DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
179. Memprediksikan


__ADS_3

Matahari pun sudah keluar dari persembunyiannya.


Panglima pun tiba, di tempat dia bertugas, saat kembali semua pasukan tak terkalahkannya itu tergeletak tak berdaya.


" Panglima, kami di serang dengan senjata biologis, semua pasukan kita tiba - tiba melemah tak berdaya!"


" Bagaimana bisa??, bukankah aku meminta mu untuk tidak meninggalkan rekanmu sedetik pun?"


" Maaf Panglima, tadi saya mengejar bayangan hitam yang cepat sekali menghilang!"


" Ya sudah laporkan pada Menteri pertahanan!" perintah Panglima santai.


" Tapi, mereka akan tahu jika Panglima lalai dalam bertugas !"


" Lakukan apa yang aku perintahkan!"


" Tapi Panglima!"


" Sejak kapan kau mulai membantah, cepat!!, apa kau ingin mereka mati??"


" Bebebaik...!" Tangan kanan itu pun segera melaporkan pada menteri pertahanan.


Hal itu pun terdengar luas, dan Jendral Petter mengirim sebagian pasukannya menuju ke tempat Panglima, namun semua pasukan Jendral yang di kirim dalam perjalanan juga mengalami hal yang sama.


Kasus itu pun di selidiki lebih lanjut, panglimalah yang menjadi penyebab semua dengan tuduhan Panglima meninggalkan tugasnya untuk kepentingan pribadi, dan Jendral Petter juga terseret, karna memberi perintah yang melanggar strategi yang sudah di sepakati, sehingga mengakibatkan sebagian pasukannya terkena senjata biologis tersebut.


Panglima dan Jendral terancam akan di copot dari jabatannya, karena mengakibatkan kerugian dan ancaman besar untuk negara .


Tantan dan keluarganya pun mendengar kabar itu, ...


" Apa kesalahan Panglima?, tidak jelas...kenapa mereka langsung mau mencopot begitu saja!"


ujar Maya kesal.


" Rupanya Hukum di Negara ini sangat kacau!"


Tambah Ria.


" Hukumnya sudah baik, penegaknya saja yang sudah tidak sejalan hukum di negara kita!" Tantan masih mencoba untuk santai.


" Aku juga tak masalah, jika Jendral dan Panglima hanya di copot saja, jika masih dihukum dengan berat itu yang aku tidak bisa tinggal diam!' Sahut Suzy.


" Kakak ipar apa kau tahu rencana merek?, kakak ipar terlihat sangat tenang!"


" Ria , bukankah sekarang musuh sudah menampakkan wajahnya?"


" Maksudnya, Panglima sengaja melakukan ini untuk mengekpos para musuh!"


" Benar, ...!"


" Tapi tetap saja, pasukan Panglima dan Jendral semua terluka,...itu adalah kegagalan bukan?"


" Hahaha, sayang sekali musuh kita terlalu naif !"


" Tantan kenapa kau malah tertawa, suami kita kan sedang dalam masalah!" Suzy keheranan dengan sahabat nya.


" Bukankah sebelumnya juga sama, kau mendapatkan kabar bahwa Jendral gugur??"


" apa sih maksudnya Tantan, katakan pada kami apa yang kau tahu!" Maya sangat penasaran.


" Ibu, Jika saat itu memang benar - benar terjadi serangan biologis, kenapa panglima dan tangan kanan Panglima baik - baik saja??"

__ADS_1


" Jadi semua ini rekayasa panglima?"


" Bagaimana bisa mereka baik - baik saja?, pasti juga mengalami hal yang sama dengan para prajurit, ketika berada di lokasi itu!"


" seharusnya team medis mengetahui hal itu dong??"


" untuk itu pasti Panglima sudah sudah mengaturnya dan memprediksikan, jadi aku mengerti apa yang harus aku lakukan!"


" Apa??" Tanya Ria.


" tapi aku tidak bisa mengolah kata dengan baik , bagaimana ini??" ujar Tantan.


" Aku , aku bisa...!" Ria mengingat apa yang dikatakan Jimmie dia harus percaya pada Tantan.


" Jadi, ini Panglima memberikan ku daftar nama-nama yang memiliki suntikan dana segar yang tidak jelas, namun diantara ini tidak semuanya terlibat, berikan kata pemanis yang membuat masyarakat membicarakan orang - orang ini!"


" Apa dampaknya dari ini??,apa pendapat masyarakat bisa mengubah semuanya?"


" Tidak, Panglima sengaja memberikan daftar berantakan ini, agar mereka yang tidak terlibat, dan benar - benar murni hasil dari bisnis yang nyata, meminta pengusutan terbuka, untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar mengelola perusahaan yang nyata bukan perusahaan bodong !"


" Ya mereka yang punya uang, tinggal menutup lagi dengan uang, aman bukan?"ujar Ria


" itu kenapa kita harus melibatkan masyarakat, agar kasus ini di kawal sampai akar oleh seluruh masyarakat kita!"


" Oh God...kakak ipar kau hebat sekali, bisa menebak rencana Panglima!"


" Lalu bagaimana nanti akhirnya?"


" Ya kita coba dulu, nanti jika ini gagal Panglima pasti sudah menyiapkan rencana B, C , sampai Z!" ujar Tantan sangat meyakinkan.


" Lalu bagaimana cara penyebaran?"


Ria mulai merangkai kata demi kata, untuk menjadi Senjata yang akan di gunakan untuk menngungkap kebenaran adanya, meski sebenarnya dia tidak begitu mengerti, dia melakukannya dengan cukup baik ,cepat dan di waktu yang tepat.


" Bibi tolong bukakan pintu!"


" Tapi tidak ada yang mengetuk nyonya Tantan!"


" Buka saja bi!"


Bibi Chu segera membuka pintu, memang tidak ada yang mengetuk pintu namun terlihat Jack berjalan dari gerbang menghampiri.


" Tuan,....!"


" Selamat malam bibi!" sapa Jack sopan.


Bagaimana nyonya Tantan tahu? jika tuan Jack tiba


dalah hati Bibi Chu.


" Jack bagaimana keadaan anak dan suamiku?" tanya Maya.


" aman bibi...!"


" syukurlah!"


" Kakak bagaimana dengan keluarga ku dan Jendral?"


" Paman Anton, aman.... keluarga mu berada di luar negeri tentu aman!"


"Ahz baik jika begitu!"

__ADS_1


" Bagaimana apa sudah selesai?"


" Sudah, ...Jack... bagaimana kabar bosmu??"


" Bos, memiliki tugas yang cukup berat, dia harus mengurus dari prajurit panglima dan Jendral hingga ke atas!"


" Kasihannya!" Ria merasa khawatir.


" Bos tidak lemah, karena kau menantinya pulang bukan?, dia akan menepati janji!"


mendengar perkataan Jack Ria merasa sangat tenang,


" Kalau begitu semuanya aku harus segera berlanjut dalam misiku!" Jack pun segera pergi begitu saja.


" Kakak ipar, apa tugas kita hanya itu??"


" kasus yang lalu tidak tuntas, seharusnya jika hal ini menyebar... Masyarakat lebih pandai lagi!"


" Kekuatan Netizen +62 memang mengalahkan record dunia, ...!" Ujar Ria


" Iya tapi kita masih harus waspada...!"


" mereka menyangka, menjatuhkan Panglima dan Jendral ,mereka sudah menang dan aman!"


" mereka tidak mempelajari sejarah!, kekuatan mereka hanya pada lembaran uang!"


" Lalu bagaimana??"


" Ya kita harus melihat dulu... kelanjutannya, memangnya aku cenayang?, harus tahu semua, Suzy kau ini menyebalkan!"


" Aku khawatir pada suamiku Tantan!"


" kau pikir aku tidak?"


" Haduh, kalian ini...tidak aku sangat penasaran dengan yang membawa bukti akuratnya ,siapa?, apakah dia tahu maksud Panglima, dan apakah dia bisa menyelesaikan nya?"


" Apa kau tidak bisa menebaknya, Tantan?"


" Suzy, kau mulai lagi!"


" Aduh, kalian berdua malah ribut sendiri, tenanglah...kita tunggu saja, nanti semua juga akan tahu, jika panglima membutuhkan kita pasti juga memberi petunjuk!"


" Benar ibu, kau memang benar-benar ibu panglima!"


" ih...Kakak ipar itu tidak perlu kau jelaskan!" Ria sangat gemas.


" Sudah ibu akan fokus membuat design baju dulu lah, kalian jangan ribut terus!"


" Ya ibu!" Tantan dan Suzy menjawab serempak.


...----------------...


Instalasi Tahanan Militer


Jenderal Petter dan Panglima di tempatkan pada ruangan yang berbeda.


Namun tetap saja mudah bagi keduanya untuk berkomunikasi dengan cara yang hanya mereka berdua sendiri yang tahu.


author


ayo likenya jangan pelit ya.... terimakasih

__ADS_1


__ADS_2