
setelah menempuh 3 jam perjalanan mereka pun turun dari bus.
" Aigooo...apa masih jauh??"
" 300 meter kita akan memasuki area kita mendirikan markas!"
" Jalan lagi ya kita?" Tania mengeluh
" Merangkak juga boleh!" Gurau Panglima dengan wajah datarnya.
" Oh???"
" Sayang, saatnya menjalankan tugas Dengan baik!!" ujar panglima.
" siap ndan!" berdiri tegak dengan memberi kan hormat berbarengan menghentakan kaki.
Mereka bertiga menahan Tawa Melihat Tania
" Kalian,ingatlah nama yang tercantung di baju kalian, sekarang kalian harus berperan dengan Baik!"
" Siap!!" jawab serempak.
" Mulai dari sekarang!!" Perintah Panglima, mereka segera tertib dalam perannya.
mereka bertiga berbaris rapi di belakang Panglima, dan mengikuti langkah cepat panglima menuju Markas.
akhirnya pun mereka sampai di markas,
" Panglima anda sudah kembali ?" Sambut haduh kok author lupa namanya ya hehehehe
charly gitu Aja deh .
" apa ada masalah saat aku tidak di sini?"
" Aman Panglima!"
" Bagus!"
" Eh???" Charly melihat orang - orang yang dibelakang Panglima.
" Haiiiii..." sapa Tantan sangat ramah.
" Mereka siapa Panglima?"
" Oh, dia dikirim oleh Jendral Petter, untuk membantu kita!"
" Haaaaa??? bukankah pasukan kita sudah cukup?"
" Heeeeeiii...begini kawan, kami di sini untuk belajar dari pasukan - pasukan hebat Panglima, jadi mohon bantuannya ya!" Ujar Tania merangkul Charly bergaya sok akrab.
" Di saat genting begini, Jendral mengirim kalian ke sini?"
" Ayolah, jangan begitu ini keputusan Jendral dan sudah disetujui panglima!"
" Ohhh...baiklah...jika kau butuh bantuan katakan padaku!" Charly pun menyambut dengan baik.
" Ehem ehem...!" Panglima memisahkan mereka berdua yang saling merangkul.
" Kalian perhatikan sikap kalian!!!, jangan terlalu intim!, Charly, bawa semua pasukan untuk berkumpul!'
" Siap laksanakan!, eh siapa namamu?"
" Oh, namaku?" Tania melihat kebajunya.
" Charly????"
" Oh siap Panglima!" Berlari pergi.
" Namamu John!!!" tegas panglima.
" Oh,ok!" Tania melihat ke arah dex dan Jack.
" Aku petrus, dan ini Glory!" ujar Dex
" Ah yayayay!"
Tania mengangguk mengerti.
" Sayang jaga jarak 3 langkah dari semua orang!!" bisik Panglima.
" Siap komandan!!"
" Hemmmm....!"
__ADS_1
Mereka pun tiba dimarkas, 900 pasukan berbaris sangat rapi.
" Dengarkan!, kalian akan dibagi menjadi 3 Kompi, dan 3 orang ini akan menjadi Kapten dalam setiap Kompi!"
" Siap!" jawab serempak.
mereka segera membelah menjadi 3 kompi dengan rapi dan cepat.
" Baik, sekarang Kapten John, pilih pasukanmu!"
" Laksanakan!" Tania bingung memilih yang mana, dikompi kanan Charly melambaikan tangan.
Tania segera berjalan menghampiri barisan Charley, Dex dan Jex memilih sembarang.
" Kapten Petrus arah utara, Kapten Glory arah Timur, Kapten Jhon tetap di sini!!
" Ha??" Tania bingung.
" Oh siap!!!"
" Urus anak buahmu aku akan istirahat!" Ujar Panglima menyerahkan pasukannya pada masing - masing kaptennya.
Panglima pun masuk ke dalam Tenda.
" Coba kita lihat apa yang akan di perbuat bocah nakal itu!"
Gumam Panglima .
Sementara Dex dan Jack membagi Pasukannya menjadi 6 peleton dengan memberikan nama masing - masing pada setiap peletonnya, setiap peleton akan dipimpin oleh Letnan dua ,sehingga mereka bisa dengan mudah menjalankan misinya untuk menyaring para penghianat.
Sementara Tantan membiarkan pasukanya menjadi satu.
" Kapten, kenapa kita tidak dibagi??"
seseorang bertanya pada Tantan.
" Jangan, kita harus bersatu!" jawab Tantan Santai.
" Bukankah kita harus berbagi tugas?"
tanya yang lain.
" Oh benar, kita harus bertahan hidup sebelum bertempur kita harus makan dan minum dengan baik!"
" Kenapa panglima, membiarkan dia memimpin kita??"
" Iya, orang ini sangat aneh !"
" Lihat tubuhnya, kurus begitu...dia jangan - jangan Pasukan buangan!"
" Hei kalian membicarakan apa??"
" Tidak kapten!!"
" Baik kita akan bagi tugas, kau pimpin barisanmu untuk berburu, lalu kau pimpin barisanmu mengambil air, dan sisannya cari ranting dan api untuk kita memasak!"
mereka pun mau tidak mau harus melaksanakannya.
" Ah enak sekali memiliki anak buah, sepertinya itu yang dirasakan panglima!" Gumam Tantan.
" Ahhhh, aku sudah sangat lapar!"
Panglima membiarkan Tantan berbuat semaunya, dan tetap mengawasinya dengan baik.sudah berlangsung 3 hari Dex dan Jack sudah hampir selesai dengan misinya, namun Tania masih sama dalam 3 hari makan minum istirahat dengan teratur.
" Panglima, kami sudah selesai, untuk pasukanku, hanya ada 50 orang!" lapor Jack
" dipasukanku hanya 7 orang saja!"
sambung Dex.
" Bagus, kalian sudah menandai mereka ?"
" Sudah, saya membagi menjadi 7 regu dan mereka saya jadikan Letnan untuk memimpin!"
ujar Jack
" Saya menandai mereka dengan pita merah mennamaninya pasukan api!"
sambung Dex lagi.
" okey, berarti hampir semua pasukan Tania pengkhianat!" ujar Panglima.
" Benar, tapi Panglima kenapa mereka malah seperti orang Camping?" tanya Jack
__ADS_1
" iya, setiap kali bertemu pasukannya, sedang berburu, bakar - bakar, bernyanyi Yel- yel mengelilingi api unggun!"
" Biarkan saja, ...!"
" Apakah perlu kita bantu?" Tanya Jack
" Tidak, kita lihat saja !, dia tidak memiliki strategi hebat seperti kalian, tapi dia memiliki cara efisien sendiri!"
ujar Panglima Yakin.
" Heii...kau kena kau jaga!" Teriak Tantan yang mengajak bermain petak umpet.
" Oh astaga...main petak umpet??" Jack tak habis pikir dengan Tania.
" Kau lihat matanya, dia tetap fokus memperhatikan semua pasukan dibawah kendalinya!" ujar Panglima
" 300 orang bagaimana dia bisa Memperhatikan mereka satu - satu??" sahut Dex.
" Hmm...dia hanya membuka jalan, kalian ini tidak mengerti...dia membebaskan anak buahnya, karna dengan begitu, Mereka akan bebas bergerak untuk bertukar informasi!"
" Benar itu bagus, namun kan dalam 300 orang itu yang terpenting kita memilahnya!"
menurut Jack itu kurang tepat.
" Ya panglima, bagaimana dia bisa menyelesaikan misinya dengan cepat dan akurat jika begitu?"sambung Dex.
" Ya itu dia yang aku tunggu!" jawab Panglima santai.
Terlihat Tantan, berlari memasuki Tenda Panglima.
" Pangllima, hai kapten - kapten!"
" Kapten John, kenapa kau malah asyik bermain - main??,mereka sudah menyelesaikan misinya dalam 3hari bagaimana dengan kapten John?"
" Beri aku waktu 3 jam laagi!" ujar Tantan.
".Apa??" Jack dan Dex terkejut
"tenang saja.kau masih ada waktu 4 hari!"
" Tidak, sebenarnya satu hari pun bisa !"
" Aih, omong kosong apa itu?" Dex tidak yakin.
"Baiklah 3 jam dari sekarang!" Panglima memberikan semua sesuai keinginan Tantan.
"Panglima terlalu memanjakan Tania,lihat saja nanti ,pasti juga kita yang akan menyelesaikannya" bisik Dex pada Jack.
Jack hanya meringis.
" Panglima, kau ada pena??" tanya Tantan
" Ada!"
" Tolong beri tanda titik 3 didekat dibelakang telingaku!"
" seperti apa?'
" Itu loe seperti koms Tapi pola.melingkar!, pinjam penanya!" Tania memberikan contoh pada Panglima.
" seperti ini!"
" oh baiklah!, di sini?"
" Ya, disitu jangan besar - besar!"
" Okey, sudah selesai!"
" Baik ,terimakasih panglima!, aku lanjut dulu !" Berlari dengan girang.
Jack dan Dex saling memandang,
mereka menunggu Tantan selama 3 jam.
3jam pun berlalu, Namun Tania belum datang.
'Panglima, malam ini aku akan membantu Tantan, menyelesaikan misi ini!" ujar Dex gemas
' Benar, aku juga!" sahut Jack
" Tenanglah, kita tunggu 10 menit lagi!"
Hmm, ini sudah 3 jam berlalu kenapa Tantan masih belum melapor,...
__ADS_1
Hati Panglima mulai gelisah.