
" Kakak ipar, kau terlihat lelah , pucat ,biar aku periksa ya!" Ria pun memeriksa Tantan dengan teliti.
" Kakak,...kakak mengalami anemia...!"
" Apa Anemia?, Sayang...atur pola tidurmu dengan baik sayang, ibu tahu kau harus membantu Panglima, tapi itu berbahaya jika kau tidak menjaganya mulai sekarang!"
" Baik ibu, Tantan akan menjaga pola tidur dan istirahat Tantan!"
" Ehm...kau membuat ibu sangat khawatir!"
" Maafkan Tantan Ibu...!"
" Benar kak, resikonya bisa melahirkan prematur atau berat badan bayi kurang nantinya!"
" Baik ,baik... sekarang aku istirahat ya!"
Tantan Segera masuk ke kamar untuk beristirahat, karna sangat takut jika kandungan kenapa -napa.
Anakku maafkan ibu nak, ayo kita berjuang bersama untuk baik - baik saja, jika ibu gagal menjagamu, itu artinya ibu gagal menjadi seorang istri dan ibu dari anak seorang Panglima, ini akan memalukan ayahmu bukan, kuat ya nak ya??, kita harus bisa membebaskan ayahmu...
Kuat ya nak...kau adalah sumber kekuatan untuk ibu dan ayah, kuat ya nak...jangan biarkan orang lain menghancurkan keluarga kita
dalam hati Tantan sambil mengusap perutnya perlahan.
" Tantan...apa kau sungguh baik - baik saja?"
Suzy yang tahu jika sahabatnya itu sedang gundah gulana.
" Sebenarnya tidak, aku juga merasa takut jika aku tidak dapat membantu Panglima memecahkan masalah ini!"
" Ada apa denganmu Tantan?, kau biasanya yang paling percaya diri, kenapa sekarang kau malah down??"
" Suzy, ... bukankah ini manusiawi?, aku juga memiliki kekhawatiran dan rasa takut!"
" Kita bukan orang jahat Tantan, kita orang yang berusaha membuka kebenaran, kita memiliki Tuhan, Tuhan akan slalu bersama orang yang Benarkan??!"
" Aku rasa aku mungkin terlalu kelelahan, sehingga membuat pikiranku yang tidak baik!"
" Benar, jangan biarkan musuh kita menang, bukankah lelah bersembunyi seperti ini terus Tantan?, ayo berjuang untuk kebebasan kita!"
" Kau benar Suzy, terimakasih karena sudah menyemangati ku saat aku benar-benar down!"
" Tentu saja, kita adalah sahabat, sekarang kau tidurlah, jangan pikirkan apapun ,kau harus mengistirahatkan pikiran, tubuhmu dan beban - beban yang ada di pundakmu...aku akan berjaga sampai kau terlelap!"
" Jangan, ayo kita tidur bersama!"
" Baiklah ayo!" Mereka berdua tidur bersama saling berpegangan tangan untuk saling menguatkan.
...----------------...
" Zero siapa mereka?" Tanya Jimmie
" Gadis itu bernama Nisa, dan yang bayi itu aku belum tahu siapa namanya!'
" Oh mereka yang kau selamatkan saat akan di bantai itu?"
" Benar....!"
" Gadis itu sangat lemah, tapi semangatnya sangat tinggi...!"
" Jika dia tidak menjadi kuat, maka dia sia - sia hidup sementara keluarganya telah tiada!"
" Hemmm, tekanan batin yang dasyat akan menciptakan orang hebat ...!"
" Setuju, bagaimana dengan tugasmu...?"
" Belum mendapatkan titik terang...aku harus mencari lokasi penyimpanan kekayaan mereka satu - satu...dan menghacurkannya, tapi panglima belum memberikku petunjuk!"
" Bagaimana kabar pasukan Panglima dan Jendral?"
" Kadar Obat yang akan di letupkan itu berefek mematikan, jadi kami berpura-pura kristis dan sedang mencari penawarnya, dan sebagian di katakan meninggal!"
" Untunglah kita lebih dulu tahu rencananya berkat panglima,Mereka menjebak Panglima untuk dijadikan kambing hitamnya dan menginginkan Panglima di eksekusi!"
" Memang harus bertahan lebih lama untuk bersabar, karena tidak hanya 1 2 orang saja yang terlibat!"
__ADS_1
" Takutnya, pihak lawan memiliki senjata untuk membenarkan bahwa Panglima adalah penghianat sebenarnya, maka rakyat akan berbalik memihak lawan, sementara rakyat masih dipihak Panglima meski masih ragu!"
" Semoga kita adalah pihak yang beruntung!, oh ya bagaimana keadaan adikku?"
" Kau tidak menanyakan wanita mu?"
" Jika Tantan baik - baik maka wanita ku juga akan baik!"
" Aih, nyonya sepertinya sangat kelelahan, wajahnya sangat pucat, tapi saat dia menerima uang dia sangat gembira,...jadi aku tidak terlalu khawatir!"
" Memang begitu jika dia melihat uang,...!"
" Jika aku tahu nyonyaku suka uang, mudah untuk mencarikannya saat sedang menjalankan misi...!"
" Tidak perlu kau carikan kau akan menodai harga diri Panglima Zero!"
" Astaga aku lupa!"
" Kau terlalu memakai perasaan, sehingga logikamu tidak jalan, kau saja mendapatkan uang dari Panglima, kenapa kau malah mencarikan nyonyamu uang...itu bukan kewajibanmu!!, ingin rasanya aku memukul kepalamu itu!"
" tenang Jimm...aku hanya terlalu senang melihat wajah nyonya begitu ceria melihat uang!"
" Dia terlihat tamak tapi tidak tamak, dia sedang merencanakan sesuatu dengan uang yang dia dapat, makannya dia tidak menolak uang pemberianmu!"
" Apa yang sedang di rencanakan nyonya?"
" Dia kepalanya bercabang, aku sendiri juga masih mereka - reka, kita tidak tahu ada lubang apa di depan, yang jelas, adikku itu pandangannya lebih jeli ke depan...!"
" Apa nyonya ini termasuk kaum indomie?"
" Indomie???"
" Eh indigo Jim, bahasa anak sekarang kan suka terpeleset indomie Indihome!"
" Tidak jelas anak sekarang ini, mengubah - ubah bahasa semau mereka sendiri untuk hal candaan!"
"kau ini terlalu kaku...hanya candaan!"
" Kadang candaan itu merubah hal wajar, bahasa yang diucapkan setiap hari saja dijadikan candaan, apalagi bangsa kita, pantas saja kita dijadikan candaan!"
" Yah mau bagaimana lagi budayanya sudah kongsi dengan budaya lain...!"
" Ya, berarti nyonya itu Indigo?"
" Tidak juga, dia sama hanya masuk kategori Genius saja!"
" Kasihan nyonya pikirannya melebihi isi kepala presiden!"
" Ya itu benar ,Di saat hamil muda, dia dan sahabatnya mengalami tekanan yang hebat, sudah pasti menyita tenaganya!"
" Tapi ada wanita mu kan ?, jadi kau juga tidak perlu khawatir!"
" Ya ... benar...kapan ini akan berakhir aku sudah sangat merindunya!"
" Aih... apalah aku yang Jones ini, sudahlah aku ingin istirahat dulu....!"
" Oke, istirahatlah aku akan kembali ke timur!"
Jimmie pun kembali Ke timur dan sementara Zero beristirahat.
...----------------...
3 Hari kemudian.
" Apa kau sudah siap??'
" Ya...!"
"Ya sudah ayo berangkat!"
Zero dan Yesa pun segera berangkat menuju' Markas Tom.
" Kenapa mereka tidak curiga padamu ya?, mereka benar - benar sudah menganggap Yosi mati?"
" sepertinya begitu ...kita lihat saja nanti, memangnya kau saat menjadi Yosi sungguh benar -benar tidak menunjukkan wajahmu?"
__ADS_1
" Tunjukan, tapi kan kakakku lebat dengan jenggotnya!"
" Lalu kau memakai Jenggot palsu??"
" Ya...!"
" Hmmm... begitu rupanya ya!"
" Ya begitulah... sekarang aku memakai wujud asliku... entah bagaimana nanti!"
" Cukup bicaranya kita sudah memasuki kawasan mereka!"
" Ya...!" Yesa pun menutup mulutnya rapat.
mereka mulai memasuki gerbang, markas Tom yang di jaga oleh orang - orang yang cukup tangguh.
"Kami dari kode K...!" Ujar Zero memberitahu penjaga gerbang
" siapa wanita ini?"
" Sama!!"
kedua penjaga itu saling bertatap tajam, kemudian salah satunya memberi instruksi dengan Ht nya, tak lama kemudian keduanya di minta untuk masuk ke dalam.
Zero dan Yesa pun masuk ke dalam.
Zero mengedipkan mata pada Yesa, dan Yesa pun mengerti maksud dari Zero, untuk tetap waspada dan memperhatikan sekitar.
Sesuai dugaan, Yesa dan Zero di serang berkali -kali secara tersembunyi dan jarak cukup jauh.
"tetap menatap ke depan, tapi mata harus menjelajah, rasakan arah angin berhembus, dan pasang telinga mu baik - baik...dari mana arah tembakan itu berasal, fokus pada depan dan kirimi, belakang dan kanan serahkan padaku!' ujar Zero memberi arahan.
" Aku tidak pernah berpikir jika aku akan di serang seperti ini, aku kira hanya dengan berani membunuh saja aku sudah aman!"
" Ternyata aku terlalu tinggi menilaimu!" Gumam Zero.
" Lalu bagaimana apa aku harus mati di sini?, apa mati begini sudah bisa dikatakan mati terhormat?"
" Awas...bodoh...!" Zero menarik Yesa merapat pada tubuhnya.
Jantung Yesa super berdebar...
" Apa kau bodoh, jangan kehilangan Fokus!" Zero mengapit Yesa di ketiaknya dan tetap berlari masuk sampai ke dalam markas.
Plok plok plok plok...
" Kerja sama yang bagus,apa kalian sepasang kekasih?"
"Tidak / Iya...!" Yesa dan Zero serempak manjawab namun tak sama.
" Hahahahahah, aku harus percaya pada jawaban yang mana?"
ujar Tom tertawa.
" Maaf bos...maksudku Ya....!" sambung Yesa mengikuti jawaban Zero.
" Oh jadi kau membawa kekasihmu untuk bergabung dengan kami?"
" Benar Bos, karena dia yang paling aku percaya!" Jawab Zero.
" Haduh , sayang sekali... sebenarnya aku tertarik padanya, tapi aku tidak mau berebut dengan bawahanku!"
" Terimakasih atas kemurahan bos!"
" Sudah tidak mau basa - basi lagi... langsung saja pada tugasnya , 3 daftar keluarga ini bantai habis!"
" Laksanakan!"
" Kau si K...awasi sendiri kekasihmu dalam menjalankan Misi!"
" Baik, laksanakan!"
Keduanya segera pergi dengan membawa daftar 3 keluarga itu.
" Andre, bawa team pengintai untuk mereka berdua!" pinta Tom.
__ADS_1
" Baik!" Andre segera mengirim team pengintai untuk mengikuti Zero dan Yesa.