siap!" Jawab Tantan tegas.


Panglima malah memeluk Tantan dengan erat,


" Oh???" Tania kebingungan.


" Aku tidak akan menghukummu, aku sangat merindukanmu sayang!" Panglima mengeratkan pelukannya.


" Uhuk, uhuk,uhuk...!" Tantan tak bisa bernafas sampai terbatuk - batuk.


" Apa kau sakit???"


" Tidak tidak, uhuk uhuk...panglima kau ingin membunuhku dengan pelukan??"


" Apa itu sangat kencang?"


" Hmmmmm....!"


" Sayang kenapa kau ikut?"


" Aku khawatir padamu,...!"


" Apa kau meremehkan kemampuanku?"


" Tidak, tapi musuhmu ada dalam pedangmu, bagaimana bisa kau membereskannya?"


" Hahahah, pengkhianat tetaplah penghianat, kau khawatir aku kesulitan menghadapi orang - orangku sendiri?"


" Iya...!"


" Karna mereka mematuhi perintah orang lain, maka sudah bukan orangku lagi!, ini memang


Jebakan untukku!"


" Lalu bagaimana?"


" Seharusnya, kau tak ke sini!,tapi sudah terlanjur!"


" Panglima tidak marah?"


" Kapan aku bisa marah kepadamu?"


" Lalu aku boleh menemanimu dalam medan perangmu?"


" Lalu aku harus bagaimana?"


" Aku akan mengirimu ke tempat yang aman!"


" Jangan, jangan aku hanya ingin bersamamu,memastikanmu baik - baik saja!"


" aku akan baik - baik saja!"


" Tidak mau, aku mau bersama panglima!"


" Aku tidak akan marah padamu, tentu saja aku akan marah pada Jack dan Dex, tapi nanti jika urusanku sudah selesai aku akan membuat perhitungan pada mereka!"


" Panglima. ku mohon jangan hukum mereka, ini semua salahku, ini salah Tantan!"


" kalau begitu aku akan menghukummu!"


" Ya hukum saja aku!"


Tania menunduk ketakutan,


Eh, tunggu....sepertinya ada yang salah...


Tania segera bangkit.


" Panglima, apa kau mau menghukumku?" dengan nada tinggi.


" Oh, rupanya kau benar - benar wanitaku, aku hampir ragu jika kau seorang penipu!"


" Mana ada penipu secantik diriku, aihhh...aku tidak mau pergi tanpamu, jika itu terjadi aku akan membencimu!!!"


Tania mulai mengancam Panglima.


" Tadi kau ketakutan, sekarang berlagak kau ini adalah bosnya!"


" itu karna bang jack dan Dex, menakutiku jika panglima akan memiliki sisi yang berbeda saat bertugas!"


" Tentu, namun itu tidak berlaku untuk calon IBU dari anak - anakku!"


Tania tersipu malu, dan wajahnya memerah.

__ADS_1


" Panglima, aku sudah menang menakhlukan ayahmu!, kau tidak memberiku pujian?"


" Aku tahu kau pasti akan melakukannya!, Kesayanganku ini sangat hebat...istirahatlah!, perjalanmu pasti melelahkan!"


" Baiklah!"


" Eh, mau kemana?"


" Kembali ke kamar!"


" Apa kau berniat bermalam dengan 2 pria itu?"


" Aaa???, benar...!" Tania segera melangkah mundur.


" Aku boleh tinggal di sini kan?"


" aahahahahhahahha, tidak bertemu beberapa bulan, kenapa kau sudah seperti orang lain?"


" Panglima kan sedang bertugas, bagaimana bisa aku membuatmu kerepotan?, menyebalkan!!"


" sini, sini...bukankah sudah lama kau tidak membuatku pusing"


" eh kapan aku membuat panglima pushing?"


" Cepat, kesini!" Panglima menepuk ranjangnya


Tania pun segera mendekat dan memeluk Panglima.


" Panglima huhuhu, bolehkah kita seperti ini saat Panglima menjalankan tugas?" Tania yang akhirnya bisa menjadi dirinya sendiri dan melepaskan rindunya pada Panglima sambil merengek manja.


" Aku kan sedang tidak mengenakan seragam, dan kedatanganmu juga sedikit membantuku untuk menyembunyikan identitasku!"


" Benarkah?"


" Tentu saja kita bisa berakting menjadi sepasang suami istri yang sedang honeymoon!"


" Honeymoon?" Tania menelan ludah, dia teringat akan video Xian Xian.


" Heiii...kenapa kau keringat dingin?"


" itu, apakah honeymoon itu membuat anak??"


Panglima terkejut dengan pertanyaan Tantan.


" itu,itu...sepertinya menyakitkan!" Tania membayangkan hal itu menyeramkan.


" Waaaaaaa..., itu bagaimana bisa Xian - xian sangat suka di tusuk - tusuk, itu dia ditusuk 2 pria sekaligus!, seperti babi panggang!"


" Sayang apa kau juga ikut melihat video 21+ itu???"


" Aku sangat penasaran, Video apa yang bisa membuat Xian - Xian masuk penjara?, itu aku hanya mellihat sekilas saja, itu dia divideo itu seperti korban ekspresinya seperti orang kesakitan, aku meminuse kan volume, jadi aku tidak mendengar suaranya!"


" Astaga, siapa yang menunjukan video itu padamu?"


" Itu..!"


jangan mengatakannya, nanti abang - abang akan dihukum lebih lagi...


" aku diam - diam membukanya sendiri saat abang Dex dan.Jack tertidur!"


" Abang???, kalian sangat dekat ya?, sekarang kau sampai menutupi kesalahan mereka!"


" Mereka sangat baik, jangan hukum mereka ya!!, apa kau tidak tahu aku setiap hari sangat kesepian, aku slalu merindukanmu, aku sudah terbiasa kita hidup satu atap, ibu dan paman Huan juga sibuk, dan Susi juga sibuk bersama keluarganya, mereka yang menghiburku ,saat aku merasa sendiri!"


" Ya sudah, lupakan itu...kau tidak boleh melihat video seperti itu lagi, aku juga tidak akan melakukannya sebelum kita menikah, jadi tidak usah takut!"


" Baik...!"


" Istirahatlah dulu!, aku akan berbicara pada Dex dan Jack!"


" Janji jangan hukum mereka!"


" Iya aku berjanji!"


Panglima pun segera kembali ke lantai 2 .


Terlihat, Jack Dan Dex masih menjalankan hukumannya dengan baik.


" Berhenti!" perintah Panglima.


" Siap!!"


" Jack, Patahkan kaki Kiri Dex!!!'


" Apa????" Mereka berdua sangat terkejut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2