DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
34 pengertian


__ADS_3

Suzy menikmati kue-kue yang dihidangkan dihadapanya


" nikmati makanannya nak, ayah lanjut dulu oke!, datanglah jika kau ingin makan kue ayah!" ujar Anton berlalu masuk ke dapur kembali.


" makanlah aku kebelakang dulu!" ujar Jendral Petter.


" Nona, Jendral itu orang baik, hanya diluar nya saja dia seperti itu, Jendral sejak kecil sudah kehilangan ibunya, semenjak itu Jendral menjadi pendiam dan tertutup, tapi sebenarnya dalam hatinya Jendral adalah pria yang hangat!"


" paman sudah lama ikut ayah Jendral? "


" Ya, saya mengikuti tuan Anton dari mulai merintis toko kue ini!"


pantas saja paman ini sangat mengerti sisi lain Jendral Petter..


" Nona, Jendral bukanlah orang yang buruk untuk dijadikan suami!"


" Uhuk-uhuk!"


" aduh pelan - pelan nona saya ambilkan minum!" Robin berlari ke dalam dan segera keluar membawa segelas air.


" minum pelan-pelan nona!"


Suzy meminum perlahan,dan lebih mereda.


" maafkan saya nona, mengagetkan nona!"


" tidak paman, Suzy yang tidak berhati-hati saat makan!"


" kalau begitu saya lanjut dulu nona, selamat nikmati kuenya!" Berlalu pergi.


" apa kau menyukai nya?" tanya Jendral Petter yang kembali dan duduk di samping Suzy.


" Jendral tidak makan?"


" aku sudah bosan, setiap hari memakan nya!"


" oh baiklah, bolehkah Suzy membawa pulang beberapa Jendral untuk Tantan?"


Jendral Petter tersenyum,


" Nanti aku akan mintakan untuk Tania, habiskan saja itu!"


" Jendral kau memang terbaik!"


" sudah habiskan jangan omong kosong, dan lihatlah kau makan coklatknya kemana-,mana!" Jendral Petter melempar kotak tisu pada Suzy.


" oh terimakasih Jendral! "


dibalik Jendela tersembunyi dua pasang mata mengamati.


" Anakku ini memang tidak bisa memeperlakukan wanita dengan baik!, dia terlalu banyak bergaul dengan Panglima kejam itu!" Anton sangat kesal dengan anaknya.


" sabar tuan, sepertinya nona itu sangat pengertian


dengan Tuan muda Jendral, sudah dilempar kotak tisu begitu, masih bisa bilang Terimakasih, jika itu wanita lain pasti sudah marah-marah!"


" Kau benar Robin, kita harus menyayanginya dengan baik, agar dia mau bertahan dengan anakku, dia sudah cukup tua untuk pacaran, dan dia memperlakukan wanitanya dengan kasar, ini semua pasti ajaran panglima kejam itu!"


" tentu saja tuan, setidaknya kita mengerti sekarang, jika Jendral dan Panglima itu bukan pasangan!" ujar Robin merasa lega.


" Ya, jelas putraku pasti normal, entah dengan panglima kejam itu!, awas saja jika Dia mengahalangi hubungan putraku dengan gadis ini!, aku akan melempar open ke arahnya!"


Disisi lain


" hattcuuuuuuh" Leon Zang tiba-tiba bersin


" aduuuuh kau bersih, apa kau flue?" ujar Maya khawatir.


" tidak ibu, ibu kau sudah terlalu banyak bercerita pada Tantan, kau sebaiknya cepat pulang!"


" Lihatlah dia itu sangat tidak berperasaan pada ibunya, huhuhuhu!" Maya mengadu dan memeluk Tania .


". Panglima, jangan seperti itu pada ibu, biarkan ibu lebih lama lagi di sini!"


" hmmmm!" jawan Leon zang.

__ADS_1


" aduh, Tantan hanya kau yang bisa mengendalikan putraku, kau harus bertahan dengan sifat kejamnya itu!"


" Panglima sangat baik ibu, dia tidak kejam! " Tania berusaha menenangkan Maya.


" Syukurlah kau bisa menerima putraku, oh ya besok pasti Xian-Xian akan ke sini, kau harus menjaga Tantan, dia pasti akan tidak baik pada Tania! " Maya mengingatkan Leon.


" siapa Xian-xian ibu?" tanya Tantan.


" dia wanita yang akan di jodohkan pada Leon!"


" ah, aku lupa jika Panglima akan bertunangan!" Tania sedikit kecewa.


" Tenang saja ibu ada dipihakmu, Ria ada dipihakmu, dan yang terpenting putraku mencintai mu!"


" apa yang kau khawatir kan kita sudah berjanji akan menikah, aku hanya akan menikahi mu!" tegas Leon.


" aduh, anakku luar biasa, kau dengar itu menantuku, putraku hanya akan menikahimu!"


Tania tersenyum lebar mendengar nya...


" Suamiku sangat sulit dihadapi ,apalagi jika sudah membuat keputusan tak ada yang bisa merubahnya, tapi itu adalah rintangan untuk kalian berdua, semoga kalian slalu bisa menghadapinya bersama! "


" Terimakasih ibu, sudah mau menerima Tania!"


" tentu saja, kau adalah anak baik, ibu sangat menyukaimu!"


" heheheh, ibu aku sayang ibu!" Tania memeluk Maya erat.


" Iya nak, ibu juga menyayangimu, lihatlah ibu membuatkan baju-baju santai untukmu!"


" ibu, baju yang ibu bawa kemarin masih banyak yang belum terpakai, kenapa membuatkannya lagi?"


" tentu saja ibu tidak ingin kau ketinggalan tren!"


" Ah, ibu Terimakasih, tapi kemarin aku membagi sebagian pada Suzy, apa tidak apa-apa ibu?"


" Tidak apa-apa temanmu sangat manis baik, ibu juga menyukainya, lalu di mana dia?"


" oh iya, ya Suzy kemana?" Tania baru teringat sahabatnya.


" Dia di paviliun Jendral! " sahut Leon.


" mmmm, tunggu saja mereka akan kembali bersama! " ujar Leon yakin.


" ahahahah, apa ada sesuatu dengan mereka?" Maya penasaran.


" bisa jadi!" jawab Leon.


" ahahaha itu kabar baik, ya sudah kalau begitu ibu harus segera kembali, kalian bisa melanjutkan sesuatu yang tertunda tadi, bye - bye!" Maya bergegas pergi dengan gembira.


Tania terlihat murung...


" apa yang kau pikirkan? "


" Bagaimana kita meyakinkan ayahmu?" tanya Tania.


" ayahku sulit, pelan-pelan saja! aku akan membuat ayahku menyerah, apa kau mau bersabar Tania?"


" Ya aku akan bersabar panglima! "


" aku sudah menunggumu dengan setia, tak ada satu wanita pun yang singgah dihatiku selama ini, percayakan semua padaku!"


" mmm siap panglima! "


tok tok tok


"Tantan Panglima, apa Suzy mengganggu?"


Suzy yang kembali dengan Jendral Petter membawa bingkisan.


oh, rupanya benar dia dengan Jendral Petter


dalam hati Tania tersenyum.


"Panglima, Tantan aku datang untuk meminta maaf!"

__ADS_1


sambung Jendral Petter.


" Tak apa jendral, aku tahu Jendral bermaksud melindungi Panglima! "


" Tantan, Jendral mengajakku ke toko kue ayahnya, Jendral membawakan ini untukmu!".memberikan bingkisan.


" Wah, kelihatanya sangat enak Jendral, Terimakasih! "


" bukan apa-apa Tantan, makanlah selagi hangat!"


" bagaimana kabar paman?" tanya Leon.


" dia sangat baik!"


" kau pasti mengejutkan mereka membawa suzy pulang! "


" haha, Panglima paling tahu ayahku bukan?"


" aku juga akan mengejutkannya, aku akan membawa Tantan ke toko ayahmu besok!"


" Panglima paling bisa membuat ayah marah!"


" siapa yang membuat marah?, ayahmu saja yang salah paham dengan hubungan kita!"


" bukankah ibu panglima juga sama?"


" entahlah dengan orang tua orang tua ini, pikiran mereka sangat luar biasa! "


sambil memperhatikan Tania yang sedang menikmati kue bawaan Suzy dan Jendral.


" sudahlah, aku kembali dulu, Oh ya Suzy, tolong jangan di ambil hati perkataan ayahku tadi..."


" siap Jendral! " jawab Suzy sigap.


Jendral pun pergi meninggalkan paviliun Panglima.


" apa kau suka ?" tanya Leon


" mmmm, aku mau makan lagi besok !" jawab Tania.


" beres!, besok. Xian-xian dan ayahku pasti kesini, aku belum bisa mengenalkanmu pada ayahku dulu untuk sementara! "


" siapa Xian-xian?, kenapa tidak dikenalkan?, apa panglima mau mempermainkan tantanku?" ujar Suzy menyambar.


" Suzy tidak seperti itu, ini sedikit rumit untuk ku ceritakan sekarang! "


" apakah itu tunangannya Panglima? "


" Mmmm!"


" semoga kalian bisa melewati nya dan selamat untuk kalian aku akan mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua!"


" aamiin Terimakasih suzy!" Tania memeluk sahabatnya.


" sama-sama, Panglima tolong jaga Tantanku, jangan menyakitinya!"


" kau meragukanku?" tanya tegas panglima.


" tidak tidak tidak! "


" Bagus, lalu Tantan, kau sudah menemukanku, kau masih ingin di sini atau pulang?"


" aku tidak bisa di sini lama-lama atau ayah akan tahu, aku harus pulang ke rumah!"


" baik kapan mau pulang?"


" mmmm, 3 hari lagi boleh?"


" Terserah padamu, yang penting kau nyaman dan suka!" ujar Leon.


" Yeaaa Terimakasih Panglima! "


" mmm, kalian cepat istirahat, aku juga mau istirahat! " Leon beranjak dan berjalan masuk ke kamarnya.


Bersambung...

__ADS_1


Author


Like dan komen jangan lupa


__ADS_2