
" Hei, apa yang kalian lakukan berdua?" ujar Leon yang semakin kesal melihat Robin dan Tania duduk berdekatan.
" aku tidak melakukan apa-apa" jawab Tania
" Robin ,jangan terlalu dekat dengan wanita ku!"
Robin melihat posisinya yang dekat dan menempel pada Tania.
" Maaf tuan!" menjauh dengan sigap.
" Kau ini keterlaluan sekali, seperti itu saja cemburu, Ayo Tantan ikut paman ke ruangan!"
" Jika kau berani beranjak dari tempat duduk aku akan menghukumu!" tegas Leon memperingatkan Tania.
" Kau ini memang-.."
"permisi, saya mau mengambil pesanan!" datang seorang pelanggan.
" Oh, Robin kau packing segera pesanan Tuan ini!"
" Baik tuan!" segera melakukan tugasnya.
" Hissss, sana kau obati kekasihmu di dalam!"
memeberikan obat pada Leon.
" Tantan, ayo masuk!"
" ooooo, Tantan tidak apa-apa sungguh!"
" Sudah cepat sana masuk paman masih banyak urusan! " ujar Anton menuntun Tania masuk ke ruanganya.
"Seharusnya dari tadi seperti ini paman!"
" dasar, Cacingan ! Cepat oleskan obatnya!"
" Yo'iii"
" panglima, Tantan sungguh baik-baik saja!"
" Buka bajumu!"
" tidak perlu panglima, Tantan tidak apa-apa! "
" apa yang belum ku lihat darimu?, semuanya sudah aku lihat!, Cepat buka!, atau aku yang bantu membukanya?"
" Kau menyebalkan sekali, memangnya kenapa kalau sudah melihatnya?, kau memang panglima mesum!".
" Hey, kau mengatakan aku Panglima mesum, bukankah kita akan menikah?, untunglah saat itu yang melihatmu aku, jika itu sampai orang lain yang melihatnya, dan aku tahu, aku akan membuatnya buta!"
" aku juga akan membuatmu buta, jika sampai melihat tubuh wanita lain!"
" aiiih tentu, seumur hidupku, hanya kau yang baru menodai mataku!!, tadinya jika itu bukan kamu, dan dia meminta tanggung jawab, itu pasti akan rumit untuk hubungan kita!"
" jadi kau berharap melihat tubuh orang lain?"
Leon memeluk Tania dari belakang,
" Tentu tidak, tubuhmu sangat indah dan menggoda ku, hari itu kau membuatku tidak bisa tidur nyenyak, hari pertemuan pertama kita saat itu kau menyugguhkan pemandangan yang indah, aku laki-laki normal, dan tidak pernah bersentuhan dengan wanita, kau membuatku menderita malam itu, jadi tenanglah kau satu-satunya wanita yang akan ku sentuh seumur hidupku!"
" Siapa yang percaya hal yang kau katakan?"
Leon menurunkan resleting Tania perlahan,.
" tunggu!, aku bisa mengoleskan sendiri kau keluar saja!"
__ADS_1
" Patuh saja, jangan memaksaku berbuat lebih nantinya! "
" Aku, aku buka sendiri! "
" Baiklah!"
Tania segera melepaskan bajunya,
sudahlah, dia juga sudah melihatnya
dalam hati Tania pasrah...
Leon melihat dengan teliti tubuh Tania, Dan mengoleskan obat pada bagian yang terlihat memar.
" Apa sakit?" tanya Leon lembut.
" Sedikit!"
" Lain kali hati-hati , itu akibatnya tertawa dia atas penderitaan orang Lain!"
" Maaf, tapi Panglima kau sangat terlihat berbeda saat dengan Paman Anton, apa yang membuat Panglima bersikap berbeda dari Ayah Panglima! "
" Dia memang mulutnya slalu kejam tapi hatinya, melebihi hati seorang ibu!"
" apa kau mengenal Jendral sudah lama?"
" Kami adalah teman sejak kecil, paman dan bibi adalah teman baik ibukku!"
" kata paman Robin, Jendral kehilangan ibunya saat kecil, saat itu Jendral lebih suka menyendiri!"
" Mmm, ibunya meninggal karna menyelamatknya saat Jendral sembarangan menyebrang jalan, dia melihat kematian ibunya di depan mata kepalanya sendiri!"
" Jendral sangat kasihan, dia pasti merasa sangat bersalah atas kematian ibunya!"
" Ya, saat itu paman benar-benar tidak bisa menerima kematian istrinya sampai jatuh sakit, itu menambah rasa bersalah pada Jendral sangat dalam!"
" Ya, cukup lama untuk menyadarkanya bahwa itu bukan kesalahannya, lulus dari SMP dia baru mau berbicara lagi dengan paman dan juga orang lain, lalu dia mengajakku untuk masuk dalam pendidikan militer ini!"
" kau mau?"
" Tentu saja sebenarnya tidak mau, namun dia sangat menyukai dunia militer, aku terpaksa mengikutinya, sampai di tahap ini!"
" Dan kau melebihinya, apa dia tidak merasa tersaingi?"
" Dia bukan orang yang gila akan pangkat, kami tak ada cita-cita menjadi seperti ini, sampai saat itu, kami yang baru di tahap anak didik yang belum resmi lolos, langsung dikirim ke medan perang!"
" Dan kita bertemu bukan?" sambil memakaikan pakaian Tantan kembali.
" Ya, aku juga tidak tahu jika akan ikut terangkut ke medan perang saat itu!"
" Hmmm, Terimakasih karna kau mau mengajakku menikah saat itu!" memeluk Tania dengan erat.
" Panglima apa aku sudah menempati hatimu?"
" jika tidak, diusiaku saat ini seharusnya aku sudah memiliki satu anak !"
" Panglima, aku mencintai mu!" Tania berbalik membalas pelukan Leon.
" Entah, ada apa dengan Cinta, meskipun kita baru memulai semuanya ,aku bahkan belum memahami karaktermu, tapi aku sungguh jatuh cinta padamu saat itu, aku bahkan menunggu sampai hari ini!"
" Dihatiku, juga sama aku percaya bahwa panglima akan menungguku, aku kembali untuk janji ku panglima! "
" Jangan pergi lagi Tantan!, menunggu itu sangat tidak menyenangkan!"
" Aku tidak akan pergi lagi Panglima! "
__ADS_1
Leon melepas pelukannya dan memandangi wajah wanitanya yang sudah membuatnya rela menunggu selama 5tahun.
" Kau semakin Cantik, ingatlah kau hanya milikku , jangan membiarkan orang lain medekatimu!"
" Aku masih bersih panglima, sungguh!"
" aku percaya!" Leon menarik tengkuk Tania dan mencium bibir tipis Tania.
Tania puj terlena akan ciuman lembut Sang Panglima.
" kau tahu ini adalah ciuman pertamaku! "
Bisik Leon memberitahu Tania.
Tania sangat terkejut dengan kata-kata Leon, Tania menarik baju Leon dan membalas ciuman Leon
" Kalau begitu sama, ini juga ciuman pertama untukku! " ujar Tantan dengan wajah memerah
Leon segera menyambar bibir Tantan yang begitu terasa sangat manis.
Tok tok tok...
" Hei anak nakal, apa yang kau lakukan, apa mengoles obat harus selama itu!" Anton teriak- teriak di luar pintu.
" Astaga,...!" Leon segera membuka pintu dengan kesal.
" Paman, kau sungguh merusak moment indahku!" ujar Leon kesal.
" Hei, apa yang kau lakukan pada gadis kecil itu?, kau tidak bisa melakukan hal yang tidak baik padanya!"
" paman bagaimana bisa aku melakukan hal yang tidak baik pada kekasihku?"
" ingat kau tidak boleh melewati batasanmu, dia masih sangat kecil, dia pasti terpaksa karna tak bisa melawanmu!, kau memang sangat kejam!"
Anton masuk ke dalam ruangan untuk memastikan jika Tania baik-baik saja.
" Aduh apa kau ketakutan nak?, apa kau tidak apa-apa?, tenang saja paman akan melindungi mu! "
perlahan menuntun tania keluar ruangan.
" Paman, Tantan tidak apa-apa, paman tidak usah khawatir, Panglima sangat baik pada Tania! "
" Dia pasti mengancamu untuk mengatakan itu, aduh kasihan sekali kau ini, kau tidak perlu takut, untuk mengadukanya pada paman, ibunya adalah sahabat paman, tenang saja aku akan membantu ibunya untuk mendidikknya!"
" iya, kalian memang sama saja!" sahut Panglima kesal
" Diam kau, kau tidak diperbolehkan berbicara!"
" Paman, Tania sungguh tidak apa-apa !"
msncoba meyakinkan.
" Syukurlah, jika dia berbuat kurang ajar katakan pada paman oke!"
" Baik paman Terimakasih! "
***Ya Tuhan, ayah Jendral lebih mengerikan dari ibu Panglima...
dalam hati Tantan merasa ngeri.
Bersambung...
Author
aduh aduh moment indah hilang begitu saja ...
__ADS_1
hohoho.
Like dan komen jangan lupa***