
Sepuluh menit pun Berlalu...
" Panglima, sepertinya Tantan kesulitan, dia pasti kuwalahan mengurus 300 orang!" Jack sangat tidak sabar.
" Iya Panglima, kami akan membantunya diam - diam!"
" Ya sudahlah Bantulah Tantan!!"
Panglima pun menyerah menaruh harapan pada Tantan.
" Panglima, Panglima, hosht hosttt...!' Tania NGOs-ngosan.
" He mm mm...kau terlambat 15 menit, Bagaimana misimu?"
" Yyaaya maaaf panglima!'
" Tak apa Jack dan Dex akan membantumu!'
" Membantu apa?"
" Menyelesaikan misi !'
" Tidak aku sudah selesai!"
" Apa?' mereka bertiga terkejut.
" Serius??" Jack tak percaya.
" Panglima, aku sudah menemukan total seluruh pasukan yang menjadi pengkhianat, totalnya ada 277 orang dalam pasukan ku ada 220 orang, sisanya pasti ada dalam pasukan jack dan Dex !"
" Jack 50 Dex 7 + 220\= 277!" Panglima menghitung.
" Bagaimana bisa kau mengetahui keseluruhannya?" tanya Jack terkejut.
" Ya, selama 3 hari aku mengamati lalu, berusaha akrab dengan mereka, dan aku tidak sengaja menemukan pasukanku memiliki Tanda seperti ini!"
" Berapa orang?"
" Aku menemukan satu saja, namun aku yakin itu tanda mata - mata!"
" Lalu???, kenapa kau juga membuat tanda yang sama?"
" Hanya untuk memastikan saja!"
" Memastikan?"
Flashback..
" Kapten, kenapa kau melihatku seperti itu??"
"aku tidak sengaja melihat tanda di belakang telingamu itu!'
" Oh ini hanya iseng saja hehehe!'
" Aku juga punya, ini!" Tania memperlihatkan sekilas.
" Kapten John, kauuuuu...!" Terkejut.
" Sssstttttt, kita berada diperahu yang sama, namun aku tidak bisa mengenali.semua orang yang sama dengan kita!"
" Kita memiliki tanda yang Sama, namun ada yang berbeda - beda letaknya, ada ditangan di pundak lengan dll, ya itu tanda Cadangan, bukankah kapten memiliki plankat Silver jika begitu?"
" Iya, aku memilikinya, namun aku membuangnya karna saat akan kemari Panglima menggeledah semua barang kami!"
" Ah ya itu bagus Kapten, kita memiliki 3 cara mengenali teman kita!'
"Iya aku tahu itu, tapi aku harus hati - hati karna menghilangkan plankatnya, bagaimana mereka mempercayaiku?"
" tanda itu dan kata sandi!"
" kata sandi, aku tidak ingat!"
" Luxio!"
" Ayayyayayay aku ingat ya benar, aku hanya mengingat Luxian saja!'
" Ssssst jangan menyebutnya!"
" Oh baik - baik!"
" Kapten, lalu apa 2 kapten di sana juga sama?'
" Aku juga tidak tahu!, aku akan memastikanya nanti!"
" Hmmm...!"
" apa kau tahu total keseluruhan orang yang sama dengan kita?"
" 277 orang!"
"lalu dikubu kita ada berapa orang?"
" 220 orang, sisanya pasti ada dikubu utara dan timur!"
" Kau bisa mengenali semua?"
__ADS_1
" Bisa!"
" Hebat, aku malah kesulitan!"
" Ya, Kapten baru datang, jadi butuh waktu 3-4 hari bukan?, orang yang dikirim ke sini pasti orang genius!"
" Oh ya, bagaimana dengan Charly?, apa dia sama?"
" Tidak dia bawahan paling setia Panglima!"
" Lalu kenapa kau tidak setia??"
" Aku tidak bisa membicarakannya di sini!"
" Tak apa, aku mengerti kesulitanmu!.kau juga berhati - hati padaku kan?, ya kau juga harus mencari aman!"
" terimakasih kapten sudah mengerti!"
" okey...tak masalah!, kalau begitu aku kembali dulu!"
Flasback pun berakhir...
" Begitu ceritanya!" Tantan selesai menjelaskan.
Jack dan Dex melongo...
" Puffffftttttt...!" Panglima menahan tawanya, bagaimana tidak, proses yang terlihat bercanda justru lebih akurat hasilnya.
" Eh kenapa dengan kalian???'
" Tak ada, jadi apakah kapten John memiliki ide untuk mengumpulkan mereka menjadi satu?"
" hmmmmm...sebentar biar aku pikirkan!"
" okey, kedua kapten dibelakang juga bisa memberi ide brilian!"
" Bagaimana jika aku mengumpulkan mereka untuk pergi ke suatu tempat?" ujar Jack.
" Lalu bagaimana dengan dikompiku dan Tania?, mengumpulkan secara tidak sengaja?, itu akan ketahuan!" Ujar Dex.
" Bagaimana jika kita mengambil kepala mereka dulu?"
" Maksudnya,memenggal?" Jack terkejut
"Bukan. Cara yang akurat adalah, menemukan ketuanya,menyandra ketuanya lebih dulu, dan membuat ketuanya mau untuk mengumpulkan anak buahnya!"
" Diterima!" Panglima langsung menyetujui usulan Tantan.
" Lalu langkah selanjutnya?" Tanya Dex.
" Halah....!" Dex merasa tidak puas.
" Begini abang, kita harus melihat situasi dulu, bagaimana reaksi ketua ini saat kita tangkap dan introgasi, tapi hanya melibatkan kita berempat saja!"
" Ya, jangan gegabah...aku jadi penasaran dengan ketuanya!" ujar Panglima
" Jadi, aku akan mencari tahu info ketuanya, abang - abang kalian harus mengikutiku diam - diam,jika aku menggaruk pantat 3x berarti aman untuk Meringkusnya, jika hanya satu kali maka siaga saja!"
ujar Tantan.
" Apa harus pantat?" panglima merasa sangat konyol.
" mmmm kan pantat itu, bagian yang kurang pantas, jadi mungkin tidak akan dicurigai!"
" Sayang, kau ingin mereka memperhatikanmu menggaruk pantat?"
" Ya, Panglima!"
" Tidak boleh!!!"
" Oh???, lalu?, aku kan juga tidak telanjang?"
" Kau bisa menggaruk kepala?"
" aku takut, nanti wig ku lepas!"
" Leher saja!!!" tegas Panglima.
" Yyayayayayyaya...malam ini aku akan beraksi!"
" Baiklah!, misi kita menangkap ketuanya di sini terlebih dulu, langkah selanjutnya kita lihat sikon!"
Mereka sepakat untuk itu,
Pukul 2 pagi petang, Tania mulai beraksi.
Sebelumnya Tania memperhatikan gelagat para pasukan panglima, setelah menentukan targetnya, Tania, memilik mereka berjaga di tengah malam.
" Kapten, apa kita juga harus berburu juga?"
" Tidak, tidak...sssst kemarilah!" Tania menariknya di tempat yang jauh dari tenda .
" Ada apa???"
" Luxio!" ujar Tania.
__ADS_1
" Kapten, kau juga???"
" sssssstttttt, jangan dikatakan kau sudah pahamkan kalau kita satu misi!"
" yayayay!"
" Aku harus mencari ketua! aku membawa pesan penting, tapi aku tidak tahu yang mana!"
" Aku akan membawamu, tapi kau harus membawa plankatnya!"
" itu, masalahnya...saat akan kemari panglima menggeledah barangku jadi aku membuangnya!"
" mana bisa begitu,jika begitu jangan harap bertemu ketua!'
Brekele, dia sulit sekali di ajak kompromi, dia harus di amankan dulu.
" Ya sudah kau boleh kembali!"
saat orang itu berbalik Tania memukul bagian belakangnya dengan keras.
Jack dan Dex segera menyekap, dan Tania menggeledah tubuh anak buah panglima itu.
" Hihihi aku punya plankatnya!, abang salah satu bawalah dia pada panglima, satu mengikutiku seperti tadi!"
Dex yang membawanya ke panglima, dan Jack mengikuti Tania Dengan jarak aman.
kemudian Tania menghampiri target selanjutnya,
" Eh kau!!!, sinilih!' Panggil Tantan.
" Ya kapten!"
" Sini mendekatlah!"
" Ya kenapa?'
" Lihat apa kau tahu tentang plankat ini?"
" Ha???, ini apa? aku tidak tahu!"
" Luxio!!!"
" Haiiih kapten, ..." Menarik Tantan lrbih jauh dari yang lainnya.
" ada apa?"
" Kapten...jangan menyebut sembarangan lagi!"
" Lalu kau tahu tidak?"
" Yayaya aku tahu!'
" Nah, bawa aku pada ketua kalian,aku membawa info penting!"
"Kita tidak bisa menemuinya secara bersama!, nanti aku akan bicara pada ketua dulu!"
" Sekarang!!!, aku sudah membuang waktu 4 hari!"
" Baiklah aku akan mencarinya, Kapten tunggulah di sini!"
" Okey!"
Tania menunggu selama kurang dari 1jam.
" Kapten!"
" Ya , bagaimana?"
" Kapten harus menemuinya sendiri!"
" oh, kemana aku harus pergi?"
" Lihat arah barat, Kapten berjalanlah selama 700 meter nanti akan menemukan, sebuah pohon besar dengan ukiran bintang!, ketua menunggu di atas pohon!"
" Di atas pohon???"
" Ya, kau tunjukkan plankat itu dia akan turun !"
" Okey, kalau begitu kau kembalilah berjaga!"
" Siap!"
Tania segera menuju Arah barat dan berjalan dengan langkah cepat dan ringan.
" Hmm mm...di sini bukan?, lalu dimana pohonya?"
Tania mencari pohon yang terukirkan bintang, setelah melewati beberapa pohon Tantan menemukan, dan melihat ke arah atas, terlihat ada seseorang.
Tania segera menunjukan plankatnya...
orang itu segera melompat ke bawah,
Tania, sangat waspada dengan gerakan, orang itu, dan benar saja orang itu langsung mrnyerang Tania.
Bersambung...
__ADS_1