
Leon masih berdiri berjaga di samping Tantan yang masih belum sadarkan diri.
" Kau harus menjaga dirimu juga, kau akan jatuh sakit jika seperti ini terus!" Ujar Dokter jaga
mengingatkan Leon.
"Dokter, aku ingin dia melihatku pertama kali saat membuka mata!"
" Jangan menyiksa diri, istirahatlah!"
" Leon, ayo istirahat dulu, kau sudah berdiri dari semalam sampai pagi!"
Maya mencoba membujuk putranya.
" Ibu, Leon ingin tetap berjaga di sini!"
" Jika kau sakit, bagaimana bisa kau menjaganya?"
" Ibu, sebentar lagi pasti Tantan Sadar!"
" anakku, Tantan pasti sadar...sekarang kau istirahat dan makan dulu, Bibi dan pamannya juga merasakan hal yang sama sepertimu, kita di sini untuk menemani dan menjaga Tantan jangan sampai merepotkan keluarga Tantan jika sampai kau sakit!"
" Tapi bu, ...!"
" ayo menurut saja nak...kau bisa menjaganya lagi setelah istirahat!"
"Baik bu....!"
Leon pun menurut untuk beriatirahat dan makan,
******
"Jendral, ayo kita segera ke rumah sakit!" Suzy sudah tampak lebih tenang.
"Berjanji terlebih dahulu, kau tidak akan menangis di sana!"
" Janji janji janji...!"
" Ya sudah ayo ke sana!"
Jendral Petter pun membawa Suzy ke rumah sakit.
sampai di rumah sakit.
" Apa Tania belum sadar Bibi Chu?"
" Belum nona Suzy,...!"
" Apa Panglima di dalam?"
" Panglima, baru mau istirahat, dari semalam sampai pagi ini panglima berdiri di samping nona , jika tidak dibujuk ibunya panglima pasti akan jatuh sakit!" merasa sangat sedih.
Panglima pasti sangat, sedih...
" Bibi, apa Suzy boleh masuk untuk melihat?"
" Boleh nona, namun hanya satu orang saja yang boleh masuk!"
Suzy memandang ke arah Jendral Petter
" Masuklah, aku akan menunggu di sini bersama Bibi! " Ujar Jendral Petter
Suzy pun segera masuk ke dalam untuk melihat sahabatnya yang masih terbaring
" Bibi, apa ayah Tania tidak menjenguk putrinya?"
" Tuan Jendral, Tuanku saat ini sangat terpukul sebenarnya, meskipun dia sangat keras, namun dia tidak akan tega melihat putrinya saat ini, hatinya sangat terluka!"
" Jadi seperti itu...!"
" Iya Jendral,... orang lain akan mengira bahwa tuanku tak peduli pada putrinya, Tuan 3 hari ini kabarnya hanya mengurung diri diruangannya, tidak selera makan sama sekali!"
" Bagaimana pun dia adalah ayah Tania! "
" Iya Tuan Jendral...!"
" Tania pasti akan segera bangun bibi...,semuanya akan baik-baik saja!"
Suzy keluar dari ruangan,dengan wajah yang tak bersemangat.
__ADS_1
" kau sudah melihatnya bukan?"
" Sudah Jendral, tapi Tania masih tidak mau bangun!"
" Dia akan segera bangun, kau harus percaya itu!"
"mmmm, Iya Jendral...semoga secepatnya!"
" Pasti itu, ....!"
Suzy dan Jendral Petter menunggu di depan ruangan Tania sambil mengobrol dengan Bibi Chu.
Panglima pun kembali bersama ibunya...
" Jendral kau masih di sini?"
" Masih Panglima, saya mengambil Cuti di Luar tanggung jawab negara!"
" Terimakasih Jendral! "
" sama- sama Panglima..!"
Panglima pun segera masuk ke dalam.
" Tante, Panglima terlihat sangat rapuh!" Ujar Jendral Petter pada Maya.
"Bagaimana tidak wanitanya masih belum sadar sampai hari Ini Petter!"
Petter mengangguk, karna perkataan ibu Panglima memang benar.
tak Lama Panglima keluar sambil mengangkat telphonenya,...
setelah lama berbincang ditelephone, Panglima segera menghampiri ibunya dengan wajah yang sedikit kesal.
" Ada apa nak?" tanya Maya lembut.
" Ibu, ada masalah darurat ,Leon harus segera kembali, tapi bagaimana dengan Tania, sampai hari ini juga belum sadar, bagaimana Leon bisa pergi? " Mata Leon sudah berkaca-kaca negaranya membutuhkanya, tapi wanitanya juga tidak bisa ditinggalkannya.
" kembalilah, biar ibu di sini menjaganya!"
" Tapi bu,..!"
" Panglima, aku akan menggantikanmu untuk bertugas!"
" Tidak Jendral, aku akan berangkat, di sini aku percayakan padamu!" Ujar Panglima.
" Baik Panglima, Laksanakan!! "
Panglima, kembali masuk ke dalam ruangan Tantan,
" Sayang, maaf aku harus pergi, ingatlah kau harus segera bangun!, aku akan segera kembali!"
Leon mengecup kening, pipi dan bibir Tantan.
" Aku mencintaimu!"
saat Leon berbisik ditelinga Tantan, tanpa di sadara Leon, jemari Tantan bergerak,
Leon terburu-buru dan tidak menyadari itu, Leon segera pergi meninggalkan rumah sakit dsn menuju kebandara tergesa-gesa,karna negaranya sedang membutuhkannya.
" Panglima sudah kembali, apa tak apa jika Jendral masih di sini?"
" Tak apa, aku akan menemanimu!"
" Kalian pasti sangat lelah, kalian istirahatlah, biar tante dan bibi Chu yang bergantian menjaganya!"
" kami tidak lelah tante!"
" jangan di paksakan Suzy, ingatlah kau harus menjaga kesehatanmu, untuk tetap bisa menjaga Tania di sini!" ujar Maya.
" yang dikatakan Tante benar, ayo kita kembali dulu !"
" mmm, baiklah tante, kalau begitu..."
" Pasien sudah melewati masa kritis, pasien sudah bisa merespon dengan menggerakan jarinya!" Suster jaga memberi kabar gembira
" Apa?" Semuanya terkejut
" Syukurlah, Tuhan Terimaksih! "
__ADS_1
" Apa kami bisa melihat masuk sus?"
" Tunggu dokter selesai memeriksanya, boleh atau tidak saya tidak bisa memutuskan!"
" kalau begitu, kami percayakan pada dokter!" Maya merasa sangat lega hingga air matanya tai terbendung lagi.
begitu juga dengan Bibi Chu dan Suzy.
" Kau dengar itu kan?, Dia benar-benar wanitanya Panglima! "
ujar Jendral Petter melegakan hati Suzy.
" aku harus mengabari tuan dan Nyonya, dan juga panglima! "
" Anakku pasti sedang mode pesawat, biar nanti aku saja yang memberitahunya bibi, jangan lupa kabari juga ayah Tantan! "
" Ah, benar aku akan menelphone Tuan Hatta dulu!" Bibi Chu segera menepi untuk menelphone tuannya.
" Kita harus mengabari Ayah Anton juga kan Jendral?" ujar Suzy
" Benar, ayah juga menunggu kabar baik dari sini, aku akan menelphone ayah!"
" Baik!" Suzy merasa sangat lega akhirnya Tantan sudah melewati masa kritisnya,
Tantan kau harus segera bangun...
dalam hati Suzy penuh harap.
Dokter pun keluar ruangan, Maya segera menghampiri dokter tersebut,
" Dokter, bagaimana keadaanya sekarang? "
" Syukurlah, dia sudah sadar hanya saja, untuk penglihatab dan pendengaran tidak ada mssalah,hanya pasien masih belum bisa berbicara dan pasien baru bisa menggerakan jari-jarinya saja, untuk merespon!"
" Apa itu permanen atau sementara dokter?"
" Semoga saja itu sementara, kita akan memberikan terapy untuk merangsang saraf-sarafnya untuk bekerja lagi!, Dan dukungan kekuarga adalah yang paling utama untuk pasien!"
" Tolong berikan perawatan yang terbaik ya dok!"
" Itu sudah tugas kami, nyonya!"
" apa saya bisa melihatnya?"
" Pasien akan di pindahkan kamar, nanti bisa kalian menjenguknya bergantian!"
" Baik Dokter terimakasih! "
" Sama-sama nyonya!"
Datanglah Gres dan Tony dengan langkah yang terburu-buru.
" Bagaimana dengan Tantan?" Tanya Tonny pada dokter yang juga sepupunya sendiri.
" Kita akan memberikan perawatan yang maximal dan terbaik!, tunggu dia di pindah kamar kau bisa melihatnya sendiri nanti!"
" Okey, terimaksih Billy!"
" Ya, Sama-sama, aku istirahat dulu!" Dokter segera pergi.
" Nyonya kau pasti lelah istirahat lah bersama bibi Chu biarkan kami yang gantian menjaganya!"
ujar Gres pada Maya.
" Baik nyonya, kalau begitu saya istirahat dulu bersama bibi Chu!, Bibi ayo!" ajak Maya
" Baik nyonya!"
" Suzy dan Jendral juga istirahat dulu nanti kita ke sini lagi!" Maya meminta keduanya juga istirahat.
keduanya pun menurut untuk kembali ke hotel dan beristirahat, semua benar-benar merasa lega, sayang sekali saat Tania sadar Panglima tidak ada di samping Tania karna mengemban Tugas yang harus diselesaikannya.
Bersambung....
Author
ayo Tantan kau pasti segera membaik.
Like dan komen ,gift dan vote jangan lupa
__ADS_1